Archive for the ‘kisah kehidupan’ Category

NOMBOK

September 19, 2017

Sore baru saja bergulir, beberapa saat saya baru saja sampai rumah dan si bulet sedang bersedih karena mendapatkan nilai yang baginya kurang memuaskan disalah satu mata pelajaran di tes kemarin. Jadilah saya berkeinginan untuk menghiburnya dengan mengajaknya jajan di warung belakang kompleks, sedikit uang saya dapatkan sore ini setelah sebuah penjualan di media sosial saya disambut berhasil dibeli. 

Dan tanpa diduga, tiba-tiba ketika kami berdua hendak berputar keliling kompleks, baru maju kurang lebih lima puluh meteran ban mobil belakang bergoyang. Segera saya bawa kembali pulang, sementara si bulet berlari di depan motor. Saya naikkam standar tinggi saya cek bannya tidak menemukan sesuatu yang menancap, sementara cairan penambal ban yang saya pasang meluber keluar sampai di luar ban tapi tidak menutup lubangnya. Jadilah saya bawa ke bengkel depan kompleks dan menemukan ternyata ban dalamnya sudah sobek. 

Jadilah sebenarnya nombok kali ini, buat isi bensin, bayar ban dalam dan jajan. Ya sudah, mau bilang apa lagi karena keadaannya menang demikian yang terjadi. Pelajarannya apa? Seorang pelatih pembelajaran yang saya tahu pernah mengatakan demikian, “jangan melekat dengan apapun” ya apapun, manusia, harga benda bahkan segala sesuatu. Saya jadi teringat dengan apa yang Tuhan Yesus katakan, “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” ​Matius 6:21 (TB), begitu mengalami kesulitan dalam hal keuangan, rasanya menang sangat sedih, sedikit yang didapat keluarnya mendadak banyak. Tapi Tuhan selalu mengajarkan tentang syukur, juga tentang sebuah peringatan bahwa hidup tidak bergantung pada harga benda, seperti dikatakan dalam Lukas 12:15 (TB)  Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”
Untuk pelajaran nombok hari ini saya bersyukur. 

Advertisements

Meredam Dengan Mie Ayam

September 15, 2017

“Kebahagiaan tergantung pada apa yang anda berikan, bukan pada apa yang anda peroleh” Mohandas Gandhi

Semangkok mie ayam seharga sepuluh ribu rupiah yang dijual oleh abang-abang uang lewat depan rumah sore kemarin adalah sebuah obat penawar gundah dan kekesalan untuk istri saya, setelah seharian belajar dan belajar untuk persiapan wawancara kerja siang ini. Kekesalannya terluapkan dengan isakan dan air mata karena sudah merasa tidak bisa mengerjakan sesuatu yang memang bukan keahliannya. Saya usap dari belakang dan katakan, “sudah …. Santai saja, kamu sudah berusaha kok. Nanti kalau ada mie ayam lewat aku belikan ya biar semangat lagi!” Dan begitulah sore kemarin, kami berdua menikmatinya meskipun cuma semangkok, lumayan mengobati dan mengiring sore menuju keindahannya sembari melihat serial televisi rahasia cinta.

Adakalanya, keindahan dan kekuatan bisa didapat dari sedikit perhatian dan semangkok mie ayam. 

3 Permintaan

August 13, 2017

Menjelang ulang tahunnya yang ke 8 bulan ini, Abby mengajukan 3 permintaan yang menurut saya sangat mengharukan, mungkin dia juga mengerti dengan keadaan keuangan kami yang belum pulih. Permintaannya sederhana saja:

1. 8 judul film DVD yang dia tuliskan untuk dibeli sebagai koleksi baru.

2. Adventure alias jalan-jalan mengelilingi sekitar perumahan.

3. Kue ultah dengan lilinnya di malam menjelang hari ulang tahunnya.

Permintaan sederhana ini membuat trenyuh papi maminya karena anak ini begitu mengerti keadaan papi dan maminya yang sedang tidak begitu baik kondisi keuangannya. Percakapan sore hari kemarin sambil tiduran di kamar papinya dia bilang, “aku bersyukur kok pap biar nggak ada perayaannya yang penting nanti malam aku ada tiup lilinnya saja.”

Ah, semoga nggak akan seperti ini ya Mbi tahun depan. Percaya bahwa janji Tuhan untuk kehidupanmu akan lebih baik dan cerah. Percaya bahwa kebaikan dan berkat mengiringmu selama hidupmu. Percaya bahwa kemurahan dan kelimpahan dari Tuhan akan mengiringmu selama kau berjalan dalam firman Tuhan.

Selamat ulang tahun yang ke-8 ya Pumpkin sayang papi mami.

Sayur Bunga Pepaya

May 28, 2016

Bunga pepaya di depan rumah sudah kesekian kalinya dipanen. Meskipun sudah saya potong dan kemudia tumbuh empat cabang baru Dan pagi ini Oma minta untuk dipanen lagi karena selain sudah mulai banyak bunganya juga ada rencana mau berbagi ke tetangga samping rumah yang mantunya selalu ngiler lihat bunga pepaya kita. Dengan semangat sabtu pagi yang membara setelah olahraga dan sarapan saya niatkan mulai mengambil bunga pepaya itu, sayangnya…saya terlalu pendek. Hahahahaha…memang kenyataannya demikian, saya harus pakai alat bantu, kursi didalam rumah saya buka dan naikin di bawah pohon pepaya, ternyata hanya memabantu sementara. Kemudian saya ambil tongkat bambu kecil yang saya kasih pengait kawat bekas jemuran untuk membantu saya menarik bunga-bunganya. Singkat cerita bereslah sudah saya memanen, giliran istri saya yang memilih dan memotong bagian yang dimasak, saya tinggal geletakan lagi dan Oma sudah bersiap-siap dengan bumbu-bumbu untuk memasaknya.

Nggak terasa, sudah jam 1 siang, habis selesai nyuci motor rasa lapar sudah mengejar-ngejar. Jadi waktu yang pas buat saya untuk menikmati makan siang. Dan tumis bunga pepaya dengan kangkung juga teri didalamnya sudah sangat menggugah selera plus ikan kembung goreng jadilah makan siang sabtu ini sesuatu yang sangat nikmat luar biasa. Ya sederhana saja, tapi penuh dengan kenikmatan dan keindahan, dari kecil saya tanam dan pisahkan pohon pepaya ini, melewati masa-masa kekurangan air, hingga harus dipotong dan kembali memunculkan bunganya menjadi sebuah perjalanan yang luar biasa. Saya menanam, menyiram dan memanennya, tapi untuk sampai dimeja makan ada tangan istri saya yang memilih dan oma yang memasak. Semua ada bagian-bagiannya yang menjadikan sayur bunga pepaya ini menjadi sebuah cerita.

Kenikmatan sederhana hari ini adalah sebuah pelajaran. Iya pelajaran bahwa, meskipun saya yang menanam, menyiram dan memelihara pohon pepaya hingga berbunga dan siap di masak pun semuanya tidak akan terjadi tanpa Tuhan yang memberi pertumbuhan pada pohon pepaya. Seperti kata Paulus pada jemaat Korintus, “Saya menanam dan Apolos menyiram, tetapi Allah sendirilah yang membuat tanamannya tumbuh.”
“Jadi yang penting adalah Allah, sebab Dialah yang menumbuhkan. Yang menanam dan yang menyiram tidak penting;””keduanya adalah sederajat. Masing-masing akan menerima upah menurut jerih payahnya.” (I Korintus 3:6-8 BIS). Terimakasih Tuhan untuk memberi pertumbuhan dan kehidupan pada pohon pepaya saya, dan tetap memelihara kehidupan saya dan keluarga.

KEKUATAN

January 18, 2016

“Jika engkau putus asa dalam keadaan gawat, maka engkau orang yang lemah.” Amsal 24:10 (BIMK)

“Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.” Amsal 24:10 (TB)

“If you faint in the day of trouble, your strength is small!” Proverbs 24:10 (NET)

Ternyata besar dan kecilnya kekuatan tidak ditentukan oleh olah otot, ngegym dan angkat beban. Kekuatan di uji dengan keadaan, kesesakan, keadaan gawat dan kekuatan ternyata lebih mencengangkan lagi, ia terletak di dalam hati. Kalau saya bilang kuat, wah…bisa-bisa saya menyombongkan diri. Kalau saya bilang lemah, putus asa dan tawar hati itu artinya saya melemahkan kuasaNya dan tidak memberikan pengakuan bahwa Tuhan saya mampu, kuat dan bisa melemahkan masalah. Jadi?  Secara manusia saya akan mengakui kelemahan saya dan meminta pertolongan dan campur tanganNya memberikan kekuatan untuk menghadapi masa kesesakan dan tawar hati.

Bagaimana membuktikannya?

Seperti ini, Abby sering meminta saya menggendongnya. Namanya juga anak-anak, meskipun sudah 6 tahun dan memilik berat badan 27 kilogram….whhhuuuuuhhh, tetap saja dia dengan sengaja meminta untuk digendong. Tidak setiap waktu sih, namun tetap saja menggendong seberat itu sementara saya juga berpostur pendek aduhai begini, terlihat sangatlah lucu. Eniwei, gambaran sederhana ini saya pakai untuk menunjukkan bahwa seberat apapun berat badan, eh…beratnya keadaan yang saya hadapi saya masih tetap bisa meminta Bapa di Surga menggendong saya dan meringankan keadaan saya.

Abby percaya bahwa saya papinya mampu, kuat dan bisa menggendongnya dengan aman, nyaman dan nikmat. Begitupun kehidupan yang saya jalan, saya percaya penuh bahwa kekuatan saya tidaklah sekuat tantangan, tapi bersama Bapa saya, kami menanggungnya bersama-sama.

Hewan Peliharaan

August 30, 2015

“Memiliki hewan peliharaan dapat meningkatkan kebahagiaan dan kualitas hidup kita.” Itu kata sebuah penelitian, ya namanya katanya ya, berdasarkan survey atau apapun mereka punya hak untuk membuat sebuah konklusi tentang suatu hal.

Sebagai hadiah ulang tahun Abby yang ke-5 tahun lalu kami membelikannya sepasang kelinci, sudah beranak dan sudah diberikan ke beberapa orang, sekarang tinggal 5 ekor sisanya. Rencananya sih mau kita bagikan juga ke orang lain supaya (sejujurnya) mengurangi biaya pembelian sayuran untuk pakannya tiap hari. Mau nggak mau sejak sayuran harganya naik, bayangkan saja sawi hijau alias cai sim dari yang biasanya sekitar 6 ribuan sekarang sampai 10 ribuan sekilonya. Wortel juga mengalami hal yang sama. Tanpa bermaksud menyiksa mereka dengan mengurangi jatah sayurannya, untunglah sejak beberapa waktu lalu si oma mencoba memberi makan sisa nasi merah yang sudah di dinginkan dari magic jar, dan ternyata mereka suka. Hahahahaha, ya benar kelinci kami suka makan nasi merah, kerupuk, tempe, dan biasanya tiap sore nagih sambil garuk-garuk pintu belakang minta crackers semacam biskuit-biskuit gitu. Untung nggak sekalian kopi panasnya…buat nongrong sore-sore, heheehehehe!

Memang benar sih dengan punya hewan peliharaan kita tuh lebih punya perhatian, mau nggak mau harus setiap hari menengok mereka dan melihat apa yang terjadi dengan mereka. Masalah bahagia dan kualitas hidup yaaah…saya pikir itu rasa yang harus dipilih untuk dinikmati. Bukan sekedar punya atau nggak punya hewan peliharaan.

“Orang benar memperhatikan hidup hewannya, …”
Amsal 12:10 (TB)

Ngopi Sore Bareng Driver GoJek

August 28, 2015

Baru saja ngopi dengan seorang driver GoJek, sambil istirahat saya ngobrol-ngobrol dia lihat aplikasinya kali-kali kalau-kalau ada customer yang butuh. Dan ndilalah kok dapetnya mantep…tertulis di aplikasinya dapat 97ribu, padahal ini masih promo 15ribu lho jarak jauh maupun dekat. Wah, lumayan juga menurut saya. Ternyata sisa kelebihan yang seharusnya dibayar oleh customer dibayari oleh pihak gojek.

Jadi kalau dia bisa mendapat customer yang lumayan jaraknya, hitunglah 4 kali sehari, uang 300ribu memanglah nggak susah. Ngomong-ngomong tadi dia dapat customer dari lebak bulus sampai parung, jauh juga sih. Pas jumat sore, jam macet…tapi demi penghasilan yang lumayan kenapa enggak?

Saya sih nggak nolak juga kalau bisa ngelamar jadi tukang GoJek, masalahnya keterikatan waktu kerja sekarang memang tidak bisa ditawar. Ya sudahlah, nggak papa, pasti keadilan Tuhan juga berpihak pada saya untuk mendapatkan jatah saya.

Eh, kalau 300ribu kali 20hari kerja aja udah 6juta, lebih banyak banget dari gaji saya sekarang. Hahahahahaha, pikir-pikir….

Ah, sudahlah…

Waktu Tempuh

August 22, 2015

Yang terjadi hari ini nih:
Cinere Residence
05.00 bangun,
06.30 berangkat,
07.45 studio 1 CBN Cikarang
08.00 ruang ganti/rias–script reading, touch up, wardrobe
10.00 taping modul 1
13.00 makan siang
14.00 taping modul 1 lanjutan
15.30 break kopi n pisang goreng
16.00 taping modul 2
19.30 bungkus! receipt signing, contract, bawa pulang makan malamnyaaah
21.45 nyampe lagi Cinere Residence
22.30 main dikamar sama Abby
23.00 mandi

Thanks God, mau bilang apa lagi…itu yang terbaik!

SEMPURNA

August 21, 2015

Setelah murid-murid ada perintah, “bubar jalan” kemudian mulai aktivitas olahraga pagi itu disebuah sekolah lanjutan pertama kemudian terdengar lagu pengiringnya. Eh…ternyata lagunya Andra dan Tulang belakang, Andra and the Backbone maksudnya, “sempurna”.

Ahaaa, mengingatkan saya hari ini betapa Tuhan menjadikan sempurna segala sesuatu dimata-Nya. Seperti pemazmur manuliskan, “(Perbuatan Allah sempurna janji TUHAN dapat dipercaya. Ia seperti perisai bagi semua yang berlindung pada-Nya.” (Mazmur 18:30 BIS).

Pagi yang cerah, hari yang indah, anak senang berangkat sekolah, saya dan istri kerja dengan berkah. Urusan hutang, duit yang kurang dan masalah-masalah yang datang…biarkan mereka menyerang, saya punya Tuhan yang jelas dan selalu menggenapi janji-Nya yang membuat tenang.

Ya…selalu sempurna, lihat saja :
1.Kesempurnaan hukum Tuhan itu menyegarkan jiwa dan memberi hikmat.
“Hukum TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa. Perintah TUHAN dapat dipercaya, memberi hikmat kepada orang sederhana.” (Mazmur 19:7 BIS).
2.Jika masih ragu, ingat bahwa Dia tidak pernah lupa, lalai dan meninggalkan kita.
“Nanti akan tiba waktunya Allah membuat semuanya sempurna, dan yang tidak sempurna itu akan hilang.” (I Korintus 13:10).
3.Kegembiraan menyempurnakan hidup kata Paulus.
“Akhirnya, Saudara-saudara, hendaklah kalian bergembira, dan berusahalah menjadi sempurna. Terimalah segala nasihat saya. Hendaklah kalian sehati dan hidup rukun. Allah Yang Mahakasih dan pendamai itu akan menyertai kalian.” (II Korintus 13:11 BIS).

Selamat menikmati … Saatnya katakan, “sempurna!”

Dia Memang (Jual) Tahu

August 15, 2015

Dalam seminggu 2x dia datang, tiap hari selasa pagi dan sabtu pagi. Dan seperti biasanya, hari ini pun dia datang. Baru saja saya bangun dan menemani Abby nonton tiba-tiba terdengar teriakannya yang khas, “tahuuuuu Banduuuung…!”

Segera saya buka pintu dan saya jawab, “iya Mang…tunggu sebentar ya?” Kemudian saya ambil wadah dan Oma keluar dari kamar, saya tanya, “mau beli berapa Ma? Oma menjawab, “dua puluh aja!” Dan saya berjalan cepat kedepan dan berkata, ” dua puluh aja Mang!” Lalu dengan cekatan si Mang mulai menata tahu diwadah yang saya bawa, setelah selesai kemudian dia berkata, “ini sudah saya tambahin 5 buat ngeganti kemaren yang asem ya?” Waaah, saya terkejut dan berkata iya, “terimakasih mang” saya sodorkan uang 50ribu untuk membayarnya, kemudian dia mulai mengeluarkan kembalian, setelah dihitung dia mengembalikan 34ribu, padahal saya beli 20ribu. Jadi saya kembalikan padanya 4ribu, tapi dia memaksa katanya nggak papa buat gantiin yang kemarin. Saya pikir sudah diganti tahu baru saja sesuatu banget apalagi masih ditambahin uang meskipun cuma 4ribu.

“Orang jujur selamat karena ketulusan hatinya; orang yang tak dapat dipercaya, terperosok oleh keserakahannya.” (Amsal 11:6 BIS). Membaca ayat diatas sungguh luar biasa, padahal kalau menurut saya bukan salah si Mang penjual tahu sehingga tahu yang terakhir dibeli Oma asem, sudah pasti itu salah si tukang bikin tahu dipabriknya. Namun kejujuran Mang Tahu dan ketulusan hatinya menggantikan asemnya tahu yang kemarin dengan kegirangan saya, lumayan bukan 5 tahu gratis?

Saya belajar tentang kejujuran, ketulusan dan kebaikan hati dari seorang tukang tahu pagi ini. Seperti petuah bijak mengatakan, “Lebih baik berpenghasilan sedikit dengan kejujuran, daripada berpenghasilan banyak dengan ketidakadilan.” (Amsal 16:8 BIS). Saya percaya pasti penghasilannya akan lebih, jika dia bisa jujur dan dengan saya, pasti dia jujur juga dengan pelanggan-pelanggan lainnya. Karena saya percaya dia masih mempercayai Tuhannya untuk berlaku jujur.
“TUHAN menghendaki orang berlaku jujur dalam perdagangan, juga dalam memakai ukuran dan timbangan.” (Amsal 16:11 BIS).

Ya memang tidak semua orang melakukan kejujuran dalam usahanya, tapi jika melihat ayat ini orang tentunya akan berpikir kembali seharusnya. “Kekayaan yang diperoleh dengan tidak jujur cepat hilang dan membawa orang ke liang kubur.” (Amsal 21:6 BIS).

Semoga makin banyak orang yang bisa sejujur Mang Tahu pagi ini…ya semoga!