Posts Tagged ‘karier’

H1

July 3, 2017

“​Kamu meninggalkan rumah untuk mencari peruntunganmu, ketika kamu mendapatkannya, kamu pulang untuk membaginya pada keluargamu.” – Anita Baker



Hari pertama kerja di tempat kerja baru dan bingung nggak tahu mau ngapa-ngapain. Syukurlah akhirnya setelah menghubungi pimpinan yang baru bisa masuk ke ruangan meskipun harus menunggu kuncinya di antarkan dan menunggu juga apa yang harus dikerjakan. 



Yang kami hadapi selanjutnya setelah beberapa waktu adalah pengen ngemil dan kemudian tiba-tiba listrik mati. Ya hadapi dan nikmati saja, toh kami dapat komplimen bisa pulang lebih cepat. 


Maturnuwun Gusti untuk kesempatan dan berkat yang Engkau berikan. Harus dihadapi dengan iman dan di imani dengan berhadap-hadapan, masa depan menanti dengan baik! Yup…baik!



Hadiah Dan Harapan

June 21, 2017

Satu buah baju batik baru, satu baju lengan pendek baru, satu paket minyak wangi dan sepaket kue dari orang tua murid kemarin diberikan pada saat pengambilan report card. Satu batik khas Madura juga saya dapatkan dari rekan kerja saya. Bahkan baju dan handuk juga saya dapatkan dari rekan kerja yang lain. Beberapa perwakilan asosiasi orang tua murid memberikan bantal kecil tanda perpisahan, juga sepaket kue lagi khusus karena saya mengajarkan budi pekerti. Pemberian-pemberian itu  memang jadi alasan ucapan terimakasih karena selama ini saya mengajarkan anak-anaknya, meskipun ada yang tidak memberikan barang-barang lainnya namun ucapan terimakasih dan pengakuan kerja kami selama ini menjadi kepuasan tersendiri. Pemberian ini juga jadi tanda persahabatan selama kebersamaan kami di tempat kerja ini meskipun harus berakhir. Tidak masalah, karena mungkin takdir berbicara lain. Kami harus menikmati kebahagiaan menjadi pengajar di tempat yang harus berpisah satu sama lain.

Frederik E. Crane mengatakan, “Agar dapat membahagiakan seseorang, isilah tangannya dengan kerja, hatinya dengan kasih sayang, pikirannya dengan tujuan, ingatannya dengan ilmu yang bermanfaat, masa depannya dengan harapan.” Seperti yang dikatakan Frederik, saya berharap apa yang kami kerjakan menjadi kebahagiaan murid-murid kami nanti dimana saja mereka akan berada, berganti sekolah yang barum semoga tangannya mampu mengerjakan dengan terbaik semua tugas, semoga hatinya terpatri dengan kasih sayang yang kami boleh juga berikan. Semoga mereka memperoleh tujuan yang berarti dimasa mudanya. Semoga ilmu yang kami ajarkan bermanfaat dalam hidupnya. Dan semoga harapannya tetap menyala dan terus hidup seperti harapan kami.

Baju, batik dan kue itu menyimbolkan harapan dan kebahagiaan. Karena semuanya diwujudkan dari hati yang bersyukur dengan penuh kekuatan untuk masa depan seperti tulisan O.O. Marden, “Tidak ada obat semanjur harapan, tidak ada pendorong sehebat harapan dan tidak ada tonikum sekuat mengharapkan sesuatu terjadi pada hari esok.”

Pelajaran Dari Pak Tasum

June 19, 2017

“Saya tahu tidak ada orang-orang hebat kecuali mereka yang memiliki pengabdian besar pada kemanusiaan.” Voltaire

Hari pertama saya libur sebenarnya sudah ada beberapa agenda yang akan dilakukan, tetapi ternyata tiba-tiba sebelum makan siang berubah dengan dadakan, mirip tahu bulat yang digoreng hangat…hangat…asoooyyy! Hehehehe, jadilah kita ngetrip dengan cara sederhana dan senikmat-nikmatnya, dan tujuan utamanya adalah ke kawasan kota tua. Dari rumah naik angkot, ganti dua kali kemudian kita naik kereta menuju ke stasiun kota.

Begitu sampai di stasiun kota, tujuan pertama adalah sebuah gereja tua yang tahun ini akan berumur 322 tahun. Sebuah gereja tertua di Asia peninggalan dari bangsa Portugis dan dibangun lagi oleh Belanda. Kami menikmati bagian-bagiannya yang begitu kokoh, masih asli dan belum diganti atau renovasi. Jadi benar-benar belum berubah dari awalnya. Disana kami bertemu dengan Pak Tasum, pria paruh baya yang tinggal di daerah BSD ini telah mengabdi menjadi pekerja di gereja ini totalnya sudah 22 tahun. Di mulai awalnya di masa mudanya jualan es di depan gereja, sering membersihkan area gereja kemudian diangkat jadi koster atau pekerja gereja khusus untuk kebersihan dan perawatan, hingga akhirnya sekarang menjadi pegawai dinas purbakala DKI Jakarta. Saya sangat salut dengan apa yang dia kerjakan, apa yang dia kuasai dan dia lakukan. Dan yang lebih salut lagi adalah, Pak Tasum seorang muslim. Muslim yang membagikan kehidupannya dan bekerja untuk kebaikan rumah ibadah orang lain. Seorang muslim yang berani melawan para perusuh ketika tahun 1998 terjadi kerusuhan besar, diceritakan dia berkelahi dengan salah seorang perusuh yang hendak membakar gereja itu, meskipun harus terluka dan sakit dia berhasil menjalankan tugasnya. 

Pengabdian yang hebat dari seorang pekerja yang memberikan saya pelajaran kehidupan. Bukan karena pekerjaannya apa, bekerja pada siapa dan bagaimana pekerjaannya. Namun ketulusan dan keikhlasan yang dipancarkan dari wajahnya yang dengan semangat mengakhiri pembicaraan saya berdua di depan menara lonceng itu dia katakan, “yang Di Atas tahu mas sebenarnya apa yang saya kerjakan, jadi saya tidak pernah merasa takut dan salah, bahkan dicukupkan rejeki saya.” Dalam hati saya masih tidak ada apa-apanya dibandingkan dengannya. Masih harus lebih banyak lagi belajar dan mengerti betapa kebaikan dan keberkahan dan juga pelajaran kehidupan itu Tuhan berikan dimana saja dan dengan siapa saja. 

Semua Akan Pindah Pada Waktunya!

June 17, 2017

“kesempatan sering datang sebagai kesulitan. Itulah sebabnya, banyak orang yang tidak mengenalnya. Makin besar kesulitan, semakin besar kesempatan.” Shiv Khera

Hari ini adalah hari akhirnya. Saya dan teman-teman telah berusaha semaksimal yang kami lakukan sebagai seorang pengajar membagikan apa yang kami bisa berikan pada anak-anak murid kami. Laporan akhir pembelajaran tersampaikan dengan baik.

Yang tidak baik adalah, kami menutupnya dengan berbagi air mata. 

Ya, memang kebersamaan kami harus selesai ditempat ini. Tapi dari titik ini kami akan berangkat menuju masa depan yang lebih baik lagi (berharap dan berdoa). Sejak kemarin saya memang merapikan kelas dan juga merapikan kenangan yang sudah empat tahun di jalani disana. Saya menginginkan album kenangan di jiwa dan hati saya menyentuh kehidupan. 

Semua akan pindah pada waktunya, dan waktunya usah di mulai hari ini! Tumbuh dan mekarlah dimanapun kamu tertanam murid-muridku, teman kerjaku semua, kalian layak mendapatkannya!
*catatan terakhir dari meja kursi merah sudut kelas

Membayar Lelah

June 16, 2017

“Orang yang ingin bergembira harus menyukai kelelahan akibat bekerja” Plato

Siapa bilang kalau seorang guru taman kanak-kanak itu selalu cerah ceria dan senang terus? Kalau cuma melihat sebentar saja dan tidak seperti kerja kantoran pada umumnya pasti akan terlihat banyak senangnya dibanding susahnya. Bukan berarti orang kerja kantoran lebih susah. Namanya kerjaan ya pasti semua ada susahnya dan ada senangnya.

Siang ini saya menemukan teman saya tergeletak kelelahan diatas jejeran meja kosong setelah sepagian dan mungkin juga dari kemarin beres-beres kelas, bikin report dan ngerjain entah apalagi. Jadi saking semangatnya karena juga sedang berpuasa mungkin tenaganya sedikit berkurang.  Syukurlah dia nggak papa meskipun terlihat lemas dan harus berkali-kali mengecek kerjaannya yang ternyata beberapa diantaranya belum diselesaikan.

Ada yang mengatakan seperti ini, ” Penghargaan tertinggi dari kerja keras bukanlah pada apa yang anda hasilkan melainkan bagaimana anda berkembang karenanya ” saya percaya bahwa setiap kelelahan dari kerja keras kita akan mengembangkan kemampuan dan juga karakter yang semakin baik. Kalau saya dan teman saya yang cuma guru tk bisa kelelahan, semua juga pasti pernah merasakannya. Yang penting dari semuanya adalah kami gembira menyelesaikannya. Dan momen kelelahan bersama ini belum tentu terulang kembali! 

Merapikan Kenangan

June 15, 2017

“Its not the good bye that hurts; but the flashbacks that follow”

Hari ini adalah hari terakhir anak-anak masuk sekolah. Dan setelah ini saya tidak akan bertemu kembali. Disudut ruang kelas dan dikursi merah kecil itu saya meluruhkan rasa dan menyeka sudut mata dari tetesannya setelah pelukan terakhir sebelum pulang dari murid-murid. Rasanya begitu banyak hal yang nanti akan muncul ketika rindu saya pada mereka mulai menghampiri.

Seseorang menyampaikan sebuah kebijaksanaannya seperti ini, “Hidup akan selalu membawa air mata, senyuman, dan kenangan. Air mata akan mengering. Senyuman pun perlahan memudar namun, kenangan akan senantiasa tertanam.” Dan saya akan mengenang perjalanan empat tahun ini dalam sebuah album terbaik. Saya akan merangkainya menjadi bagian keindahan yang membawa saya dan anak-anak juga para teman-teman guru semakin memahami bahwa kami jadi bagian kehidupan, dan bagian itu dinamakan pendidikan.

Terimakasih sudah memberikan saya kesempatan untuk memulai merangkai album yang baru!

Buka, Bongkar, Buang!

June 13, 2017

“Perubahan dimulai saat seseorang mengetahui langkah selanjutnya.” (William Drayton)

Hari ini sebelum pulang murid-murid saya minta menonton video tentang telur. Mereka senang karena mulai mengerti dan belajar tentang makanan sehat yang salah satunya adalah telur. Video ini menceritakan bagaimana telur diperoleh, dari berbagai daerah dan jenisnya. Dan begitu juga ketika mereka melihat bagaimana telur-telur itu ditetaskan menjadi anak-anak ayam. Ketika telur-telur ini mulai menetas, terjadi retakan dan kemudian muncullah anak-anak ayam yang masih belum bersih hingga sampai akhirnya dipisahkan dan dikumpulkan kembali dalam wadah anak-anak ayam yang bersih. Yang mereka pelajari adalah proses perubahan dari telur menjadi ayam juga melihat bagaimana anak ayam di dalam telur ini berjuang melepaskan diri dari cangkang sampai berhasil melakukannya. Lagi-lagi saya yang selalu belajar, melihat keasyikan mereka dan melihat video ini begitu menarik karena ada proses perubahan dan ketidaknyamanan menjadi sesuatu yang berbeda dan bernilai.

Alan Cohen mengatakan seperti ini, “Dibutuhkan banyak keberanian untuk melepaskan keadaan yang akrab dan tampaknya aman, untuk merangkul hal baru. Tetapi tidak ada keamanan yang nyata dalam apa yang tidak lagi bermakna. Ada keamanan lebih dalam petualangan yang menarik, karena dalam gerakan ada kehidupan, dan dalam perubahan ada kekuatan.” Yups…itulang yang sedang terjadi dan saya alami bahwa butuh benar-benar keberanian melepaskan pekerjaan yang nyaman di tempat ini dan berganti ke tempat yang baru. Ada petualangan yang baru dan menarik dan menyiapkan diri saya dalam perubahan yang penuh kekuatan. Akan cukup berat pasti memulainya nanti, namun jika tidak dihadapi pasti saya tidak akan melangkah menuju perubahan.

Dan perubahan itu di mulai hari ini. Ya, dimulai dari buka, ya…buka lemari karena mau nggak mau sema isinya nanti harus dikosongkan. Buka dompet juga sudah kosong. Bika hati, nah yang ini namanya ikhlas harus selesai disini. Yang selanjutnya adalah bongkar! Bongkar isi lemari penyimpanan semua barang-barang yang di pakai untuk berbagai acara, simpanan kertas-kertas dan lain sebagainya. Lalu pisahkan mana yang masih bisa di pakai dan digunakan untuk selanjutnya. Bongkar juga pola-pola lama, pikiran lama, cara-cara lama yang menghambat majubagi diri saya sambil dalam hati nyanyi, “…oo ya o ya bongkar….”. Dan langkah yang terakhir sudah pasti buang! Buang semua hal yang tidak penting, sisa pensil, krayon, kertas, catatan, dan lain-lain. Buang semua kepahitan, luka, kecewa, sakit hati dan penyesalan karena Tuhan menyiapkan ganti yang lebih baik meskipun kadang sekarang terlihat tidak baik! 

Buka, bongkar dan buang! Pelajaran hari ini untuk saya supaya saya mengalami perubahan dan kemajuan.

Senin Terakhir!

June 12, 2017

Senin Terakhir!
Baju kuning dan bangku kosong, nyanyiku masih teriring tanpa tertolong.

Senin terakhir dan baju kuning, dan masih terpikir hingga hingga mengalir di sungai harapan yang bening.

Senin terakhir dan baju kuning, bukanlah akhir takdir hanya sedikit lagi sendu yang mewarnakan hidup menjadi lebih eling.

#IMLC2017 #saveIM #teacherslife #myteachmyadventure #ilovemyjob #NulisRandom2017 #HariKe12

Jumat Terakhir Berbaju Abu-abu

June 10, 2017

Jumat Terakhir Berbaju Abu-abu

Hampir genap melepas kebersamaan. Dan akan mengayun masa depan menuju pengharapan.
Hampir selesai aku di sini dan bermain tak akan berhenti, hanya berganti meski hati masih melekat disebuah sisi.
Jumat terakhir berbaju abu-abu, aku membagi rasa melembutkan kalbu.

Mengiringkan doa padamu anak-anak dan sahabatku.
Jumat terakhir berbaju abu-abu

Aku kaya dalam jiwa bersamamu!
#IMLC2017 #saveIM #teacherslife #makeamoment #writeamemory #NulisRandom2017 #HariKe9

Syukurilah Hidup

June 6, 2017

“syukurilah hidup, karena hidup memberimu kesempatan untuk mencintai, bekerja, bermain dan memandang bintang-bintang” Henry Van Dyke 

Seorang yang bijaksana mengatakan seperti ini, “Tuhan menginginkan setiap orang makan, minum, dan senang dengan pekerjaannya. Karena itu adalah  pemberian dari-Nya”. Jadi hari ini beberapa bagian yang harus saya kerjakan dan nikmati diantaranya adalah :
1. Bersyukur

Bagian ini yang paling penting karena saya masih hidup. Kalau nggak hidup gimana mau nulis dan bersyukur? Bersyukur itu penting karena itu menyehatkan pikiran dan jiwa kita, dengan bersyukur kita menggantikan emosi negatif, khawatir dan keraguan dengan pikiran yang positif dan melihat segala sesuatu dengan baik 
Coba saja kalau saya urutkan dari pagi bangun masih bernafas, ada istri dan anak, mengantar ke sekolah, memberi uang belanja, masih ada pekerjaan, masih bisa beli makan buka puasa, masih bisa naik motor, masih bisa buang air besar lancar, masih dapat dukungan dari teman-teman dan sahabat, masih banyak lagi kalau mau ditulis dibandingan dengan berbagai masalah yang ada.

2. Mencintai

Mencintai adalah bagian yang juga tidak kalah pentingnya. Merasa dicintai Tuhan hari ini, bagaimana tidak coba…saya masih diberi kesempatan hidup, masih diperhadapakan pada kebaikan, masih diberi kesempatan berbagi dan masih boleh menikmati dunia dan isinya. Mencintai keluarga saya, masih ada bapak ibu adik saya dikampung. Mencintai istri saya yang hebat juga anak saya yang manis dan mami mertua yang tiap hari mau masakin mantunya. Mencintai pekerjaan saya menjadi guru. Mencintai, ah…banyak lagi pokoknya!

3. Bekerja

Siapa yang tidak bersyukur dapat bekerja, entah apapun pekerjaannya pastilah semua orang akan berterimakasih bisa bekerja. Kalau belum kehilangan pekerjaan dan merasa pekerjaan itu berguna pasti orang baru akan menghargai pekerjaannya, bukan begitu?  
Apalagi saya, bekerja bukan cuma menghasilkan uang. Bekerja juga ibadah bukan? Yup, ini adalah wujud dari pertolongan Tuhan dalam hidup lewat apa yang kita lakukan jadi sepantasnya kita bersyukur untuk hal ini.

4. Bermain

Eh…udah tua masih main juga? Nggak malu sama anak-anak? Ya enggaklah wong ini kerjaan saya. Eh, maksudnya bagian dari kerjaan saya sebagai guru TK. Jadi bermain dan bekerja sekaligus adalah bagian sehari-hari saya. Nah, minggu sore kemarin juga bermain bersama dengan anak dan istri saya, main kartu uno. Bisa luaaammmmaaaaa selesainya, tapi nagih dan menyenangkan terutama Abby yang menemukan permainan baru.

5. Memandang bintang-bintang

Ah, menyebalkannya malam ini mendung jadi nggak bisa lihat bintang di angkasa sana. Mau lihat bintang yang di botol itu juga….aahahahahaha…terlalu! Ada bintang-bintang kecil di sekitaran kepala saya tadi pas bangun, mungkin inilah rasanya jadi bintang! Hah…jelas bukan, kaget dibangunin harus makan malam ini sih, tapi jelas nanti saya akan tunggu langit cerah dan taburan bintangnya sambil nyanyi dalam hati, “bintang-bintang…berikan cahyamu, taburi hati malam ini…”.