Posts Tagged ‘keluarga’

Cinta Di Sarapan Pagi

July 2, 2017

“Apapun yang telah kau lakukan untuk dirimu sendiri atau untuk kemanusiaan, jika kau tidak bisa memberikan cinta dan perhatian terhadap keluargamu sendiri, lalu apa yang sudah kau lakukan?” – Elbert Hubbard

“Papi, bikinin aku sarapan dong?” Kata-kata indah yang meluncur dari mulut mungil pagi ini, dengan senyum khasnya meluluhkan hati. Dengan segera saya mengecek nasi di magic jar dan masih aman isinya, sarden yang dimasak Oma tadi malam yang barusan di panaskan juga siap disajikan, sarden pedas pilihan si pumpkin sendiri kemarin sore menemani omanya belanja, dan saya akhirnya menyiapkan tambahan lauk, menggoreng tahu yang tadi pagi saya beli dari Mang tahu bandung yang sering keliling kompleks tiap akhir pekan. Jadilah sarapan sederhana yang dinikmati dengan lahap dan nikmat oleh si pumpkin. 

Bukan makanan yang mahal dan susah kan? Yang mahal adalah disajikan dengan kasih sayang, yang susah adalah berani mengambil keputusan melayani anak dengan kasih sayang dan menyenangkan hatinya. Saya ingin bahwa di masa kecilnya, papinya adalah seorang pria yang dengan penuh cinta memberikan pertolongan sederhana yang akan di ingatnya nanti, seperti pagi ini menyiapkan sarapan untuknya.  Suatu saat dia bisa mendapatkan seorang pria pendamping yang juga menyayangi dan mengasihinya dengan tulus dalam memberikan bukti cinta kepadanya.

Cinta dalam sarapan pagi ini adalah sebuah kenikmatan tersendiri buat saya. 

Advertisements

Cinta Dari Dapur

June 28, 2017

“Food is symbolic of love when words are inadequate.” – Alan D. Wolfelt 

Makanan adalah simbol cinta ketika kata-kata tidak cukup, begitu katanya mas Alan diatas. Kalau saya sih percaya banget hal di atas terjadi dalam kehidupan ini, dan memang itulah yang saya alami hari ini. Tadi siang sehabis beres-beres kamar karena banyaknya debu yang sudah nempel disana-sini rasa lapar sudah menyerang dengan sangat. Begitu saya bilang lapar, Mami Mertua saya dengan segera menyiapkan makan siang spesial yang di masaknya dari pagi. Oh iya, spesial buat saya khusus katanya jadi hadiah ulang tahun. Dan nama makanan itu adalah sambel tumpang. 

Mungkin belum banyak yang tahu apa itu sambel tumpang. Sambel tumpang ini adalah masakan dari campuran tempe dan bumbu-bumbu yang dimasak sedemikian rupa hingga menyerupai sup kental. Setelah searching di Mbah Google akhirnya saya menemukan resepnya di cookpad.com, berikut resepnya kalau mau dicoba :

Bahan-bahan : 

1/2 papan tempe semangit (tempe umur 3 hari)1/2 papan tempe baru3 siung bawang putih3 butir bawang merah10 buah cabe rawit (merah dan hijau)2 butir kemiri2 cm kencur2 cm lengkuas, geprek1/2 batang serai, geprek2 lembar daun salam1 lembar daun jeruk500 ml air150 ml santan kental4 buah tahu putih, potong kotak2, gorengsecukupnya garam, gula pasir, merica bubuk, kaldu bubuk
Langkah Memasaknya: 
1. Rebus 500 ml air + tempe + bawang merah + bawang putih + cabe + kemiri + kencur sampai empuk, angkat..tiriskan.. air sisa merebus jangan dibuang
2. Haluskan terlebih dahulu cabe + duo bawang + kemiri + kencur.. disusul dg tempe.. aQ dihaluskan kasar ajj.. biar berasa tekstur tempe’nya
3. Masukkan tempe yg dihaluskan ke air rebusan tadi.. tambahkan bahan geprek + santan + bumbu2 lainnya
4. Nyalakan kembali api kompor.. masak sampai santan mendidih.. masukkan tahu goreng.. masak sampai air agak menyusut..
5. Sajikan dg nasi hangatt 🙂 bisa disiramkan disayur rebus.. atau kacangpanjang dan tambahan lauk lainnya.

Sambel tumpang ini adalah salah satu masakan favorit saya. Biar asalnya ndeso tapi ngangenin dan spesial. Kalau dulu sebelum nikah, ibu saya yang memasaknya, sejak nikah dan saya mengajak mami mertua saya pulang kampung dan dia yang orang Sunda bisa belajar memasak masakan khas Jawa ini jadi seperti masakan ibu saya yang spesial juga buat saya mantunya. Rahasia lainnya adalah mami mertua saya adalah juga jago masak buat catering dijamannya. 

Jadi Cinta Dari Dapur itu sangat nyata dan indah. Dan tentu saja Sambel Tumpang itu spesial. 

39 Kebahagiaan

June 27, 2017

“Kalau bersyukur adalah pusat hidupmu, kamu akan hidup dengan bahagia”

Jadi kalau saya masih di ijinkan menikmati kehidupan, artinya hari ini saya sudah bertambah lagi umurnya, padahal yang  sebenarnya adalah justru berkurang jatah umurnya dibumi ini. Ijinkan saya menuliskan berbagai hal yang saya rasakan dan nikmati sampai di usia ini.
1. Saya bahagia masih punya orang tua yang lengkap, bapak dan ibu karena tanpa mereka tentu saja saya tidak ada.

2. Saya bahagia memiliki istri yang nggak cuma cantik , dia adalah suporter utama dalam hidup saya.

3. Saya bahagia punya anak perempuan satu-satunya yang asyik. Suatu hari waktu dia bergelayutan manja saya bertanya, “kalau kamu sudah besar masih mau cium papi nggak?” Jawabnya, “ya iyalah pap!” Ah, melegakan hati.

4. Saya bahagia punya mertua yang jadi ibu saya, bersama sejak kami menikah, dari saya ditolak sampai sekarang tiap kali masak selalu di tanya, “mau masak apa hari ini?” 

5. Saya bahagia masih diberikan pekerjaan. Pekerjaan di tempat baru setelah tempat kerja yang lama harus di tutup.

6. Saya bersyukur mendapatkan training ilmu yang baru untuk sekolah yang baru nanti. 

7. Saya bersyukur bisa bertumbuh di JPCC dan juga di DATE.

8. Saya bersyukur berkesempatan menuliskan apa yang saya alami hari ini.

9. Saya bersyukur bisa menikmati pepaya hasil dari menanam sendiri.

10. Saya bersyukur meskipun sering pegal dan linu di tulang bekas tabrakan waktu itu, tangan saya masih kuat mengangkat galon air.

11. Saya bersyukur masih bisa tidur nyenyak.

12. Saya bersyukur memiliki cicilan rumah, meskipun hingga bulan ini hanya kebaikan Tuhan saja yang menyelamatkan kami untuk mencicilnya. Kami tidak kehujanan dan kedinginan.

13. Saya bersyukur masih dapat THR meskipun seharusnya jatahnya nanti di bulan Desember, karena kebaikan pak bos yang punya sekolah lama masih dibagikan juga buat saya. 

14. Saya bersyukur masih bisa makan, saya tidak berkekurangan dengan berkat makanan hingga hari ini.

15. Saya bersyukur memiliki motor yamaha mio gt yang menemani kemana saja kami pergi, jatuh dan tabrakan berkali-kali dan tetap baik-baik saja.

16. Saya bersyukur bulan ini dapat empat baju baru, saya nggak kekurangan pakaian.

17. Saya bersyukur bisa menikmati kopi saset murah sampai kopi mahal yang di mall.

18. Saya bersyukur ternyata punya empat pasang sepatu, bahkan ada sepasang sepatu yang hampir tujuh tahun lalu masih layak di pakai.

19. Saya bersyukur dapat tas punggung bekas pakai adik dulu buat kerja, masih bagus dan bisa muat banyak.

20. Saya bersyukur dua adik-adik saya semangat mendukung dan mengasihi saya apa adanya. 

21. Saya bersyukur bahwa salah satu kemewahan hidup itu menikmati mie instant dengan telor dan sayuran plus sedikit pedas di makan pas lagi hujan. Enak banget!

22. Saya bersyukur meskipun hape saya belum 4G dan kapasitas RAM/ROMnya kecil masih bisa online dengan paket hemat yang membantu saya posting di akun medsos.

23. Saya bersyukur dibelikan golok baru oleh istri saya seharga 125ribu, golok dari penjualnya orang Cirebon tukang asah dan gerinda keliling ini sangat membantu saya merapikan pohon-pohon disekeliling rumah.

24. Saya bersyukur mendapatkan kebaikan dari DATE Leader saya sebotol minyak zaitun dan minyak kelapa murni untuk membuat saya tetap sehat.

25. Saya bersyukur banyak mendapatkan bantuan secara finansial dan lainnya dari teman DATE, Adulam, sanak saudara dan bahkan orang-orang yang tidak kami kenal.

26. Saya bersyukur dengan buku-buku yang saya miliki, meskipun belum banyak nambahnya tapi bisa jadi bahan bacaan yang menyenangkan.

27. Saya bersyukur bisa menulis di blog yang mewadahi kecintaan saya membagikan perasaan dan pengalaman lewat tulisan.

28. Saya bersyukur anak dan istri saya menyukai buku-buku dan menulis, paling tidak membuatnya senang dengan bacaan yang menjadikannya lebih banyak ilmu dan pengetahuan.

29. Saya bersyukur anak saya masuk di bagian siswa berprestasi dikelasnya.

30. Saya bersyukur istri saya tetap menguatkan diri dan terus bersemangat menanti pekerjaan baru.

31. Saya bahagia bisa menikmati kerokan dan pijitan dari istri saya.

32. Saya bahagia meskipun saya tidak menyukai tomat, terong dan oyong, sayuran yang lain tetap oke buat saya. Pete dan jengkol juga nggak suka sih, hehehehe!

33. Saya bahagia bisa berbagi baju bekas pantas pakai saya buat tukang sampah dikompleks perumahan.

34. Saya bahagia bisa mengikuti #NulisRandom2017 di bulan Juni ini.

35. Saya bahagia bisa membelikan kado kenaikan kelas buat Abby yaitu sebuah Alkitab baru untuk anak-anak.

36. Saya bahagia karena akan mentraktir makan siang istri, anak dan mertua saya sebagai perayaan sederhana di ulang tahun saya.

37. Saya bahagia meskipun ulang tahun kali ini tidak ada kue dan tiup lilin, namun pelukan dan ciuman dari istri, anak dan mertua adalah berkat yang pertama di pertambahan umur saya.

38. Saya bahagia karena saya pasti masuk surga di dalam percaya dan iman saya pada Yesus Kristus Tuhan, haleluya!

39. Saya bahagia dan bersyukur karena saya memilih untuk bahagia dan bersyukur, itu saja!

Berkah Lebaran Kami

June 25, 2017

“Tersenyumlah untuk menjemput kebahagiaan, jangan menunggu bahagia untuk bisa tersenyum. Hiasi hari bahagia ini dengan senyuman.”

Menikmati indahnya lebaran kali ini memang luar biasa, seperti tahun-tahun sebelumnya kami mengunjungi famili dari mami mertua saya. Berangkat pagi-pagi dengan naik angkot karena beberapa kali telpon taksi regular nggak ada yang siap begitu juga dengan taksi online nggak ada yang ambil orderan. Ya sudah, dengan berganti angkot tiga kali akhirnya kami sampai juga di tempat yang kami tuju. 

Dengan mengucap syukur akhirnya kami semua bisa melepaskan kangen dan bermaaf-maafan. Dan tentu saja dibuka dengan kacang goreng, kue-kue, es buah lalu dilanjutkan menu utama makanan khas di hari lebaran ketupat dengan opor, sambel goreng ati, sayur labu atau pepaya muda daging rendang dan kerupuk udang, eh…emping melinjo juga tersedia. Sejenak waktu kami menikmati banyak saudara-saudara yang lain juga datang bersilaturahmi. Hari ini kami mengunjungi tiga rumah saudara lengkap dengan sajian makanannya, keramah tamahan dan tentu saja berbagi kebahagiaan. 

Bahkan sebelum kami pulang, Abby mendapatkan banyak uang baru dari para saudara dan juga perlengkapan body protector untuk latihan tae kwon do, oma mendapatkan uang saku dan saya juga dapat kue dan sirup rasa jeruk, mami dapat kesempatan ngobrol untuk melamar kerjaan. Di tengah terik panas siang tadi kami menikmati perjalanan berangkot tanpa kemacetan yang berarti. Dan setelah turun dari angkot kita jalan kaki sembari mencari minuman dingin. Segernya membasahi dinding leher dengan penuh nikmat. 

Oh iya, ngomong-ngomong kami bukan keluarga Muslim. Kami keluarga Kristen dan menikmati hari raya tahun ini. Sebagai wujud persaudaraan dan juga menjaga tali silaturahmi kami setiap tahun melakukan kunjungan kepada sanak saudara. Kami menikmati kebersamaan dan kebahagiaan momen ini menjadi kebaikan dan juga memperlihatkan bahwa perbedaan tidak berarti menjadi penghalang. Perbedaan adalah kekayaan. 

Harapanku Cuma Papi

June 11, 2017

“Hal-hal yang diharapkan orang baik membuat dia bahagia”

Sambil ngobrol dari kamar mandi sore tadi si Pumpkin menyampaikan banyak sekali permintaan. Bukan permintaan yang muluk-muluk kepingin sesuatu sebenarnya namun dalam obrolan dengan maminya akhirnya muncul pernyataan yang keluar dari mulutnya, “harapanku cuma papi”.
“Hahahahaha…maksudnya apa kok harapannya cuma papi?” Tanya saya.
“Iya, karena cuma papi yang bisa belikan apa yang aku mau” begitu jawabnya.

Pernyataan sederhana ini memberikan pelajaran yang bermakna pada saya sore ini, bisa jadi Tuhan memang mengajarkan sesuatu yang bermakna bahwa jika anak saya begitu percaya bahwa apa yang dia harapkan dan inginkan dalam mendapatkan sesuatu bisa dia peroleh dari papinya, begitu pun saya bisa mengandalkan apa yang sedang saya harapakan dan inginkan juga bisa saya peroleh dari mengandalkan iman percaya dan pengharapan saya pada Tuhan.

Fyodor Dostoevsky mengatakan seperti ini, “hidup tanpa harapan adalah menghentikan hidup”. Jadi jika hari ini masih hidup sudah seharusnya kita memilik harapan, sekonyol apapun mungkin…tetap saja itu membawa arti dalam hidup atau kita akan berhenti hidup!

Selamat berharap!

Kita Ini Keluarga Beruntung

June 4, 2017

“I sustain myself with the love of family” Maya Angelou

Langkahnya sigap menuju tempat parkir motor setelah kenyang dengan sarapannya nasi kuning dengan lauk telor dan bihun goreng. Perbincangan sambil memakai jaket dan helm sebelum pulang terlontar dari bibirnya yang mungil itu, “kita ini keluarga beruntung!” 
“Ehm…maksudnya apa Bby keluarga yang beruntung itu?” Tanya saya
“Yaaa…beruntung saja pap, pokoknya beruntung!” Jawab si Abby.
Dan perjalanan pulang pun di mulai, sepanjang jalan nyanyian kecil berbagai macam lagu disenandungkannya lagi. Sembari menahan panas dan kantuk yang menyerang, saya bertahan dan menikmati keberkahan kami di atas sadel motor siang ini.

Namun pikiran saya tentang apa yang di ucapkan  Abby masih saja menggangu, mengganggu untuk mencari tahu apakah memang seperti yang ada di dalam pikirannya benar menggunakan kata beruntung sebagai perwakilan perasaannya dan kebahagiaannya di keluarga ini? Jadi saya mulai mencari tahu kata beruntung ini dan mendapati di kbbi.web.id memberikan tiga arti yaitu berlaba atau mendapat laba, bernasib baik; mujur; bahagia dan terakhir artinya berhasil atau tidak gagal.

Wow…jadi sekarang saya tahu, mengapa Abby mengatakan kalau kita ini keluarga beruntung, karena kita masih diberikan nasih baik, mujur dan yang jelas bahagia. 
Terimakasih nak sudah membawa keberuntungan dan menjadikan kami lebih banyak menghitung keberhasilan dan “laba” kehidupan di bandingkan dengan kesusahan, kegagalan dan hal-hal yang tidak baik yang datang dalam hidup kita.

Kita memang keluarga beruntung!

“Orang yang berpegang teguh pada hikmat akan mengalami hidup yang sejati dan bahagia.” Amsal 3:18 (BIMK)

Sabtu Bersama Masak

June 3, 2017

“Memasak adalah sebuah CINTA yang diwujudkan nyata”

Sudah lama berniat untuk membuat sebuah masakan sederhana bersama-sama, terutama sambil mengajari si Pumpkin berkegiatan positif, menarik, murah dan menyenangkan. Padahal dari kemarin nggak ada niat, eh begitu tadi pagi nganterin Oma belanja, langsung saja tercetus ide untuk memasak sesuatu yang tertunda. Yups…membuat nugget tahu homemade. Sebenarnya idenya dari rasa iri karena tantenya si Pumpkin alias mama El dan Na sudah berkali-kali membuat sendiri nuggetnya, berhasil dan menyenangakan buat anak-anak plus sehat karena bikinan sendiri.

Jadi tadi selain belanja buat masakan hari ini ditambahin sedikit belanjaannya untuk praktek bikin nuggetnya. Setelah semua bahan disiapkan mulailah acara masak-memasak sederhana ini. Dan si Pumpkin begitu semangat mengerjakan semuanya, menghancurkan tahu, memarut wortel dan bagian terakhir mengaduk semua adonan untuk disiapkan jadi nugget sebelum di goreng nanti. Semangatnya menjadikannya lupa bahwa dia belum sarapan hingga sepiring nasi dan tahu goreng habis disantapnya karena lapar sambil menunggu dikukus untuk nanti siap diolah lagi. Kami ngobrol bersama, membuat sebuah renungan sederhana tentang mengapa memasak itu seperti bertemu dengan Tuhan. Menemukan kebaikan Tuhan, menemukan bahwa dalam hidup itu tidak bisa menjadi tahu sendiri, harus ada telur, bumbu, sayuran dan lain-lain yang mendukung. Dan itu adalah mereka yang ditempatkan diantara kita, menolong dan memberkati hidup kita, juga menemukan proses dalam segala sesuatu, tidak ada hasil yang baik dan instan tanpa sebuah proses. Semua di mulai dengan hal yang sederhana, di olah bersama-sama, saling membutuhkan dan pada akhirnya menyatu menjadi sebuah masakan atau hasil yang menyenangkan. Proses menunggu mungkin membosankan dan menyebalkan tapi Tuhan berbicara bahwa kita bisa belajar bersabar menanti sebuah hasil yang baik. 

Ah, sudah nggak sabar ternyata dia…begitu selesai dikukus dan dicicipi sedikit jadi pengen segera di goreng saja nuggetnya. Seseorang menulis, “the secret ingredients is always love” bahwa bumbu rahasianya adalah selalu cinta. Yups…jika kita menyematkan cinta dalam apa saja yang kita lakukan semuanya akan bermakna. Sabtu bersama masak kali ini bumbu rahasianya jelas cinta, cinta yang menumbuhkan erat bonding keluarga dan pertemuan dengan Tuhan.

Sabtu depan masak lagi yuuk?

Untuk Sebuah Kenangan

June 1, 2017

“Hal-hal terbaik yang dapat anda berikan kepada anak-anak selain tingkah laku yang baik adalah kenangan yang indah.”

Ah…rasanya Papi sudah hampir tidak kuat lagi menggendongmu, kamu dengan cepat bertumbuh dan besar. Pagi ini sebelum Papi berangkat mengikuti pelatihan, kamu datang ke kamar dan meminta untuk digendong. Akhirnya Papi angkat saja dan kamu berlama-lama memeluk dengan hangat, kemudian berbisik, ” I love you Pap”. Ooh…dunia begitu cerah berwarna meski pagi ini sedikit mendung berarak di langit timur sana.

Beberapa kali ditanyakan padamu tentang masa-masa ketika kamu masih kecil, main di taman dekat pusat perbelanjaan itu, atau perjalanan piknik kita keluar kota. Dan jawabmu sering kau katakan, “aku udah lupa…nggak ingat lagi” namun ada satu kenangan yang selalu kau ingat ketika kita makan es krim bersama di pinggir jalan di terik siang yang panas. Kita duduk bertiga di dekat motor tua berwarna merah itu dan sebelum habis pada gigitan terakhirnya…es krimmu jatuh, kita tertawa bersama, mulutmu belepotan dengan sisa es krim coklat yang kamu makan. Tampaknya momen sederhana ini adalah momen bahagia yang sangat berkesan buatmu.

Sebelum tidur malam ini kamu katakan, “besok sabtu boleh ya pap aku digambarin wonder woman dibukuku?” “Oh, tentu saja boleh Mbi!” Jawabku. Dan Papi pikir kamu sebenarnya tidak harus mendapatkan sebuah gambar, kamu bisa jadi wonder woman versi dirimu sendiri. Kamu bisa jadi pahlawan yang tidak hanya memenangkan pertarungan, namun memenangkan hidupmu. Itu doa Papi ya Mbi. Tak sabar Papi membuat kesan dan kenangan untuk sabtu nanti.
#NulisRandom2017 #SelamatHariAnakInternasional2017

Jadi Kita SapiNya?

May 23, 2017

Matius 11:28-30 (BIMK)  

Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. Karena perintah-perintah-Ku menyenangkan, dan beban yang Kutanggungkan atasmu ringan.”

Bicara membajak pasti yang disinggung adalah tanah yang akan dibajak. Tanah yang keras yang harus dibolak balik dan dihancurkan supaya rata, biasanya di ibaratkan sebagai hati kita. Dimana Tuhan hendak mengubahkan kehidupan maka tanah alias hati inilah yang harus diubahkan.

Tapi kali ini, perenungan kami mendapatkan sebuah pandangan yang berbeda, bagaimana dalam prosesnya itu kita bukanlah tanahnya melainkan kita yang jadi sapinya? Tuhan Yesus mengatakan dalam Matius 11:29-30 (TB)  “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” Kemudian kami memproses ini menjadi sebuah pengertian baru yang memang menyegarkan.

Pertama bahwa kami ini ibaratnya seperti sapi, sepasang sapi atau lembu yang harus dipasangi kuk/bajak. Kami harus berjalan bersama, tidak boleh mengeluh karena beban berat “dipundak” ini tidak akan tahu sampai kapan akan dibuka, atau menunggu sampai selesai masa membajak dan gembur tanahnya. Belajar memakai kuk adalah belajar tentang kepasrahan, penundukan diri, menuruti dan mengikuti Sang Petani yang mengendalikan bajaknya. Hasilnya adalah ketenangan. Hah…ketenangan? Kami pikir ini adalah luar biasa, disaat penuh tekanan dan hanya belajar memasrahkan diri kami justru menemukan ketenangan. Ini adalah sebuah metode “pembebasan” yang dahsyat.

Yang kedua, Tuhan bilang kuk yang di pasang itu enak. Kami mendapat bahwa kami punya hal untuk menikmati. Dan itu kadang gagal dilakukan dengan sebenarnya. Menikmati kehidupan adalah bukan sekedar melupakan masalah, berpura-pura cuek dan santai atau nggak peduli. Menikmati yang sesungguhnya bahwa setiap hal yang di ijinkan terjadi itu adalah sebuah kebaikan. Boleh jadi keuangan, karir pekerjaaan, keluarga, kesehatan dan berbagai hal masalah ada terjadi tapi itu tidak bisa melepaskan kami dari hal yang bisa kami nikmati. Masih cukup makan, masih bisa melakkukan berbagai hal, dukungan dan dorongan berbagai pihak, bantuan dan berkat yang tidak terhitung dan terduga datangnya. Betapa semuanya adalah kenikmatan yang sejatinya Tuhan sediakan bagi kami para “sapiNya”.

Yang ketiga adalah kami makin kuat ketika menjadi sapi. Kenapa demikian? Membayangkan proses membajak ini mulai dari tanah kering sampai di airi kemudian dihaluskan dengan menggunakan jenis bajak yang berbeda pastilah butih waktu yang tidak sebentar. Dan lagi, kami para sapiNya akan digunakan, akan lelah capek bin kuesel! Melewati lumpur-lumpur yang memberatkan langkah, tapi Dia bilang bebanKu ringan. Ada jaminan yang menyertai bahwa Dia membuat segala sesuatunya lebih mudah di akhirnya. 

Beruntunglah dan mengertilah kami mengapa kami harus menundukkan diri seperti sapi kali ini. Musim membajak kali ini, bukan kami yang dibajak, tapi kami jadi bagian dari proses membajaknya, dan kami adalah sapiNya yang menarik bajaknya. Terimakasih Tuhan untuk menjadikan kami sapiMu.

Semangkok Mie Ayam dan Kebahagiaan

March 10, 2017

Secepatnya setelah saya selesai meeting di sekolah segera saya menyusul ke sekolah Abby untuk menjemputnya. Memang hari ini sedari pagi di tungguin sama Maminya dan juga karena ada  ekskul  tae kwon do sehingga pulangnya lebih lama dari biasanya. Mendung sudah bergerak hitam di ujung menuju rumah, dan sesampai di perumahan di belakang sebuah perbelanjaan mulailah sedikit gerimis turun dan kami harus memakai has hujan bersama-sama.

Di sepanjang jalan menuju pulang terjadi perbincangan, kata Abby, “kayaknya enak nih makan yang anget-anget”, saya jawab ,”wah enak juga tuh…ada mie ayam, bakso juga”. “Aku mau bakso dong…baksonya si Lik (warung bakso depan kompleks rumah)”. “Ya udah, boleh lah….” Kata saya lagi. “Ehm…tapi kayaknya mie ayam enak juga, mie ayam aja boleh kan pap?” Tanyanya lagi, “iya bolehlah…” Jawab saya.

Dan benar, hujan mulai semakin deras menjelang sampai rumah. Tapi karena sudah janji maka tetap kita mampir ke warung mie ayam wonogiri langganan kita. Dan di tengah rintik hujan, kami menikmati mie ayam sampai ludesssss. Satu lagi, Abby semangat sekali makannya meskipun sambil menahan kantuk tidak tidur sepanjang jalan, kehujanan dan masih terus bernyanyi dan senang hati. 

Kebahagiaan saya hari ini, semangkuk mie ayam di tengah gerimis sore menuju rumah. Syukur sederhana hari ini merajut syukur-syukur yang lalu dan esok lagi, karena kebaikanNya tak pernah berhenti.