Senyum Si Bulat


Makanan untuk tubuh tidak cukup. Harus ada makanan untuk jiwa.” Dorothy Day


Senyumnya mengembang dan lebar ketika sepiring nasi dan lauknya hanya kering tempe disajikan di depannya. Katanya sewaktu di gangguin sama maminya dia bilang, “kamu nggak tahu perasaan perutku sih?” Saya tertawa dan memandangnya dengan dengan bangga sekaligus baru. 


Hanya sepiring nasi dan tempe kering jadi lauknya, tapi nikmat dari setiap suapannya membawa saya pada tahap syukur yang dalam. Bahwa menikmati makanan itu bukan karena lauknya yang enak tapi rasa lapar dan ucapan syukur yang keluar dari hati yang dalam.


Bersyukur…


Advertisements

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: