Posts Tagged ‘syukur’

Setelah Selesai #NulisRandom2017

July 1, 2017

“Kita cenderung lupa bahwa kebahagiaan tidak datang dari mendapatkan sesuatu yang tidak kita miliki, melainkan dengan mengakui dan menghargai apa yang kita miliki.” Frederick Koenig

Kata-kata mas Frederick diatas memacu saya untuk menuliskan paling tidak satu saja hal yang baik yang membuat saya bersyukur juga bahagia selama mengikuti #NulisRandom2017 ini. Banyak hal yang mengajarkan pada saya bahwa kebaikan selalu mengikuti dan bersama dengan kita, tergantung cara pandang dan hati kita melihatnya.

Beberapa hari bergulat mengejar waktu sebelum jam 12 malam harus sudah posting tulisan itu adalah sebuah keindahan yang memacu saya untuk terus berada di jalur yang tersedia dengan baik. Terimakasih buat mas Brilliant Yotenega dan juga @nulisbuku, kali ini saya kembali berhasil menyelesaikan proyek ini setelah dua tahun yang lalu ikutan juga.

Salam Sejahtera semuanya!

#NulisBuku2017 #HariKe30 #SetelahSelesai #menulis

Menikmati Hujan

June 30, 2017

“Sebagian orang merasakan hujan, lainnya hanya merasakan basah.” Bob Marley 

Sehari ini dua kali kehujanan. Sekali di subuh pagi tadi sewaktu mengantarkan istri untuk melakukan sebuah kegiatan. Bersyukur mampir dulu di tempat kakak ipar jadi bisa berganti baju dan menikmati secangkir teh panas meredakan kedinginan. Kehujanan yang kedua sore ini sewaktu hendak membeli air minum kemasan dan juga lauk buat makan malam. Air minumnya nggak dapat, lauknya aman tapi basah kuyupnya tidak terhindarkan. Sembari pulang di atas motor kehujanan saya nikmati berjalan pelan sambil bernyanyi kecil, “s’bab Tuhan baik…anugerahNya kekal selamanya.”

John Updike menuliskan sebuah quote yang begitu menginspirasi tentang hujan, demikian katanya, “Rain is grace; rain is the sky descending to the earth; without rain, there would be no life.” Hujan adalah anugerah, sebuah kebaikan yang harus dinikmati dalam kehidupan ini. Sebuah kebaikan yang kadang ketika kita menikmatinya harus melewati hal yang tidak enak, basah, dingin, dan bahkan mungkin masuk angin. Namun setelahnya adalah semua tanaman bersukaria, sumur saya pun kembali terisi dan aman dari kekurangan air, udara malam ini akan lebih dingin dan tentu saja pas dengan secangkir teh panas atau kopi sebelum tidur malam ini.

Hari terakhir bulan Juni ini diawali dengan hujan dan ditutup malam ini dengan hujan, tapi kata-kata yang tertulis tidak berhenti meskipun hujan akan berhenti. Jadi bagian terbaik yang saya bisa nikmati di bulan ini  adalah menuliskannya, menulis dengan cara, gaya dan rasa saya. Dan menutup #NulisRandom2017 dengan sebuah keberkahan akan hidup seperti yang dikatakan oleh Ashely Smith, “Hidup penuh keindahan. Perhatikan itu. Perhatikan lebah besar, anak kecil, dan wajah yang tersenyum. Rasakan hujan dan hiruplah udara. Hidupkan kehidupan dengan segala potensimu, dan berjuanglah untuk mimpi-mimpimu.”

Cinta Dari Dapur

June 28, 2017

“Food is symbolic of love when words are inadequate.” – Alan D. Wolfelt 

Makanan adalah simbol cinta ketika kata-kata tidak cukup, begitu katanya mas Alan diatas. Kalau saya sih percaya banget hal di atas terjadi dalam kehidupan ini, dan memang itulah yang saya alami hari ini. Tadi siang sehabis beres-beres kamar karena banyaknya debu yang sudah nempel disana-sini rasa lapar sudah menyerang dengan sangat. Begitu saya bilang lapar, Mami Mertua saya dengan segera menyiapkan makan siang spesial yang di masaknya dari pagi. Oh iya, spesial buat saya khusus katanya jadi hadiah ulang tahun. Dan nama makanan itu adalah sambel tumpang. 

Mungkin belum banyak yang tahu apa itu sambel tumpang. Sambel tumpang ini adalah masakan dari campuran tempe dan bumbu-bumbu yang dimasak sedemikian rupa hingga menyerupai sup kental. Setelah searching di Mbah Google akhirnya saya menemukan resepnya di cookpad.com, berikut resepnya kalau mau dicoba :

Bahan-bahan : 

1/2 papan tempe semangit (tempe umur 3 hari)1/2 papan tempe baru3 siung bawang putih3 butir bawang merah10 buah cabe rawit (merah dan hijau)2 butir kemiri2 cm kencur2 cm lengkuas, geprek1/2 batang serai, geprek2 lembar daun salam1 lembar daun jeruk500 ml air150 ml santan kental4 buah tahu putih, potong kotak2, gorengsecukupnya garam, gula pasir, merica bubuk, kaldu bubuk
Langkah Memasaknya: 
1. Rebus 500 ml air + tempe + bawang merah + bawang putih + cabe + kemiri + kencur sampai empuk, angkat..tiriskan.. air sisa merebus jangan dibuang
2. Haluskan terlebih dahulu cabe + duo bawang + kemiri + kencur.. disusul dg tempe.. aQ dihaluskan kasar ajj.. biar berasa tekstur tempe’nya
3. Masukkan tempe yg dihaluskan ke air rebusan tadi.. tambahkan bahan geprek + santan + bumbu2 lainnya
4. Nyalakan kembali api kompor.. masak sampai santan mendidih.. masukkan tahu goreng.. masak sampai air agak menyusut..
5. Sajikan dg nasi hangatt 🙂 bisa disiramkan disayur rebus.. atau kacangpanjang dan tambahan lauk lainnya.

Sambel tumpang ini adalah salah satu masakan favorit saya. Biar asalnya ndeso tapi ngangenin dan spesial. Kalau dulu sebelum nikah, ibu saya yang memasaknya, sejak nikah dan saya mengajak mami mertua saya pulang kampung dan dia yang orang Sunda bisa belajar memasak masakan khas Jawa ini jadi seperti masakan ibu saya yang spesial juga buat saya mantunya. Rahasia lainnya adalah mami mertua saya adalah juga jago masak buat catering dijamannya. 

Jadi Cinta Dari Dapur itu sangat nyata dan indah. Dan tentu saja Sambel Tumpang itu spesial. 

39 Kebahagiaan

June 27, 2017

“Kalau bersyukur adalah pusat hidupmu, kamu akan hidup dengan bahagia”

Jadi kalau saya masih di ijinkan menikmati kehidupan, artinya hari ini saya sudah bertambah lagi umurnya, padahal yang  sebenarnya adalah justru berkurang jatah umurnya dibumi ini. Ijinkan saya menuliskan berbagai hal yang saya rasakan dan nikmati sampai di usia ini.
1. Saya bahagia masih punya orang tua yang lengkap, bapak dan ibu karena tanpa mereka tentu saja saya tidak ada.

2. Saya bahagia memiliki istri yang nggak cuma cantik , dia adalah suporter utama dalam hidup saya.

3. Saya bahagia punya anak perempuan satu-satunya yang asyik. Suatu hari waktu dia bergelayutan manja saya bertanya, “kalau kamu sudah besar masih mau cium papi nggak?” Jawabnya, “ya iyalah pap!” Ah, melegakan hati.

4. Saya bahagia punya mertua yang jadi ibu saya, bersama sejak kami menikah, dari saya ditolak sampai sekarang tiap kali masak selalu di tanya, “mau masak apa hari ini?” 

5. Saya bahagia masih diberikan pekerjaan. Pekerjaan di tempat baru setelah tempat kerja yang lama harus di tutup.

6. Saya bersyukur mendapatkan training ilmu yang baru untuk sekolah yang baru nanti. 

7. Saya bersyukur bisa bertumbuh di JPCC dan juga di DATE.

8. Saya bersyukur berkesempatan menuliskan apa yang saya alami hari ini.

9. Saya bersyukur bisa menikmati pepaya hasil dari menanam sendiri.

10. Saya bersyukur meskipun sering pegal dan linu di tulang bekas tabrakan waktu itu, tangan saya masih kuat mengangkat galon air.

11. Saya bersyukur masih bisa tidur nyenyak.

12. Saya bersyukur memiliki cicilan rumah, meskipun hingga bulan ini hanya kebaikan Tuhan saja yang menyelamatkan kami untuk mencicilnya. Kami tidak kehujanan dan kedinginan.

13. Saya bersyukur masih dapat THR meskipun seharusnya jatahnya nanti di bulan Desember, karena kebaikan pak bos yang punya sekolah lama masih dibagikan juga buat saya. 

14. Saya bersyukur masih bisa makan, saya tidak berkekurangan dengan berkat makanan hingga hari ini.

15. Saya bersyukur memiliki motor yamaha mio gt yang menemani kemana saja kami pergi, jatuh dan tabrakan berkali-kali dan tetap baik-baik saja.

16. Saya bersyukur bulan ini dapat empat baju baru, saya nggak kekurangan pakaian.

17. Saya bersyukur bisa menikmati kopi saset murah sampai kopi mahal yang di mall.

18. Saya bersyukur ternyata punya empat pasang sepatu, bahkan ada sepasang sepatu yang hampir tujuh tahun lalu masih layak di pakai.

19. Saya bersyukur dapat tas punggung bekas pakai adik dulu buat kerja, masih bagus dan bisa muat banyak.

20. Saya bersyukur dua adik-adik saya semangat mendukung dan mengasihi saya apa adanya. 

21. Saya bersyukur bahwa salah satu kemewahan hidup itu menikmati mie instant dengan telor dan sayuran plus sedikit pedas di makan pas lagi hujan. Enak banget!

22. Saya bersyukur meskipun hape saya belum 4G dan kapasitas RAM/ROMnya kecil masih bisa online dengan paket hemat yang membantu saya posting di akun medsos.

23. Saya bersyukur dibelikan golok baru oleh istri saya seharga 125ribu, golok dari penjualnya orang Cirebon tukang asah dan gerinda keliling ini sangat membantu saya merapikan pohon-pohon disekeliling rumah.

24. Saya bersyukur mendapatkan kebaikan dari DATE Leader saya sebotol minyak zaitun dan minyak kelapa murni untuk membuat saya tetap sehat.

25. Saya bersyukur banyak mendapatkan bantuan secara finansial dan lainnya dari teman DATE, Adulam, sanak saudara dan bahkan orang-orang yang tidak kami kenal.

26. Saya bersyukur dengan buku-buku yang saya miliki, meskipun belum banyak nambahnya tapi bisa jadi bahan bacaan yang menyenangkan.

27. Saya bersyukur bisa menulis di blog yang mewadahi kecintaan saya membagikan perasaan dan pengalaman lewat tulisan.

28. Saya bersyukur anak dan istri saya menyukai buku-buku dan menulis, paling tidak membuatnya senang dengan bacaan yang menjadikannya lebih banyak ilmu dan pengetahuan.

29. Saya bersyukur anak saya masuk di bagian siswa berprestasi dikelasnya.

30. Saya bersyukur istri saya tetap menguatkan diri dan terus bersemangat menanti pekerjaan baru.

31. Saya bahagia bisa menikmati kerokan dan pijitan dari istri saya.

32. Saya bahagia meskipun saya tidak menyukai tomat, terong dan oyong, sayuran yang lain tetap oke buat saya. Pete dan jengkol juga nggak suka sih, hehehehe!

33. Saya bahagia bisa berbagi baju bekas pantas pakai saya buat tukang sampah dikompleks perumahan.

34. Saya bahagia bisa mengikuti #NulisRandom2017 di bulan Juni ini.

35. Saya bahagia bisa membelikan kado kenaikan kelas buat Abby yaitu sebuah Alkitab baru untuk anak-anak.

36. Saya bahagia karena akan mentraktir makan siang istri, anak dan mertua saya sebagai perayaan sederhana di ulang tahun saya.

37. Saya bahagia meskipun ulang tahun kali ini tidak ada kue dan tiup lilin, namun pelukan dan ciuman dari istri, anak dan mertua adalah berkat yang pertama di pertambahan umur saya.

38. Saya bahagia karena saya pasti masuk surga di dalam percaya dan iman saya pada Yesus Kristus Tuhan, haleluya!

39. Saya bahagia dan bersyukur karena saya memilih untuk bahagia dan bersyukur, itu saja!

Kebaikan Di Hari Lebaran Kedua

June 26, 2017

Hujan ternyata tidak terlalu deras datang mengguyur siang hari ini. Entah kenapa badan terasa tidak terlalu semangat seperti biasanya, saya pikir mungkin efek minum obat alergi kemarin yang bikin ngantuk dan lemes. Jadi dari pagi saya nikmati saja lebaran kedua ini dengan istirahat di rumah. Setelah mandi kami sekeluarga berkunjung sebentar ke tetangga samping kanan kiri rumah yang merayakan lebaran. Bermaaf-maafan sambil memberi ucapan bahagia. 

Dirumah, setelah makan siang dengan sayur bening sederhana, sambal dan juga ayam goreng sisa kemarin kami menikmati nonton tivi sambil gegoleran alias tidur-tiduran saja. Si mami setelah makan ketiduran di depan tivi, sementara si pumpkin masih saja menikmati film di tivi sampai akhirnya Oma memanggilnya untuk tidur siang di kamar. Saya pun akhirnya menikmati searching di hape si mami lihat-lihat barang yang di jual online, cuma pengen aja sih, belinya ya entah nanti kapan. Kemudian, tiba-tiba ada WA calling dan buru-buru saya kembalikan pada si mami pada hal baru bangun dan kayaknya laper jadi sibuk bikin mie instan. Begitu mau di terima ternyata mati dan mukanya kemudian serius membalas chat yang ada. Setelah selesai kemudian diberikan pada saya untuk dibaca, dan ternyata sebuah kabar baik lagi. Ada yang berbagi kembali dengan kami. Bukan cuma buat kami, oma pun mendapat bagian. Bukan besar kecil atau banyak sedikitnya, kebahagiaannya adalah banyak orang yang peduli dan sayang dengan keluarga kami dan itu sebuah anugerah yang harus kami syukuri.

William Arthur mengatakan sebuah kebijaksanaan seperti berikut, “Jika Anda memiliki banyak hal, berikan kekayaanmu! Namun jika Anda hanya memiliki sedikit, berikan hatimu! Tetapi entah banyak atau sedikit, berikanlah dengan cintamu.” Dengan hitungan jelas kami tidak punya kekayaan berlimpah namun kami belajar untuk memperlakukan setiap bagian yang kami miliki dan bagikan dengan cinta. Apakah ini hasil dari kami menaburkan semuanya dengan cinta? Bisa jadi, namun yang jelas lagi-lagi Tuhan menggerakkan banyak orang menaburkan kebaikan dalam kehidupan kami, dengan penuh cinta tentu saja! 

Seperti pemazmur katakan dan jadi catatan hari ini, saya pun juga ingin katakan,  “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!”

Berkah Lebaran Kami

June 25, 2017

“Tersenyumlah untuk menjemput kebahagiaan, jangan menunggu bahagia untuk bisa tersenyum. Hiasi hari bahagia ini dengan senyuman.”

Menikmati indahnya lebaran kali ini memang luar biasa, seperti tahun-tahun sebelumnya kami mengunjungi famili dari mami mertua saya. Berangkat pagi-pagi dengan naik angkot karena beberapa kali telpon taksi regular nggak ada yang siap begitu juga dengan taksi online nggak ada yang ambil orderan. Ya sudah, dengan berganti angkot tiga kali akhirnya kami sampai juga di tempat yang kami tuju. 

Dengan mengucap syukur akhirnya kami semua bisa melepaskan kangen dan bermaaf-maafan. Dan tentu saja dibuka dengan kacang goreng, kue-kue, es buah lalu dilanjutkan menu utama makanan khas di hari lebaran ketupat dengan opor, sambel goreng ati, sayur labu atau pepaya muda daging rendang dan kerupuk udang, eh…emping melinjo juga tersedia. Sejenak waktu kami menikmati banyak saudara-saudara yang lain juga datang bersilaturahmi. Hari ini kami mengunjungi tiga rumah saudara lengkap dengan sajian makanannya, keramah tamahan dan tentu saja berbagi kebahagiaan. 

Bahkan sebelum kami pulang, Abby mendapatkan banyak uang baru dari para saudara dan juga perlengkapan body protector untuk latihan tae kwon do, oma mendapatkan uang saku dan saya juga dapat kue dan sirup rasa jeruk, mami dapat kesempatan ngobrol untuk melamar kerjaan. Di tengah terik panas siang tadi kami menikmati perjalanan berangkot tanpa kemacetan yang berarti. Dan setelah turun dari angkot kita jalan kaki sembari mencari minuman dingin. Segernya membasahi dinding leher dengan penuh nikmat. 

Oh iya, ngomong-ngomong kami bukan keluarga Muslim. Kami keluarga Kristen dan menikmati hari raya tahun ini. Sebagai wujud persaudaraan dan juga menjaga tali silaturahmi kami setiap tahun melakukan kunjungan kepada sanak saudara. Kami menikmati kebersamaan dan kebahagiaan momen ini menjadi kebaikan dan juga memperlihatkan bahwa perbedaan tidak berarti menjadi penghalang. Perbedaan adalah kekayaan. 

Selamat Ulang Tahun Jakarta

June 22, 2017

Selamat Ulang Tahun Jakarta yang ke 490.

Setahun yang kali kira-kira menggambar dan mengecat jendela kelas ini menjadi bagian dekorasi. Jakarta itu benar-benar beragam, bersatu dan melayani. Saya Kristen, teman kerja saya Muslim, murid-murid saya Muslim, Khatolik dan Buddha. Kami bersatu dan disatukan dalam sebuah kelas yang manis setahun kemarin. 

Saya tanpa sengaja ternyata menjadikan jendela kaca yang terlukisi kota Jakarta dengan Monas, Masjid Istiqlal dan Gereja Kathedral juga keramaian jalanan khas kota Jakarta adalah kenangan terakhir di sekolah dimana saya mengajar. Kenangan yang menjadikan kebaikan sekaligus kesedihan, namun percaya bahwa semakin Jakarta lebih baik dari sekarang demikian juga saya dan semuanya lebih baik dimasa depan.

Sebentar lagi kaca ini akan hancur, tapi tidak dengan harapan kami dan kebaikan yang telah dan akan terjadi. Masa depan Jakarta akan lebih baik demikian juga semuanya.

#NulisRandom2017 #HariKe22 #Jakarta #Jakarta490 #JKT490 #UlangTahunJakarta

Dari Warteg Siang Ini

June 14, 2017

“Kunci dari sebuah kebahagiaan adalah ketika anda bersyukur terhadap anugerah yang Tuhan      berikan.”

Untuk sebuah trakiran makan siang di warteg terdekat siang ini saya bersyukur. Nasi setengah, sayur kacang panjang, lauk ikan tongkol goreng dan sepotong tempe plus minum es rasa jeruk dingin ini adalah sebuah kenikmatan yang Tuhan sediakan lewat teman kerja saya yang baru saja dapat bayaran uang ekskul. Sederhana saja, tapi kebaikan itu bisa kita temukan dimana saja pada siapa saja dan kapan saja. Yang jadi pertanyaannya kadang buat saya adalah saya menyadarinya atau tidak, itu!

Filsuf Lao Tzu mengatakan seperti ini, “Kebaikan dalam kata-kata menghasilkan kepercayaan diri. Kebaikan dalam berpikir menghasilkan kebesaran. Kebaikan dalam memberi menghasilkan cinta.” Saya belajar bahwa kata-kata, pikiran dan tindakan dalam kebaikan akan membawa pada sebuah kehidupan yang baik, indah sekaligus menyenangkan. Jika hari ini saya boleh menikmati kebaikan, saya percaya ini adalah anugerah Tuhan semata. Pantaslah jika saya tuliskan syukur saya hari ini.

“Betapa limpahnya kebaikan-Mu yang Kausediakan bagi orang takwa! Setiap orang melihat kebaikan yang Kaulakukan, bagi mereka yang berlindung pada-Mu.”

Sebungkus Syukur

June 8, 2017

“Bersyukurlah untuk apa yang anda miliki, pada akhirnya anda akan memiliki lebih banyak. Jika anda berkonsentrasi pada apa yang anda tidak miliki, anda tidak pernah akan berkecukupan” – Oprah Winfrey

Tigabelas ribu rupiah isinya nasi setengah, sedikit sayur jamur, telor dadar seiris, dua buah tempe goreng dan sambelnya. Tentu saja makan sederhana ini bukan menu restoran, ini jelas makanan warteg dan ini juga yang saya makan hari ini. Enak? Ehm…enak itu memang bisa jadi karena racikan bumbu-bumbu masakannya begitu kental dan terasa, bisa juga enak itu memang terasa begitu wow dilidah, bisa jadi sesuai dengan harganya karena konon harga juga menentukan rasa. Tapi buat saya hari ini, makanan yang saya nikmati ini sangatlah enak, kenapa? karena enak itu dinikmati dengan ucapan syukur. 

Saya mengingat bacaan tentang ucapan syukur atas makanan dalam kisah ini : 
Suatu ketika George Muller yang menjadi  pemilik panti asuhan Ashley Down orphanage di Bristol, England, selama hidupnya telah mengangkat 10.024 orang yatim piatu dan juga pernah menghadapi satu keadaan tidak ada makanan sama sekali padahal waktu makan malam telah tiba. Lalu apa yang kemudian dilakukannya? Dia dan anak-anak asuhannya mulai menata piring, sendok, garpu, gelas dan peralatan makan lainnya di atas meja makan.

Kemudian Muller mulai meminta mereka duduk di tempat mereka masing-masing. Tiba-tiba ada seorang anak bertanya padanya, ”Mana makannya?” dan dengan yakin Muller menjawab pertanyaan anak tersebut, ”Sebentar lagi makanannya akan datang.” Dia kemudian mengajak semua anak-anak berdoa mengucap syukur atas berkat yang telah diberikan Tuhan meskipun makanannya belum ada. Setelah kata  amin yang mereka ucapkan saat menutup doa, tiba-tiba terdengar pintu diketok oleh seseorang dan akhirnya setelah dibuka ternyata mereka mendapatkan kiriman makanan yang cukup banyak. Makanlah mereka semua malam itu. Hal tersebut terjadi berkali-kali. Dan itu adalah hasil dari kuasa pengucapan syukur.

Betapa saya diberkati dan harus bersyukur ketika saya masih bisa makan dengan nikmat. Masih bisa membeli makan. Tidak pernah kelaparan dan kekurangan makanan. Jadi jika saya masih kurang bersyukur dan menikmati apa yang bisa saya makan saya berarti kurang percaya dengan penyertaan dan penyediaanNya. Sebuah perkataan bijaksana mengatakan, “TUHAN memberi makanan secukupnya kepada orang baik, tetapi keinginan orang jahat ditolak-Nya.” Jadi betapa saya selalu dicukupkan olehNya. 

Roti Kebaikan

June 7, 2017

“Kebaikan merupakan milik kita yang terbaik dalam bentuk yang cantik.” Christopher Marlowe

Sudah lama tidak menikmati roti yang enak. Memang jarang beli juga sih. Karena seringnya langganan dari mas-mas yang tiap malam lewat depan rumah, roti tawar gandum seharga sebelas ribu seplastik dan roti lain yang biasanya diminta Abby untuk bekal snack ke sekolah besoknya. Bagusnya roti ini nggak tahan lama, karena nggak sampai tiga hari pasti sudah keluar jamurnya. 

Tadi malam eh tetiba dapat kabar mau dikirimin roti enak handmade super dari chef Nona. Asli bikinan tangannya tanpa pengawet, karena yang awet cuma roti plastik nggak bisa di makan alias roti-rotian. Jadilah kami menunggu bang Gojek yang mengantarkan karena sedikit was-was alamat rumah nggak bisa masuk di google maps. Pada hal saya sudah klaim lho alamat rumah di google maps buat jualan dengan alamat khusus, mungkin mbah google capek kali ya udah malam seharian nggak istirahat. Ya sudahlah, yang penting kira-kira sebelum jam sembilan malam datanglah bang gojek pembawa roti uenak ini. Puji syukur aman dan tidak tercuil sedikitpun hehehehe! Jadilah kami saling pandang dan puengen banget mencicipinya padahal jam puasa kami itu makan terakhir di jam tujuh malam, apa daya kami kalah…rotinya berbalut kayu manis bubuk dan bersalut gula itu maaaaaaak…mantaff surantaff rasanya. Nggak papalah toh ini berkat yang kami dapatkan dan harus dinikmati, jadi mumpung masih fresh disegerakan untuk disantap.

Seseorang bernama Henry James mengatakan seperti ini, “Ada tiga hal penting dalam hidup ini. Pertama adalah kebaikan hati. Kedua, kebaikan hati. Ketiga, kebaikan hati juga.” Jadi kebaikan hati itu penting, kebaikan yang dikeluarkan dari dalam hati bukan sekedar kebaikan yang dilakukan demi dianggap baik hati. Kalau kami mendapatkan bagian yang baik dari kebaikan hati sahabat kami bukan berarti kami sudah baik, itu semata karena Tuhan menggerakkan hati orang-orang yang dekat dengan kami untuk berbagi. Sebut saja berapa banyak selain roti, keuangan, bahan makanan, jajanan buat si Abby, obat-obatan herbal, dibayarin makan, dan masih banyak lagi yang lain. Tapi kenapa harus roti yang ditulis? Karena tadi malam kami nggak bisa beli roti, roti langganan bakalan sebulan selama puasa nggak jualan. Karena memang pas kami lagi pengen roti dan mendapat jawaban tepat pada rotinya, eh…waktunya. Karena roti ini mewakili setiap kebaikan hati yang sudah datang pada kami. 

Salam Roti!