Posts Tagged ‘berbagi’

Perayaan Pertemanan

June 29, 2017

“Teman tidak akan meninggalkan teman lainnya kelaparan”

Siang ini saya kedatangan teman-teman kerja di tempat kerja yang lalu. Dengan semangat merwka menghampiri rumah saya yang masih saja berantakan. Bahkan yang ulang tahun hari ini bawa spesial nasi uduk plus lengkap lauknya dan juga kue ulang tahun. Setahun yang lalu juga saya didatangi mereka meskipun tahun ini lebih banyak personilnya. Saya bersyukur mereka bisa menikmati kebersamaan yang memang apa adanya. Rumah saya sempit dan berantakan tapi ya cuek saja toh mereka sudah biasa demikian, berkali-kali datang berkunjung kerumah dengan kondisi demikian.

Kebersamaan itu adalah sebuah berkah. Kebersamaan dengan teman-teman juga sebuah anugerah. Seperti kata Dior Yamasaki, “Teman adalah bahan yang paling penting dalam resep kehidupan ini.” Jadi apapun masakan dan makanannya selama itu ada kebersamaan dan pertemanan maka kenikmatan dalam setiap suapannya yang akan membuat perbedaan. Nasi uduk, lalapan, ayam goreng, tempe kering, telor goreng, sambel, rujak serut dan iris, es sirup dan kue tart membuat lengkap siang hingga sore tadi.

Syukur mana lagi yang harus ditangguhkan? 

Mie Ayam Ekspektasi

June 18, 2017

“Kebahagiaan tergantung pada apa yang dapat Anda berikan, bukan pada apa yang Anda peroleh” (Mohandas Ghandi)

Istirahat siang ini hanya setengah jam saja untuk makan. Jadilah saya mencari makanan yang tidak terlalu berat tapi mengenyangkan. Akhirnya pilihan saya jatuh pada mie ayam di samping ketoprak yang ternyata penjualnya satu orang saja. Kalau dilihat sekilas modelnya seperti mie ayam model Solo atau Wonogiri karena penjualnya ketahuan berbahasa Jawa. Jadilah akhirnya saya pesan semangkok tanpa tambahan bakso. Setelah menunggu lima menitan akhirnya matanglah iyi mie dan mulai disajikan didepan saya. Ekspektasi saya sih kayaknya bakalan enak, dan wow…ternyata biasa saja, hahahaha! Agak sebelnya itu adalah harganya yang lima belas ribu rupiah, padahal kalau di depan kompleks harganya hanya sembilan ribu saja tanpa bakso juga, rasanya lebih nendang dan yahud! Bukan bermaksud membandingkan dan nggak terima tapi memang kadang kita nggak bisa selalu mendapatkan yang kita harapkan. 

Kata kamus ekspektasi itu artinya harapan besar yang di bebankan pada sesuatu yang di anggap akan mampu membawa dampak yang baik atau lebih baik atau dugaan. Memang sih harapan saya tidak sesuai dengan kenyataan, karena dalam bayangan saya nikmat mie ayam ini tidak memberi dampak yang begitu wow dilidah dan perut saya. Kecewa sih tidak hanya merasa kurang saja dalam menikmatinya. Karena memang bisa saja terjadi bahwa kita bisa dikecewakan olehnya, namun bukan berarti kita lalu menyerah dan tidak lagi ada harapan. 

Lha ekspektasi makan mie ayam saja jadi bahan buat saya memikirkan ulang ya dengan apa yang akan saya nikmati. Sama juga sih dengan curhatan para orang tua murid kemarin di report card day, dari yang bingung anaknya mau pindah kemana sampai bingung gimana nanti di sekolah barunya plus harapan-harapannya yang akan anaknya dapatkan di sekolah baru nanti. Harapan saya sih jelas bahwa murid-murid saya menikmati di sekolah barunya, mengikuti pelajarannya dengan baik dan makin cemerlang setelah sekian lama kami boleh memberikan pengajaran pada mereka.

Sebuah perkataan yang baik menyatakan seperti ini, “Harapan kita itu seperti jangkar yang tertanam sangat dalam dan merupakan pegangan yang kuat dan aman bagi hidup kita.” Jadi semakin kita kuat bergantung pada harapan yang baik dan benar maka semakin kuatlah jiwa kita untuk memperoleh kebaikan dan kebahagiaan. 

Kartu “Better”

December 10, 2016

“If you want others to be happy, practice compassion. If you want to be happy, practice compassion.” Dalai Lama

Apakah kebahagiaan sederhana yang saya dapatkan hari ini? Menyipkan sesuatu yang sederhana dan berharap nanti menjadi sebuah hal yang bisa sedikit menyisipkan kebahagiaan untuk teman-teman. Saya menyiapkan sebentuk kartu sederhana dengan membuat ucapan yang saya cetak dan ditempel di kertas dan juga dengan di tempel sebungkus cracker “better” dengan harapan Natal dan Tahun Baru akan membawa kehidupan yang lebih baik bagi semua orang.

Semangat si Abby yang menolong saya menempelkan double tape dan menempelkan crackernya satu persatu membuat kegembiraan tersendiri makan ini. Semangat Natal yang sederhana tetapi meyakinkan saya sendiri bahwa tindakan sederhana bisa menjadi bermakna saat kita melakukannya dengan penuh kasih adanya.

Kitab Kebijaksanaan mengatakan seperti ini, “Kalau berbuat baik, upahnya ialah hidup bahagia; kalau berbuat dosa, akibatnya lebih banyak dosa.” Amsal 10:16 (BIMK). Sederhana namun menjelaskan dengan gamblang, kebahagiaan adalah upah alias pahala atau bayarannya jika kita berbuat baik. Saya mengharapkan bahagia? Tentu saja iya, karena itu saya melakukan kebaikan sederhana ini. Cukuplah bahagia saya, selalu cukup! 

Jangan Mencintai Uang

December 12, 2015

Jangan cinta uang! Haah…maksudnya? iya jangan cinta uang, saat kita mempunyai banyak apa yang kita lakukan, saat kita sama sekali dan bahkan kehilangan bagaimana dengan sikap kita? Pelajaran penting, yups…pelajaran penting yang saya dapatkan sore menjelang malam di akhir pekan kemarin dengan disertai rintik hujan. Pertemuan dengan seseorang yang menurut saya tidak hanya menolong, tapi lebih dari itu membagikan pelajaran yang berharga sekali.

Rudyard Kipling memberikan pernyataan seperti ini, “Jangan terlalu memperhatikan ketenaran, kekuasaan, atau uang. Suatu hari kelak anda akan berjumpa dengan seseorang yang tidak peduli kepada semuanya itu, baru anda tahu, betapa miskinnya anda”. Hahahahaha…bukannya orang ini tidak peduli, yang saya lihat dan rasakan adalah orang ini benar-benar berani. Yes…berani menempa dan memberi diri bahkan meminta pada Tuhan untuk membentuknya dengan tekanan yang paling berat yang dia mampu tahan. Gilaaaa! 

Untuk kehilangan ribuan dan puluhan ribu saja rasanya berat, naik ke belasan juta. Lha kalau kehilangan dalam jumlah ratusan juta, masih tetap tenang, tersenyum… tertawa bahkan membagikan tentang jangan cinta uang, ini yang saya namakan kualitas. Kualitas iman yang matang tertantang bukan sekedar bisa menang tapi sungguh melewati tekanan yang bagi saya benar-benar mengerikan!
Dan masih saja tetap berpegang pada kebenaran dengan mencontohkan seorang tokoh besar seperti Ayub, bahwa semakin keras dan hebat tantangan termasuk kehilangan yang paling besar…maka di ujungnya ada janji Tuhan akan memberikan yang lebih besar. Tidak selalu dan pasti berwujud materi, itu sebagian saja. Seperti yang dia akan temui malam ini, seseorang dengan uang puluhan trilyun yang bersiap membagikan uangnya dalam bentuk proyek massal yang besar. 

Jangan cinta uang, jangan takut kalau memang harus berhutang, tetap komitmen…bertahan dan terus menempa diri dalam iman. Karena semakin besar tantangan…kita akan level up, naik lebih besar dan kuat dari sebelumnya. Dan dia mengutip ayat kebenaran yang selalu menjadi dasar kekuatannya seperti ini, “Dan lebih dari itu, kita pun gembira di dalam penderitaan, sebab kita tahu bahwa penderitaan membuat orang menjadi tekun,”
“dan ketekunan akan membuat orang tahan uji; inilah yang menimbulkan pengharapan.”
“Harapan yang seperti ini tidak akan mengecewakan kita, sebab hati kita sudah diisi oleh Allah dengan kasih-Nya. Allah melakukan itu dengan perantaraan Roh-Nya, yang sudah diberikan kepada kita.” (Roma 5:3-5 BIS).
Terimakasih mas…pelajaran dan pertolongannya.

image

Air Pagi Ini

December 10, 2015

“Orang yang banyak memberi akan berkelimpahan, orang yang suka menolong akan ditolong juga.”

Pagi-pagi setelah mandi mendengar Oma sedang berbicara dengan seseorang diluar. Saya pikir mungkin pakdhe tukang sayur nganterin pesenan Oma. Ternyata adalah asisten rumah tangga rumah sebelah hendak meminta air, iya betul meminta air. Bukan air minum tapi air tanah, air buat mandi.

Lha iya, kejadian yang beberapa waktu lalu terjadi pada kami hari ini terjadi pada tetangga sebelah. Waktu itu air disumur memang sudah nggak terisi dengan penuh, jadi setiap kali ngisi tangki air harus nunggu dan berkali-kali ngisinya sampai penuh. Nah, tetangga saya kayaknya sih mesin airnya yang rusak, katanya bapaknya si ibu kemarin bersihin tangki, mesin pompa airnya dimatikan. Setelah selesai waktu dinyalakan sudah nggak bisa lagi, walhasil…dari semalem mereka nggak mandi, mungkin hanya tersisa air untuk buang air saja.

Jadi dulu kami meminta air ketetangga sebelah hari ini mereka yang gantian meminta untuk berbagi air. Mungkin selain sebagai sesama tetangga yang harus saling membantu, saya mempercayai yang namanya hukum memberi dan menerima, dan pada saatnya kita akan mengalami kisah seperti ini. Ada waktunya meminta air, ada waktunya memberi air, Terpujilah Sang Pencipta Air!

image

Belajar Dari Bang Jack

November 27, 2015

“Kamu dapat apa?” Tanya Deddy Corbuzier, dan bang Jack seorang tukang parkir berpenghasilan rata-rata 50ribu rupiah perhari menjawab, “saya dapat kebahagiaan” terhenti sejenak dan rasa harunya jatuh dalam tetesan air mata. Saya sedang menyaksikan Hitam Putih Goes To Campus sore ini saat sampai rumah.sangat menyentuh dan inspiratif sekali.

Kebahagiaan, kata sederhana yang kadang kita banyak mengukurnya dengan kenikmatan dan kelimpahan materi, kemampuan untuk memiliki barang berharga hingga segala yang bisa di ukur dengan harga. Tapi sore ini meskipun singkat saya belajar sangat mendalam dengan sikap dan tindakan bang Jack yang luar biasa. Harus pergi dari kontrakannya karena tidak bisa membayar setahun kontrak, negosiasi dengan mertua untuk mendapatkan ruangan rumahnya menjadi sekolah, penghasilan pas mepet dengan menyisihkan antara 10ribu sampai 15ribu sehari sungguhlah bukan hal yang mudah, namun menjadi kenyataan.

Ah, lagi-lagi kata kebahagiaan ini selalu mengusik. Kebahagiaan itu ternyata dekat sekali dengan kata cukup. Bukan melimpah dan berhamburan.  Daisaku Ikeda
mengatakan, “Mari kita memberikan sesuatu kepada setiap orang yang kita temui: sukacita, keberanian, harapan, jaminan, atau filsafat, kebijaksanaan, visi untuk masa depan. Mari kita selalu memberikan sesuatu.” Dan saya rasa kebahagiaan itu tidak akan pernah habis ketika dibagikan, bahkan akan semakin membesar. Saya masih belajar, bahkan jauh dari apa yang bang Jack lakukan, tapi saya berbahagia sekarang, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang saya miliki … Salah satunya bahagia jadi guru TK. Anda?

“Kalau berbuat baik, upahnya ialah hidup bahagia; …” (Amsal 10:16 BIS).

image

(Masih Terus Belajar) Menolong

November 9, 2015

Saya sedang melakukan penghematan beberapa waktu terakhir ini. Dengan berbagai cara dilakukan untuk memperlambat pengeluaran hal-hal yang tidak diperlukan. Dan tiba-tiba siang ini bbm datang dari seorang teman lama, berniat meminjam uang. Tidak terlalu besar, hanya seratus ribu. Ya besar juga sih kalau saat seperti ini. Hehehehehe! Teman lama dulu di Solo, partner MC dan menggila bersama. Ceritanya dia sedang tidak ada uang sama sekali dan tiba- tiba motor rusak harus ditinggal di bengkel. Saya tahu rasanya bila alat bantu utama kita ngadat dan berjuang untuk memperbaikinya.

Rasanya memang campur aduk, antara kesusahan saya dan niat untuk memolongnya. Disatu sisi saya sedang berhemat, disisi lain saya juga ingin menolongnya. Saya teringat perkataan dikotbah semalam yang saya dengarkan, dengan mengucap syukur kita membebaskan diri kita dari setiap tekanan dan keraguan bahkan masalah yang sedang kita hadapi. Jadi saya memutuskan untuk melakukan transfer seratus ribu padanya. Saya pikir saya bisa menjadi bagian dari penyelesaian masalah yang dia hadapi. Mungkin tidak seberapa, tapi bisa jadi itu adalah hal besar untuknya sekarang. Paling tidak menjadi jawaban dari apa yang sedang dia hadapi.

1 Tesalonika 5:14 (BIMK)  dibagian akhir ayat ini mengatakan, “… tolonglah orang yang perlu ditolong dan sabarlah terhadap semua orang.” Tidak ada keraguan pada akhirnya bahwa saya mengambil bagian penting untuk seseorang yang sedang dalam kebutuhan untuk ditolong. Dan lebih lagi kitab kebijaksaan berkata di Amsal 11:25 (BIMK) “Orang yang banyak memberi akan berkelimpahan, orang yang suka menolong akan ditolong juga.” Saya percaya kalau saya banyak ditolong orang lain maka sudah selayaknyalah saya juga melakukan bagian saya menolong orang lain. Jiak saatnya saya membutuhkan pertolongan maka saya pun pasti akan mendapatkan pertolongan dari orang lain.

Hidup adalah perjalanan yang saling membutuhkan antara orang lain. Kita tidak berdiri dan berjalan sendiri, kita juga butuh orang lain menopang kita. Tuhan tidak begitu saja menurunkan tanganNya, karena Dia memakai tangan-tangan yang kita kenal ataupun tidak untuk berbagi dan menjadi penolong dalam kesulitan yang kita hadapi.

image

Anak Asuh Kami

September 12, 2015

“Orang yang baik hati diberkati TUHAN, karena ia membagi rezeki dengan orang yang berkekurangan.” (Amsal 22:9 BIS).

Beberapa hari yang lalu sempat ngobrol dengan Mamie Abby yang begitu semangat dan tersentuh setelah dua hari mengikuti seminar wanita tahunan di gereja. Banyak hal yang dia dapatkan dan ceritakan, dan salah satunya adalah satu hal yang sudah Tuhan taruh beberapa lama dihatinya tentang berbagi. Dan kali ini ada tantangan mengenai sponsorship atau bantuan keuangan untuk pendidikan secara reguler kepada seorang anak lewat sebuah yayasan yang sangat peduli dengan kehidupan anak-anak ini.

Dan hari kedua, hari terakhir seminar saat istirahat makan siang si Mamie menelpon untuk melakukan pembiayaan pertama setelah mendoakan anak yang akan kita bantu setiap bulannya. Dan yups…akhirnya kita punya anak asuh. Meskipun kita tidak mengenalnya secara pribadi, kita tahu bahwa kita sedang digerakkan Tuhan untuk berani berbagi. Ya, berani berbagi meskipun dengan sangat sadar waktu-waktu ini kami masih belum memiliki kemampuan finansial yang baik. Kami masih struggling dan belajar untuk settle dengan apa yang kami miliki sekarang. Tapi pertanyaan sederhana yang harus dijawab, kalau tidak sekarang kapan lagi, benar bukan?

Kami ingin Abby nanti juga belajar berbagi, belajar mengerti bahwa ada orang lain yang tidak seberuntung dia untuk bisa menikmati sekolah, baju seragam, sepatu, ekstra kurikuler, alat-alat belajar yang memadai, buku-buku dan seabrek hal-hal lain tentang sekolah. Kami ingin Abby bisa merasakan bahwa kebaikan Tuhan itu nyata, ada dan benar-benar bisa dinikmati, oleh dia, oleh kita dan juga oleh orang lain (yang tidak seberuntung kita).

Terimakasih Tuhan untuk kesempatannya, mengajari kami untuk setia, taat dan berbagi.

image

241212/Malam Natal

December 28, 2012

Memikirkan apa yang akan membuat momen hari ini/ malam hari ini, malam menjelang natal menjadi sebuah pengalaman yang indah. Selama kami menjadi keluarga yang baru, kami menyempatkan diri membuat momen malam menjelang natal dengan berdoa bersama, makan bersama dengan menu sederhana dan tentu saja tidak ketinggalan adalah tukar kado.

Namun tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kami berdua begitu ‘disibukkan’ dengan banyak hal hingga untuk mempersiapkan yang biasa kami lakukan tidak dapat terlaksana. Namun, saya melihat banyak hal yang memang tidak biasa ini terjadi dan paling tidak, hari ini saya dapat mencatat beberapa hal yang setidaknya mengingatkan saya akan sebuah kebaikan dan keindahan masa-masa Natal tahun ini:

1. Saya berbagi dengan seorang pegawai di kantor, 100 ribu rupiah, dia bilang seharusnya dengan tambahan jabatan yang dia emban dia akan mendapatkan tambahan gaji, ternyata gajinya belum masuk transfer, padahal hari ini dia akan bayar hutang. Jadilah dia memakai uang saya untuk digunakan hari ini.

2. Makan siang bebek boreng cabe hijau.
Beberapa waktu yang lalu, tiba-tiba saya ingin sekali makan dengan lauk bebek goreng, dan hebatnya di hari sabtu kemarin dan hari ini, saya makan bebek goreng yang saya mau. Keinginan yang sederhana dan terjawab dengan indah.

3. Menyempatkan diri membeli kado sederhana untuk anak dan istri saya, buat tukar kado malam ini. Saya bingung yang buat Oma, akhirnya kasih mentahnya aja.

4.Momen tukar kado yang indah malam ini, diawali dengan doa ucapan syukur singkat, lalu kami mulai berbagi kado, dan ada tambahan satu teman yang menginap dirumah kami, menjadikan Natal tahun ini berasa kami memang harus berbagi dengan orang lain. Senang karena Abby, Lia dan Mami suka dengan kadonya.

5. Kami lalu makan makan malam sederhana, Oma sedang nggak enak badan jadi tidak bisa masak. Istriku pun masuk kerja dan sibuk mengurus anak, dan akhirnya pilihan terbaik kami adalah makan diluar, cukup dengan makan di pecel lele, masing-masing pesan sesuai dengan selera dan kami puas, kenyang dan menikmati makan malam kami.

6.Malam ini ditutup dengan menari bersama Abby dengan lagu-lagu natal yang kita putar, dan menemaninya tidur.

What else…
Life is good isn’t it?
But the truth is, christmas is always bring you joy, happiness and value that makes u grow in your personality, emotion dan offcourse spiritual.

120912/ KELEGAAN

December 12, 2012

“Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” (Yakobus 1:17).

“Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu.” (Mazmur 119:45).

Akhirnya, saya bertemu dan berkesempatan memberikan sedikit uang buat jajan pada seorang pemulung sore ini. Saya sering melihatnya sejak sebelum pindah tempat kerja, biasanya dia akan duduk dipinggir trotoar dekat tugu selamat datang markas Kopassus, dengan keranjang besar yang masih terikat dipunggungnya. Tampaknya kali ini dia mengambil rute yang berbeda.

Saya juga tidak menyangka bahwa akan bertemu dengannya sore ini, tapi waktu berkata lain. Segera saya merogoh kantong dan melipat selembar uang, lalu sambil jalan saya menunduk meraih tangannya dan menyelipkan uang itu. Tanpa perlu berkata-kata. Agak kaget juga bapak itu, namun setelah saya tersenyum dan dia melihat tangannya sambil berlalu saya masih mendengar kata terimakasih meluncur dari mulutnya.

Setiap pemberian yang baik itu datangnya dari Tuhan, dan selama ini saya mestinya menghitung pemberian Tuhan itu. Ah, tak terhitunglah…selalu banyak. Tapi saya mendapati rasa yang penuh dengan sukacita dan kelegaan yang dalam saat melakukan pemberian itu. Bukan banyaknya, tapi rasanya….! Lega!