Sebungkus Syukur


“Bersyukurlah untuk apa yang anda miliki, pada akhirnya anda akan memiliki lebih banyak. Jika anda berkonsentrasi pada apa yang anda tidak miliki, anda tidak pernah akan berkecukupan” – Oprah Winfrey

Tigabelas ribu rupiah isinya nasi setengah, sedikit sayur jamur, telor dadar seiris, dua buah tempe goreng dan sambelnya. Tentu saja makan sederhana ini bukan menu restoran, ini jelas makanan warteg dan ini juga yang saya makan hari ini. Enak? Ehm…enak itu memang bisa jadi karena racikan bumbu-bumbu masakannya begitu kental dan terasa, bisa juga enak itu memang terasa begitu wow dilidah, bisa jadi sesuai dengan harganya karena konon harga juga menentukan rasa. Tapi buat saya hari ini, makanan yang saya nikmati ini sangatlah enak, kenapa? karena enak itu dinikmati dengan ucapan syukur. 

Saya mengingat bacaan tentang ucapan syukur atas makanan dalam kisah ini : 
Suatu ketika George Muller yang menjadi  pemilik panti asuhan Ashley Down orphanage di Bristol, England, selama hidupnya telah mengangkat 10.024 orang yatim piatu dan juga pernah menghadapi satu keadaan tidak ada makanan sama sekali padahal waktu makan malam telah tiba. Lalu apa yang kemudian dilakukannya? Dia dan anak-anak asuhannya mulai menata piring, sendok, garpu, gelas dan peralatan makan lainnya di atas meja makan.

Kemudian Muller mulai meminta mereka duduk di tempat mereka masing-masing. Tiba-tiba ada seorang anak bertanya padanya, ”Mana makannya?” dan dengan yakin Muller menjawab pertanyaan anak tersebut, ”Sebentar lagi makanannya akan datang.” Dia kemudian mengajak semua anak-anak berdoa mengucap syukur atas berkat yang telah diberikan Tuhan meskipun makanannya belum ada. Setelah kata  amin yang mereka ucapkan saat menutup doa, tiba-tiba terdengar pintu diketok oleh seseorang dan akhirnya setelah dibuka ternyata mereka mendapatkan kiriman makanan yang cukup banyak. Makanlah mereka semua malam itu. Hal tersebut terjadi berkali-kali. Dan itu adalah hasil dari kuasa pengucapan syukur.

Betapa saya diberkati dan harus bersyukur ketika saya masih bisa makan dengan nikmat. Masih bisa membeli makan. Tidak pernah kelaparan dan kekurangan makanan. Jadi jika saya masih kurang bersyukur dan menikmati apa yang bisa saya makan saya berarti kurang percaya dengan penyertaan dan penyediaanNya. Sebuah perkataan bijaksana mengatakan, “TUHAN memberi makanan secukupnya kepada orang baik, tetapi keinginan orang jahat ditolak-Nya.” Jadi betapa saya selalu dicukupkan olehNya. 

Advertisements

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: