Jika Aku Ulat Hijau


Dua hari ini saya memperhatikan tanaman dipot depan rumah kok ada yang kurang beres, kemudian saya mengambil pisau yang biasa saya gunakan memotong tanaman dan segera bergegas memeriksanya. Saya menemukan di satu pot seekor ulat hijau sebesar telunjuk saya, tampaknya sudah kenyang sore itu karena sebagian besar daunnya sudah habis. Saya cek juga pohon yang sama di pot yang lain dan saya menemukan kembali ulatnya, sore itu total empat ekor ulat sebesar telunjuk saya temukan. Saya tidak membunuhnya, saya pindahan saja ke rerumputan di rumah depan yang masih kosong.

Mungkin pikir ulat hijau dia hanya ingin bertumbuh maksimal, di kenyangkannya dirinya dengan menyantap daun-daun itu tanpa mengerti bahwa yang dia lakukan merusak dan terlihat egoisme dirinya sendiri. Banyak yang melihatnya jijik, bahkan dengan segera menghabisinya. Banyak yang tidak mengerti bahwa ulat hanyalah sebuah masa dimana dia akan disiapkan untuk berhenti sebelum terlahir kembali. Jika dia mati makan tak kan ada lagi kupu-kupu penghias kecantikan alam.

Saya sedang berpikir dan merasakan ketidaktahuan saya dengan rencana Allah dalam hidup saya. Saya bisa saja berontak, saya bisa saja mengelak dan pergi. Tapi saya hanya tahu bahwa jatah yang harus saya nikmati memang di depan saya saat ini. Sepertinya perasaan itu sama dengan yang Yunus rasakan mungkin saat is mengungkapkan perasaannya pada Tuhan di dalam doanya ketika berada di dalam perut ikan. Kata Yunus, “Jiwaku tidak lagi berpengharapan lalu aku mengingat TUHAN. Aku berdoa kepada-Mu, dan Engkau mendengarkan doaku dalam Rumah-Mu yang kudus.” ​Yunus 2:7 (VMD). 

Mungkin saya sedang berproses dalam masa ulat sekarang, tapi pengharapan menjadi kupu-kupu ada didepan mata, kalau saya tidak bersyukur dengan keadaan saya sekarang bagaimana mungkin saya nanti akan bahagia ketika menjadi kupu-kupu? Jelas akan berbeda. Jadi biarlah saya kenyang dengan apa yang boleh saya nikmati sekarang dan menunggu nanti kebahagiaan saya pasti dalam pengharapan, ulat hijau ini akan jadi kupu-kupu cantik nanti. Pasti!

Advertisements

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: