Archive for the ‘pekerjaan’ Category

Ngopi Sore Bareng Driver GoJek

August 28, 2015

Baru saja ngopi dengan seorang driver GoJek, sambil istirahat saya ngobrol-ngobrol dia lihat aplikasinya kali-kali kalau-kalau ada customer yang butuh. Dan ndilalah kok dapetnya mantep…tertulis di aplikasinya dapat 97ribu, padahal ini masih promo 15ribu lho jarak jauh maupun dekat. Wah, lumayan juga menurut saya. Ternyata sisa kelebihan yang seharusnya dibayar oleh customer dibayari oleh pihak gojek.

Jadi kalau dia bisa mendapat customer yang lumayan jaraknya, hitunglah 4 kali sehari, uang 300ribu memanglah nggak susah. Ngomong-ngomong tadi dia dapat customer dari lebak bulus sampai parung, jauh juga sih. Pas jumat sore, jam macet…tapi demi penghasilan yang lumayan kenapa enggak?

Saya sih nggak nolak juga kalau bisa ngelamar jadi tukang GoJek, masalahnya keterikatan waktu kerja sekarang memang tidak bisa ditawar. Ya sudahlah, nggak papa, pasti keadilan Tuhan juga berpihak pada saya untuk mendapatkan jatah saya.

Eh, kalau 300ribu kali 20hari kerja aja udah 6juta, lebih banyak banget dari gaji saya sekarang. Hahahahahaha, pikir-pikir….

Ah, sudahlah…

Waktu Tempuh

August 22, 2015

Yang terjadi hari ini nih:
Cinere Residence
05.00 bangun,
06.30 berangkat,
07.45 studio 1 CBN Cikarang
08.00 ruang ganti/rias–script reading, touch up, wardrobe
10.00 taping modul 1
13.00 makan siang
14.00 taping modul 1 lanjutan
15.30 break kopi n pisang goreng
16.00 taping modul 2
19.30 bungkus! receipt signing, contract, bawa pulang makan malamnyaaah
21.45 nyampe lagi Cinere Residence
22.30 main dikamar sama Abby
23.00 mandi

Thanks God, mau bilang apa lagi…itu yang terbaik!

Dia Memang (Jual) Tahu

August 15, 2015

Dalam seminggu 2x dia datang, tiap hari selasa pagi dan sabtu pagi. Dan seperti biasanya, hari ini pun dia datang. Baru saja saya bangun dan menemani Abby nonton tiba-tiba terdengar teriakannya yang khas, “tahuuuuu Banduuuung…!”

Segera saya buka pintu dan saya jawab, “iya Mang…tunggu sebentar ya?” Kemudian saya ambil wadah dan Oma keluar dari kamar, saya tanya, “mau beli berapa Ma? Oma menjawab, “dua puluh aja!” Dan saya berjalan cepat kedepan dan berkata, ” dua puluh aja Mang!” Lalu dengan cekatan si Mang mulai menata tahu diwadah yang saya bawa, setelah selesai kemudian dia berkata, “ini sudah saya tambahin 5 buat ngeganti kemaren yang asem ya?” Waaah, saya terkejut dan berkata iya, “terimakasih mang” saya sodorkan uang 50ribu untuk membayarnya, kemudian dia mulai mengeluarkan kembalian, setelah dihitung dia mengembalikan 34ribu, padahal saya beli 20ribu. Jadi saya kembalikan padanya 4ribu, tapi dia memaksa katanya nggak papa buat gantiin yang kemarin. Saya pikir sudah diganti tahu baru saja sesuatu banget apalagi masih ditambahin uang meskipun cuma 4ribu.

“Orang jujur selamat karena ketulusan hatinya; orang yang tak dapat dipercaya, terperosok oleh keserakahannya.” (Amsal 11:6 BIS). Membaca ayat diatas sungguh luar biasa, padahal kalau menurut saya bukan salah si Mang penjual tahu sehingga tahu yang terakhir dibeli Oma asem, sudah pasti itu salah si tukang bikin tahu dipabriknya. Namun kejujuran Mang Tahu dan ketulusan hatinya menggantikan asemnya tahu yang kemarin dengan kegirangan saya, lumayan bukan 5 tahu gratis?

Saya belajar tentang kejujuran, ketulusan dan kebaikan hati dari seorang tukang tahu pagi ini. Seperti petuah bijak mengatakan, “Lebih baik berpenghasilan sedikit dengan kejujuran, daripada berpenghasilan banyak dengan ketidakadilan.” (Amsal 16:8 BIS). Saya percaya pasti penghasilannya akan lebih, jika dia bisa jujur dan dengan saya, pasti dia jujur juga dengan pelanggan-pelanggan lainnya. Karena saya percaya dia masih mempercayai Tuhannya untuk berlaku jujur.
“TUHAN menghendaki orang berlaku jujur dalam perdagangan, juga dalam memakai ukuran dan timbangan.” (Amsal 16:11 BIS).

Ya memang tidak semua orang melakukan kejujuran dalam usahanya, tapi jika melihat ayat ini orang tentunya akan berpikir kembali seharusnya. “Kekayaan yang diperoleh dengan tidak jujur cepat hilang dan membawa orang ke liang kubur.” (Amsal 21:6 BIS).

Semoga makin banyak orang yang bisa sejujur Mang Tahu pagi ini…ya semoga!

Memori Yang Rusak

August 4, 2015

“…Dan terjadi lagi, kisah lama yang terulang kembali…” Hadeeeuuuuh, seperti lagunya mas Ariel saja kejadian hari ini. Pernah saya tulis sebelumnya sih diblog tentang hilangnya seribuan foto saya di kartu memori henpon blekberi saya. Eh iya, jadi judulnya itu bukan memori atau kenangan tentang suatu hal, tapi memory card, kartu buat nyimpen foto dan data-data di henpon.

Nah, dari pagi sudah ada tanda-tanda beberapa kali kok ada tulisannya memory card tidak terkoneksi dan di aplikasi Whatsapp juga tiba-tiba muncul memory card full and disabled, nah…saya cek beberapa kali masih bisa buka foto-fotonya. Sayangnya saya tidak cepat tanggap untuk segera menyalinnya di laptop padahal pagi tadi lagi update antivirus sekalian mestinya bisa. Yaaah, namanya juga saya pikir aman jadi ya nggak terlalu mengganggu. Tapi ternyata setelah mulai kerja muncul lagi tulisan-tulisan itu. Saya masih diamkan. Pas istirahat makan siang baru saya bisa buka lagi, saya coba untuk dicabut dan dibuka manual pake laptop, ternyata tetap tidak mau, tidak bisa dan ….yaaah sudahlah. Saya menganggapnya mungkin sudah saatnya dia meninggalkan saya, meninggalkan kenangan dan sisa-sisa foto yang terambil diberbagai momen disana.
Sebelum pulang saya sempat cerita dengan teman, dan ternyata henpon asus 5nya pun mengalami masalah yang sama dengan saya beberapa hari yang lalu. Dia masih bisa diformat ulang dan dipakai lagi memorinya, tapi tetap kehilangan foto-foto memorinya. Sementara saya ya…bablaaas, ilang kabeh isinya.

Tulisan pak David J.Schwartz seperti ini bunyinya, “Ujian bagi seseorang yang sukses bukanlah pada kemampuannya untuk mencegah munculnya masalah, tetapi pada waktu menghadapi dan menyelesaikan setiap kesulitan saat masalah itu terjadi.” Lhaah…saya memang bukan orang yang bisa dibilang sukses ya, tapi sueeerrr…saya sedang mencoba berjuang untuk sukses. Ngomongin tentang ujian orang sukses seperti diatas memang nggak gampang. Namun menyelesaikan masalah memori yang hilang isinya itu perlu dihadapi dengan perut yang terisi, kepala yang sedikit pusing tapi mesti mikir dengan bener sekaligus menata hati biar nggak esmosi. Untunglah saya punya solusinya, saya ganti dengan memori yang di henpon nokia sejuta umat saya, ada memori 2GB yang lumayan meskipun kalah kecil dibandingkan dengan memori 4GB yang rusak. Paling tidak saya nggak harus keluar uang dulu untuk sementara waktu buat beli kartu memori yang baru.

Oke sip, jadi sembari saya menulis ini, saya masih bisa kembali memotret dengan kamera yang cuma 3,15mpixel dan menyimpannya kembali. Sekalian juga nanti bisa memindahkan beberapa foto-foto yang masih tersimpan di laptop saya.

Mungkin memori yang rusak tidak bisa diperbaiki, tapi kita bisa membuat memori yang baru, yang bisa menceritakan kisah yang baru juga. Oalah memori…memori…!

CASTING

July 24, 2015

Kemarin siang menjelang sore, tiba-tiba ada pesan masuk di telepon saya. Ada permintaan untuk ikutan casting host/icon sebuah produk untuk anak-anak sekolah minggu gereja. Wah, dalam hati sih berkata kesempatan ini untuk menjajaki dunia yang baru.

Sepulang menjemput si mami, saya kasih lihat pesannya dan si mami menyetujui. Ya sudah, akhirnya pagi ini saya berangkat deh. Setelah minta petunjuk kebeberapa teman, termasuk tim yang menghubungi saya. Akhirnya saya memilih satu jalur perjalanan yang relatif mudah. Maklum meskipun disekitaran wilayanh jabodetabek, tetap saja saya masih buta wilayahnya.

Dari depan lapangan Bhayangkara Blok M saya naik shuttle bus ke Lippo Cikarang, dengan membayar 20ribu rupiah sampailah saya di bundaran ujung ldekat gedung CBN tempat saya casting. Dan saya datang memang jauh sebelum jam kesepakatan dibuat, biar nggak telat sekaligus belajar jalannya lewat mana saja. Setelah masuk gedung dan lapor kemananan saya menunggu sambil baca buku, ditengah-tengah menunggu ternyata ketemu dengan Uthe, teman yang mengundang saya casting jadilah kami ngobrol. Jam makan siang saya makan dikantinnya, lumayan murah dan enak…ala-ala warteg menunya. Selesai makan saya didekati cowok dan menayakan nama, ternyata ini yang menghubungi saya kemarin, Eben anak kelahiran Semarang, ber-ktp Jakarta dan kuliah diBandung, sekarang magang diCikarang. Top!!

Sambil menunggu, ternyata ada satu lagi calon yang dicasting, cewek dari Bandung, masih dalam perjalanan dan belum ada kabarnya. Jadi saya sempatkan untuk mempelajari konsep hostingnya seperti apa, pelajaran-pelajaran yang akan disampaikan dan script yang akan dibacakan nanti.

Akhirnya, jam 2 lewat, datanglah si Priska, nama cewek yang jadi tandem saya casting host. Setelah mempelajari dan tanya-tanya, langsung kita dibawa ke studio 1, ruangannya sih kecil mirip kamar sebenarnya, dari situlah kita berlatih untuk take yang pertama. Take pertama dievaluasi, kemudian diarahkan ulang, akhirnya take kedua dengan materi masih sama, selesai kameramen bilang, “better” saya nyahut, “better emang lebih baik”. Mirip-miripin iklanlah ya, hahahaha! Break sebentar, persiapan kemudian take ketiga, selesai sampai take keempat untyk menghabiskan semua konsep modul yang ditawarkan. Lalu tiba giliran masing-masing dishoot, saya sendiri dan Priska sendiri, yang diminta dari saya untuk memberikan trik dan tips menangani crowd dan anak yang aktif. Oke…bungkus!!

Selesai shootingnya, saya diajak ngobrol sebentar didepan kantin, dobeliin teh anget, kata mbak dari Jogja yang juga crew CBN udah pada pucet kedinginan AC. Biar hangat katanya, takut masuk angin. Diakhiri dengan foto bersama, dan saya diajak bareng dengan Uthe pulang, diantar sampai terminal shuttle.

Ah, senang saya dapat kesempatan hari ini. Entah dikontrak nanti jadi atau enggak, ya nggak masalah…tapi saya pernah punya pengalaman casting dan shooting. Kalo papinya nggak bisa, siapa tau anaknya si Abby bisa? Ya kan? Paling tidak, saya menuliskan pengalaman hari ini menjadi kesan dan kebaikan Tuhan yang saya bisa nikmati.

2 TAHUN

July 9, 2015

Pagi tadi saat membuka sabak elektronik yang boleh saya pakai, saya melihat ada notifikasi dari salah satu media sosial LinkedIn, kalau hari ini saya sudah bekerja di tempat kerja sekarang selama dua tahun. Tidak terasa ternyata, setelah waktu itu memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan sebelumnya, kemudian menganggur kira-kira dua bulanan. Terimakasih untuk kawan saya Triana yang memberikan tawaran waktu itu sehingga saya kembali menikmati kesempatan untuk mengajar anak-anak.

Mulai menjalani tahun ketiga ini dengan kelas yang berbeda, setelah sekian lama berada dilevel pre-kindergaten alias pra sekolah, sekarang berkesempatan mengajar di kindergarten one, alias TK kecil. Dengan murid yang berbeda, cara belajar yang berbeda, demikian juga tanggung jawab yang berbeda, saya akan banyak sekali belajar selama satu tahun kedepan.

Mengutip kata bijak dari Guru Ching Hai bahwa “Kebahagiaan adalah karena diri kita tidak berubah, dalam situasi apapun kita tetap stabil, tetap sama” sunggguhlah merupakan perjuangan sekaligus kenikmatan yang akan saya jalani. Kebahagiaan saya menjadi guru akanlah tetap sama, ketika murid-murid yang saya ajar dan didik mendapatkan sesuatu dalam perjalanan hidup masa kanak-kanaknya, untuk tetap tidak berubah, tetap stabil dalam situasi apapun itu yang berbeda, hal itulah yang harus saya terus perjuangkan.

Menjadi pengajar dan pendidik adalah kebahagiaan saya. Seperti petuah bijak ini yang bisa saya tangkap, “Air yang tak bergerak lebih cepat busuk. Kunci yang tak pernah dibuka lebih mudah serat. Mesin yang tak dinyalakan lebih gampang berkarat. Hanya perkakas yang tak digunakanlah yang disimpan dalam laci berdebu. Alam telah mengajarkan hal ini; Jangan berhenti berkarya, atau Anda akan segera tua dan tak berguna.” Dan saya tidak ingin berhenti berkarya, meskipun hanya menjadi guru TK!

Arabian & Arabica

July 9, 2015

Menjelang anak-anak pulang, seperti biasa kita mereview apa saja yang sudah dikerjakan hari ini. Dan juga meningatkan kembali kalau besok kita akan ada acara yang berbeda dengan biasanya. Saya berkata, “jadi besok kita akan ada Arabian party yaa…ada nonton film, foto-foto dan juga dancing-dancing bersama.” Kemudian salah satu murid saya yang lucu ini menjawab, ” Arabica yaaa…”
Hahahahahaha….pecaaah suasana, Arabica kaya kopi aja. Si anak ini nyengir sambil ketawa-ketawa.

Memang dekat kali ya Arabian dan Arabica, atau memang ada hubungannya? Entahlah…mungkin Arabian senang ngopi Arabica atau Arabica yang senang dengan model Arabian. Eniwei…senang, lucu dan campur bangga sekaligus heran, bagaimana anak ini bisa menghubungkan dua kata yang hampir mirip di siang ini.

You make my day girl…!!!

Andai saja Arabian Party besok ada Arabica coffee mungkin akan sangat cocok, sayangnya anak-anak kan nggak minum kopi, hehehehehe.
Well, at least ada kata yang nyantol dikit meskipun beda arti dan maksudnya.

Dan saya akan menunggu celotehnya yang lain. Semoga plesetan katanya lebih baik…biar kelasnya juga bisa mencetak pelawak, nggak cuma mencetak orang pinter-pinter saja. Bayangkan apa artinya sekolah, hidup dan kepandaian tanpa sense of humor? Its gonna be very boring life! Trust me…its connected now between Arabian and Arabica.

kepengen (ternyata sudah) kaya

June 30, 2015

Berdasarkan kitabgaul.com arti kata pengen itu adalah
mau, ingin, maunya. Nah, sore ini tiba-tiba saya kok pengen… gorengan menjelang sampai rumah, eh bukan itu sih…anu emmm….saya itu pengen…kaya. Boleh kan? Boleh dong … Masa nggak boleh sih? Tapi…untung itu hanya kepengen saja, gara-garanya ketemu sama seorang yang lebih muda dari saya sudah berpenghasilan lebih dari empat puluh juta perbulan. Eittsss…beneran cuma pengen aja kok.

Ditengah perjalanan pulang saya berbincang dengan istri tentang apa yang barusan saya alami. Terimakasih kepada penolong hidup saya ini, karena dia mengingatkan bukan masalah jumlah uang yang didapat berapa banyak tiap bulannya, tapi apakah pekerjaan yang dijalankan sekarang memenuhi visi hidup saya dan passion saya.

Dan setelah sampai rumah kepengenan saya yang mau jadi kaya luntur setelah tercium aroma ikan teri medan yang digoreng Oma. Jadi, segeralah nasi merah, tahu goreng, ikan teri dan sayur terserah alias sayur lo…deh berkolaborasi menenangkan gejolak perut saya. Ternyata pikiran-pikiran yang mbalelo ini bisa dijinakkan dengan sepiring makanan. Oh ya, ngomong-ngomong ternyata saya kaya, karena saya masih bisa makan uenakkk…dan nikmaaat. Ada yang duitnya buanyaaak…tapi takut, bingung dan ribet mau makan saja. Enggak nyindir sih, tapi kadang beneran lho.

Dan jelas selama 30 hari di bulan Juni ini saya menuliskan betapa kayanya saya, bisa menikmati banyak hal dan menuliskannya. Terimakasih buat byotenega.wordpress.com yang mengajak #NulisRandom2015 dan juga @nulisbuku yang sudah merituit tulisan saya.

“Karena berkat TUHAN sajalah orang menjadi kaya; kerja keras tak dapat menambah harta.” (Amsal 10:22 BIS ).

#NulisRandom2015selesai

semangkuk sup tofu untuk anak perempuanku

June 23, 2015

Hari ini tinggal kami berdua dirumah karena si mami harus kerja, jadi saya sudah menyiapkan beberapa hal yang bisa dilakukan pagi ini. Termasuk masak! Ya masak. Nggak sombong sih, kalau soal masak…saya sih jelas kalahlah sama Oma, chef Juna atau Chef-chef yang lain…hiks! Tapi soal masakan dengan kasih sayang…hahaahahaha…saya masih jagonya. Beneran…jadi gini nih ceritanya…

Semalam saya tanya Abby, mau dimasakin apa untuk sayurnya? Dia jawab, “aku mau sup tofu pap.” Oke deh, karena stok tofu dirumah habis, jadi setelah mengantar si mami berangkat kerja, kita kemudian ke minimarket beli tofu dan wortel manis.

Sampai rumah mulailah proses masak memasak. Saya siapkan dulu yang penting buat Abby biar beres, karena resep dan masaknya sederhana jadi lebih cepat. Langsung dilanjut untuk makan hari ini, saya masak tumis sawi putih wortel dan tahu, ini juga masakan sederhana dan cepat. Jadi kira-kira satu jam kemudian semua sudah beres. Termasuk goreng tempe dan tahu. Nikmatnya…memasak, biar cape tapi puas.

Saya puas karena tiba-tiba Abby datang kedapur dan bertanya, “mana supnya pap?” Saya jawab,”ini kak, masih dipancinya…” “Aku boleh cobain pap? Dua aja tofunya ya? (Maksudnya dua iris kecil)” kemudian dia mengambil mangkuk dan meminta saya mengambilkan supnya. Setelah saya siapkan kemudian dia menyantapnya pelan-pelan, dan saya tanya, “gimana kak rasanya?” Lalu Abby jawab lagi, “emm….aku jadi jurinya ya (serasa lomba masak gitu gayanya) supnya…..delicious pap!” “Yeeeeaaaay….thanks kak” papi berhasil. Inilah rasa puas hari ini …
Semangkuk sup tofu yang dicobanya enak dan dilahapnya sampai habis.

Ngomong-ngomong, papi-papi yang lain masak apa hari ini?

NGARIT

June 18, 2015

Miturut kamus Wiktionary Basa Jawa kata ngarit (krama/ngoko) artinipun punika golèk sukêt nganggo arit; Ngarit berasal dari kata arit alias sabit, ngarit berarti menggunakan arit untuk melakukan pemotongan, khususnya rumput untuk pakan ternak.

Pagi ini saya ngarit, cari rumput di sekitaran sawah dan ladang dekat komplek perumahan. Semalam nggak belanja sayuran buat para kelinci, jadi stok habis. Tadi setelah nganter si mami kerja, pulangnya disempetin mampir ke Bakti Karya tenpat grosir barang-barang kelontong dan sayuran tapi ternyata stok sudah habis bis…bis! Mungkin semalam sudah diborong semua untuk kebutuhan sahur tadi pagi.

Back to ngarit…! Hehehehehe…sudah lama sekali saya tidak melakukannya, dari agustus tahun lalu saja cuma sekali dua kali buat makanan si cika dan cemong. Teringat dulu jaman punya kambing dan sapi, setelah pulang sekolah, kalo ngangon (nggembalain kambing atau sapi) bisa ditinggal, biasanya yang penting indukannya ditali, yang lain mengikuti disekitarnya aja, ya kadang disempetin buat nyari rumput alias ngarit. Pengalaman dulu ternyata masih bisa dilakukan sekarang meskipun agak kagok alias kaku.

Padahal tadinya saya ngajak Abby buat ngarit, biar punya pengalaman cari rumput, tapi dia nggak mau…lebih milih nonton “The Chipmunks” alasannya diluar panas…aku nonton aja deh! Hahahaha…ya udahlah, nggak papa…mungkin besok-besok lagi dia tertarik untuk melakukan seni mecari rumput. Biar nggak dibilang “ndeso”, hehehehe!