Cabai Dan Harapan


“Belajar dari hari kemarin. Hidup untuk hari ini. Milikilah harapan untuk hari esok. Yang penting jangan pernah berhenti untuk berharap.” – Albert Einstein

Akhirnya cabai yang di depan dapur menghasilkan buah pertamanya yang matang. Sejak salah satu pohon cabai di belakang rumah mati, beberapa pohon cabai mulai berkurang juga buahnya. Entah apa ikut bersedih atau  memang mulai habis masa berbuahnya. Sebagai penikmat sambal, dan bisa menikmati sambal dengan cabai dari hasil kebun sendiri adalah sebuah kenikmatan yang sungguh berbeda. Mengingat waktu itu harga cabai bisa melangit dan banyak orang mengeluh, kami dengan tenang menyantap sambal dengan rasa pedas plus ucapan syukur.

Jika satu pohon boleh mati, pohon lain akan tumbuh dan menghasilkan kembali. Seperti yang dikatakan oleh mbah Einstein jangan pernah berhenti berharap. Harapan membuat kita selalu memikirkan dan menginginkan yang baik terjadi, entah besok, entah sebulan, setahun atau kapan saja, harapan tetap membuat kita terus memikirkan kehidupan yang lebih baik. 

Jika pohon cabe saya bisa menghasilkan buah yang baru dan akan terus melakukannya, maka harapan saya juga akan memberikan buah yang baik nantinya. Sudah menyusul buah yang lain yang siap matang, jadi sudah pasti buah-buah dari harapan saya akan nyata nanti. Dan Goethe mengatakannya dengan jelas, “dalam segala hal, berharap lebih baik daripada putus asa.” Jadi dari cabai yang saya miliki selalu mengingatkan saya tentang pengharapan yang terus hidup.

Mari terus berharap!

Advertisements

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: