Sabtu Bersama Masak


“Memasak adalah sebuah CINTA yang diwujudkan nyata”

Sudah lama berniat untuk membuat sebuah masakan sederhana bersama-sama, terutama sambil mengajari si Pumpkin berkegiatan positif, menarik, murah dan menyenangkan. Padahal dari kemarin nggak ada niat, eh begitu tadi pagi nganterin Oma belanja, langsung saja tercetus ide untuk memasak sesuatu yang tertunda. Yups…membuat nugget tahu homemade. Sebenarnya idenya dari rasa iri karena tantenya si Pumpkin alias mama El dan Na sudah berkali-kali membuat sendiri nuggetnya, berhasil dan menyenangakan buat anak-anak plus sehat karena bikinan sendiri.

Jadi tadi selain belanja buat masakan hari ini ditambahin sedikit belanjaannya untuk praktek bikin nuggetnya. Setelah semua bahan disiapkan mulailah acara masak-memasak sederhana ini. Dan si Pumpkin begitu semangat mengerjakan semuanya, menghancurkan tahu, memarut wortel dan bagian terakhir mengaduk semua adonan untuk disiapkan jadi nugget sebelum di goreng nanti. Semangatnya menjadikannya lupa bahwa dia belum sarapan hingga sepiring nasi dan tahu goreng habis disantapnya karena lapar sambil menunggu dikukus untuk nanti siap diolah lagi. Kami ngobrol bersama, membuat sebuah renungan sederhana tentang mengapa memasak itu seperti bertemu dengan Tuhan. Menemukan kebaikan Tuhan, menemukan bahwa dalam hidup itu tidak bisa menjadi tahu sendiri, harus ada telur, bumbu, sayuran dan lain-lain yang mendukung. Dan itu adalah mereka yang ditempatkan diantara kita, menolong dan memberkati hidup kita, juga menemukan proses dalam segala sesuatu, tidak ada hasil yang baik dan instan tanpa sebuah proses. Semua di mulai dengan hal yang sederhana, di olah bersama-sama, saling membutuhkan dan pada akhirnya menyatu menjadi sebuah masakan atau hasil yang menyenangkan. Proses menunggu mungkin membosankan dan menyebalkan tapi Tuhan berbicara bahwa kita bisa belajar bersabar menanti sebuah hasil yang baik. 

Ah, sudah nggak sabar ternyata dia…begitu selesai dikukus dan dicicipi sedikit jadi pengen segera di goreng saja nuggetnya. Seseorang menulis, “the secret ingredients is always love” bahwa bumbu rahasianya adalah selalu cinta. Yups…jika kita menyematkan cinta dalam apa saja yang kita lakukan semuanya akan bermakna. Sabtu bersama masak kali ini bumbu rahasianya jelas cinta, cinta yang menumbuhkan erat bonding keluarga dan pertemuan dengan Tuhan.

Sabtu depan masak lagi yuuk?

Advertisements

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: