Posts Tagged ‘persahabatan’

Perayaan Pertemanan

June 29, 2017

“Teman tidak akan meninggalkan teman lainnya kelaparan”

Siang ini saya kedatangan teman-teman kerja di tempat kerja yang lalu. Dengan semangat merwka menghampiri rumah saya yang masih saja berantakan. Bahkan yang ulang tahun hari ini bawa spesial nasi uduk plus lengkap lauknya dan juga kue ulang tahun. Setahun yang lalu juga saya didatangi mereka meskipun tahun ini lebih banyak personilnya. Saya bersyukur mereka bisa menikmati kebersamaan yang memang apa adanya. Rumah saya sempit dan berantakan tapi ya cuek saja toh mereka sudah biasa demikian, berkali-kali datang berkunjung kerumah dengan kondisi demikian.

Kebersamaan itu adalah sebuah berkah. Kebersamaan dengan teman-teman juga sebuah anugerah. Seperti kata Dior Yamasaki, “Teman adalah bahan yang paling penting dalam resep kehidupan ini.” Jadi apapun masakan dan makanannya selama itu ada kebersamaan dan pertemanan maka kenikmatan dalam setiap suapannya yang akan membuat perbedaan. Nasi uduk, lalapan, ayam goreng, tempe kering, telor goreng, sambel, rujak serut dan iris, es sirup dan kue tart membuat lengkap siang hingga sore tadi.

Syukur mana lagi yang harus ditangguhkan? 

Advertisements

Mengalah

December 16, 2016

‚Äč”Mengalah kepada keadaan bukan akhirnya kita mengalah kepada keadaan. Mengalah adalah cara mempersiapkan diri menjadi lebih kuat dan pantas untuk menghadapi keadaan.” Indira Batubara

Akhirnya sore ini saya mengalah! 

Ya, memutuskan untuk tidak mengambil keputusan saya sendiri dan menuruti keputusan teman-teman yang peduli dengan saya. Keputusan saya sebenarnya adalah ingin pulang dengan mengendarai motor sendiri, tapi teman-teman tampaknya lebih peduli dengan kekuatan dan kemampuan saya yang belum pulih sepenuhnya dan tentu saja juga khawatir dengan kondisi saya jika membawa pulang motor seorang diri.

Saya membaca di antaranews.com yang menuliskan kata peduli dengan pengartiannya seperti ini, “peduli adalah sebuah sikap keberpihakan kita untuk melibatkan diri dalam persoalan, keadaan atau kondisi yang terjadi di sekitar kita. Orang-orang peduli adalah mereka yang terpanggil melakukan sesuatu dalam rangka memberi inspirasi, perubahan, kebaikan kepada lingkungan sekitarnya.” Dan hari ini saya menemukan mereka yang peduli. 

1 Petrus 5:7 (BIMK) mengatakan dengan sangat luar biasa, “Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada Allah, sebab Ia mempedulikanmu.” Pertama jelas kekhawatiran saya untuk besok bagaimana motor bisa di bawa pulang karena minggu depan sudah libur terjawab, karena saya tidak menyerahkan kekhawatiran saya lebih dahulu pada Tuhan dan mengandalkan kekuatan saya sendiri, kedua bahwa Tuhan adalah super peduli dengan keadaan saya bagaimana pun sekarang yang saya alami, dan ketiga saya di berikan bukti kepedulianNya dengan mengirimkan teman-teman yang pasti akan mengantarkan mengantarkan motor saya besok. Pelajaran yang jelas namun lagi-lagi saya masih harus mengembangkan kepenuhan saya untuk dengar-dengaran perkataan-Nya.

Saya mengalah, dan saya tenang, karena mengalah dengan mendapatkan kepedulian. Saya pulang naik ojek online dengan aman dan nyaman, dan sekarang mengakhiri hari ini dengan seruputan teh hangat,  ngopinya sudah tadi pagi. Saya mengalah lagi dengan berkompromi bersama nyeri dan linu tulang malam ini. 

Pada Kemacetan Pagi Ini

February 2, 2016

Dengan tangkas tangannya memasukkan beberapa tempe goreng dan tahu ke dalam plastik, lalu sedikit berlari dan menyeberang jalan, berhenti disamping pintu sopir dan menyerahkan ke sopirnya. Seorang sopir metro mini yang sedang terjebak macet pagi ini, si bapak penjual tempe sediki berteriak dengan bahasa jawa yang kental kental, “wis digawa wae…” (Sudah bawa saja artinya) padahal si sopir sudah mengambil uang limaribuan untuk diserahkan ke penjual tempe itu. Bisa jadi mereka adalah teman lama, atau tetangga desa, atau dulu teman sekerja atau entah apa saja bagaimana mereka dulu tidaklah sepenting apa yang sedang saya saksikan.

Jarang-jarang melihat pemandangan seperti ini ditengah kepadatan dan kemacetan Jakarta pagi hari sehabis hujan mengguyur. Tidak sekedar rentetan mobil dan motor yang berjejeran menghabiskan ruang dan jalanan, kali ini melihat sebuah kebaikan kecil dan sederhana yang memberikan pelajaran bijak, masih ada pertemanan dan kebaikan disela beringas dan kejamnya kota.

Seorang bijak mengatakan demikian, “… orang yang mengusahakan kebaikan akan bahagia.” Ahaa, mengusahakan! Mengusakan adalah sebuah kata kerja yang berarti mencarikan daya upaya; mengikhtiarkan! Sebuah tindakan dari seseorang yang dibarengi dengan dengan wujud nyata yang baik. Mengusahakan kebaikan akan bahagia? Demikian memang senyatanya. Dan saya pun ikut merasakan kebahagian itu. Betapa berharganya persahabatan, kebersamaan, dan macet di Jakarta.