Archive for February, 2017

Katakan Yang Baik 

February 28, 2017

Katakan yang baik, tepatnya tulislah yang baik dari seseorang dan itu akan menguatkan dan mengubahkan persepsi pribadi.
Saya mendapatkannya kemarin siang di sekolah saat pembukaan rapat oleh Ms.Maylan, mudah enerjik dan pencinta gila dengan dunia pendidikan anak-anak.

Kata Wikipedia arti pujian seperti ini, “Pujian adalah menyatakan sesuatu yang positif tentang seseorang, dengan tulus dan sejujurnya. Pujian itu adalah sesuatu ucapan yang membuat orang yang mendengarnya merasa tersanjung, sehingga dapat juga memberikan motivasi kepada orang yang di pujinya.”

CBTGG

February 27, 2017

Saya berhasil mencabut gigi Abby yang atas dengan sukses. Meskipun percobaan pertama gagal, percobaan kedua akhirnya sukses dan tercabut dengan lancar. Ini bukan yang pertama dan berhasil, masih ada satu lagi gigi yang mulai goyang di bagian bawah.
Efeknya adalah, harus mentraktir as krim malam-malam sebagai bentuk “upeti” keberhasilan malam ini. Nggak papalah ya demi kebahagiaan bersama, hahaahaha…papinya senang, anaknya senang dan maminya pusing. Eh…pusing beneran kepalanya habis kehujanan sore tadi.

TapiTapi Kenapa Harus Makanan Ya?

February 19, 2017

“Berilah pada hari ini makanan yang kami perlukan.” ​Matius 6:11 (BIMK)  

Pagi ini hujan mengguyur dengan lumayan deras dan membalut dengan dingin. Cuaca seperti ini cocok banget kalau dinikmati dengan sesuatu yang panas atau hangar. Jadilah secangkir kopi hitam menemani saya sambil membuka sosial media. Padahal sebenarnya pengen bubur ayam hangar atau mie rebus gitu, tapi bersyukur saja karena menikmati berkat itu salah satu keindahan yang layak dirayakan setiap waktu.
Sejurus kemudian saya memposting sebuah gambar dengan tulisan ayat Alkitab di dalamnya, dan mendapatkan respon yang cukup menggelitik saya untuk menuliskannya. Sebuah pertanyaan tanpa tanda tanya, “tapi kenapa harus makanan ya”. Ehmm…pada hal awalnya saya senang saja nggak berpikir kenapa fotonya harus makanan, nah sekarang malah jadi berpikir beneran. Kenapa harus makanan? Ini adalah kebutuhan utama manusia hidup menurut saya setelah KESELAMATAN. Lha yang Mamanya hidup, kecuali udah nggak doyan makan, atau makannya kembang sama kemenyan ya…hahahaha! Bisa jadi makanan bukan yang utama untuk sebagian orang, karena bukan lagi jadi hal POKOK. Bisa jadi…! 

Wikipedia menuliskan kebutuhan primer adalah kebutuhan pokok yang dibutuhkam oleh manusia. Kebutuhan pokok manusia adalah sansang, pangan dan papan. Jika secara umum ini jadi bahan dasar kehidupan manusia makanya saya berani mengatakan bahwa kenapa harus makanan fotonya, karena saya masih hidup, membutuhkan kebutuhan pokok manusia yaitu pangan dan penting untuk bersyukur atas berkat makanan kita setiap hari. 

Tuhan Yesus mengajarkan tentang hal ini,  Matius 6:25 (BIMK)  “Sebab itu ingatlah; janganlah khawatir tentang hidupmu, yaitu apa yang akan kalian makan dan minum, atau apa yang akan kalian pakai. Bukankah hidup lebih dari makanan, dan badan lebih dari pakaian?”, yang seharusnya saya tidak perlu khawatir dengan apa yang akan saya makan, yang saya khawatir adalah apa saja bisa saya makan dan posting di media sosial namun sejujurnya saya tidak bersyukur dan berbahagia dengan kenikmatan yang Tuhan berikan. Tapi kenapa harus makanan ya? Kenapa tidak! Aya makan! 

Pohon Ara Dalam Pot

February 4, 2017

​”Ambillah pelajaran dari pohon ara. Kalau ranting-rantingnya hijau dan lembut, dan mulai bertunas, kalian tahu bahwa musim panas sudah dekat.” Markus 13:28 (BIMK)  

Sehabis menyapu pagi ini di depan rumah, saya memperhatikan pohon Ara dalam pot yang sudah lama sekali tidak berbuah. Saya pikir mungkin membutuhkan pot baru yang lebih besar, atau bisa jadi memang sudah tidak mau berbuah karena saya lihat pertumbuhannya cukup lambat. Namun ada yang menarik setelah saya mendekat dan memperhatikan munculnya tunas baru dan daun baru yang tumbuh disela-selanya tumbuh satu buah yang kecil. 

Begitu pun dengan kehidupan yang saya jalani, berbicara tentang pengharapan kadang begitu mudah namun berada dalam kondisi yang mungkin tidak nyaman sementara waktu mengharuskan saya memompa semangat dan harapan di atas rata-rata. Meskipun Tuhan berbicara dalam perikop yang saya baca pagi ini tentang mempersiapkan diri untuk kedatangan-Nya kembali, saya memilih untuk menuliskan dan menghayatinya dalam semangat syukur bahwa ada harapan baru yang sangat baik terjadi didepan. “Musim panas sudah dekat” iya…saya melihat tandanya, kehidupan yang lebih baik dan indah sudah ada di depan mata. 
Seperti Nabi Yeremia katakan, “Tapi orang yang berharap kepada-Ku akan Kuberkati selalu.” Yeremia 17:7 (BIMK), saya berpegang pada pengharapan yang akan memberkati saya. Apakah saya terlalu percaya diri? Bukan terlalu percaya diri, saya terlalu percaya pada firman-Nya yang jelas berkata seperti ini, “Hendaklah kita berpegang teguh pada harapan yang kita akui, sebab Allah bisa dipercayai dan Ia akan menepati janji-Nya.” Ibrani 10:23 (BIMK).

Syukur saya panjatkan pada Tuhan bahwa saya mendapat pengharapan yang terbukti di dalam Tuhan Yesus.