Kunikmati Hujan Siang Ini


​Kunikmati hujan siang ini dari secangkir teh yang meredam masa dan kepenatan yang mengunggah puisiku berjatuhan sederas hujan.

Kapan lagi aku bisa sibuk menenggelamkan diri dalam riuh bahasa langit yang turun menggelar kebaikan.
Kunikmati hujan siang ini dari sepotong kue yang dikirimkan tetanggaku, meluluhkan keinsyafan bahwa hidup itu bermakna saat memberi. 

Karena sesungguhnya kaya itu saat kau bagi dengan sesama.
Kunikmati hujan siang ini, masih menahan nyeri dan linu ditulangku yang patah karena jadi hadiah.

Iya hadiah…

Hadiah yang menyatukan hati kekasih, menyuapkan cinta dalam sentuhan dan rasa. 
Kunikmati hujan siang ini, hingga tetesannya berakhir disudut-sudut hijau dedaunan di depan gubugku yang ungu. Ah, kuingat kadang Tuhan senang mengajakku bercanda dan tertawa….bahwa ampas daun teh di gelasku yang sudah dingin pun berguna saat kutebar jadi penyubur dan menghibur. 

Kunikmati hujan siang ini dan aku tidak pernah merugi.

Advertisements

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: