Archive for the ‘syukur’ Category

Makanan Yang Diimpikan

November 5, 2017

Keinginannya untuk makan makanan kesukaannya dibawanya dalam doa hingga berbulan-bulan, dan akhirnya kemarin dia berhasil menikmatinya dengan sangat sukacita.

Nasi panas, cumi goreng tepung dan tofu dengan saus telor asin jafi bagian yang membuatnya bahagia. Disuapnya perlahan dan dikunyahnya dengan sangat nyaman menikmati setiap gigitan dan rasa yang tersaji di dalamnya. 

Berani menunggu, meskipun waktunya tak tentu. Berani beriman dan akhirnya kesampaian. Berani terus meminta dalam doa hingga jadi terlaksana. Terimakasih pelajarannya ya Pumpkin.

Advertisements

Sayur Kembang Pepaya

November 2, 2017

“Sayur kembang pepaya” itu jawabnya ketika saya tanya, hari ini masak apa. Pada hal hari ini adalah hari yang spesial karena hari ulang tahunnya. Tidak ada perayaan, tidak ada potong kue dan tiup lilin. Tidak apa-apa selalu katamu dari dulu, nggak penting, yang penting itu masih diberkahi sehat dan kuat.

Hari ini ulang tahun ibu, saya sempatkan tadi pagi video call dengan memanfaatkan tehnologi di smartphone, sayangnya signal yang putus-putus membuat pembicaraan tadi pagi tertunda. Jadilah malam ini setelah sampai rumah dari menempuh ganasnya ibukota saya langsung melakukan video call lagi. Syukurnya bisa berbincang sejenak dan mengucapkan selamat ulang tahun padanya.

Wilujeng ambal warsa bu, tansah kiyat lan sehat, kinanthi lan binerkahan lair trusting NATO’s ingin Gusti. I love you 💗

NOMBOK

September 19, 2017

Sore baru saja bergulir, beberapa saat saya baru saja sampai rumah dan si bulet sedang bersedih karena mendapatkan nilai yang baginya kurang memuaskan disalah satu mata pelajaran di tes kemarin. Jadilah saya berkeinginan untuk menghiburnya dengan mengajaknya jajan di warung belakang kompleks, sedikit uang saya dapatkan sore ini setelah sebuah penjualan di media sosial saya disambut berhasil dibeli. 

Dan tanpa diduga, tiba-tiba ketika kami berdua hendak berputar keliling kompleks, baru maju kurang lebih lima puluh meteran ban mobil belakang bergoyang. Segera saya bawa kembali pulang, sementara si bulet berlari di depan motor. Saya naikkam standar tinggi saya cek bannya tidak menemukan sesuatu yang menancap, sementara cairan penambal ban yang saya pasang meluber keluar sampai di luar ban tapi tidak menutup lubangnya. Jadilah saya bawa ke bengkel depan kompleks dan menemukan ternyata ban dalamnya sudah sobek. 

Jadilah sebenarnya nombok kali ini, buat isi bensin, bayar ban dalam dan jajan. Ya sudah, mau bilang apa lagi karena keadaannya menang demikian yang terjadi. Pelajarannya apa? Seorang pelatih pembelajaran yang saya tahu pernah mengatakan demikian, “jangan melekat dengan apapun” ya apapun, manusia, harga benda bahkan segala sesuatu. Saya jadi teringat dengan apa yang Tuhan Yesus katakan, “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” ​Matius 6:21 (TB), begitu mengalami kesulitan dalam hal keuangan, rasanya menang sangat sedih, sedikit yang didapat keluarnya mendadak banyak. Tapi Tuhan selalu mengajarkan tentang syukur, juga tentang sebuah peringatan bahwa hidup tidak bergantung pada harga benda, seperti dikatakan dalam Lukas 12:15 (TB)  Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”
Untuk pelajaran nombok hari ini saya bersyukur. 

Meredam Dengan Mie Ayam

September 15, 2017

“Kebahagiaan tergantung pada apa yang anda berikan, bukan pada apa yang anda peroleh” Mohandas Gandhi

Semangkok mie ayam seharga sepuluh ribu rupiah yang dijual oleh abang-abang uang lewat depan rumah sore kemarin adalah sebuah obat penawar gundah dan kekesalan untuk istri saya, setelah seharian belajar dan belajar untuk persiapan wawancara kerja siang ini. Kekesalannya terluapkan dengan isakan dan air mata karena sudah merasa tidak bisa mengerjakan sesuatu yang memang bukan keahliannya. Saya usap dari belakang dan katakan, “sudah …. Santai saja, kamu sudah berusaha kok. Nanti kalau ada mie ayam lewat aku belikan ya biar semangat lagi!” Dan begitulah sore kemarin, kami berdua menikmatinya meskipun cuma semangkok, lumayan mengobati dan mengiring sore menuju keindahannya sembari melihat serial televisi rahasia cinta.

Adakalanya, keindahan dan kekuatan bisa didapat dari sedikit perhatian dan semangkok mie ayam. 

Sayur Bunga Pepaya

May 28, 2016

Bunga pepaya di depan rumah sudah kesekian kalinya dipanen. Meskipun sudah saya potong dan kemudia tumbuh empat cabang baru Dan pagi ini Oma minta untuk dipanen lagi karena selain sudah mulai banyak bunganya juga ada rencana mau berbagi ke tetangga samping rumah yang mantunya selalu ngiler lihat bunga pepaya kita. Dengan semangat sabtu pagi yang membara setelah olahraga dan sarapan saya niatkan mulai mengambil bunga pepaya itu, sayangnya…saya terlalu pendek. Hahahahaha…memang kenyataannya demikian, saya harus pakai alat bantu, kursi didalam rumah saya buka dan naikin di bawah pohon pepaya, ternyata hanya memabantu sementara. Kemudian saya ambil tongkat bambu kecil yang saya kasih pengait kawat bekas jemuran untuk membantu saya menarik bunga-bunganya. Singkat cerita bereslah sudah saya memanen, giliran istri saya yang memilih dan memotong bagian yang dimasak, saya tinggal geletakan lagi dan Oma sudah bersiap-siap dengan bumbu-bumbu untuk memasaknya.

Nggak terasa, sudah jam 1 siang, habis selesai nyuci motor rasa lapar sudah mengejar-ngejar. Jadi waktu yang pas buat saya untuk menikmati makan siang. Dan tumis bunga pepaya dengan kangkung juga teri didalamnya sudah sangat menggugah selera plus ikan kembung goreng jadilah makan siang sabtu ini sesuatu yang sangat nikmat luar biasa. Ya sederhana saja, tapi penuh dengan kenikmatan dan keindahan, dari kecil saya tanam dan pisahkan pohon pepaya ini, melewati masa-masa kekurangan air, hingga harus dipotong dan kembali memunculkan bunganya menjadi sebuah perjalanan yang luar biasa. Saya menanam, menyiram dan memanennya, tapi untuk sampai dimeja makan ada tangan istri saya yang memilih dan oma yang memasak. Semua ada bagian-bagiannya yang menjadikan sayur bunga pepaya ini menjadi sebuah cerita.

Kenikmatan sederhana hari ini adalah sebuah pelajaran. Iya pelajaran bahwa, meskipun saya yang menanam, menyiram dan memelihara pohon pepaya hingga berbunga dan siap di masak pun semuanya tidak akan terjadi tanpa Tuhan yang memberi pertumbuhan pada pohon pepaya. Seperti kata Paulus pada jemaat Korintus, “Saya menanam dan Apolos menyiram, tetapi Allah sendirilah yang membuat tanamannya tumbuh.”
“Jadi yang penting adalah Allah, sebab Dialah yang menumbuhkan. Yang menanam dan yang menyiram tidak penting;””keduanya adalah sederajat. Masing-masing akan menerima upah menurut jerih payahnya.” (I Korintus 3:6-8 BIS). Terimakasih Tuhan untuk memberi pertumbuhan dan kehidupan pada pohon pepaya saya, dan tetap memelihara kehidupan saya dan keluarga.

Hadapi!

April 30, 2016
  1. “Tubuh dan pikiran akan tetap sehat, jika tidak dipaksa untuk menyesali masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan. Cukup hadapi saja persoalan hari ini dengan bijak” – anonim

    “Oleh sebab itu, janganlah khawatir tentang hari besok. Sebab besok ada lagi khawatirnya sendiri. Hari ini sudah cukup kesusahannya, tidak usah ditambah lagi.” ” (Matius 6:34 BIS).

    “Jadilah bagiku seperti gunung batu tempat aku berdiam, yang mudah kucapai selalu. Sebab Engkau telah memutuskan untuk menyelamatkan aku, Engkaulah tempat aku berlindung dan bernaung.” (Mazmur 71:3).

Hewan Peliharaan

August 30, 2015

“Memiliki hewan peliharaan dapat meningkatkan kebahagiaan dan kualitas hidup kita.” Itu kata sebuah penelitian, ya namanya katanya ya, berdasarkan survey atau apapun mereka punya hak untuk membuat sebuah konklusi tentang suatu hal.

Sebagai hadiah ulang tahun Abby yang ke-5 tahun lalu kami membelikannya sepasang kelinci, sudah beranak dan sudah diberikan ke beberapa orang, sekarang tinggal 5 ekor sisanya. Rencananya sih mau kita bagikan juga ke orang lain supaya (sejujurnya) mengurangi biaya pembelian sayuran untuk pakannya tiap hari. Mau nggak mau sejak sayuran harganya naik, bayangkan saja sawi hijau alias cai sim dari yang biasanya sekitar 6 ribuan sekarang sampai 10 ribuan sekilonya. Wortel juga mengalami hal yang sama. Tanpa bermaksud menyiksa mereka dengan mengurangi jatah sayurannya, untunglah sejak beberapa waktu lalu si oma mencoba memberi makan sisa nasi merah yang sudah di dinginkan dari magic jar, dan ternyata mereka suka. Hahahahaha, ya benar kelinci kami suka makan nasi merah, kerupuk, tempe, dan biasanya tiap sore nagih sambil garuk-garuk pintu belakang minta crackers semacam biskuit-biskuit gitu. Untung nggak sekalian kopi panasnya…buat nongrong sore-sore, heheehehehe!

Memang benar sih dengan punya hewan peliharaan kita tuh lebih punya perhatian, mau nggak mau harus setiap hari menengok mereka dan melihat apa yang terjadi dengan mereka. Masalah bahagia dan kualitas hidup yaaah…saya pikir itu rasa yang harus dipilih untuk dinikmati. Bukan sekedar punya atau nggak punya hewan peliharaan.

“Orang benar memperhatikan hidup hewannya, …”
Amsal 12:10 (TB)

Ngopi Sore Bareng Driver GoJek

August 28, 2015

Baru saja ngopi dengan seorang driver GoJek, sambil istirahat saya ngobrol-ngobrol dia lihat aplikasinya kali-kali kalau-kalau ada customer yang butuh. Dan ndilalah kok dapetnya mantep…tertulis di aplikasinya dapat 97ribu, padahal ini masih promo 15ribu lho jarak jauh maupun dekat. Wah, lumayan juga menurut saya. Ternyata sisa kelebihan yang seharusnya dibayar oleh customer dibayari oleh pihak gojek.

Jadi kalau dia bisa mendapat customer yang lumayan jaraknya, hitunglah 4 kali sehari, uang 300ribu memanglah nggak susah. Ngomong-ngomong tadi dia dapat customer dari lebak bulus sampai parung, jauh juga sih. Pas jumat sore, jam macet…tapi demi penghasilan yang lumayan kenapa enggak?

Saya sih nggak nolak juga kalau bisa ngelamar jadi tukang GoJek, masalahnya keterikatan waktu kerja sekarang memang tidak bisa ditawar. Ya sudahlah, nggak papa, pasti keadilan Tuhan juga berpihak pada saya untuk mendapatkan jatah saya.

Eh, kalau 300ribu kali 20hari kerja aja udah 6juta, lebih banyak banget dari gaji saya sekarang. Hahahahahaha, pikir-pikir….

Ah, sudahlah…

SEMPURNA

August 21, 2015

Setelah murid-murid ada perintah, “bubar jalan” kemudian mulai aktivitas olahraga pagi itu disebuah sekolah lanjutan pertama kemudian terdengar lagu pengiringnya. Eh…ternyata lagunya Andra dan Tulang belakang, Andra and the Backbone maksudnya, “sempurna”.

Ahaaa, mengingatkan saya hari ini betapa Tuhan menjadikan sempurna segala sesuatu dimata-Nya. Seperti pemazmur manuliskan, “(Perbuatan Allah sempurna janji TUHAN dapat dipercaya. Ia seperti perisai bagi semua yang berlindung pada-Nya.” (Mazmur 18:30 BIS).

Pagi yang cerah, hari yang indah, anak senang berangkat sekolah, saya dan istri kerja dengan berkah. Urusan hutang, duit yang kurang dan masalah-masalah yang datang…biarkan mereka menyerang, saya punya Tuhan yang jelas dan selalu menggenapi janji-Nya yang membuat tenang.

Ya…selalu sempurna, lihat saja :
1.Kesempurnaan hukum Tuhan itu menyegarkan jiwa dan memberi hikmat.
“Hukum TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa. Perintah TUHAN dapat dipercaya, memberi hikmat kepada orang sederhana.” (Mazmur 19:7 BIS).
2.Jika masih ragu, ingat bahwa Dia tidak pernah lupa, lalai dan meninggalkan kita.
“Nanti akan tiba waktunya Allah membuat semuanya sempurna, dan yang tidak sempurna itu akan hilang.” (I Korintus 13:10).
3.Kegembiraan menyempurnakan hidup kata Paulus.
“Akhirnya, Saudara-saudara, hendaklah kalian bergembira, dan berusahalah menjadi sempurna. Terimalah segala nasihat saya. Hendaklah kalian sehati dan hidup rukun. Allah Yang Mahakasih dan pendamai itu akan menyertai kalian.” (II Korintus 13:11 BIS).

Selamat menikmati … Saatnya katakan, “sempurna!”

H-1

August 12, 2015

“Kebahagiaan tidak harus mewah, kebahagiaan juga tidak harus meriah tapi kebahagiaan bisa datang dari hal yang sederhana dan sikap yang tulus ikhlas bagaimana mensyukuri semua yang ada dengan cara apa adanya.”

Merenungkan tentang kebahagiaan adalah sesuatu yang susah-susah gampang. Susah karena memang ukuran kebahagiaan setiap orang berbeda, gampang karena sebenarnya tinggal kita menyadari dan menikmati setiap hal yang kita miliki menjadi bentuk kebahagiaan kita.

Setelah kami menikah, 10 bulan kemudian muncul si bayi mungil 2,9kg dan panjang 49cm bernama Abigail Clarissa Amos. Dan tidak terasa, besok dia akan berumur 6 tahun.

Waktu cepat sekali berjalan…
Terimakasih untuk anakku Tuhan.
Engkau baik, dan selalu selamanya baik! Karena itu aku berbahagia.