Posts Tagged ‘kelegaan’

Setelah Selesai #NulisRandom2017

July 1, 2017

“Kita cenderung lupa bahwa kebahagiaan tidak datang dari mendapatkan sesuatu yang tidak kita miliki, melainkan dengan mengakui dan menghargai apa yang kita miliki.” Frederick Koenig

Kata-kata mas Frederick diatas memacu saya untuk menuliskan paling tidak satu saja hal yang baik yang membuat saya bersyukur juga bahagia selama mengikuti #NulisRandom2017 ini. Banyak hal yang mengajarkan pada saya bahwa kebaikan selalu mengikuti dan bersama dengan kita, tergantung cara pandang dan hati kita melihatnya.

Beberapa hari bergulat mengejar waktu sebelum jam 12 malam harus sudah posting tulisan itu adalah sebuah keindahan yang memacu saya untuk terus berada di jalur yang tersedia dengan baik. Terimakasih buat mas Brilliant Yotenega dan juga @nulisbuku, kali ini saya kembali berhasil menyelesaikan proyek ini setelah dua tahun yang lalu ikutan juga.

Salam Sejahtera semuanya!

#NulisBuku2017 #HariKe30 #SetelahSelesai #menulis

Advertisements

39 Kebahagiaan

June 27, 2017

“Kalau bersyukur adalah pusat hidupmu, kamu akan hidup dengan bahagia”

Jadi kalau saya masih di ijinkan menikmati kehidupan, artinya hari ini saya sudah bertambah lagi umurnya, padahal yang  sebenarnya adalah justru berkurang jatah umurnya dibumi ini. Ijinkan saya menuliskan berbagai hal yang saya rasakan dan nikmati sampai di usia ini.
1. Saya bahagia masih punya orang tua yang lengkap, bapak dan ibu karena tanpa mereka tentu saja saya tidak ada.

2. Saya bahagia memiliki istri yang nggak cuma cantik , dia adalah suporter utama dalam hidup saya.

3. Saya bahagia punya anak perempuan satu-satunya yang asyik. Suatu hari waktu dia bergelayutan manja saya bertanya, “kalau kamu sudah besar masih mau cium papi nggak?” Jawabnya, “ya iyalah pap!” Ah, melegakan hati.

4. Saya bahagia punya mertua yang jadi ibu saya, bersama sejak kami menikah, dari saya ditolak sampai sekarang tiap kali masak selalu di tanya, “mau masak apa hari ini?” 

5. Saya bahagia masih diberikan pekerjaan. Pekerjaan di tempat baru setelah tempat kerja yang lama harus di tutup.

6. Saya bersyukur mendapatkan training ilmu yang baru untuk sekolah yang baru nanti. 

7. Saya bersyukur bisa bertumbuh di JPCC dan juga di DATE.

8. Saya bersyukur berkesempatan menuliskan apa yang saya alami hari ini.

9. Saya bersyukur bisa menikmati pepaya hasil dari menanam sendiri.

10. Saya bersyukur meskipun sering pegal dan linu di tulang bekas tabrakan waktu itu, tangan saya masih kuat mengangkat galon air.

11. Saya bersyukur masih bisa tidur nyenyak.

12. Saya bersyukur memiliki cicilan rumah, meskipun hingga bulan ini hanya kebaikan Tuhan saja yang menyelamatkan kami untuk mencicilnya. Kami tidak kehujanan dan kedinginan.

13. Saya bersyukur masih dapat THR meskipun seharusnya jatahnya nanti di bulan Desember, karena kebaikan pak bos yang punya sekolah lama masih dibagikan juga buat saya. 

14. Saya bersyukur masih bisa makan, saya tidak berkekurangan dengan berkat makanan hingga hari ini.

15. Saya bersyukur memiliki motor yamaha mio gt yang menemani kemana saja kami pergi, jatuh dan tabrakan berkali-kali dan tetap baik-baik saja.

16. Saya bersyukur bulan ini dapat empat baju baru, saya nggak kekurangan pakaian.

17. Saya bersyukur bisa menikmati kopi saset murah sampai kopi mahal yang di mall.

18. Saya bersyukur ternyata punya empat pasang sepatu, bahkan ada sepasang sepatu yang hampir tujuh tahun lalu masih layak di pakai.

19. Saya bersyukur dapat tas punggung bekas pakai adik dulu buat kerja, masih bagus dan bisa muat banyak.

20. Saya bersyukur dua adik-adik saya semangat mendukung dan mengasihi saya apa adanya. 

21. Saya bersyukur bahwa salah satu kemewahan hidup itu menikmati mie instant dengan telor dan sayuran plus sedikit pedas di makan pas lagi hujan. Enak banget!

22. Saya bersyukur meskipun hape saya belum 4G dan kapasitas RAM/ROMnya kecil masih bisa online dengan paket hemat yang membantu saya posting di akun medsos.

23. Saya bersyukur dibelikan golok baru oleh istri saya seharga 125ribu, golok dari penjualnya orang Cirebon tukang asah dan gerinda keliling ini sangat membantu saya merapikan pohon-pohon disekeliling rumah.

24. Saya bersyukur mendapatkan kebaikan dari DATE Leader saya sebotol minyak zaitun dan minyak kelapa murni untuk membuat saya tetap sehat.

25. Saya bersyukur banyak mendapatkan bantuan secara finansial dan lainnya dari teman DATE, Adulam, sanak saudara dan bahkan orang-orang yang tidak kami kenal.

26. Saya bersyukur dengan buku-buku yang saya miliki, meskipun belum banyak nambahnya tapi bisa jadi bahan bacaan yang menyenangkan.

27. Saya bersyukur bisa menulis di blog yang mewadahi kecintaan saya membagikan perasaan dan pengalaman lewat tulisan.

28. Saya bersyukur anak dan istri saya menyukai buku-buku dan menulis, paling tidak membuatnya senang dengan bacaan yang menjadikannya lebih banyak ilmu dan pengetahuan.

29. Saya bersyukur anak saya masuk di bagian siswa berprestasi dikelasnya.

30. Saya bersyukur istri saya tetap menguatkan diri dan terus bersemangat menanti pekerjaan baru.

31. Saya bahagia bisa menikmati kerokan dan pijitan dari istri saya.

32. Saya bahagia meskipun saya tidak menyukai tomat, terong dan oyong, sayuran yang lain tetap oke buat saya. Pete dan jengkol juga nggak suka sih, hehehehe!

33. Saya bahagia bisa berbagi baju bekas pantas pakai saya buat tukang sampah dikompleks perumahan.

34. Saya bahagia bisa mengikuti #NulisRandom2017 di bulan Juni ini.

35. Saya bahagia bisa membelikan kado kenaikan kelas buat Abby yaitu sebuah Alkitab baru untuk anak-anak.

36. Saya bahagia karena akan mentraktir makan siang istri, anak dan mertua saya sebagai perayaan sederhana di ulang tahun saya.

37. Saya bahagia meskipun ulang tahun kali ini tidak ada kue dan tiup lilin, namun pelukan dan ciuman dari istri, anak dan mertua adalah berkat yang pertama di pertambahan umur saya.

38. Saya bahagia karena saya pasti masuk surga di dalam percaya dan iman saya pada Yesus Kristus Tuhan, haleluya!

39. Saya bahagia dan bersyukur karena saya memilih untuk bahagia dan bersyukur, itu saja!

Semua Akan Pindah Pada Waktunya!

June 17, 2017

“kesempatan sering datang sebagai kesulitan. Itulah sebabnya, banyak orang yang tidak mengenalnya. Makin besar kesulitan, semakin besar kesempatan.” Shiv Khera

Hari ini adalah hari akhirnya. Saya dan teman-teman telah berusaha semaksimal yang kami lakukan sebagai seorang pengajar membagikan apa yang kami bisa berikan pada anak-anak murid kami. Laporan akhir pembelajaran tersampaikan dengan baik.

Yang tidak baik adalah, kami menutupnya dengan berbagi air mata. 

Ya, memang kebersamaan kami harus selesai ditempat ini. Tapi dari titik ini kami akan berangkat menuju masa depan yang lebih baik lagi (berharap dan berdoa). Sejak kemarin saya memang merapikan kelas dan juga merapikan kenangan yang sudah empat tahun di jalani disana. Saya menginginkan album kenangan di jiwa dan hati saya menyentuh kehidupan. 

Semua akan pindah pada waktunya, dan waktunya usah di mulai hari ini! Tumbuh dan mekarlah dimanapun kamu tertanam murid-muridku, teman kerjaku semua, kalian layak mendapatkannya!
*catatan terakhir dari meja kursi merah sudut kelas

Aku Memang Anak Singkong

June 10, 2017

“Senyum adalah cara sederhana dalam menikmati hidup.”

Dan senyum terbaik saya keluar sore ini, bukan karena gajian lebih cepat ditransfer, THR juga bonusnya nggak mampir kok, jualan juga lagi sepi order. Eh…malah curhat. Senyum ini adalah sebuah kerinduan dan keinginan yang akhirnya terjawab, senyum ini terwujud karena saya akhirnya bisa makan singkong goreng!

Apaaaaa? Cuma gara-gara singkong goreng doang terus senyum-senyum sendiri? Well, masalah buat lo? Hehehehe…ya masalah juga kalau dibilang kaya orang stress tadi di jalan senyum sendiri. Ceritanya sudah beberapa hari pengen banget makan singkong goreng. Entah kenapa setiap kali pulang kerja malas aja bawaannya mampir ditukang gorengan, padahal lagi ngiler banget. Nah, hari ini ada acara mengantar anak penyematan sabuk kenaikan tingkat di beladiri yang di ikutinya. Air minumnya habis, jadilah saya turun kebawah dan membelikan air minum, eh…ternyata si tukang gorengan udah jualan aja. Saya lihat kok nggak ada singkongnya, saya tanya saja sama si abang pwnjualnya dan ternyata nunggu sebentar risolnya belum matang. Dan akhirnya saya digorengkan khusus duluan. Obat pengen ini hanya lima ribu rupiah saja!

Dasar lidah ndeso, memang makanan ini pas banget nikmatnya selagi hangat plus semilir angin sore yang menemani karena kopinya lupa beli. Nggak papa yang penting sudah terlampiaskan rindu dendam ini. Penulis kitab kebijaksanaan mengatakan seperti ini, “Kalau harapan tidak dipenuhi, batin merana; kalau keinginan terkabul, hati bahagia.” Jadi wajarlah memang apa yang saya alami ini membuat kebahagiaan tersendiri. 

Eh, singkong goreng aja bisa bikin aku bahagia. Masa kamu enggak?

Tepat Pada Waktunya

March 6, 2017

​Sebenarnya Oma sudah memesan sejak siang, tapi kata penjual gas dan air galonnya mau di antar nanti sore saja. Sampai saya pulang ternyata tidak di antar juga. Setelah istirahat malam ini akhirnya saya mencari (membeli) sendiri saja daripada menunggu besok lagi, dan feeling saya mengatakan harus segera dapat gasnya. Dan benar saja, di tengah Oma lagi memasak bekal buat besok gasnya habis, dan bersyukur sekali pas…tepat pada waktunya gasnya bisa diganti. Yah, meskipun perjuangan memcari gasnya lumayan, dua pangkalan gas tutup, lima warung tidak ada stoknya, dan akhirnya menemukan di sebuah warung kopi rumahan di kampung sebelah yang justru tidak memasang gasnya jadi dagangan di depan warung. 

Tepat pada waktunya itu benar-benar luar biasa. Seperti tepat pas gas habis pas bisa dapat gantinya meskipun harus penuh perjuangan mencarinya. Tepat pada waktunya itu Tepat Pada Waktu-NYA! Selalu ada jawaban dari setiap pertanyaan kehidupan, selalu ada keringanan dan kelegaan dari beban dan masalah. Selalu ada kebahagiaan dibalik penderitaan. Jika saya tetap percaya Tepat Pada Waktu-NYA! 
Mazmur 50:23 (VMD)  

“Barangsiapa memberikan kurban syukur ia menghormati Aku. Dan barangsiapa berjanji hidup benar akan melihat kuasa-Ku untuk menyelamatkan.”

#PelajaranHariIni #MemilihBersyukur #Percaya #SpeakBlessing #TepatPadaWaktuNya

Puas

December 7, 2016

​”Aku percaya bahwa kebahagiaan sejati, dan bentuknya yang paling murni, sukacita, ditemukan di dalam berkat-berkat sederhana” – Jeannie Lancaster

Dulunya dia bekerja dengan susah payah, tidur di gudang dengan barang-barang yang digunakan untuk syuting, seiring waktu berlalu karena ketekunannya jabatan dan keuangannya pun menaik membaik dan membuat hidupnya semakin lebih dari yang dulu. Dan kebutuhanny pun berubah, akhirnya nambah nggak cukup hanya satu istri pun nambah juga. Awalnya sih nggak ada masalah, lambat laun tidak tahan juga dia hingga makin pusinglah dibuatnya. 

Sepenggal kisah diatas dituturkan ulang oleh Mas Penjahit keliling yang pagi tadi mampir mengecilkan ukuran pinggang celana saya.
Bahwa kebahagiaan untuk beberapa orang memang dicari kemudian di dapatkan namun ternyata hanya berujung pada kepuasan badani, nafau belaka. Mas Penjahit bilang kesaya seperti ini, “orang ini hanya memberi makan otaknya, bukan akhlaknya…jadinya hidupnya nggak ada pegangan”. Dengan perkataannya, saya belajar bahwa tingkat kebahagiaan seseorang didapat bukan karena tingginya pendidikan, jabatan dan kedudukan, banyaknya materi sampai istri atau kelimpahan dunia, tapi lebih kepada nikmat apa adanya yang diwujudkan dalam ucapan syukur atasnya.

Penulis kitab kebijaksanaan mengatakan, “Hormatilah TUHAN, maka hidupmu bahagia; engkau akan puas dan bebas dari celaka.” Amsal 19:23 (BIMK) , kebahagiaan hidup, kepuasan dari segala bentuk keinginan dan kebutuhan bahkan kebebasan dari setiap bahaya hanya di dapat di dalam Tuhan. Jadi sudahkan saya ada di dalam Tuhan? Hari ini perenungan ini membawa saya lebih dalam untuk melihat hal-hal kecil dan sederhana yang saya miliki sekarang adalah sebuah jawaban dari kepuasan karena Tuhan berada didalamnya.

Fight Back To Teach

December 6, 2016

“​The best revenge is happiness, because nothing drives people more crazy then seeing someone actually having a good life.”

Pagi ini bangun sedikit malas karena semalam tidurnya terlalu larut sehingga badan rasanya lemes ngantuk dan meriang. Untunglah si mami menyemangati supaya saya bisa kembali bekerja hari ini. Yah, meskipun tangan harus di amankan dengan arm sling tapi nggak masalah selama bisa melakukan semuanya dengan lancar. 

Segera setelah selesai siap-siap akhirnya order ojek online, tak kurang dari 5 menit sudah langsung dapat. Bapaknya yang jemput sudah setengah tua, dan begitu tahu tulang selangka saya habis patah dia jalannya pelan-pelan, sambil cerita panjang lebar di jalan dia menawarkan produk pembayaran yang lebih irit dan sangat membantu. Langsung saya iyakan karena menurut perhitungan bisa mendapatkan potongan harga hingga 50%. 

Setelah sampai di tempat kerja, saya bayar ongkosnya plus deposit pembayaran onlinenya juga. Puji Tuhan lancar dan aman. Sampai di sekolah setiap orang menyapa dengan kangen karena sudah hampir 3 mingguan tidak mengajar. Dan ketika anak-anak mulai datang dan mengetahui saya sudah kembali, satu persatu datang dan memberikan pelukan. Ooh…betapa rasanya di sayang oleh murid-murid sungguh sesuatu.

Terimakasih Tuhan untuk penyertaan-Mu hari ini, pulang pergi lancar, ngajar dan menggambar dengan tangan kiri lumayan, makan siang kekenyangan sampai sebelum tulang pup lagi, di doakan tukang ojek yang antar pulang karena ditambahin tipnya, dan bisa napping sore dengan nyaman. Selalu, dan lagi-lagi DIA baik! 

Mandi Itu Berkat

November 28, 2016

“Tetapi pelayan-pelayannya mendekati dia dan berkata, “Tuan, seandainya Tuan disuruh melakukan sesuatu yang sulit, pasti Tuan akan melakukannya. Apalagi ia hanya menyuruh Tuan mandi supaya sembuh!”” ​2 Raja-raja 5:13 (BIMK)  

Kisah di ayat yang saya ambil di atas sangat terkenal, bahkan dikalangan anak sekolah minggu sekalipun. Bagaimana Naaman mendapatkan mujizat kesembuhan atas penyakit kulitnya dengan cara mandi di Sungai Yordan, membenamkan badanya sebanyak tujuh kali, seperti yang diperintahkan Nabi Elisa padanya.
 Saya tidak menuliskan mujizatnya, atau kisah pelayan-pelayannya Naaman yang berperan juga dalam kesembuhannya, atau perintah Elisa yang tampak terlihat sederhana namun menakjubkan.
Saya menuliskan apa yang saya rasakan dan harus saya kenang hari ini sebagai berkat besar, bahkan mujizat yang menurut saya luar biasa. Ya, akhirnya setelah 21 hari dada saya dibebat dengan kuat bahkan di sebelah kanan di tambahkan dengan potongan bambu tipis untuk menahan supaya tulang yang patah tidak bergeser akhirnya dibuka. Dan malam ini saya bisa MANDI!

YES! Mandi itu berkat dan anugerah yang sangat luar biasa setelah 21 hari bergelut dengan bau badan yang aduhai. Bisa mandi lagi itu adalah sebuah kenikmatan yang buat saya sebuah keindahan dan kelegaan yang menyamankan. Tapi sayangnya saya tidak berharap ketika selesai mandi saya sembuh total dari sakit saya. Hahahahaha…saya menikmati proses kesembuhan secara normal saja sebagai pembelajaran lebih banyak lagi tentang apa saja yang Tuhan inginkan saya dapatkan dalam proses hidup ini.

Oh iya, mandi malam ini tentu saja harus saya persembahkan ucapan terimakasih dan sayang yang sepenuhnya pada istri saya @mommie_abby yang dengan penuh kasih sayang juga hebat menahan bau selama 21 hari memandikan saya. You are truly a blessing of my life *ketjup, maaf tidak menyertakan foto pas mandi karena nanti jadi bahan yang tidak bagus.

Kalau anda malas mandi? Please…mandilah, nikmati berkat air yang mengguyur badan anda! Bayangkan mereka yang susah air dan susah mandi seperti saya kemarin-kemarin. So…selamat mengguyur badan, don’t forget to save water too! Tuhan memberkati mandi anda 🛀

Syukur Hari Ini

October 19, 2015

Melewatkan beberapa hari tanpa menulis ini seperti ada yang hilang. Kadang memang rasanya seperti kehilangan ide dan semangat menulis saat sumber ide dan inspirasi sepertinya mulai mengering…kaya sumur bor dirumah kalau ngisi air butuh waktu lama karena memang tampaknya mulai surut, musim kering yang lama dan belum ditambah kedalamannya juga menjadi salah satu penyebabnya. Jadi ini ngomongin soal ide dan menuli apa sumur sih jadinya….hahahahaha!

Melanjutkan semangat menulis ucapan syukur seharusnya memang tidak menghalangi untuk setiap hari menghitung dan menikmati berkat apa saja yang sudah Tuhan sediakan untuk saya. Seperti kata pemazmur, “Setiap hari aku mau bersyukur kepada-Mu, …” Mazmur 145:2 (BIMK), pengakuan yang  memberikan pengakuan bahwa setiap hari adalah hari yang baik yang harus kita syukuri.

“Engkau memenuhi segala keperluan mereka, sehingga mereka tidak berkekurangan.” Mazmur 145:16 (BIMK)  ayat ini dahsyat banget berbicara dan terbukti dalam kehidupan kami. Akhir-akhir ini cukup terasa saat kami harus bergumul dengan masalah keuangan. Hingga sampai hari kemarin malam, hanya tertinggal sisa 100 ribu dikantong, sisa di ATM sudah pasti nggak bisa ditarik lagi. Hanya tersisa senyum perih dan menaikkan kapasitas harapan seperti yang pastor Jose katakan. Puji Tuhan, paginya ada kabar sudah gajian. Seminggu dipercepat jadi hari ini bisa belanja lagi. Hahahahahaha…maaf ya, jadi tulisannya curcol. Eniwei…biar nanti si Abby tahu bahwa kebaikan Tuhan itu ada dan selalu mengikuti kita. Dia tidak pernah meninggalkan. Dia tidak pernah menegakan. Dia selalu mencukupkan.

Syukur pada-Mu Tuhan…

image

120912/ KELEGAAN

December 12, 2012

“Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” (Yakobus 1:17).

“Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu.” (Mazmur 119:45).

Akhirnya, saya bertemu dan berkesempatan memberikan sedikit uang buat jajan pada seorang pemulung sore ini. Saya sering melihatnya sejak sebelum pindah tempat kerja, biasanya dia akan duduk dipinggir trotoar dekat tugu selamat datang markas Kopassus, dengan keranjang besar yang masih terikat dipunggungnya. Tampaknya kali ini dia mengambil rute yang berbeda.

Saya juga tidak menyangka bahwa akan bertemu dengannya sore ini, tapi waktu berkata lain. Segera saya merogoh kantong dan melipat selembar uang, lalu sambil jalan saya menunduk meraih tangannya dan menyelipkan uang itu. Tanpa perlu berkata-kata. Agak kaget juga bapak itu, namun setelah saya tersenyum dan dia melihat tangannya sambil berlalu saya masih mendengar kata terimakasih meluncur dari mulutnya.

Setiap pemberian yang baik itu datangnya dari Tuhan, dan selama ini saya mestinya menghitung pemberian Tuhan itu. Ah, tak terhitunglah…selalu banyak. Tapi saya mendapati rasa yang penuh dengan sukacita dan kelegaan yang dalam saat melakukan pemberian itu. Bukan banyaknya, tapi rasanya….! Lega!