Posts Tagged ‘suka duka kehidupan’

Sore Dari Kebun Belakang Rumah

July 14, 2017

“Berkebun itu memberi rasa cinta, melatih kesabaran dan menuai kebahagiaan” – Chef Utami

Kalau ke kebun belakang rumah itu selain nikmatnya di gigitin nyamuk gede-gede juga nikmatnya lihat tanaman hijau yang menyenangkan hati saya.

Pepaya

Pepaya Jepang

Pandai

Cabai

Sirih

Labu siam

Ginseng

Bayam potong

Jahe

Kunyit

Binahong

Cincau

Timun Jepang

Temukunci

Cinta saya sama tanaman itu membantu saya mengerti dan belajar bahwa Tuhan bisa mengajarkan sesuatu dari mengurus tanaman, mengharapkan buahnya dan menikmati hasilnya setelah menunggu beberapa lama. Bahkan nikmatnya beda ketika menyantap hasil kebun sendiri. Seperti ada manis-manisnya gitu….hehehehehe!

Advertisements

39 Kebahagiaan

June 27, 2017

“Kalau bersyukur adalah pusat hidupmu, kamu akan hidup dengan bahagia”

Jadi kalau saya masih di ijinkan menikmati kehidupan, artinya hari ini saya sudah bertambah lagi umurnya, padahal yang  sebenarnya adalah justru berkurang jatah umurnya dibumi ini. Ijinkan saya menuliskan berbagai hal yang saya rasakan dan nikmati sampai di usia ini.
1. Saya bahagia masih punya orang tua yang lengkap, bapak dan ibu karena tanpa mereka tentu saja saya tidak ada.

2. Saya bahagia memiliki istri yang nggak cuma cantik , dia adalah suporter utama dalam hidup saya.

3. Saya bahagia punya anak perempuan satu-satunya yang asyik. Suatu hari waktu dia bergelayutan manja saya bertanya, “kalau kamu sudah besar masih mau cium papi nggak?” Jawabnya, “ya iyalah pap!” Ah, melegakan hati.

4. Saya bahagia punya mertua yang jadi ibu saya, bersama sejak kami menikah, dari saya ditolak sampai sekarang tiap kali masak selalu di tanya, “mau masak apa hari ini?” 

5. Saya bahagia masih diberikan pekerjaan. Pekerjaan di tempat baru setelah tempat kerja yang lama harus di tutup.

6. Saya bersyukur mendapatkan training ilmu yang baru untuk sekolah yang baru nanti. 

7. Saya bersyukur bisa bertumbuh di JPCC dan juga di DATE.

8. Saya bersyukur berkesempatan menuliskan apa yang saya alami hari ini.

9. Saya bersyukur bisa menikmati pepaya hasil dari menanam sendiri.

10. Saya bersyukur meskipun sering pegal dan linu di tulang bekas tabrakan waktu itu, tangan saya masih kuat mengangkat galon air.

11. Saya bersyukur masih bisa tidur nyenyak.

12. Saya bersyukur memiliki cicilan rumah, meskipun hingga bulan ini hanya kebaikan Tuhan saja yang menyelamatkan kami untuk mencicilnya. Kami tidak kehujanan dan kedinginan.

13. Saya bersyukur masih dapat THR meskipun seharusnya jatahnya nanti di bulan Desember, karena kebaikan pak bos yang punya sekolah lama masih dibagikan juga buat saya. 

14. Saya bersyukur masih bisa makan, saya tidak berkekurangan dengan berkat makanan hingga hari ini.

15. Saya bersyukur memiliki motor yamaha mio gt yang menemani kemana saja kami pergi, jatuh dan tabrakan berkali-kali dan tetap baik-baik saja.

16. Saya bersyukur bulan ini dapat empat baju baru, saya nggak kekurangan pakaian.

17. Saya bersyukur bisa menikmati kopi saset murah sampai kopi mahal yang di mall.

18. Saya bersyukur ternyata punya empat pasang sepatu, bahkan ada sepasang sepatu yang hampir tujuh tahun lalu masih layak di pakai.

19. Saya bersyukur dapat tas punggung bekas pakai adik dulu buat kerja, masih bagus dan bisa muat banyak.

20. Saya bersyukur dua adik-adik saya semangat mendukung dan mengasihi saya apa adanya. 

21. Saya bersyukur bahwa salah satu kemewahan hidup itu menikmati mie instant dengan telor dan sayuran plus sedikit pedas di makan pas lagi hujan. Enak banget!

22. Saya bersyukur meskipun hape saya belum 4G dan kapasitas RAM/ROMnya kecil masih bisa online dengan paket hemat yang membantu saya posting di akun medsos.

23. Saya bersyukur dibelikan golok baru oleh istri saya seharga 125ribu, golok dari penjualnya orang Cirebon tukang asah dan gerinda keliling ini sangat membantu saya merapikan pohon-pohon disekeliling rumah.

24. Saya bersyukur mendapatkan kebaikan dari DATE Leader saya sebotol minyak zaitun dan minyak kelapa murni untuk membuat saya tetap sehat.

25. Saya bersyukur banyak mendapatkan bantuan secara finansial dan lainnya dari teman DATE, Adulam, sanak saudara dan bahkan orang-orang yang tidak kami kenal.

26. Saya bersyukur dengan buku-buku yang saya miliki, meskipun belum banyak nambahnya tapi bisa jadi bahan bacaan yang menyenangkan.

27. Saya bersyukur bisa menulis di blog yang mewadahi kecintaan saya membagikan perasaan dan pengalaman lewat tulisan.

28. Saya bersyukur anak dan istri saya menyukai buku-buku dan menulis, paling tidak membuatnya senang dengan bacaan yang menjadikannya lebih banyak ilmu dan pengetahuan.

29. Saya bersyukur anak saya masuk di bagian siswa berprestasi dikelasnya.

30. Saya bersyukur istri saya tetap menguatkan diri dan terus bersemangat menanti pekerjaan baru.

31. Saya bahagia bisa menikmati kerokan dan pijitan dari istri saya.

32. Saya bahagia meskipun saya tidak menyukai tomat, terong dan oyong, sayuran yang lain tetap oke buat saya. Pete dan jengkol juga nggak suka sih, hehehehe!

33. Saya bahagia bisa berbagi baju bekas pantas pakai saya buat tukang sampah dikompleks perumahan.

34. Saya bahagia bisa mengikuti #NulisRandom2017 di bulan Juni ini.

35. Saya bahagia bisa membelikan kado kenaikan kelas buat Abby yaitu sebuah Alkitab baru untuk anak-anak.

36. Saya bahagia karena akan mentraktir makan siang istri, anak dan mertua saya sebagai perayaan sederhana di ulang tahun saya.

37. Saya bahagia meskipun ulang tahun kali ini tidak ada kue dan tiup lilin, namun pelukan dan ciuman dari istri, anak dan mertua adalah berkat yang pertama di pertambahan umur saya.

38. Saya bahagia karena saya pasti masuk surga di dalam percaya dan iman saya pada Yesus Kristus Tuhan, haleluya!

39. Saya bahagia dan bersyukur karena saya memilih untuk bahagia dan bersyukur, itu saja!

Berkah Lebaran Kami

June 25, 2017

“Tersenyumlah untuk menjemput kebahagiaan, jangan menunggu bahagia untuk bisa tersenyum. Hiasi hari bahagia ini dengan senyuman.”

Menikmati indahnya lebaran kali ini memang luar biasa, seperti tahun-tahun sebelumnya kami mengunjungi famili dari mami mertua saya. Berangkat pagi-pagi dengan naik angkot karena beberapa kali telpon taksi regular nggak ada yang siap begitu juga dengan taksi online nggak ada yang ambil orderan. Ya sudah, dengan berganti angkot tiga kali akhirnya kami sampai juga di tempat yang kami tuju. 

Dengan mengucap syukur akhirnya kami semua bisa melepaskan kangen dan bermaaf-maafan. Dan tentu saja dibuka dengan kacang goreng, kue-kue, es buah lalu dilanjutkan menu utama makanan khas di hari lebaran ketupat dengan opor, sambel goreng ati, sayur labu atau pepaya muda daging rendang dan kerupuk udang, eh…emping melinjo juga tersedia. Sejenak waktu kami menikmati banyak saudara-saudara yang lain juga datang bersilaturahmi. Hari ini kami mengunjungi tiga rumah saudara lengkap dengan sajian makanannya, keramah tamahan dan tentu saja berbagi kebahagiaan. 

Bahkan sebelum kami pulang, Abby mendapatkan banyak uang baru dari para saudara dan juga perlengkapan body protector untuk latihan tae kwon do, oma mendapatkan uang saku dan saya juga dapat kue dan sirup rasa jeruk, mami dapat kesempatan ngobrol untuk melamar kerjaan. Di tengah terik panas siang tadi kami menikmati perjalanan berangkot tanpa kemacetan yang berarti. Dan setelah turun dari angkot kita jalan kaki sembari mencari minuman dingin. Segernya membasahi dinding leher dengan penuh nikmat. 

Oh iya, ngomong-ngomong kami bukan keluarga Muslim. Kami keluarga Kristen dan menikmati hari raya tahun ini. Sebagai wujud persaudaraan dan juga menjaga tali silaturahmi kami setiap tahun melakukan kunjungan kepada sanak saudara. Kami menikmati kebersamaan dan kebahagiaan momen ini menjadi kebaikan dan juga memperlihatkan bahwa perbedaan tidak berarti menjadi penghalang. Perbedaan adalah kekayaan. 

Cara (saya) Menikmati Hari Sabtu

June 24, 2017

Salah satu cara menikmati hari Sabtu adalah dengan “memotong pohon pepaya”.

Kenapa? Ini adalah alasannya:
1. Sudah setahun lebih pohon ini tidak berbuah sama sekali
2. Pohon ini hanya terus meninggi dan mulai membahayakan ke arah tetangga jika tidak dipotong
3. Memotong pohon pepaya adalah salah satu bentuk latihan yang baik untuk tangan, lengan dan bahu kanan saya
4. Daun muda dari pohon yang di potong ini bisa dimasak lagi jadi tidak terbuang percuma
5. Sisa batang dan daun-daunnya sengaja dibusukkan untuk jadi pupuk dikebun belakang rumah
6. Kalau anda yang membaca membutuhkan bantuan untuk memotong selain pohon pepaya, misalkan THRnya saya siap membantu, tentu saja tidak dengan golok, ajak saja saya belanja ke supermarket dan mall terdekat, dijamin akan saya potong THRnya dengan baik. Hehehehehe 😸

Demikian cara saya menikmati hari Sabtu pagi ini. Jika ada keluhan dan komplain silahkan hubungi UGD terdekat.

Salam Pohon Pepaya 🌴

Selamat Ulang Tahun Jakarta

June 22, 2017

Selamat Ulang Tahun Jakarta yang ke 490.

Setahun yang kali kira-kira menggambar dan mengecat jendela kelas ini menjadi bagian dekorasi. Jakarta itu benar-benar beragam, bersatu dan melayani. Saya Kristen, teman kerja saya Muslim, murid-murid saya Muslim, Khatolik dan Buddha. Kami bersatu dan disatukan dalam sebuah kelas yang manis setahun kemarin. 

Saya tanpa sengaja ternyata menjadikan jendela kaca yang terlukisi kota Jakarta dengan Monas, Masjid Istiqlal dan Gereja Kathedral juga keramaian jalanan khas kota Jakarta adalah kenangan terakhir di sekolah dimana saya mengajar. Kenangan yang menjadikan kebaikan sekaligus kesedihan, namun percaya bahwa semakin Jakarta lebih baik dari sekarang demikian juga saya dan semuanya lebih baik dimasa depan.

Sebentar lagi kaca ini akan hancur, tapi tidak dengan harapan kami dan kebaikan yang telah dan akan terjadi. Masa depan Jakarta akan lebih baik demikian juga semuanya.

#NulisRandom2017 #HariKe22 #Jakarta #Jakarta490 #JKT490 #UlangTahunJakarta

Hadiah Dan Harapan

June 21, 2017

Satu buah baju batik baru, satu baju lengan pendek baru, satu paket minyak wangi dan sepaket kue dari orang tua murid kemarin diberikan pada saat pengambilan report card. Satu batik khas Madura juga saya dapatkan dari rekan kerja saya. Bahkan baju dan handuk juga saya dapatkan dari rekan kerja yang lain. Beberapa perwakilan asosiasi orang tua murid memberikan bantal kecil tanda perpisahan, juga sepaket kue lagi khusus karena saya mengajarkan budi pekerti. Pemberian-pemberian itu  memang jadi alasan ucapan terimakasih karena selama ini saya mengajarkan anak-anaknya, meskipun ada yang tidak memberikan barang-barang lainnya namun ucapan terimakasih dan pengakuan kerja kami selama ini menjadi kepuasan tersendiri. Pemberian ini juga jadi tanda persahabatan selama kebersamaan kami di tempat kerja ini meskipun harus berakhir. Tidak masalah, karena mungkin takdir berbicara lain. Kami harus menikmati kebahagiaan menjadi pengajar di tempat yang harus berpisah satu sama lain.

Frederik E. Crane mengatakan, “Agar dapat membahagiakan seseorang, isilah tangannya dengan kerja, hatinya dengan kasih sayang, pikirannya dengan tujuan, ingatannya dengan ilmu yang bermanfaat, masa depannya dengan harapan.” Seperti yang dikatakan Frederik, saya berharap apa yang kami kerjakan menjadi kebahagiaan murid-murid kami nanti dimana saja mereka akan berada, berganti sekolah yang barum semoga tangannya mampu mengerjakan dengan terbaik semua tugas, semoga hatinya terpatri dengan kasih sayang yang kami boleh juga berikan. Semoga mereka memperoleh tujuan yang berarti dimasa mudanya. Semoga ilmu yang kami ajarkan bermanfaat dalam hidupnya. Dan semoga harapannya tetap menyala dan terus hidup seperti harapan kami.

Baju, batik dan kue itu menyimbolkan harapan dan kebahagiaan. Karena semuanya diwujudkan dari hati yang bersyukur dengan penuh kekuatan untuk masa depan seperti tulisan O.O. Marden, “Tidak ada obat semanjur harapan, tidak ada pendorong sehebat harapan dan tidak ada tonikum sekuat mengharapkan sesuatu terjadi pada hari esok.”

Mie Ayam Ekspektasi

June 18, 2017

“Kebahagiaan tergantung pada apa yang dapat Anda berikan, bukan pada apa yang Anda peroleh” (Mohandas Ghandi)

Istirahat siang ini hanya setengah jam saja untuk makan. Jadilah saya mencari makanan yang tidak terlalu berat tapi mengenyangkan. Akhirnya pilihan saya jatuh pada mie ayam di samping ketoprak yang ternyata penjualnya satu orang saja. Kalau dilihat sekilas modelnya seperti mie ayam model Solo atau Wonogiri karena penjualnya ketahuan berbahasa Jawa. Jadilah akhirnya saya pesan semangkok tanpa tambahan bakso. Setelah menunggu lima menitan akhirnya matanglah iyi mie dan mulai disajikan didepan saya. Ekspektasi saya sih kayaknya bakalan enak, dan wow…ternyata biasa saja, hahahaha! Agak sebelnya itu adalah harganya yang lima belas ribu rupiah, padahal kalau di depan kompleks harganya hanya sembilan ribu saja tanpa bakso juga, rasanya lebih nendang dan yahud! Bukan bermaksud membandingkan dan nggak terima tapi memang kadang kita nggak bisa selalu mendapatkan yang kita harapkan. 

Kata kamus ekspektasi itu artinya harapan besar yang di bebankan pada sesuatu yang di anggap akan mampu membawa dampak yang baik atau lebih baik atau dugaan. Memang sih harapan saya tidak sesuai dengan kenyataan, karena dalam bayangan saya nikmat mie ayam ini tidak memberi dampak yang begitu wow dilidah dan perut saya. Kecewa sih tidak hanya merasa kurang saja dalam menikmatinya. Karena memang bisa saja terjadi bahwa kita bisa dikecewakan olehnya, namun bukan berarti kita lalu menyerah dan tidak lagi ada harapan. 

Lha ekspektasi makan mie ayam saja jadi bahan buat saya memikirkan ulang ya dengan apa yang akan saya nikmati. Sama juga sih dengan curhatan para orang tua murid kemarin di report card day, dari yang bingung anaknya mau pindah kemana sampai bingung gimana nanti di sekolah barunya plus harapan-harapannya yang akan anaknya dapatkan di sekolah baru nanti. Harapan saya sih jelas bahwa murid-murid saya menikmati di sekolah barunya, mengikuti pelajarannya dengan baik dan makin cemerlang setelah sekian lama kami boleh memberikan pengajaran pada mereka.

Sebuah perkataan yang baik menyatakan seperti ini, “Harapan kita itu seperti jangkar yang tertanam sangat dalam dan merupakan pegangan yang kuat dan aman bagi hidup kita.” Jadi semakin kita kuat bergantung pada harapan yang baik dan benar maka semakin kuatlah jiwa kita untuk memperoleh kebaikan dan kebahagiaan. 

Semua Akan Pindah Pada Waktunya!

June 17, 2017

“kesempatan sering datang sebagai kesulitan. Itulah sebabnya, banyak orang yang tidak mengenalnya. Makin besar kesulitan, semakin besar kesempatan.” Shiv Khera

Hari ini adalah hari akhirnya. Saya dan teman-teman telah berusaha semaksimal yang kami lakukan sebagai seorang pengajar membagikan apa yang kami bisa berikan pada anak-anak murid kami. Laporan akhir pembelajaran tersampaikan dengan baik.

Yang tidak baik adalah, kami menutupnya dengan berbagi air mata. 

Ya, memang kebersamaan kami harus selesai ditempat ini. Tapi dari titik ini kami akan berangkat menuju masa depan yang lebih baik lagi (berharap dan berdoa). Sejak kemarin saya memang merapikan kelas dan juga merapikan kenangan yang sudah empat tahun di jalani disana. Saya menginginkan album kenangan di jiwa dan hati saya menyentuh kehidupan. 

Semua akan pindah pada waktunya, dan waktunya usah di mulai hari ini! Tumbuh dan mekarlah dimanapun kamu tertanam murid-muridku, teman kerjaku semua, kalian layak mendapatkannya!
*catatan terakhir dari meja kursi merah sudut kelas

Membayar Lelah

June 16, 2017

“Orang yang ingin bergembira harus menyukai kelelahan akibat bekerja” Plato

Siapa bilang kalau seorang guru taman kanak-kanak itu selalu cerah ceria dan senang terus? Kalau cuma melihat sebentar saja dan tidak seperti kerja kantoran pada umumnya pasti akan terlihat banyak senangnya dibanding susahnya. Bukan berarti orang kerja kantoran lebih susah. Namanya kerjaan ya pasti semua ada susahnya dan ada senangnya.

Siang ini saya menemukan teman saya tergeletak kelelahan diatas jejeran meja kosong setelah sepagian dan mungkin juga dari kemarin beres-beres kelas, bikin report dan ngerjain entah apalagi. Jadi saking semangatnya karena juga sedang berpuasa mungkin tenaganya sedikit berkurang.  Syukurlah dia nggak papa meskipun terlihat lemas dan harus berkali-kali mengecek kerjaannya yang ternyata beberapa diantaranya belum diselesaikan.

Ada yang mengatakan seperti ini, ” Penghargaan tertinggi dari kerja keras bukanlah pada apa yang anda hasilkan melainkan bagaimana anda berkembang karenanya ” saya percaya bahwa setiap kelelahan dari kerja keras kita akan mengembangkan kemampuan dan juga karakter yang semakin baik. Kalau saya dan teman saya yang cuma guru tk bisa kelelahan, semua juga pasti pernah merasakannya. Yang penting dari semuanya adalah kami gembira menyelesaikannya. Dan momen kelelahan bersama ini belum tentu terulang kembali! 

Merapikan Kenangan

June 15, 2017

“Its not the good bye that hurts; but the flashbacks that follow”

Hari ini adalah hari terakhir anak-anak masuk sekolah. Dan setelah ini saya tidak akan bertemu kembali. Disudut ruang kelas dan dikursi merah kecil itu saya meluruhkan rasa dan menyeka sudut mata dari tetesannya setelah pelukan terakhir sebelum pulang dari murid-murid. Rasanya begitu banyak hal yang nanti akan muncul ketika rindu saya pada mereka mulai menghampiri.

Seseorang menyampaikan sebuah kebijaksanaannya seperti ini, “Hidup akan selalu membawa air mata, senyuman, dan kenangan. Air mata akan mengering. Senyuman pun perlahan memudar namun, kenangan akan senantiasa tertanam.” Dan saya akan mengenang perjalanan empat tahun ini dalam sebuah album terbaik. Saya akan merangkainya menjadi bagian keindahan yang membawa saya dan anak-anak juga para teman-teman guru semakin memahami bahwa kami jadi bagian kehidupan, dan bagian itu dinamakan pendidikan.

Terimakasih sudah memberikan saya kesempatan untuk memulai merangkai album yang baru!