Posts Tagged ‘givingthanks’

Cinta Di Sarapan Pagi

July 2, 2017

“Apapun yang telah kau lakukan untuk dirimu sendiri atau untuk kemanusiaan, jika kau tidak bisa memberikan cinta dan perhatian terhadap keluargamu sendiri, lalu apa yang sudah kau lakukan?” – Elbert Hubbard

“Papi, bikinin aku sarapan dong?” Kata-kata indah yang meluncur dari mulut mungil pagi ini, dengan senyum khasnya meluluhkan hati. Dengan segera saya mengecek nasi di magic jar dan masih aman isinya, sarden yang dimasak Oma tadi malam yang barusan di panaskan juga siap disajikan, sarden pedas pilihan si pumpkin sendiri kemarin sore menemani omanya belanja, dan saya akhirnya menyiapkan tambahan lauk, menggoreng tahu yang tadi pagi saya beli dari Mang tahu bandung yang sering keliling kompleks tiap akhir pekan. Jadilah sarapan sederhana yang dinikmati dengan lahap dan nikmat oleh si pumpkin. 

Bukan makanan yang mahal dan susah kan? Yang mahal adalah disajikan dengan kasih sayang, yang susah adalah berani mengambil keputusan melayani anak dengan kasih sayang dan menyenangkan hatinya. Saya ingin bahwa di masa kecilnya, papinya adalah seorang pria yang dengan penuh cinta memberikan pertolongan sederhana yang akan di ingatnya nanti, seperti pagi ini menyiapkan sarapan untuknya.  Suatu saat dia bisa mendapatkan seorang pria pendamping yang juga menyayangi dan mengasihinya dengan tulus dalam memberikan bukti cinta kepadanya.

Cinta dalam sarapan pagi ini adalah sebuah kenikmatan tersendiri buat saya. 

TapiTapi Kenapa Harus Makanan Ya?

February 19, 2017

“Berilah pada hari ini makanan yang kami perlukan.” ​Matius 6:11 (BIMK)  

Pagi ini hujan mengguyur dengan lumayan deras dan membalut dengan dingin. Cuaca seperti ini cocok banget kalau dinikmati dengan sesuatu yang panas atau hangar. Jadilah secangkir kopi hitam menemani saya sambil membuka sosial media. Padahal sebenarnya pengen bubur ayam hangar atau mie rebus gitu, tapi bersyukur saja karena menikmati berkat itu salah satu keindahan yang layak dirayakan setiap waktu.
Sejurus kemudian saya memposting sebuah gambar dengan tulisan ayat Alkitab di dalamnya, dan mendapatkan respon yang cukup menggelitik saya untuk menuliskannya. Sebuah pertanyaan tanpa tanda tanya, “tapi kenapa harus makanan ya”. Ehmm…pada hal awalnya saya senang saja nggak berpikir kenapa fotonya harus makanan, nah sekarang malah jadi berpikir beneran. Kenapa harus makanan? Ini adalah kebutuhan utama manusia hidup menurut saya setelah KESELAMATAN. Lha yang Mamanya hidup, kecuali udah nggak doyan makan, atau makannya kembang sama kemenyan ya…hahahaha! Bisa jadi makanan bukan yang utama untuk sebagian orang, karena bukan lagi jadi hal POKOK. Bisa jadi…! 

Wikipedia menuliskan kebutuhan primer adalah kebutuhan pokok yang dibutuhkam oleh manusia. Kebutuhan pokok manusia adalah sansang, pangan dan papan. Jika secara umum ini jadi bahan dasar kehidupan manusia makanya saya berani mengatakan bahwa kenapa harus makanan fotonya, karena saya masih hidup, membutuhkan kebutuhan pokok manusia yaitu pangan dan penting untuk bersyukur atas berkat makanan kita setiap hari. 

Tuhan Yesus mengajarkan tentang hal ini,  Matius 6:25 (BIMK)  “Sebab itu ingatlah; janganlah khawatir tentang hidupmu, yaitu apa yang akan kalian makan dan minum, atau apa yang akan kalian pakai. Bukankah hidup lebih dari makanan, dan badan lebih dari pakaian?”, yang seharusnya saya tidak perlu khawatir dengan apa yang akan saya makan, yang saya khawatir adalah apa saja bisa saya makan dan posting di media sosial namun sejujurnya saya tidak bersyukur dan berbahagia dengan kenikmatan yang Tuhan berikan. Tapi kenapa harus makanan ya? Kenapa tidak! Aya makan! 

Cinta Ini Membunuhku

January 16, 2017

Ah…seperti akhir kalimat dari sebuah lagi yang saya nggak hafal sebenarnya, kalau nggak salah d’masiv ya. Saya menuliskan judulnya demikian karena memang begitu luar biasa cinta anak saya, Abigail yang dia tuliskan pada sebuah pesan Natal 2016 yang di tempelkan di mading sekolahnya.

Malam ini saya mendapatkan foto tulisannya dari si Mami dan sangatlah terharu saya membacanya. Bagaimana dia mengekspresikan perasaannya dengan penuh kejujuran dan doa yang tulus dia panjatkan untuk kesembuhan saya sangatlah menguatkan. 

Terimakasih ya Mbi untuk cintamu pada Papi, jika suatu saat nanti Papi sudah pulang ke surga kamu tahu betapa Papi mencintai dan menyayangimu. 

GRATEFUL

April 14, 2013

“Write it on your heart that every day is the best day in the year.” – Ralph Waldo Emerson