Posts Tagged ‘menulis’

Setelah Selesai #NulisRandom2017

July 1, 2017

“Kita cenderung lupa bahwa kebahagiaan tidak datang dari mendapatkan sesuatu yang tidak kita miliki, melainkan dengan mengakui dan menghargai apa yang kita miliki.” Frederick Koenig

Kata-kata mas Frederick diatas memacu saya untuk menuliskan paling tidak satu saja hal yang baik yang membuat saya bersyukur juga bahagia selama mengikuti #NulisRandom2017 ini. Banyak hal yang mengajarkan pada saya bahwa kebaikan selalu mengikuti dan bersama dengan kita, tergantung cara pandang dan hati kita melihatnya.

Beberapa hari bergulat mengejar waktu sebelum jam 12 malam harus sudah posting tulisan itu adalah sebuah keindahan yang memacu saya untuk terus berada di jalur yang tersedia dengan baik. Terimakasih buat mas Brilliant Yotenega dan juga @nulisbuku, kali ini saya kembali berhasil menyelesaikan proyek ini setelah dua tahun yang lalu ikutan juga.

Salam Sejahtera semuanya!

#NulisBuku2017 #HariKe30 #SetelahSelesai #menulis

Tulislah Nak!

June 5, 2017

“Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri” – J.K. Rowling

Jemari kecilnya bergerak lincah menuliskan berbagai kata yang di dapatkannya, sembari membaca sebuah buku kecil tentang pelajaran kehidupan dinikmati tiap huruf dan kata yang disalin di buku kecil bersampul ungu itu. Saya senang memperhatikan Abby mengolah rasa dan menikmati saat dimana dia mengungkapkan apa yang dia pikirkan dan rasakan dalam tulisannya. Surat-surat kecil untuk sahabat dikelasnya, sobekan kertas dengan tulisan “I love you” yang sering dikirimkan ke saya dan mami juga omanya. Juga hari ini saya menemukan secarik surat untuk sahabatnya, sebuah ucapan ulang tahun dengan gaya bahasa dan tulisan yang dia bisa lakukan. Saya menyukai ekspresinya.

Dan ternyata mengekspresikan sesuatu dalam tulisan itu sangat banyak manfaatnya. Sebuah artikel di tahun 2005 dalam jurnal Advance in Psychiatric Treatment menyatakan bahwa manfaat membuat tulisan ekspresif akan dialami yidak hanya dalam waktu yang pendek namun juga dalam waktu jangka panjang. Beberapa hal yang baik yang dihasilkan dari menulis itu antara lain adalah peningkatan suasana hati, kesejahteraan, tingkat stres dan gejala depresi, serta manfaat fisik seperti penurunan tekanan darah, dan juga peningkatan fungsi paru-paru dan hati. Itu semua sih memang hasil dari penelitian tapi yang jelas saya bangga dengan apa yang Abby lakukan. Menulis paling tidak menjadikannya lebih peka, lebih sensitif dan juga melatihnya merekam setiap hal menjadi cerita bagi dirinya sendiri.

Nelson Mandela mengatakan, “otak yang cerdas dan hati yang baik merupakan kombinasi yang bagus”. Dan harapan yang baik bagi masa depannya nanti bisa di mulai dari kesukaannya menulis. Tulislah nak, terus tulislah…!

Tulislah Terus Nak…

January 12, 2016

Saya menyukai menulis. Entah dengan alasan apa sekarang, yang jelas membuat sebuha kepuasaan tersendiri saat bisa mencurahkan sebuah hal dalam bentik tulisan. Memang tidak saya buktikan dengan mendapatkan penghargaan dari lomba menulis dan sejenisnya atau mencari tambahan penghasilan dari menulis, yang jelas sudah menulis diblog Tiba tahun terakhir ini.

Saya hanya membuktikan pada diri  diri sendiri, dan tidak mencari penghargaan dari orang lain. Tapi setidaknya saya berhasil mengajak beberapa orang menulis di blog, dan senang bisa membuat seseorang puas dengan sesuatu yang orang lain belum tentu mau melakukannya, menulis. Meskipun sejak kita mulai mengenal alat dan cara menulis, belum tentu kita mau dan siap untuk membuat kumpulan tulisan-tulisan kita sendiri.

Hari ini saya mendapatkan kabar sukacita kalau tulisan karangan Abby menjadi contoh bagi teman-teman sekelasnya dalam membuat karangan yang menceritakan liburannya yang lalu. Senang sekali dengan kemampuannya yang dia tunjukkan dan juga rangkaian cerita sederhana ya g dia buat untuk memperlihatkan tentang apa saja yang dia alami selama liburan yang lalu. Meskipun tidak secara detail dan tersusun secara rapi, saya sangatlah bangga anak kelas satu seusianya mampu membuat sebuah karangan indah yang sangatlah bagus.

Saya juga masih belajar menulis dengan baik, namun saya juga sangatlah mendukung anak saya menjadi yang terbaik. Seandainya pun dia memilih menjadi seorang penulis saya akan dengan bangga mendukungnya. Mungkin bakatnya bisa menjadikan kehidupannya dan masa depannya bersinar terang nanti.

Sukses ya Mbi…papi mendukungmu selalu.

image

Menulislah Sebelum Anda Pikun!

February 22, 2013

Umur Anda sedetik demi sedetik pasti bertambah, suatu saat Anda akan menjadi tua, itu sudah hukum alam. Tua biasanya dikaitkan dengan penurununan fungsi, bisa fisik, mental atau intelektual Anda. Tidak sama memang progresivitas penurunan ini untuk setiap orang. Ada yang terjadi lebih dini, sangat cepat atau ada yang tidak begitu nyata.

Tidak seperti otot, otak mudah mengalami kejenuhan. Jika otot kita tetap akan berkembang walau kita melakukan gerakan yang sama terus menerus, tetapi otak tidak, otak perlu tantangan baru yang berbeda

Tergantung pada banyak faktor, bisa genetik, lingkungan, tetapi yang paling penting adalah gaya hidup Anda. Gaya hidup Andalah yang akan lebih menentukan Anda akan dirundung penyakit-penyakit terkait dengan penuaan atau tidak.

Seperti diketahui, di samping penyakit jantung, stroke, diabetes mellitus, keganasan, pikun juga semakin sering menjadi ancaman hari tua kita. Pikun, apalagi sampai pada tingkat Alzheimer, di mana Anda lupa semuanya, tidak hanya anak, istri Anda tetapi juga diri Anda sendiri, Anda sedikitpun tidak mampu mengurus diri Anda sendiri, bahkan kebutuhan dasar Anda. 

Apakah Anda mau seperti itu? Saya yakin tidak, tidak seorangpun menghendakinya. Lantas, apa yang harus Anda lakukan agar Anda terhindar dari paenyakit pikun itu? Jawabanya adalah, peliharalah otak anda. Sebagaimana tubuh agar tetap sehat, Anda harus menjaga, memeliharanya, otak juga demikian.

Otak Anda tidak mungkin tetap cemerlang, muda atau mengharapkan dia tetap sehat di hari tua bila mulai sekarang Anda tidak menjaga, memeliharanya, atau tidak memberi nutrisi yang baik. Otak, seperti halnya otot, semakin sering Anda gunakan, semakin lama Anda akan tetap dapat menggunakannya.

Otot, seiring dengan bertambahnya usia, bila tidak digunakan akan atrofi, mengecil. Maka, otak juga demikian. Bila Anda biarkan otak Anda  menganggur, dia akan mengekerut. Kalau otot mengecil mudah dilihat dengan kasat mata, otak yang mengkerut dapat dilihat dari menurunnya fungsi intelektualitas Anda. Salah satunya adalah memori, daya ingat Anda. Anda misalnya jadi pelupa, tidak mudah ingat hal-hal yang baru, sulit mempelajari sesuatu atau melakukan sesuatu yang biasanya dapat Anda lakukan.

Nah, “bagaimana hubungan menulis dengan pikun? Atau, seperti judul tulisan di atas, menulislah sebelum pikun? Apa ada hubungannya?” Yang jelas, Anda tidak akan mungkin lagi menulis bila telah mengalami pikun, karena orang yang sudah pikun, apalagi sudah menderita Alzheimer.  Jangankan menulis, mengurus kebutuhan dasar mereka sendiri, tidak akan mampu.

Jadi, sebelum pikun menulislah. Bila anda tetap menulis, InsyaAllah, kebiasaan ini akan mencegah Anda mengalami pikun, atau paling tidak mengurangi risikonya. Lalu, “kenapa menulis dapat mencegah pikun?” Jawabannya sederhana. Seperti diketahui, menurut penelitian bahwa belajar hal-hal baru, dan melakukan sesuatu yang lama tetapi dengan cara yang berbeda dapat menjaga otak kita tetap sehat dan muda.

Tidak seperti otot, otak mudah mengalami kejenuhan. Jika otot kita tetap akan berkembang walau kita melakukan gerakan yang sama terus menerus, tetapi otak tidak, otak perlu tantangan baru yang berbeda. Sebagai contoh, kalau kita sudah terbiasa memilih jalan yang sama pulang ke rumah, dalam jangka waktu yang lama, otak tidak akan banyak bekerja untuk itu, otak tidak akan memerlukan energi yang lebih banyak untuk menjalaninya, otak sudah bekerja otomatis.

Untuk tetap aktif, otak kita membutuhkan tantangan baru. Pengalaman baru, keahlian baru akan memperkaya kesehatan otak kita. Oleh karena itu, menulis saya kira adalah proses kreatif terus menerus yang memerlukan otak yang sehat. Anda tidak mungkin menulis sesuatu kalau Anda tidak memahaminya.

Untuk memahami itu, Anda tentu harus banyak belajar, membaca, berlatih, dan sebagainya. Proses membaca ini saja sudah merupakan tantangan baru bagi otak Anda, apalagi saat Anda menulis. Ketika Anda menulis, otak memerlukan oksigen lebih banyak, glukosa lebih banyak pula, untuk itu aliran darah ke otak Anda juga harus mengalir lebih banyak.

Proses ini saja sudah memberikan manfaat besar bagi otak Anda. Ibaratkan olahraga bagi tubuh, otot Anda, menulis saya kira juga demikian, dia adalah olahraga khusus untuk otak Anda. Menulis akan membentuk sinapsis-sinapsis baru sel otak Anda, sehingga memori, daya ingat Anda akan terpelihara dengan baik, otak Anda tetap muda.

Di samping itu, menulis dapat ibaratkan kita mewariskan, memberikan  sesuatu yang kita miliki kepada orang lain. Perasaan senang, puas ketika kita dapat berbagi dengan orang lain, pasti akan membawa efek positif pada otak kita. Ketika kita merasa senang, bahagia, puas, tulisan kita dibaca, ditanggapi, atau kita yakin bahwa itu bermanfaat bagi orang lain, maka suasana hati demikian akan menyebabkan hormon kebahagiaan, endorphin akan melimpahi aliran darah anda. Stres anda berkurang, dan otak Anda juga jadi lebih sehat.

Jadi, menulislah sebelum pikun dan  Anda tidak akan pikun. Selamat menulis, sampai akhir hayat!

sumber: http://health.kompas.com