Posts Tagged ‘kekuatan’

39 Kebahagiaan

June 27, 2017

“Kalau bersyukur adalah pusat hidupmu, kamu akan hidup dengan bahagia”

Jadi kalau saya masih di ijinkan menikmati kehidupan, artinya hari ini saya sudah bertambah lagi umurnya, padahal yang  sebenarnya adalah justru berkurang jatah umurnya dibumi ini. Ijinkan saya menuliskan berbagai hal yang saya rasakan dan nikmati sampai di usia ini.
1. Saya bahagia masih punya orang tua yang lengkap, bapak dan ibu karena tanpa mereka tentu saja saya tidak ada.

2. Saya bahagia memiliki istri yang nggak cuma cantik , dia adalah suporter utama dalam hidup saya.

3. Saya bahagia punya anak perempuan satu-satunya yang asyik. Suatu hari waktu dia bergelayutan manja saya bertanya, “kalau kamu sudah besar masih mau cium papi nggak?” Jawabnya, “ya iyalah pap!” Ah, melegakan hati.

4. Saya bahagia punya mertua yang jadi ibu saya, bersama sejak kami menikah, dari saya ditolak sampai sekarang tiap kali masak selalu di tanya, “mau masak apa hari ini?” 

5. Saya bahagia masih diberikan pekerjaan. Pekerjaan di tempat baru setelah tempat kerja yang lama harus di tutup.

6. Saya bersyukur mendapatkan training ilmu yang baru untuk sekolah yang baru nanti. 

7. Saya bersyukur bisa bertumbuh di JPCC dan juga di DATE.

8. Saya bersyukur berkesempatan menuliskan apa yang saya alami hari ini.

9. Saya bersyukur bisa menikmati pepaya hasil dari menanam sendiri.

10. Saya bersyukur meskipun sering pegal dan linu di tulang bekas tabrakan waktu itu, tangan saya masih kuat mengangkat galon air.

11. Saya bersyukur masih bisa tidur nyenyak.

12. Saya bersyukur memiliki cicilan rumah, meskipun hingga bulan ini hanya kebaikan Tuhan saja yang menyelamatkan kami untuk mencicilnya. Kami tidak kehujanan dan kedinginan.

13. Saya bersyukur masih dapat THR meskipun seharusnya jatahnya nanti di bulan Desember, karena kebaikan pak bos yang punya sekolah lama masih dibagikan juga buat saya. 

14. Saya bersyukur masih bisa makan, saya tidak berkekurangan dengan berkat makanan hingga hari ini.

15. Saya bersyukur memiliki motor yamaha mio gt yang menemani kemana saja kami pergi, jatuh dan tabrakan berkali-kali dan tetap baik-baik saja.

16. Saya bersyukur bulan ini dapat empat baju baru, saya nggak kekurangan pakaian.

17. Saya bersyukur bisa menikmati kopi saset murah sampai kopi mahal yang di mall.

18. Saya bersyukur ternyata punya empat pasang sepatu, bahkan ada sepasang sepatu yang hampir tujuh tahun lalu masih layak di pakai.

19. Saya bersyukur dapat tas punggung bekas pakai adik dulu buat kerja, masih bagus dan bisa muat banyak.

20. Saya bersyukur dua adik-adik saya semangat mendukung dan mengasihi saya apa adanya. 

21. Saya bersyukur bahwa salah satu kemewahan hidup itu menikmati mie instant dengan telor dan sayuran plus sedikit pedas di makan pas lagi hujan. Enak banget!

22. Saya bersyukur meskipun hape saya belum 4G dan kapasitas RAM/ROMnya kecil masih bisa online dengan paket hemat yang membantu saya posting di akun medsos.

23. Saya bersyukur dibelikan golok baru oleh istri saya seharga 125ribu, golok dari penjualnya orang Cirebon tukang asah dan gerinda keliling ini sangat membantu saya merapikan pohon-pohon disekeliling rumah.

24. Saya bersyukur mendapatkan kebaikan dari DATE Leader saya sebotol minyak zaitun dan minyak kelapa murni untuk membuat saya tetap sehat.

25. Saya bersyukur banyak mendapatkan bantuan secara finansial dan lainnya dari teman DATE, Adulam, sanak saudara dan bahkan orang-orang yang tidak kami kenal.

26. Saya bersyukur dengan buku-buku yang saya miliki, meskipun belum banyak nambahnya tapi bisa jadi bahan bacaan yang menyenangkan.

27. Saya bersyukur bisa menulis di blog yang mewadahi kecintaan saya membagikan perasaan dan pengalaman lewat tulisan.

28. Saya bersyukur anak dan istri saya menyukai buku-buku dan menulis, paling tidak membuatnya senang dengan bacaan yang menjadikannya lebih banyak ilmu dan pengetahuan.

29. Saya bersyukur anak saya masuk di bagian siswa berprestasi dikelasnya.

30. Saya bersyukur istri saya tetap menguatkan diri dan terus bersemangat menanti pekerjaan baru.

31. Saya bahagia bisa menikmati kerokan dan pijitan dari istri saya.

32. Saya bahagia meskipun saya tidak menyukai tomat, terong dan oyong, sayuran yang lain tetap oke buat saya. Pete dan jengkol juga nggak suka sih, hehehehe!

33. Saya bahagia bisa berbagi baju bekas pantas pakai saya buat tukang sampah dikompleks perumahan.

34. Saya bahagia bisa mengikuti #NulisRandom2017 di bulan Juni ini.

35. Saya bahagia bisa membelikan kado kenaikan kelas buat Abby yaitu sebuah Alkitab baru untuk anak-anak.

36. Saya bahagia karena akan mentraktir makan siang istri, anak dan mertua saya sebagai perayaan sederhana di ulang tahun saya.

37. Saya bahagia meskipun ulang tahun kali ini tidak ada kue dan tiup lilin, namun pelukan dan ciuman dari istri, anak dan mertua adalah berkat yang pertama di pertambahan umur saya.

38. Saya bahagia karena saya pasti masuk surga di dalam percaya dan iman saya pada Yesus Kristus Tuhan, haleluya!

39. Saya bahagia dan bersyukur karena saya memilih untuk bahagia dan bersyukur, itu saja!

Berkah Lebaran Kami

June 25, 2017

“Tersenyumlah untuk menjemput kebahagiaan, jangan menunggu bahagia untuk bisa tersenyum. Hiasi hari bahagia ini dengan senyuman.”

Menikmati indahnya lebaran kali ini memang luar biasa, seperti tahun-tahun sebelumnya kami mengunjungi famili dari mami mertua saya. Berangkat pagi-pagi dengan naik angkot karena beberapa kali telpon taksi regular nggak ada yang siap begitu juga dengan taksi online nggak ada yang ambil orderan. Ya sudah, dengan berganti angkot tiga kali akhirnya kami sampai juga di tempat yang kami tuju. 

Dengan mengucap syukur akhirnya kami semua bisa melepaskan kangen dan bermaaf-maafan. Dan tentu saja dibuka dengan kacang goreng, kue-kue, es buah lalu dilanjutkan menu utama makanan khas di hari lebaran ketupat dengan opor, sambel goreng ati, sayur labu atau pepaya muda daging rendang dan kerupuk udang, eh…emping melinjo juga tersedia. Sejenak waktu kami menikmati banyak saudara-saudara yang lain juga datang bersilaturahmi. Hari ini kami mengunjungi tiga rumah saudara lengkap dengan sajian makanannya, keramah tamahan dan tentu saja berbagi kebahagiaan. 

Bahkan sebelum kami pulang, Abby mendapatkan banyak uang baru dari para saudara dan juga perlengkapan body protector untuk latihan tae kwon do, oma mendapatkan uang saku dan saya juga dapat kue dan sirup rasa jeruk, mami dapat kesempatan ngobrol untuk melamar kerjaan. Di tengah terik panas siang tadi kami menikmati perjalanan berangkot tanpa kemacetan yang berarti. Dan setelah turun dari angkot kita jalan kaki sembari mencari minuman dingin. Segernya membasahi dinding leher dengan penuh nikmat. 

Oh iya, ngomong-ngomong kami bukan keluarga Muslim. Kami keluarga Kristen dan menikmati hari raya tahun ini. Sebagai wujud persaudaraan dan juga menjaga tali silaturahmi kami setiap tahun melakukan kunjungan kepada sanak saudara. Kami menikmati kebersamaan dan kebahagiaan momen ini menjadi kebaikan dan juga memperlihatkan bahwa perbedaan tidak berarti menjadi penghalang. Perbedaan adalah kekayaan. 

Cara (saya) Menikmati Hari Sabtu

June 24, 2017

Salah satu cara menikmati hari Sabtu adalah dengan “memotong pohon pepaya”.

Kenapa? Ini adalah alasannya:
1. Sudah setahun lebih pohon ini tidak berbuah sama sekali
2. Pohon ini hanya terus meninggi dan mulai membahayakan ke arah tetangga jika tidak dipotong
3. Memotong pohon pepaya adalah salah satu bentuk latihan yang baik untuk tangan, lengan dan bahu kanan saya
4. Daun muda dari pohon yang di potong ini bisa dimasak lagi jadi tidak terbuang percuma
5. Sisa batang dan daun-daunnya sengaja dibusukkan untuk jadi pupuk dikebun belakang rumah
6. Kalau anda yang membaca membutuhkan bantuan untuk memotong selain pohon pepaya, misalkan THRnya saya siap membantu, tentu saja tidak dengan golok, ajak saja saya belanja ke supermarket dan mall terdekat, dijamin akan saya potong THRnya dengan baik. Hehehehehe 😸

Demikian cara saya menikmati hari Sabtu pagi ini. Jika ada keluhan dan komplain silahkan hubungi UGD terdekat.

Salam Pohon Pepaya 🌴

Cabai Dan Harapan

June 20, 2017

“Belajar dari hari kemarin. Hidup untuk hari ini. Milikilah harapan untuk hari esok. Yang penting jangan pernah berhenti untuk berharap.” – Albert Einstein

Akhirnya cabai yang di depan dapur menghasilkan buah pertamanya yang matang. Sejak salah satu pohon cabai di belakang rumah mati, beberapa pohon cabai mulai berkurang juga buahnya. Entah apa ikut bersedih atau  memang mulai habis masa berbuahnya. Sebagai penikmat sambal, dan bisa menikmati sambal dengan cabai dari hasil kebun sendiri adalah sebuah kenikmatan yang sungguh berbeda. Mengingat waktu itu harga cabai bisa melangit dan banyak orang mengeluh, kami dengan tenang menyantap sambal dengan rasa pedas plus ucapan syukur.

Jika satu pohon boleh mati, pohon lain akan tumbuh dan menghasilkan kembali. Seperti yang dikatakan oleh mbah Einstein jangan pernah berhenti berharap. Harapan membuat kita selalu memikirkan dan menginginkan yang baik terjadi, entah besok, entah sebulan, setahun atau kapan saja, harapan tetap membuat kita terus memikirkan kehidupan yang lebih baik. 

Jika pohon cabe saya bisa menghasilkan buah yang baru dan akan terus melakukannya, maka harapan saya juga akan memberikan buah yang baik nantinya. Sudah menyusul buah yang lain yang siap matang, jadi sudah pasti buah-buah dari harapan saya akan nyata nanti. Dan Goethe mengatakannya dengan jelas, “dalam segala hal, berharap lebih baik daripada putus asa.” Jadi dari cabai yang saya miliki selalu mengingatkan saya tentang pengharapan yang terus hidup.

Mari terus berharap!

Membayar Lelah

June 16, 2017

“Orang yang ingin bergembira harus menyukai kelelahan akibat bekerja” Plato

Siapa bilang kalau seorang guru taman kanak-kanak itu selalu cerah ceria dan senang terus? Kalau cuma melihat sebentar saja dan tidak seperti kerja kantoran pada umumnya pasti akan terlihat banyak senangnya dibanding susahnya. Bukan berarti orang kerja kantoran lebih susah. Namanya kerjaan ya pasti semua ada susahnya dan ada senangnya.

Siang ini saya menemukan teman saya tergeletak kelelahan diatas jejeran meja kosong setelah sepagian dan mungkin juga dari kemarin beres-beres kelas, bikin report dan ngerjain entah apalagi. Jadi saking semangatnya karena juga sedang berpuasa mungkin tenaganya sedikit berkurang.  Syukurlah dia nggak papa meskipun terlihat lemas dan harus berkali-kali mengecek kerjaannya yang ternyata beberapa diantaranya belum diselesaikan.

Ada yang mengatakan seperti ini, ” Penghargaan tertinggi dari kerja keras bukanlah pada apa yang anda hasilkan melainkan bagaimana anda berkembang karenanya ” saya percaya bahwa setiap kelelahan dari kerja keras kita akan mengembangkan kemampuan dan juga karakter yang semakin baik. Kalau saya dan teman saya yang cuma guru tk bisa kelelahan, semua juga pasti pernah merasakannya. Yang penting dari semuanya adalah kami gembira menyelesaikannya. Dan momen kelelahan bersama ini belum tentu terulang kembali! 

Jadi Kita SapiNya?

May 23, 2017

Matius 11:28-30 (BIMK)  

Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. Karena perintah-perintah-Ku menyenangkan, dan beban yang Kutanggungkan atasmu ringan.”

Bicara membajak pasti yang disinggung adalah tanah yang akan dibajak. Tanah yang keras yang harus dibolak balik dan dihancurkan supaya rata, biasanya di ibaratkan sebagai hati kita. Dimana Tuhan hendak mengubahkan kehidupan maka tanah alias hati inilah yang harus diubahkan.

Tapi kali ini, perenungan kami mendapatkan sebuah pandangan yang berbeda, bagaimana dalam prosesnya itu kita bukanlah tanahnya melainkan kita yang jadi sapinya? Tuhan Yesus mengatakan dalam Matius 11:29-30 (TB)  “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” Kemudian kami memproses ini menjadi sebuah pengertian baru yang memang menyegarkan.

Pertama bahwa kami ini ibaratnya seperti sapi, sepasang sapi atau lembu yang harus dipasangi kuk/bajak. Kami harus berjalan bersama, tidak boleh mengeluh karena beban berat “dipundak” ini tidak akan tahu sampai kapan akan dibuka, atau menunggu sampai selesai masa membajak dan gembur tanahnya. Belajar memakai kuk adalah belajar tentang kepasrahan, penundukan diri, menuruti dan mengikuti Sang Petani yang mengendalikan bajaknya. Hasilnya adalah ketenangan. Hah…ketenangan? Kami pikir ini adalah luar biasa, disaat penuh tekanan dan hanya belajar memasrahkan diri kami justru menemukan ketenangan. Ini adalah sebuah metode “pembebasan” yang dahsyat.

Yang kedua, Tuhan bilang kuk yang di pasang itu enak. Kami mendapat bahwa kami punya hal untuk menikmati. Dan itu kadang gagal dilakukan dengan sebenarnya. Menikmati kehidupan adalah bukan sekedar melupakan masalah, berpura-pura cuek dan santai atau nggak peduli. Menikmati yang sesungguhnya bahwa setiap hal yang di ijinkan terjadi itu adalah sebuah kebaikan. Boleh jadi keuangan, karir pekerjaaan, keluarga, kesehatan dan berbagai hal masalah ada terjadi tapi itu tidak bisa melepaskan kami dari hal yang bisa kami nikmati. Masih cukup makan, masih bisa melakkukan berbagai hal, dukungan dan dorongan berbagai pihak, bantuan dan berkat yang tidak terhitung dan terduga datangnya. Betapa semuanya adalah kenikmatan yang sejatinya Tuhan sediakan bagi kami para “sapiNya”.

Yang ketiga adalah kami makin kuat ketika menjadi sapi. Kenapa demikian? Membayangkan proses membajak ini mulai dari tanah kering sampai di airi kemudian dihaluskan dengan menggunakan jenis bajak yang berbeda pastilah butih waktu yang tidak sebentar. Dan lagi, kami para sapiNya akan digunakan, akan lelah capek bin kuesel! Melewati lumpur-lumpur yang memberatkan langkah, tapi Dia bilang bebanKu ringan. Ada jaminan yang menyertai bahwa Dia membuat segala sesuatunya lebih mudah di akhirnya. 

Beruntunglah dan mengertilah kami mengapa kami harus menundukkan diri seperti sapi kali ini. Musim membajak kali ini, bukan kami yang dibajak, tapi kami jadi bagian dari proses membajaknya, dan kami adalah sapiNya yang menarik bajaknya. Terimakasih Tuhan untuk menjadikan kami sapiMu.

Nasi Panas Rice Cooker Baru

March 23, 2017

Akhirnya setelah beberapa hari Oma memasak nasi dengan menanaknya memakai panci dan dandang kecil akhirnya hari ini mulai lagi memasak nasinya dengan rice cooker baru. Iya…rice cooker baru karena yang lama sudah tidak bisa lagi menahan nasi tetao panas. Nggak tahu apa masalahnya yang jelas alat masak nasi ini kami beli di awal kami pindah ke rumah yang baru, jadi yaah sudah hampir tiga tahun lamanya dia menemani kami dan memberikan sajian nasi setiap hari.

Entah mau bilang apa sebenarnya karena sebenarnya kami lagi masa pengetatan ikat pinggang, tapi setiap kali ada masalah financial justru disitu selalu ada tantangan yang datang. Entah harus meluangkan sebaguan untuk memberi, berbagi atau bahkan ada saja kebutuhan baru di luar perhitungan yang ada. Tapi tidak mengapa karena saya selalu percaya ada hal baik yang Tuhan mau sampaikan. 

Eh, bukan bermaksud semuanya dihubungkan kedalam masalah rohani. Tapi saya percaya hal-hal kecil justru memberi pelajaran yang berarti. Artinya, saya percaya di saat kami merasa kurang justru kami merasa harus menjadi lebih kaya karena kami memiliki kesempatan, berbagai kesempatan yang baik untuk iman kami tumbuh, pengharapan kami naik dan kasih kami tetap menyala.

Maturnuwun Gusti, nasi pulen seliter 10 ribu itu malam ini enak sekali rasanya, saya goreng telor dengan irisan daun barang yang saya nikmati dengan lahap. Betapa indah hidup ini bukan? Mau lupa bersyukur lagi?

Modal Perang

March 17, 2017

​Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible: 

Ulangan 16,17,18,19,20,21
Ulangan 20:3-4 (BIMK)  

‘Saudara-saudara, dengarlah! Hari ini kamu maju berperang. Jangan takut atau berkecil hati atau bingung. TUHAN Allahmu akan ikut untuk menolong kamu, dan Ia akan memberi kemenangan kepadamu.’

1. APA yg Tuhan sampaikan (dgn bacaan tsb)?

Penyertaan Tuhan selalu ada dalam setiap pergumulan kita

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu? 

Jujur saja siapa yang tidak pernah galau resah dan gelisah, takut khawatir dan bisa juga marah. Ya namanya manusia hidup kalau tanpa masalah malah pasti aneh. 
Jadi sebenarnya wajar dan manusiawi kalau saya masih merasakan semua itu. Yang tidak wajar adalah kalau kita semua malahan ignoring semua rasa itu. 

Menanggulangi berbagai permasalahan dalam “peperangan” kita, Yohanes pembaptis mengatakan seperti ini dalam Lukas 3:14 (TB)  Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.” 

Dan lagi Paulus juga mengatakan bahwa nggak cuma enaknya doang jadi prajurit, susahnya pun harus di nikmati. 2 Timotius 2:3-4 (TB)  “Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.  Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.”

3. APA yang harus saya LAKUKAN? 

Jujur pada Tuhan, Tidak ragu-ragu, Tidak boleh takut, berkecil hati atau bingung dan terus mempercayai bahwa ketika kita bergantung sepenuhnya pada Tuhan janjinya jelas berkata “Ia akan memberi kemenangan pada kita”
Amin!

Motivasi Dari Musa

March 13, 2017

​Ulangan 3:28 (VMD)  

Berikanlah perintah kepada Yosua. Kuatkan dan teguhkanlah hatinya. Kuatkanlah dia karena ia harus memimpin umat menyeberangi Sungai Yordan. Engkau dapat melihat tanah itu, tetapi Yosua yang membawa mereka ke tanah itu. Ia menolong mereka mengambil tanah itu dan tinggal di sana.’

1. APA yg Tuhan sampaikan (dgn bacaan tsb)? Pentingnya sebuah motivasi. Menurut kbbi : Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini diantaranya adalah intensitas, arah, dan ketekunan.

Musa di minta Tuhan memberikan motivasi dengan jelas pada Yosua. Intensitasnya makin lama karena Musa sebentar lagi akan mati jadi pasti akan habis-habisan memompa semangat Yosua. Arahnya jelas, Yosua harus memimpin penakhlukan tanah Kanaan. Ketekunannya tidak diragukan karena Yosua sudah dipilih sejak mudanya unyuk melayani di kemah kudus waktu itu.

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?Tuhan berbicara lewat bagian ini untuk memotivasi saya seperti yang Musa lakukan pada Yosua.

Tuhan hendak menguatkan kehidupan saya dengan pengenalan lebih dekat lagi pada karakter dan kuasaNya. Tuhan hendak meneguhkan hati saya, jika janji-janji Allah ditepati dan diwujudkan dalam kehidupan bangsa Israel maka saya pun boleh memiliki dan menikmatinya juga.

3. APA yang harus saya LAKUKAN? 

a. Taat pada FirmanNya 

Ulangan 4:1 (VMD) “…Taatilah itu agar kamu hidup…”

b. Jika merasa lemah segera minta tolong padaNya

Ulangan 4:7 (VMD)  “TUHAN Allah kita dekat bila kita minta tolong kepada-Nya. Tidak ada bangsa lain yang mempunyai allah seperti itu.”

c. Hidup dengan bijaksana

Ulangan 4:9 (VMD) “Hati-hati dan perhatikan dirimu dengan seksama, sehingga kamu tidak akan melupakan hal-hal yang kamu lihat…”

d. Terus semangat dan maju menghadapi tantangan

Ulangan 4:38 (VMD)  “Ketika kamu bergerak maju, Ia mengusir bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih berkuasa daripada kamu. Dan Dia membawa kamu masuk ke daerah mereka. Ia memberikan negeri mereka kepadamu untuk tinggal di sana, seperti yang masih dilakukan-Nya hari ini.”

Diskon Sabun

March 13, 2017

Maaf kalau harus memposting sabun dengan merknya full, tapi sabun mandi inilah yang saya dapatkan dengan harga diskon yang lumayan malam itu. Ceritanya pas lagi mandiin si Abby, mami ngecek ternyata di dua wadah sabun cairnya sudah habis. Jadilah pakai sabun batangan stok lama pemberian seseorang waktu itu.
Setelah selesai mandi Abby minta susu, dan susunya juga sudah habis. Semingguan tiap hari minta susu merek beruang itu, dengan alasan katanya dia pengen cepet tinggi. Entah darimana dia dapat idea minum susu beruang bikin cepat tinggi.

Bersyukur pas selesai ambil susu buat Abby terus ke rak tempat sabum mandi, malam itu ada diskon lumayan, dari harga 26 ribu sekian menjadi 16 ribu sekian. Jadilah saya ambil satu untuk dibeli dan semua bisa pakai sabunnya buat mandi.

Tapi kenapa cuma gegara sabun diskonan harganya saja mesti saya tulis? Apa pentingnya coba? Ini penting buat saya, karena disaat kondisi keuangan lagi kritis menipis trus masih bisa beli berbagai kebutuhan dengan harga miring itu rasanya berkaaaaaaaah banget. Jadi benar-benar menikmati kebaikan kecil dan sederhana ini menjadi suatu bukti nyata tentang kasihNya yang tidak pernah berhenti. Puji Syukur!
1 Tawarikh 16:34 (BIMK)  Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik; kasih-Nya kekal abadi.