Roti Kebaikan


“Kebaikan merupakan milik kita yang terbaik dalam bentuk yang cantik.” Christopher Marlowe

Sudah lama tidak menikmati roti yang enak. Memang jarang beli juga sih. Karena seringnya langganan dari mas-mas yang tiap malam lewat depan rumah, roti tawar gandum seharga sebelas ribu seplastik dan roti lain yang biasanya diminta Abby untuk bekal snack ke sekolah besoknya. Bagusnya roti ini nggak tahan lama, karena nggak sampai tiga hari pasti sudah keluar jamurnya. 

Tadi malam eh tetiba dapat kabar mau dikirimin roti enak handmade super dari chef Nona. Asli bikinan tangannya tanpa pengawet, karena yang awet cuma roti plastik nggak bisa di makan alias roti-rotian. Jadilah kami menunggu bang Gojek yang mengantarkan karena sedikit was-was alamat rumah nggak bisa masuk di google maps. Pada hal saya sudah klaim lho alamat rumah di google maps buat jualan dengan alamat khusus, mungkin mbah google capek kali ya udah malam seharian nggak istirahat. Ya sudahlah, yang penting kira-kira sebelum jam sembilan malam datanglah bang gojek pembawa roti uenak ini. Puji syukur aman dan tidak tercuil sedikitpun hehehehe! Jadilah kami saling pandang dan puengen banget mencicipinya padahal jam puasa kami itu makan terakhir di jam tujuh malam, apa daya kami kalah…rotinya berbalut kayu manis bubuk dan bersalut gula itu maaaaaaak…mantaff surantaff rasanya. Nggak papalah toh ini berkat yang kami dapatkan dan harus dinikmati, jadi mumpung masih fresh disegerakan untuk disantap.

Seseorang bernama Henry James mengatakan seperti ini, “Ada tiga hal penting dalam hidup ini. Pertama adalah kebaikan hati. Kedua, kebaikan hati. Ketiga, kebaikan hati juga.” Jadi kebaikan hati itu penting, kebaikan yang dikeluarkan dari dalam hati bukan sekedar kebaikan yang dilakukan demi dianggap baik hati. Kalau kami mendapatkan bagian yang baik dari kebaikan hati sahabat kami bukan berarti kami sudah baik, itu semata karena Tuhan menggerakkan hati orang-orang yang dekat dengan kami untuk berbagi. Sebut saja berapa banyak selain roti, keuangan, bahan makanan, jajanan buat si Abby, obat-obatan herbal, dibayarin makan, dan masih banyak lagi yang lain. Tapi kenapa harus roti yang ditulis? Karena tadi malam kami nggak bisa beli roti, roti langganan bakalan sebulan selama puasa nggak jualan. Karena memang pas kami lagi pengen roti dan mendapat jawaban tepat pada rotinya, eh…waktunya. Karena roti ini mewakili setiap kebaikan hati yang sudah datang pada kami. 

Salam Roti!

Advertisements

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: