Archive for the ‘senyum’ Category

Hewan Peliharaan

August 30, 2015

“Memiliki hewan peliharaan dapat meningkatkan kebahagiaan dan kualitas hidup kita.” Itu kata sebuah penelitian, ya namanya katanya ya, berdasarkan survey atau apapun mereka punya hak untuk membuat sebuah konklusi tentang suatu hal.

Sebagai hadiah ulang tahun Abby yang ke-5 tahun lalu kami membelikannya sepasang kelinci, sudah beranak dan sudah diberikan ke beberapa orang, sekarang tinggal 5 ekor sisanya. Rencananya sih mau kita bagikan juga ke orang lain supaya (sejujurnya) mengurangi biaya pembelian sayuran untuk pakannya tiap hari. Mau nggak mau sejak sayuran harganya naik, bayangkan saja sawi hijau alias cai sim dari yang biasanya sekitar 6 ribuan sekarang sampai 10 ribuan sekilonya. Wortel juga mengalami hal yang sama. Tanpa bermaksud menyiksa mereka dengan mengurangi jatah sayurannya, untunglah sejak beberapa waktu lalu si oma mencoba memberi makan sisa nasi merah yang sudah di dinginkan dari magic jar, dan ternyata mereka suka. Hahahahaha, ya benar kelinci kami suka makan nasi merah, kerupuk, tempe, dan biasanya tiap sore nagih sambil garuk-garuk pintu belakang minta crackers semacam biskuit-biskuit gitu. Untung nggak sekalian kopi panasnya…buat nongrong sore-sore, heheehehehe!

Memang benar sih dengan punya hewan peliharaan kita tuh lebih punya perhatian, mau nggak mau harus setiap hari menengok mereka dan melihat apa yang terjadi dengan mereka. Masalah bahagia dan kualitas hidup yaaah…saya pikir itu rasa yang harus dipilih untuk dinikmati. Bukan sekedar punya atau nggak punya hewan peliharaan.

“Orang benar memperhatikan hidup hewannya, …”
Amsal 12:10 (TB)

Empati si Abby

August 29, 2015

Wikipedia Bahasa Indonesia mendefinisikan Empati sebagai berikut Empati adalah kemampuan dengan berbagai definisi yang berbeda yang mencakup spektrum yang luas, berkisar pada orang lain yang menciptakan keinginan untuk menolong sesama, mengalami emosi yang serupa dengan emosi orang lain, mengetahui apa yang orang lain rasakan dan pikirkan, mengaburkan garis antara diri dan orang lain.

Jumat yang lalu Maminya Abby mengikuti pertemuan orang tua murid dan guru di sekolahnya Abby. Setelah pertemuan selesai kemudian dilanjutkan dengan pertemuan guru kelas masing-masing. Dalam pertemuan itulah guru kelas Abby bercerita kalau Abby anaknya penuh semangat dan selalu rajin di dalam kelas. Satu lagi dia senang sekali memberi dorongan semangat teman-temannya, kebetulan di samping kanan dan kiri tempat duduknya setiap kali melakukan tugas dari bu guru mereka sering terlambat selesai dan menangis, nah…si Abby kemudian senang memberi semangat supaya teman-temannya bisa selesai. Bagian yang lucu adalah kalau dia beberapa waktu yang lalu malah sering yang telat selesai kerjaannya karena terlalu peduli dengan teman-temannya yang menangis sampe lupa kalau kerjaannya sendiri belum selesai.
Terlalu ber-empati kali ya? Hahahahaha, tapi nggak apa-apalah, untungnya masih bisa kita ingatkan, supaya besok-besok lagi jangan sampai lupa menyelesaikan tugasnya sendiri.

Intisari-online.com memberikan beberapa cara menumbuhkan sikap empati pada anak seperti ditulis di dalam buku All About Kesehatan Anak.

1. Membiasakan anak untuk mengucap kata-kata ajaib seperti terima kasih saat dibantu, maaf saat merasa bersalah, dan tolong saat minta bantuan.

2. Membiasakan anak untuk berkata baik, sopan, dan optimis.

3. Memberikan contoh kepada anak untuk selalu menghormati orang lain tanpa memandang derajat, harta, dan pangkat.

4. Mengajak anak ke panti asuhan, panti jompo, dan rumah singgah anak terlantar untuk menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.

5. Mengajak anak ke kebun binatang, kebun raya, dan berkemah ke tempat kita bisa lebih dekat dengan alam sehingga menumbuhkan peribadi peduli.

Jika anak diajarkan untuk memiliki empati yang lebih baik maka mereka akan memiliki sifat peduli dan kepekaan terhadap orang lain. Dengan empati nantinya anak-anak akan belajar komunikasi, juga sosialiasasi dan menjadi mudah beradaptasi dengan sekitarnya.

Semoga kamu nanti lebih berbahagia, bijaksana dan peduli ya Mbi. Papie tahu kamu punya bekal empati yang baik dalam hidupmu.

Tidak Bisa Berkata-Kata Lagi!

August 28, 2015

Saya teriak memanggil Abby dari dalam kamar tidur, “abbbbbyyyy…” Kemudian dia menjawab dari depan tivi, “iyaaa, apa sih papi…”

Kemudian dia masuk kamar, berdiri didekat saya rebahan lalu meletakkan tangan dan kepalanya di badan saya. Kemudian saya tanya, “besok kan libur nih, kamu mau nggak main dulu sama aku trus bobok sama mami papi malam ini?” Jawabnya, “ah..aku tidak dapat berkata-kata lagi!”

Dan….dia lari kedepan tivi, sementara saya…tidak bisa berkata apa-apa lagi beneran, hahahahahaha!

“Halo, kamu siapa?”

August 15, 2015

Oma masuk ke kamar mandi dan menutup pintu. Sementara Abby asyik menonton film anak-anak di tivi dan tidak memperhatikan apa yang terjadi. Lalu tiba-tiba dia berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi dan kemudian bicara di depan pintu, ” halo…kamu siapa?”

Hahahahahahaha…

Seharusnya sih bisa ngomong, “siapa ya didalam?” Tapi memang kadang si bulet Pumpkin ini sering mengucapkan kata-kata yang tidak terduga. Ah, semoga tetap lucu ya nak…! Tapi kalo sama papie jangan bilang, “halo..kamu siapa?” Ya…

GRAVITASI

August 9, 2015

Akun @infoLengkap menuliskan tweetnya : “Tahukah Anda, Albert Einstein pernah bilang bahwa gaya gravitasi tidak berlaku bagi orang yang sedang jatuh cinta.”

Kata Wikipedia, Gaya Gravitasi dikatakan seperti ini , “Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta. Gravitasi matahari mengakibatkan benda-benda langit berada pada orbit masing-masing dalam mengitari matahari.”

Yang sedang saya pikirkan, bagaimana bisa gaya gravitasi tidak berlaku bagi orang yang sedang jatuh cinta. Apakah cinta yang menyebabkannya? Lalu dimana letak keistimewaannya? Naaah…semoga mbah google membantu saya mencari jawabannya.

Saya menemukan salah satu blog yang menjawab pertanyaan saya, ini halamannya http://genggam-fisika.blogspot.com/2015/03/cinta-dalam-hukum-garvitasi-newton.html?m=1. Oke fix, sekarang tinggal kita mengatur hukum gravitasi tarik menarik antara hati kita dan pasangan. Biar semakin kuat tarikannya, bahkan gravitasi bumi pun kalah karenanya. Yuuk…

Masalah!

August 4, 2015

Setelah sampai dirumah, istirahat sebentar kemudian makan. Lalu saya mengajak ngobrol Abby dengan apa yang dia lakukan disekolah hari ini. Sesudah bercerita sambil menonton kang Sule melucu di acaranya, saya geletakan di depan tivi, Abby pun ikut menyandarkan kepalanya diperut saya.

Kemudian sambil tiduran dia berkata seperti ini, “pap…aku ada masalah nih…”
Ahahahahaha, maminya langsung menyahut, “masalah apa Bi?” Jawabnya, “iya…masalahnya aku harus dicium nih.”

Ahahahahaaha…
Senang dan gemes aja, pake bahasa dan alasan yang lucu, mau dicium tapi dengan alasan, “aku ada masalah.”

Ini baru obat capek!!