Archive for January, 2017

Kebaikan 

January 23, 2017

Hari ini kembali tiba-tiba motor mogok di tengah jalan pagi-pagi waktu mau antar Abby ke sekolahnya dulu sebelum saya juga pergi ke tempat kerja. Nggak tahu kenapa, pada hal sudah seperti biasa di servis tiap bulan , cuma memang tiga bulan terakhir bukan dibengkel resmi. Puji Tuhan baru mendorong motor kira-kira 20 meter sudah ada orang yang menolong ngecek meskipun dia nggak bisa bongkar motornya. Saya kemudian mendorong motor kira-kira 300 meter saya berhenti karena capek, setelah itu lanjut lagi mendorongnya…eh tiba-tiba dari belakang ada driver gojek yang nanya dan kemudian ‘nyetut’ istilahnya mendorong motor saya yang mogok sementara dia juga naik motornya, sampailah di perempatan Fatmawati karena dia lurus dam saya harua berbelok kekiri menuju bengkel motor yang saya tahu paling dekat, aman dan resmi. Lumayan juga nambah dorongnya yaah…kira-kira bisa satu kilometeran. Lumayan olahraga dipaksa sampai ngos-ngosan sambil nahan pegel tangan kanan karena tulang selangka bekas patah masih nyeri. 
Saya bersyukur masih ada orang baik yang mau menolong di tengah kesibukan mereka. Masih ada kebaikan yang dibagikan pada saya pagi ini. Mengajar saya dan membuktikan pada saya bahwa Tuhan bisa dengan mudah mengggerakkan orang menjadi bagian yang baik yang saya jalani meskipun terasa tidak enak sebenarnya. Jadi kurang percaya apa lagi saya? Jelas bersyukur dan berterimakasih saja yang bisa saya lakukan selain tentu saja membayar biaya servis motornya!
“Memang kebaikan adalah hasil dari benih damai yang ditabur oleh orang yang cinta damai!” ​Yakobus 3:18 (BIMK)  

Advertisements

Kepompong

January 21, 2017

“… ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara;” Pengkhotbah 3:7 (TB)  

Ada masa di mana kehidupan itu seperti kepompong. Diam tanpa banyak bisa berkata dan bergerak, tidak mampu melakukan banyak hal tampaknya. Namun masa ini adalah masa yang sangat penting, masa dimana saat-saat menjelang perubahan hidup yang berarti akan terjadi.

Masa kepompong adalah masa persiapan, masa yang membutuhkan kekuatan dan ketahanan waktu demi waktu dalam batasan yang mungkin terlihat sulit dan menyesakkan. 

Saya mau bertahan, meski melewati masa kepompong ini menyakitkan, saya akan menunggu terlahir menjadi kupu-kupu! 

Cinta Ini Membunuhku

January 16, 2017

Ah…seperti akhir kalimat dari sebuah lagi yang saya nggak hafal sebenarnya, kalau nggak salah d’masiv ya. Saya menuliskan judulnya demikian karena memang begitu luar biasa cinta anak saya, Abigail yang dia tuliskan pada sebuah pesan Natal 2016 yang di tempelkan di mading sekolahnya.

Malam ini saya mendapatkan foto tulisannya dari si Mami dan sangatlah terharu saya membacanya. Bagaimana dia mengekspresikan perasaannya dengan penuh kejujuran dan doa yang tulus dia panjatkan untuk kesembuhan saya sangatlah menguatkan. 

Terimakasih ya Mbi untuk cintamu pada Papi, jika suatu saat nanti Papi sudah pulang ke surga kamu tahu betapa Papi mencintai dan menyayangimu. 

Halaman Pertama

January 1, 2017

​”Orang boleh pandai setinggi langit, tetapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah” – Pramoedya Ananta Toer

Apakah anda memperhatikan hal yang aneh di tulisan dalam gambar di atas? Jika tidak mungkin seperti saya, tidak terlalu mempedulikan atau kurang detail dengan apa yang menjadi background tulisannya. Kenapa saya bertanya demikian? Karena saya siang ini mendapatkan sebuah  komen di akun Facebook saya setelah saya posting gambar tersebut dengan komen seperti ini, “Kui kudune ketiklah…. dudu tulislah 😂 (itu seharusnya ketiklah…bukan tulislah)” , teman saya ini lebih memperhatikan mesin ketiknya mungkin dibandingkan isi tulisan yang saya maksud. Tapi nggak papa, seharusnya saya buatnya dengan background gambar kertas dan pensil jadi lebih pas ya untuk kata “tulislah.”

Buat saya secara pribadi, hari ini adalah hari pertama di awal tahun yang baru 2017 yang bisa saya jadikan awal untuk menulis setiap hal yang terjadi dalam hidup saya. Paling tidak saya tidak ingin hilang dalam masyarakat dan sejarah kata pak Pram yang saya kutip quote-nya di atas. 

Tidak ada teh panas atau secangkir kopi malam ini saat saya menulis, kepala saya masih terasa pusing meskipun sudah saya buat tidur dan minum obat. Entahlah apa yang terjadi…apakah tekanan darah tinggi saya kambuh dan membuat emosi gara-gara percakapan tentang tikus sore ini? Atau memang sedang di ijinkan untuk berpusing ria dengan nyut-nyutan aduhai ini? Yang penting adalah saya menuliskan halaman pertama hari ini. 

Terimakasih Tuhan sudah memberikan kesempatan teman Facebook saya komen dan membuat saya menulis hari ini.