Archive for March, 2017

Meditasi Berkebun

March 30, 2017

​Mazmur 88:13 (TB)  “Tetapi aku ini, ya TUHAN, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan pada waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu.” 
Mazmur 88:13 (BIMK)  “Tetapi aku mohon pertolongan-Mu, ya TUHAN, setiap pagi kupanjatkan doa kepada-Mu.”

Mazmur 88:13 (VMD)  “Ya TUHAN, aku memohon kepada-Mu untuk menolong aku. Setiap pagi aku berdoa kepada-Mu.”

Sepiring Kebaikan

March 29, 2017

​Matius 6:11 (BIMK)  “Berilah pada hari ini makanan yang kami perlukan.”

Nasi Panas Rice Cooker Baru

March 23, 2017

Akhirnya setelah beberapa hari Oma memasak nasi dengan menanaknya memakai panci dan dandang kecil akhirnya hari ini mulai lagi memasak nasinya dengan rice cooker baru. Iya…rice cooker baru karena yang lama sudah tidak bisa lagi menahan nasi tetao panas. Nggak tahu apa masalahnya yang jelas alat masak nasi ini kami beli di awal kami pindah ke rumah yang baru, jadi yaah sudah hampir tiga tahun lamanya dia menemani kami dan memberikan sajian nasi setiap hari.

Entah mau bilang apa sebenarnya karena sebenarnya kami lagi masa pengetatan ikat pinggang, tapi setiap kali ada masalah financial justru disitu selalu ada tantangan yang datang. Entah harus meluangkan sebaguan untuk memberi, berbagi atau bahkan ada saja kebutuhan baru di luar perhitungan yang ada. Tapi tidak mengapa karena saya selalu percaya ada hal baik yang Tuhan mau sampaikan. 

Eh, bukan bermaksud semuanya dihubungkan kedalam masalah rohani. Tapi saya percaya hal-hal kecil justru memberi pelajaran yang berarti. Artinya, saya percaya di saat kami merasa kurang justru kami merasa harus menjadi lebih kaya karena kami memiliki kesempatan, berbagai kesempatan yang baik untuk iman kami tumbuh, pengharapan kami naik dan kasih kami tetap menyala.

Maturnuwun Gusti, nasi pulen seliter 10 ribu itu malam ini enak sekali rasanya, saya goreng telor dengan irisan daun barang yang saya nikmati dengan lahap. Betapa indah hidup ini bukan? Mau lupa bersyukur lagi?

Mengapa Harus Rahab?

March 22, 2017

​Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:

Ulangan 33,34

Yosua 1,2
Yosua 2:1 (BIMK) 

Kemudian dari perkemahan di Sitim, Yosua mengutus dua orang mata-mata ke Kanaan. Kedua orang itu diperintahkan untuk menyelidiki negeri Kanaan dengan sembunyi-sembunyi, terutama sekali kota Yerikho. Maka pergilah mereka ke kota itu, dan menginap di rumah seorang wanita pelacur, bernama Rahab.

1. APA yg Tuhan sampaikan (dgn bacaan tsb)?

Iman yang mengubahkan kehidupan, 

Masa lalu seseorang bukan penentu masa depannya.
Rahab tercatat sebagai salah 1 dari 11 tokoh yang tercatat menjadi _saksi-saksi iman_ , Ibrani 11:31 (BIMK)  “Karena beriman juga, maka Rahab, wanita pelacur itu, tidak turut terbunuh bersama-sama dengan orang-orang yang melawan Allah; sebab ia menerima dengan ramah pengintai-pengintai Israel.” Kisah hidupna begitu penting hingga mengubah sebuah sejarah.

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu? 

Saya belajar dari seorang Rahab, bahwa Tuhan bisa memakai siapa saja, apapun pekerjaannya bahkan sekalipun itu bertentangan dengan aturan hidup pada umumnya yang akan menunjukkan cara kerja Tuhan dengan luar biasa.
Dari pribadi Rahab saya mendapati sebuah pelajaran antara lain:
A. Rahab adalah wanita yang dituntun Allah 

2 orang pengintai yang dikirim memata-matai Yerikho pasti ketahuan kalau berlindung di rumah penduduk biasa, supaya aman mereka berlindung di daerah lokalisasi dan kebetulan di rumah Rahab. Dari kisah yang kita baca Rahab telah mengetahui sepak terjang bangsa Israel sehingga dia mempercayakan hidupnya dan keluarganya. Imannya berubah dari seorang kafir dan pelacur menjadi orang percaya dan masuk dalam daftar saksi iman.
B. Rahab adalah seseorang yang melihat tanda zaman dan janji Allah.

Yosua 2:11 (TB)  “Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah.” Rahab mempelajari setiap kisah bangsa Israel bagaiman tanda-tanda ajaib menyertai bangsa Israel, dan bagaimana janji Allah di nyatakan dengan pasti. 

Kepekaan inilah yang seharusnya dimiliki juga oleh anak-anak Tuhan dalam melihat setiap tanda-tanda jaman yang sedang terjadi.
C. Rahab adalah seorang yang bertanggung jawab dengan keluarganya.

Dia tidak hanya memikirkan keselamatannya sendiri, dia memikirkan semua anggota keluarganya bisa diselamatkan dari serangan bangsa Israel. 
Yosua 2:13 (TB)  “… bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut.”
Rumah Rahab adalah lambang Rumah Tuhan dimana terjadi keselamatan, 1 orang bertobat seluruh keluarga diselamatkan.
D. Rahab adalah wanita yang bisa dipercaya karena dia bukan seorang gossiper!

Kata penelitian 4 dari 10 wanita hanya bisa menyimpan rahasia yang diberikan padanya hanya kira-kira 2 hari saja, sisanya? Bisa ditebak…bocor! Rahab menunjukkan bisa dipercaya, menjaga kerahasiaan yang diberikan 2 pengintai dan akhirnya hidupnya berubah.
E. Rahab mengubah masa depan sejarah manusia.

Matius 1:5 (TB)  

“Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, …”

Garis keturunan Yesus justru di awali dari seorang pelacur, sebuah kisah yang sangat luar biasa, bahwa kehidupan Rahab menjadi bagian dan catatan penting di dunia.

3. APA yang harus saya LAKUKAN?

Bersyukur masa lalu sudah dibereskan, jadi meskipun masih berbuat dosa dan minta ampun namun percaya masa depan saya di dunia dan di surga di jamin pasti.

Filipi 3:13 (TB)  

“Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku…”

Melimpah Kenyang Penuh

March 21, 2017

​Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible: Ulangan 31:30 – 32 dan Mazmur 90:1-17
Nats yang saya dapatkan:

Mazmur 90:14 (BIMK)  Limpahkanlah kasih-Mu kepada kami setiap pagi, agar kami gembira dan menyanyi seumur hidup kami.

Mazmur 90:14 (TB)  Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami. 
Mazmur 90:14 (VMD)  Penuhilah kami dengan kasih-Mu setiap pagi. Biarlah kami berbahagia dan bersukacita dalam hidup kami.

1. APA yg Tuhan sampaikan (dgn bacaan tsb)?

Berkat Tuhan selalu tersedia setiap hari

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu? 

Dalam 3 versi yang berbeda saya mendapati doa Musa ini sangat luar biasa, permintaan Musa dengan kasih penenyertaan Tuhan itu di bahasakan dengan sangat mengagumkan buat saya. Permohonan Musa setiap pagi ini di terjemahkan dengan kata limpahkanlah (melimpah), kenyangkanlah dan penuhilah. 
Jadi setiap sudut bagian kebutuhan itu di mohonkan dengan melimpah, kenyang dan penuh supaya hasilnya nyata dan jelas yaitu gembira, bahagia dan bersukacita.
Ayat ini mengajarkan pada saya bahwa sudah selayaknya meskipun Tuhan tahu kebutuhan kita, saya harus terus memohon kepadanya supaya kuasaNya nyata terjadi dalam kehidupan saya. Setiap pagi/hari adalah hari baru dengan berkat baru yang melimpah, mengenyangkan dan penuh dalam hidup.

3. APA yang harus saya LAKUKAN? 

Terus bersyukur dalam setiap keadaan

Terus berdoa memohon setiap hari berkat kasih dan penyertaan Tuhan

Tetap bersukacita/gembira atas setiap berkat yang diberikan pada saya dalam bentuk apapun

“Kamu Dipilih, Yos!”

March 20, 2017

​Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:

Ulangan 29,30,31
Nats yang saya dapatkan:

Ulangan 31:7, 23 (BIMK)  Lalu Musa memanggil Yosua, dan di hadapan seluruh bangsa Israel ia berkata kepadanya, “Hendaklah engkau teguh hati dan berani, Yosua! Engkaulah yang akan memimpin bangsa ini untuk menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN kepada nenek moyang mereka.

Kemudian TUHAN berbicara kepada Yosua, anak Nun, kata-Nya, “Hendaklah engkau teguh hati dan berani, Yosua! Engkau akan memimpin bangsa Israel memasuki negeri yang Kujanjikan kepada mereka, dan Aku akan menolong mereka.”

1. APA yang Tuhan sampaikan (dengan bacaan tersebut)?

Penguatan di masa depan, pertolongan pada saat yang tepat.

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu?

Dua kali pernyataan yang sama di sampaikan pada Yosua, bukan pernyataan yang sederhana karena di ayat ini di tulis dengan jelas sama isinya. Apa yang Musa katakan (meskipun pernyataannya dari Tuhan sendiri) dan apa yang  Tuhan secara langsung katakan pada Yosua.
Pernyataan tentang bagaimana seorang Yosua akan memimpin bangsa Israel, menghadapi penolakan dan pemberontakan juga pengalaman lainnya memerlukan kekuatan ekstra yang datangnya hanya dari Tuhan saja. 
Teguh hati adalah sikap pantang menyerah, tidak kompromi dan penuh integritas. Berani adalah mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan dan lain sebagainya. Dua sikap utama yang dibutuhkan seorang pemimpin bangsa Israel yang cukup “keras”. Namun dibalik semuanya ada janji besar Allah yaitu, “Aku akan menolong mereka”.
Pelajarannya buat saya adalah, setiap kita akan dipanggil menjadi pemimpin (dalam berbagai bentuk), akan ada permasalahan yang pasti dihadapi, kita perlu belajar menjadi seseorang yang teguh hati dan berani.

3. APA yang harus saya LAKUKAN? 

Terus belajar menguatkan hati dan pikiran 

Pantang menyerah meskipun susah dengan keadaan apapun

Menumbuhkan terus rasa percaya diri yang kuat.

Pelajaran Bersyukur

March 19, 2017

​Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible: Ulangan 26,27,28

Ulangan 26:11 (BIMK)  “Bersyukurlah untuk segala rezeki yang telah diberikan TUHAN Allahmu kepadamu dan keluargamu. Ajaklah orang Lewi dan orang asing yang tinggal di antara kamu ikut dalam perayaan itu.”

1. APA yg Tuhan sampaikan (dgn bacaan tsb)? Terus bersyukur untuk setiap hal yang baik maupun yang yang tidak menyenangkan

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu? 

Ucapan syukur yang disampaikan bangsa Israel ini adalah sebuah peringatan bagaimana kuasa dan mujizat Allah menuntun dan membebaskan mereka dari perbudakan, penggenapan janji Tuhan dengan tanah perjanjian dan hasil pertama dari tanah yang mereka olah setelah masuk di Kanaan. Buat saya ucapan syukur ini sangat luar biasa, karena tercatat menjadi sebuah sejarah bahwa dengan ucapan syukur kehidupan dan kesejahteraan mereka menjadi lebih baik.

Hasil studi yang dipublikasikan oleh Journal of Personality and Social Psychology pada tahun 2003, dimana studi tersebut mengatakan bahwa seseorang yang rajin bersyukur akan mendorong kesejateraan mereka. Rasa syukur akan membuat pandangan hidup seseorang lebih cerah sehingga akan memunculkan hal-hal positif yang bisa berdampak baik bagi orang tersebut kedepannya.

Rasa syukur itu membangkitkan harapan demi masa depan yang lebih baik. 1 Petrus 1:3 (BIMK)  “Marilah kita bersyukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus! Ia sangat mengasihani kita, itu sebabnya Ia memberikan kepada kita hidup yang baru, dengan menghidupkan kembali Yesus Kristus dari kematian. Ini memberikan kita harapan yang kokoh.”
 
3. APA yang harus saya LAKUKAN? 

Belajar mengucap syukur menjadi gaya hidup, 

1 Tesalonika 5:18 (BIMK)  “Dalam segala keadaan hendaklah kalian bersyukur, sebab itulah yang Allah inginkan dari kalian sebagai orang yang hidup bersatu dengan Kristus Yesus.”

Membajak!

March 18, 2017

​Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible:

Ulangan 21, 22, 23
Ulangan 22:10 (BIMK)  “Jangan memasang seekor sapi dan seekor keledai pada satu bajak.”

1. APA yang Tuhan sampaikan (dengan bacaan tersebut)?

Jangan membandingkan kekuatan dan keberhasilan orang lain

Tetaplah rajin bekerja
2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu? 

Dalam mengolah tanah, masa-masa itu masih menggunakan bajak berbagai model untuk mengolah tanah sebelum masa tanam. Menggunakan kekuatan hewan yang diikatkan di depan bajak menjadi modal untuk mengerjakannya. Tentu saja jika sapi dan keledai disatukan kekuatannya tidak akan bisa sepadan. Kecepatannya juga tidak sama maka hasilnya juga pasti tidak akan memuaskan. 
Membajak merupakan waktu yang tidak lama dalam mengolah tanah, artinya masa persiapan menabur benih ini cukup sebentar saja namun butih tenaga dan kerja keras. Saya memikirkan bahwa masa menabur dan menyebar benih adalah masa di mana Tuhan sedang menaruh berbagai berkat, sementara sebelumnya harus disiapkan tanahnya menjadi siap, baik dan subur. Hati dan hidup kita yang sedang di bajak, di hancurkan dan di ratakan adalah proses awal untuk kita mendapatkan kesempatan menjadi tanah subur yang nantinya menghasilkan buah yang baik.

3. APA yang harus saya LAKUKAN? 

Tetap semangat dan bekerja dengan sepenuh hati

Tidak mengandalkan kekuatan saya sendiri 

Modal Perang

March 17, 2017

​Renungan One Year Bible Reading versi Deeper Bible: 

Ulangan 16,17,18,19,20,21
Ulangan 20:3-4 (BIMK)  

‘Saudara-saudara, dengarlah! Hari ini kamu maju berperang. Jangan takut atau berkecil hati atau bingung. TUHAN Allahmu akan ikut untuk menolong kamu, dan Ia akan memberi kemenangan kepadamu.’

1. APA yg Tuhan sampaikan (dgn bacaan tsb)?

Penyertaan Tuhan selalu ada dalam setiap pergumulan kita

2. MENGAPA Tuhan sampaikan itu? 

Jujur saja siapa yang tidak pernah galau resah dan gelisah, takut khawatir dan bisa juga marah. Ya namanya manusia hidup kalau tanpa masalah malah pasti aneh. 
Jadi sebenarnya wajar dan manusiawi kalau saya masih merasakan semua itu. Yang tidak wajar adalah kalau kita semua malahan ignoring semua rasa itu. 

Menanggulangi berbagai permasalahan dalam “peperangan” kita, Yohanes pembaptis mengatakan seperti ini dalam Lukas 3:14 (TB)  Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka: “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.” 

Dan lagi Paulus juga mengatakan bahwa nggak cuma enaknya doang jadi prajurit, susahnya pun harus di nikmati. 2 Timotius 2:3-4 (TB)  “Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.  Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.”

3. APA yang harus saya LAKUKAN? 

Jujur pada Tuhan, Tidak ragu-ragu, Tidak boleh takut, berkecil hati atau bingung dan terus mempercayai bahwa ketika kita bergantung sepenuhnya pada Tuhan janjinya jelas berkata “Ia akan memberi kemenangan pada kita”
Amin!

The Zarephath Effect

March 17, 2017

Biar keren aja sih judulnya pakai bahasa Inggris, padahal intinya saya sedang belajar mengaktifkan iman saya dan menaikkan tingkat kepasrahan hidup dalam sebuah bentuk ucapan syukur.

Pagi ini ketika ngopi di warung kecil pinggir jalan, obrolan saya dengan penjualnya membicarakan seputar kenikmatan dan rasa syukur. Iya, macam-macam hal yang kadang itu luput dari ucapan terimakasih kita pada Tuhan. Bisa makan tanpa bingung makan apa dan dimana, ketika makanan apapun itu bentuknya masuk mulut kita adalah hal besar yang sebenarnya Tuhan sedang lakukan dalam hidup kita. Nggak cuma sekedar bikin hidup, nyambung hidup atau bertaham hidup. Makanan itu sesederhana apapun adalah wujud kebaikan Allah yang telah terencana dalam daily plan catatan surga, ya…saya mempercayainya demikian.

Janda Sarfat dengan makanan terakhirnya hari itu mengatakan akan mati kelaparan setelah menikmati roti terakhirnya. Kemudian Elia datang dan memintanya berbagi, ya…meminta bagian meskipun roti kecil saja dari sisa makanan terakhir si janda. Kebangeten? Mungkin iya…tapi tidak dengan rencana surga. Bahwa mujizat dan kehidupannya selanjutnya berubah, si janda tidak mati, bahkan masih bisa masak roti untuk tiga orang sampai beberapa hari. 

Saya belajar dari janda Sarfat ini tentang iman, tentang percaya, tentang kepasrahan, tentang mendahulukan Tuhan, bahkan mungkin mujizat bukanlah hal yang dia inginkan, yang di inginkannya hanyalah terus bisa makan alias bisa hidup. Apalah yang lebih baik dari bersyukur dan menikmati apa yang bisa kita makan hari ini? 

“TUHAN Allah Israel mengatakan, ‘Tepung dalam guci itu tidak akan habis dan minyak dalam kendi tidak pernah kosong. Kendi itu selalu berisi minyak. Hal itu akan berlanjut hingga TUHAN menurunkan hujan ke tanah.’” 1 Raja-raja 17:14 (VMD)