Posts Tagged ‘kerja’

H1

July 3, 2017

“​Kamu meninggalkan rumah untuk mencari peruntunganmu, ketika kamu mendapatkannya, kamu pulang untuk membaginya pada keluargamu.” – Anita Baker



Hari pertama kerja di tempat kerja baru dan bingung nggak tahu mau ngapa-ngapain. Syukurlah akhirnya setelah menghubungi pimpinan yang baru bisa masuk ke ruangan meskipun harus menunggu kuncinya di antarkan dan menunggu juga apa yang harus dikerjakan. 



Yang kami hadapi selanjutnya setelah beberapa waktu adalah pengen ngemil dan kemudian tiba-tiba listrik mati. Ya hadapi dan nikmati saja, toh kami dapat komplimen bisa pulang lebih cepat. 


Maturnuwun Gusti untuk kesempatan dan berkat yang Engkau berikan. Harus dihadapi dengan iman dan di imani dengan berhadap-hadapan, masa depan menanti dengan baik! Yup…baik!



39 Kebahagiaan

June 27, 2017

“Kalau bersyukur adalah pusat hidupmu, kamu akan hidup dengan bahagia”

Jadi kalau saya masih di ijinkan menikmati kehidupan, artinya hari ini saya sudah bertambah lagi umurnya, padahal yang  sebenarnya adalah justru berkurang jatah umurnya dibumi ini. Ijinkan saya menuliskan berbagai hal yang saya rasakan dan nikmati sampai di usia ini.
1. Saya bahagia masih punya orang tua yang lengkap, bapak dan ibu karena tanpa mereka tentu saja saya tidak ada.

2. Saya bahagia memiliki istri yang nggak cuma cantik , dia adalah suporter utama dalam hidup saya.

3. Saya bahagia punya anak perempuan satu-satunya yang asyik. Suatu hari waktu dia bergelayutan manja saya bertanya, “kalau kamu sudah besar masih mau cium papi nggak?” Jawabnya, “ya iyalah pap!” Ah, melegakan hati.

4. Saya bahagia punya mertua yang jadi ibu saya, bersama sejak kami menikah, dari saya ditolak sampai sekarang tiap kali masak selalu di tanya, “mau masak apa hari ini?” 

5. Saya bahagia masih diberikan pekerjaan. Pekerjaan di tempat baru setelah tempat kerja yang lama harus di tutup.

6. Saya bersyukur mendapatkan training ilmu yang baru untuk sekolah yang baru nanti. 

7. Saya bersyukur bisa bertumbuh di JPCC dan juga di DATE.

8. Saya bersyukur berkesempatan menuliskan apa yang saya alami hari ini.

9. Saya bersyukur bisa menikmati pepaya hasil dari menanam sendiri.

10. Saya bersyukur meskipun sering pegal dan linu di tulang bekas tabrakan waktu itu, tangan saya masih kuat mengangkat galon air.

11. Saya bersyukur masih bisa tidur nyenyak.

12. Saya bersyukur memiliki cicilan rumah, meskipun hingga bulan ini hanya kebaikan Tuhan saja yang menyelamatkan kami untuk mencicilnya. Kami tidak kehujanan dan kedinginan.

13. Saya bersyukur masih dapat THR meskipun seharusnya jatahnya nanti di bulan Desember, karena kebaikan pak bos yang punya sekolah lama masih dibagikan juga buat saya. 

14. Saya bersyukur masih bisa makan, saya tidak berkekurangan dengan berkat makanan hingga hari ini.

15. Saya bersyukur memiliki motor yamaha mio gt yang menemani kemana saja kami pergi, jatuh dan tabrakan berkali-kali dan tetap baik-baik saja.

16. Saya bersyukur bulan ini dapat empat baju baru, saya nggak kekurangan pakaian.

17. Saya bersyukur bisa menikmati kopi saset murah sampai kopi mahal yang di mall.

18. Saya bersyukur ternyata punya empat pasang sepatu, bahkan ada sepasang sepatu yang hampir tujuh tahun lalu masih layak di pakai.

19. Saya bersyukur dapat tas punggung bekas pakai adik dulu buat kerja, masih bagus dan bisa muat banyak.

20. Saya bersyukur dua adik-adik saya semangat mendukung dan mengasihi saya apa adanya. 

21. Saya bersyukur bahwa salah satu kemewahan hidup itu menikmati mie instant dengan telor dan sayuran plus sedikit pedas di makan pas lagi hujan. Enak banget!

22. Saya bersyukur meskipun hape saya belum 4G dan kapasitas RAM/ROMnya kecil masih bisa online dengan paket hemat yang membantu saya posting di akun medsos.

23. Saya bersyukur dibelikan golok baru oleh istri saya seharga 125ribu, golok dari penjualnya orang Cirebon tukang asah dan gerinda keliling ini sangat membantu saya merapikan pohon-pohon disekeliling rumah.

24. Saya bersyukur mendapatkan kebaikan dari DATE Leader saya sebotol minyak zaitun dan minyak kelapa murni untuk membuat saya tetap sehat.

25. Saya bersyukur banyak mendapatkan bantuan secara finansial dan lainnya dari teman DATE, Adulam, sanak saudara dan bahkan orang-orang yang tidak kami kenal.

26. Saya bersyukur dengan buku-buku yang saya miliki, meskipun belum banyak nambahnya tapi bisa jadi bahan bacaan yang menyenangkan.

27. Saya bersyukur bisa menulis di blog yang mewadahi kecintaan saya membagikan perasaan dan pengalaman lewat tulisan.

28. Saya bersyukur anak dan istri saya menyukai buku-buku dan menulis, paling tidak membuatnya senang dengan bacaan yang menjadikannya lebih banyak ilmu dan pengetahuan.

29. Saya bersyukur anak saya masuk di bagian siswa berprestasi dikelasnya.

30. Saya bersyukur istri saya tetap menguatkan diri dan terus bersemangat menanti pekerjaan baru.

31. Saya bahagia bisa menikmati kerokan dan pijitan dari istri saya.

32. Saya bahagia meskipun saya tidak menyukai tomat, terong dan oyong, sayuran yang lain tetap oke buat saya. Pete dan jengkol juga nggak suka sih, hehehehe!

33. Saya bahagia bisa berbagi baju bekas pantas pakai saya buat tukang sampah dikompleks perumahan.

34. Saya bahagia bisa mengikuti #NulisRandom2017 di bulan Juni ini.

35. Saya bahagia bisa membelikan kado kenaikan kelas buat Abby yaitu sebuah Alkitab baru untuk anak-anak.

36. Saya bahagia karena akan mentraktir makan siang istri, anak dan mertua saya sebagai perayaan sederhana di ulang tahun saya.

37. Saya bahagia meskipun ulang tahun kali ini tidak ada kue dan tiup lilin, namun pelukan dan ciuman dari istri, anak dan mertua adalah berkat yang pertama di pertambahan umur saya.

38. Saya bahagia karena saya pasti masuk surga di dalam percaya dan iman saya pada Yesus Kristus Tuhan, haleluya!

39. Saya bahagia dan bersyukur karena saya memilih untuk bahagia dan bersyukur, itu saja!

Cara (saya) Menikmati Hari Sabtu

June 24, 2017

Salah satu cara menikmati hari Sabtu adalah dengan “memotong pohon pepaya”.

Kenapa? Ini adalah alasannya:
1. Sudah setahun lebih pohon ini tidak berbuah sama sekali
2. Pohon ini hanya terus meninggi dan mulai membahayakan ke arah tetangga jika tidak dipotong
3. Memotong pohon pepaya adalah salah satu bentuk latihan yang baik untuk tangan, lengan dan bahu kanan saya
4. Daun muda dari pohon yang di potong ini bisa dimasak lagi jadi tidak terbuang percuma
5. Sisa batang dan daun-daunnya sengaja dibusukkan untuk jadi pupuk dikebun belakang rumah
6. Kalau anda yang membaca membutuhkan bantuan untuk memotong selain pohon pepaya, misalkan THRnya saya siap membantu, tentu saja tidak dengan golok, ajak saja saya belanja ke supermarket dan mall terdekat, dijamin akan saya potong THRnya dengan baik. Hehehehehe 😸

Demikian cara saya menikmati hari Sabtu pagi ini. Jika ada keluhan dan komplain silahkan hubungi UGD terdekat.

Salam Pohon Pepaya 🌴

Selamat Ulang Tahun Jakarta

June 22, 2017

Selamat Ulang Tahun Jakarta yang ke 490.

Setahun yang kali kira-kira menggambar dan mengecat jendela kelas ini menjadi bagian dekorasi. Jakarta itu benar-benar beragam, bersatu dan melayani. Saya Kristen, teman kerja saya Muslim, murid-murid saya Muslim, Khatolik dan Buddha. Kami bersatu dan disatukan dalam sebuah kelas yang manis setahun kemarin. 

Saya tanpa sengaja ternyata menjadikan jendela kaca yang terlukisi kota Jakarta dengan Monas, Masjid Istiqlal dan Gereja Kathedral juga keramaian jalanan khas kota Jakarta adalah kenangan terakhir di sekolah dimana saya mengajar. Kenangan yang menjadikan kebaikan sekaligus kesedihan, namun percaya bahwa semakin Jakarta lebih baik dari sekarang demikian juga saya dan semuanya lebih baik dimasa depan.

Sebentar lagi kaca ini akan hancur, tapi tidak dengan harapan kami dan kebaikan yang telah dan akan terjadi. Masa depan Jakarta akan lebih baik demikian juga semuanya.

#NulisRandom2017 #HariKe22 #Jakarta #Jakarta490 #JKT490 #UlangTahunJakarta

Hadiah Dan Harapan

June 21, 2017

Satu buah baju batik baru, satu baju lengan pendek baru, satu paket minyak wangi dan sepaket kue dari orang tua murid kemarin diberikan pada saat pengambilan report card. Satu batik khas Madura juga saya dapatkan dari rekan kerja saya. Bahkan baju dan handuk juga saya dapatkan dari rekan kerja yang lain. Beberapa perwakilan asosiasi orang tua murid memberikan bantal kecil tanda perpisahan, juga sepaket kue lagi khusus karena saya mengajarkan budi pekerti. Pemberian-pemberian itu  memang jadi alasan ucapan terimakasih karena selama ini saya mengajarkan anak-anaknya, meskipun ada yang tidak memberikan barang-barang lainnya namun ucapan terimakasih dan pengakuan kerja kami selama ini menjadi kepuasan tersendiri. Pemberian ini juga jadi tanda persahabatan selama kebersamaan kami di tempat kerja ini meskipun harus berakhir. Tidak masalah, karena mungkin takdir berbicara lain. Kami harus menikmati kebahagiaan menjadi pengajar di tempat yang harus berpisah satu sama lain.

Frederik E. Crane mengatakan, “Agar dapat membahagiakan seseorang, isilah tangannya dengan kerja, hatinya dengan kasih sayang, pikirannya dengan tujuan, ingatannya dengan ilmu yang bermanfaat, masa depannya dengan harapan.” Seperti yang dikatakan Frederik, saya berharap apa yang kami kerjakan menjadi kebahagiaan murid-murid kami nanti dimana saja mereka akan berada, berganti sekolah yang barum semoga tangannya mampu mengerjakan dengan terbaik semua tugas, semoga hatinya terpatri dengan kasih sayang yang kami boleh juga berikan. Semoga mereka memperoleh tujuan yang berarti dimasa mudanya. Semoga ilmu yang kami ajarkan bermanfaat dalam hidupnya. Dan semoga harapannya tetap menyala dan terus hidup seperti harapan kami.

Baju, batik dan kue itu menyimbolkan harapan dan kebahagiaan. Karena semuanya diwujudkan dari hati yang bersyukur dengan penuh kekuatan untuk masa depan seperti tulisan O.O. Marden, “Tidak ada obat semanjur harapan, tidak ada pendorong sehebat harapan dan tidak ada tonikum sekuat mengharapkan sesuatu terjadi pada hari esok.”

Pelajaran Dari Pak Tasum

June 19, 2017

“Saya tahu tidak ada orang-orang hebat kecuali mereka yang memiliki pengabdian besar pada kemanusiaan.” Voltaire

Hari pertama saya libur sebenarnya sudah ada beberapa agenda yang akan dilakukan, tetapi ternyata tiba-tiba sebelum makan siang berubah dengan dadakan, mirip tahu bulat yang digoreng hangat…hangat…asoooyyy! Hehehehe, jadilah kita ngetrip dengan cara sederhana dan senikmat-nikmatnya, dan tujuan utamanya adalah ke kawasan kota tua. Dari rumah naik angkot, ganti dua kali kemudian kita naik kereta menuju ke stasiun kota.

Begitu sampai di stasiun kota, tujuan pertama adalah sebuah gereja tua yang tahun ini akan berumur 322 tahun. Sebuah gereja tertua di Asia peninggalan dari bangsa Portugis dan dibangun lagi oleh Belanda. Kami menikmati bagian-bagiannya yang begitu kokoh, masih asli dan belum diganti atau renovasi. Jadi benar-benar belum berubah dari awalnya. Disana kami bertemu dengan Pak Tasum, pria paruh baya yang tinggal di daerah BSD ini telah mengabdi menjadi pekerja di gereja ini totalnya sudah 22 tahun. Di mulai awalnya di masa mudanya jualan es di depan gereja, sering membersihkan area gereja kemudian diangkat jadi koster atau pekerja gereja khusus untuk kebersihan dan perawatan, hingga akhirnya sekarang menjadi pegawai dinas purbakala DKI Jakarta. Saya sangat salut dengan apa yang dia kerjakan, apa yang dia kuasai dan dia lakukan. Dan yang lebih salut lagi adalah, Pak Tasum seorang muslim. Muslim yang membagikan kehidupannya dan bekerja untuk kebaikan rumah ibadah orang lain. Seorang muslim yang berani melawan para perusuh ketika tahun 1998 terjadi kerusuhan besar, diceritakan dia berkelahi dengan salah seorang perusuh yang hendak membakar gereja itu, meskipun harus terluka dan sakit dia berhasil menjalankan tugasnya. 

Pengabdian yang hebat dari seorang pekerja yang memberikan saya pelajaran kehidupan. Bukan karena pekerjaannya apa, bekerja pada siapa dan bagaimana pekerjaannya. Namun ketulusan dan keikhlasan yang dipancarkan dari wajahnya yang dengan semangat mengakhiri pembicaraan saya berdua di depan menara lonceng itu dia katakan, “yang Di Atas tahu mas sebenarnya apa yang saya kerjakan, jadi saya tidak pernah merasa takut dan salah, bahkan dicukupkan rejeki saya.” Dalam hati saya masih tidak ada apa-apanya dibandingkan dengannya. Masih harus lebih banyak lagi belajar dan mengerti betapa kebaikan dan keberkahan dan juga pelajaran kehidupan itu Tuhan berikan dimana saja dan dengan siapa saja. 

Semua Akan Pindah Pada Waktunya!

June 17, 2017

“kesempatan sering datang sebagai kesulitan. Itulah sebabnya, banyak orang yang tidak mengenalnya. Makin besar kesulitan, semakin besar kesempatan.” Shiv Khera

Hari ini adalah hari akhirnya. Saya dan teman-teman telah berusaha semaksimal yang kami lakukan sebagai seorang pengajar membagikan apa yang kami bisa berikan pada anak-anak murid kami. Laporan akhir pembelajaran tersampaikan dengan baik.

Yang tidak baik adalah, kami menutupnya dengan berbagi air mata. 

Ya, memang kebersamaan kami harus selesai ditempat ini. Tapi dari titik ini kami akan berangkat menuju masa depan yang lebih baik lagi (berharap dan berdoa). Sejak kemarin saya memang merapikan kelas dan juga merapikan kenangan yang sudah empat tahun di jalani disana. Saya menginginkan album kenangan di jiwa dan hati saya menyentuh kehidupan. 

Semua akan pindah pada waktunya, dan waktunya usah di mulai hari ini! Tumbuh dan mekarlah dimanapun kamu tertanam murid-muridku, teman kerjaku semua, kalian layak mendapatkannya!
*catatan terakhir dari meja kursi merah sudut kelas

Buka, Bongkar, Buang!

June 13, 2017

“Perubahan dimulai saat seseorang mengetahui langkah selanjutnya.” (William Drayton)

Hari ini sebelum pulang murid-murid saya minta menonton video tentang telur. Mereka senang karena mulai mengerti dan belajar tentang makanan sehat yang salah satunya adalah telur. Video ini menceritakan bagaimana telur diperoleh, dari berbagai daerah dan jenisnya. Dan begitu juga ketika mereka melihat bagaimana telur-telur itu ditetaskan menjadi anak-anak ayam. Ketika telur-telur ini mulai menetas, terjadi retakan dan kemudian muncullah anak-anak ayam yang masih belum bersih hingga sampai akhirnya dipisahkan dan dikumpulkan kembali dalam wadah anak-anak ayam yang bersih. Yang mereka pelajari adalah proses perubahan dari telur menjadi ayam juga melihat bagaimana anak ayam di dalam telur ini berjuang melepaskan diri dari cangkang sampai berhasil melakukannya. Lagi-lagi saya yang selalu belajar, melihat keasyikan mereka dan melihat video ini begitu menarik karena ada proses perubahan dan ketidaknyamanan menjadi sesuatu yang berbeda dan bernilai.

Alan Cohen mengatakan seperti ini, “Dibutuhkan banyak keberanian untuk melepaskan keadaan yang akrab dan tampaknya aman, untuk merangkul hal baru. Tetapi tidak ada keamanan yang nyata dalam apa yang tidak lagi bermakna. Ada keamanan lebih dalam petualangan yang menarik, karena dalam gerakan ada kehidupan, dan dalam perubahan ada kekuatan.” Yups…itulang yang sedang terjadi dan saya alami bahwa butuh benar-benar keberanian melepaskan pekerjaan yang nyaman di tempat ini dan berganti ke tempat yang baru. Ada petualangan yang baru dan menarik dan menyiapkan diri saya dalam perubahan yang penuh kekuatan. Akan cukup berat pasti memulainya nanti, namun jika tidak dihadapi pasti saya tidak akan melangkah menuju perubahan.

Dan perubahan itu di mulai hari ini. Ya, dimulai dari buka, ya…buka lemari karena mau nggak mau sema isinya nanti harus dikosongkan. Buka dompet juga sudah kosong. Bika hati, nah yang ini namanya ikhlas harus selesai disini. Yang selanjutnya adalah bongkar! Bongkar isi lemari penyimpanan semua barang-barang yang di pakai untuk berbagai acara, simpanan kertas-kertas dan lain sebagainya. Lalu pisahkan mana yang masih bisa di pakai dan digunakan untuk selanjutnya. Bongkar juga pola-pola lama, pikiran lama, cara-cara lama yang menghambat majubagi diri saya sambil dalam hati nyanyi, “…oo ya o ya bongkar….”. Dan langkah yang terakhir sudah pasti buang! Buang semua hal yang tidak penting, sisa pensil, krayon, kertas, catatan, dan lain-lain. Buang semua kepahitan, luka, kecewa, sakit hati dan penyesalan karena Tuhan menyiapkan ganti yang lebih baik meskipun kadang sekarang terlihat tidak baik! 

Buka, bongkar dan buang! Pelajaran hari ini untuk saya supaya saya mengalami perubahan dan kemajuan.

Syukurilah Hidup

June 6, 2017

“syukurilah hidup, karena hidup memberimu kesempatan untuk mencintai, bekerja, bermain dan memandang bintang-bintang” Henry Van Dyke 

Seorang yang bijaksana mengatakan seperti ini, “Tuhan menginginkan setiap orang makan, minum, dan senang dengan pekerjaannya. Karena itu adalah  pemberian dari-Nya”. Jadi hari ini beberapa bagian yang harus saya kerjakan dan nikmati diantaranya adalah :
1. Bersyukur

Bagian ini yang paling penting karena saya masih hidup. Kalau nggak hidup gimana mau nulis dan bersyukur? Bersyukur itu penting karena itu menyehatkan pikiran dan jiwa kita, dengan bersyukur kita menggantikan emosi negatif, khawatir dan keraguan dengan pikiran yang positif dan melihat segala sesuatu dengan baik 
Coba saja kalau saya urutkan dari pagi bangun masih bernafas, ada istri dan anak, mengantar ke sekolah, memberi uang belanja, masih ada pekerjaan, masih bisa beli makan buka puasa, masih bisa naik motor, masih bisa buang air besar lancar, masih dapat dukungan dari teman-teman dan sahabat, masih banyak lagi kalau mau ditulis dibandingan dengan berbagai masalah yang ada.

2. Mencintai

Mencintai adalah bagian yang juga tidak kalah pentingnya. Merasa dicintai Tuhan hari ini, bagaimana tidak coba…saya masih diberi kesempatan hidup, masih diperhadapakan pada kebaikan, masih diberi kesempatan berbagi dan masih boleh menikmati dunia dan isinya. Mencintai keluarga saya, masih ada bapak ibu adik saya dikampung. Mencintai istri saya yang hebat juga anak saya yang manis dan mami mertua yang tiap hari mau masakin mantunya. Mencintai pekerjaan saya menjadi guru. Mencintai, ah…banyak lagi pokoknya!

3. Bekerja

Siapa yang tidak bersyukur dapat bekerja, entah apapun pekerjaannya pastilah semua orang akan berterimakasih bisa bekerja. Kalau belum kehilangan pekerjaan dan merasa pekerjaan itu berguna pasti orang baru akan menghargai pekerjaannya, bukan begitu?  
Apalagi saya, bekerja bukan cuma menghasilkan uang. Bekerja juga ibadah bukan? Yup, ini adalah wujud dari pertolongan Tuhan dalam hidup lewat apa yang kita lakukan jadi sepantasnya kita bersyukur untuk hal ini.

4. Bermain

Eh…udah tua masih main juga? Nggak malu sama anak-anak? Ya enggaklah wong ini kerjaan saya. Eh, maksudnya bagian dari kerjaan saya sebagai guru TK. Jadi bermain dan bekerja sekaligus adalah bagian sehari-hari saya. Nah, minggu sore kemarin juga bermain bersama dengan anak dan istri saya, main kartu uno. Bisa luaaammmmaaaaa selesainya, tapi nagih dan menyenangkan terutama Abby yang menemukan permainan baru.

5. Memandang bintang-bintang

Ah, menyebalkannya malam ini mendung jadi nggak bisa lihat bintang di angkasa sana. Mau lihat bintang yang di botol itu juga….aahahahahaha…terlalu! Ada bintang-bintang kecil di sekitaran kepala saya tadi pas bangun, mungkin inilah rasanya jadi bintang! Hah…jelas bukan, kaget dibangunin harus makan malam ini sih, tapi jelas nanti saya akan tunggu langit cerah dan taburan bintangnya sambil nyanyi dalam hati, “bintang-bintang…berikan cahyamu, taburi hati malam ini…”.

Pada Mas Montir Aku Belajar

May 11, 2017

Untuk bekerja dengan baik tidak hana sekedar skill dan pengetahuan yang baik, tetapi juga dedikasi, disiplin dan desire atau passion ( bahasane duwur…sok tinggi biar kayak tulisane motipator) hahahahaha!

Tapi tampaknya memang demikian yang saya dapatkan hari ini sewaktu saya sedang menyempatkan diri servis motor dibengkel yang baru pertama saya datangi. Servis standar injeksi motor, ganti oli mesin, ganti oli gardan, ganti ban depan, mindahin ban depan ke belakang, servis komstir setang karena terasa goyang kalau jalan. Lumayan di saat minggu terakhir sebelum gajian malah setoran ke bengkel. Lha kalau nggak di servis malah bisa nombok nanti ujung-ujungnya lebih bahaya.

Eniwei, saya menemukan catatan bagus di depan tempat saya membayar setelah selesai servis. Ada terpampang jadwal kerja harian plus nama-nama daftar hadir para montir, juga ada tanggal gajian mereka masing-masing. Dan yang paling saya kaget juga ada peraturan tertulis yang menurut saya jarang-jarang saya temukan di sebuah bengkel, seperti berikut ini tulisannya:

Telat 15menit denda 30.000

Telat 30menit tidak usah masuk

Tidak pakai seragam denda tambahan

Masing-masing libur 1 hari di hari yang berbeda dalam 1 minggu

Wow…
Sementara dikerjaan saya saja telat nggak papa yang penting ada pemberitahuan dan sekarang lebih banyak nggak ngasih tahu, toh…nggak dipotong gajinya. Enak kan? Coba jadi montir ini, habis sudah uang makan dan transport tiap hari. Mumet nggak kira-kira? Nggak pakai seragam? Lha udah ada hari bebas nggak pakai seragam, kerja cuma 5 hari dapat seragam 3 buah masih aja cari alasan karena seragamnya inilah itulah…whatever soever terserah dan nggak kena marah, yang penting rapi dan masih senada kan? Ya kan? Libur? Jelas sudah pasti wong kerjanya cuman dari Senin sampai Jumat saja, ada jadwal libur lainnya plus bisa nambah libur “bila perlu”, uenaknyaaaaaaa….! Itu cuma sementara alias nggak akan lama. Iya nggak akan lama lagi bisa merasakan seperti sekarang. Jadi nikmati dan bersiap-siap saja kalau keadaan, situasi, kondisi, aturan dan bahkan denda akan dihadapi! 

Kalau montir aja bisa, mosok saya nggak bisa? Wis…gitu aja!