Archive for November, 2016

Belajar

November 30, 2016

Semangat menemani si Abby belajar untuk UAS di sekolah, padahal yang ngajarin dari kemarin Maminya. Tapi Abby juga terlihat bersemangat dengan semua hal yang di pelajari dan dihafalkan plus di siapkan buat menghadapi semua ujiannya.

Penulis kitab kebijaksanaan mengatakan seperti ini, ” Jika engkau suka belajar dan mendengar nasihat, kelak engkau menjadi orang yang berhikmat.” Amsal 19:20 (BIMK) , harapan terbaik bagi saya jika kelak nanti Abby akan menjadi wanita yang penuh hikmat sehingga bisa memenangkan pertandingan kehidupan yang dia jalani.

Selamat belajar Nak, jadilah hikmat menaungimu selalu!

Advertisements

Warisan

November 29, 2016

“Orang baik mewariskan kekayaan kepada anak cucunya; kekayaan orang berdosa disimpan untuk orang yang lurus hidupnya” ​Amsal 13:22 (BIMK)  

Saya mendapatkan email dari sebuah laman yang saya ikuti, sebuah platform yang memberikan kepuasan secara pribadi pada saya yaitu menulis. Platform storial.co ini memberikan kesempatan saya bisa membukukan tulisan-tulisan saya dalam bentuk buku digital dan sedang saya tularkan pada istri saya juga untuk memulai menulis dan membuat buku. 

Tujuan saya menulis adalah salah satunya ingin merangkum kehidupan saya dalam sebuah kisah singkat dan sederhana yang bisa saya bagikan dan juga jadi warisan yang saya berikan pada anak saya nanti. Kisah-kisah sederhana yang menurut saya pribadi menjadi sebuah potret perjalanan kehidupan dari berbagai suka dan duka yanh saya alami.

Semoga warisan tulisan saya menjadi bagian yang baik yang dimiliki oleh anak saya nanti. Amin.

Mandi Itu Berkat

November 28, 2016

“Tetapi pelayan-pelayannya mendekati dia dan berkata, “Tuan, seandainya Tuan disuruh melakukan sesuatu yang sulit, pasti Tuan akan melakukannya. Apalagi ia hanya menyuruh Tuan mandi supaya sembuh!”” ​2 Raja-raja 5:13 (BIMK)  

Kisah di ayat yang saya ambil di atas sangat terkenal, bahkan dikalangan anak sekolah minggu sekalipun. Bagaimana Naaman mendapatkan mujizat kesembuhan atas penyakit kulitnya dengan cara mandi di Sungai Yordan, membenamkan badanya sebanyak tujuh kali, seperti yang diperintahkan Nabi Elisa padanya.
 Saya tidak menuliskan mujizatnya, atau kisah pelayan-pelayannya Naaman yang berperan juga dalam kesembuhannya, atau perintah Elisa yang tampak terlihat sederhana namun menakjubkan.
Saya menuliskan apa yang saya rasakan dan harus saya kenang hari ini sebagai berkat besar, bahkan mujizat yang menurut saya luar biasa. Ya, akhirnya setelah 21 hari dada saya dibebat dengan kuat bahkan di sebelah kanan di tambahkan dengan potongan bambu tipis untuk menahan supaya tulang yang patah tidak bergeser akhirnya dibuka. Dan malam ini saya bisa MANDI!

YES! Mandi itu berkat dan anugerah yang sangat luar biasa setelah 21 hari bergelut dengan bau badan yang aduhai. Bisa mandi lagi itu adalah sebuah kenikmatan yang buat saya sebuah keindahan dan kelegaan yang menyamankan. Tapi sayangnya saya tidak berharap ketika selesai mandi saya sembuh total dari sakit saya. Hahahahaha…saya menikmati proses kesembuhan secara normal saja sebagai pembelajaran lebih banyak lagi tentang apa saja yang Tuhan inginkan saya dapatkan dalam proses hidup ini.

Oh iya, mandi malam ini tentu saja harus saya persembahkan ucapan terimakasih dan sayang yang sepenuhnya pada istri saya @mommie_abby yang dengan penuh kasih sayang juga hebat menahan bau selama 21 hari memandikan saya. You are truly a blessing of my life *ketjup, maaf tidak menyertakan foto pas mandi karena nanti jadi bahan yang tidak bagus.

Kalau anda malas mandi? Please…mandilah, nikmati berkat air yang mengguyur badan anda! Bayangkan mereka yang susah air dan susah mandi seperti saya kemarin-kemarin. So…selamat mengguyur badan, don’t forget to save water too! Tuhan memberkati mandi anda 🛀

Lepas Bebat

November 28, 2016

“Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN; lalu Ia menjawab dan membebaskan aku.” ​Mazmur 118:5 (BIMK)  

Bebat pengikat badan saya, tepatnya untuk tulang saya yang patah akhirnya hari ini dibuka. Setelah 21 hari lamanya diikatkan di sekitar dada dan tulang selangka kanan akhirnya sehabis lima kali bolak-balik ke ahli tulang patah sekarang sudah tidak mengikat dan menyesakkan lagi. 

Rasanya memang lega, longgar dan senang tapi masih sakit di gerakkan, masih menyisakan rasa linu dan nyeri di sekitaran tulang yang patah. Tapi tidak mengapa, semuanya butuh proses dan perjalanan untuk kembali pulih. Tidak akan seperti dulu lagi Sih, tapi saya bersyukur ada kebaikan Tuhan yang tersembunyi nanti akan terungkapkan dan memberikan pelajaran yang baik tentang bagaimana dan mengapa Tuhan mengijinkan ini terjadi.

Syukur saya ucapkan atas kebaikan Tuhan, pertolongan dan juga campur tangan-Nya selama saya mengalami proses penyembuhan. Tuhan itu baik!

Kunikmati Hujan Siang Ini

November 27, 2016

​Kunikmati hujan siang ini dari secangkir teh yang meredam masa dan kepenatan yang mengunggah puisiku berjatuhan sederas hujan.

Kapan lagi aku bisa sibuk menenggelamkan diri dalam riuh bahasa langit yang turun menggelar kebaikan.
Kunikmati hujan siang ini dari sepotong kue yang dikirimkan tetanggaku, meluluhkan keinsyafan bahwa hidup itu bermakna saat memberi. 

Karena sesungguhnya kaya itu saat kau bagi dengan sesama.
Kunikmati hujan siang ini, masih menahan nyeri dan linu ditulangku yang patah karena jadi hadiah.

Iya hadiah…

Hadiah yang menyatukan hati kekasih, menyuapkan cinta dalam sentuhan dan rasa. 
Kunikmati hujan siang ini, hingga tetesannya berakhir disudut-sudut hijau dedaunan di depan gubugku yang ungu. Ah, kuingat kadang Tuhan senang mengajakku bercanda dan tertawa….bahwa ampas daun teh di gelasku yang sudah dingin pun berguna saat kutebar jadi penyubur dan menghibur. 

Kunikmati hujan siang ini dan aku tidak pernah merugi.

Saya Masih Hidup

November 27, 2016

Sudah duapuluh hari ternyata saya dibebat diatas dada untuk menyangga tulang selangka yang patah ditabrak oleh orang yang takbertanggungjawab dengan perbuatannya.

Tapi saya terus berusaha, menaikkan iman dan pengharapan yang ada, meminta kesembuhan segera, mendongkrak semangat bahwa saya akhirnya akan baik-baik saja seperti sediakala. Tidak…tidak semudah saya berkat, nyeri dan linu di tulang yang patah menarik saya. Sakit dan kebosanan memojokkan saya, gerah kepanasan menggelitik saya, bau badan menyodok hidung mempermalukan saya. Mau berkata apa? Tidak mudah menjalaninya…! Iya, tidak apa-apa…

Sendiri pagi ini di atas kasur dan menuliskan rasa, menolong saya pada pengakuan atas pertolongan dan kasih orang tercinta. Menundukkan saya atas doa para sahabat dan mereka yang menaruh peduli juga. Saya masih hidup…

Doa Kano

November 26, 2016

Salah satu hal yang anak saya Abby ceritakan sehabis pulang sekolah dalam dua minggu ini adalah, “pap…tadi Kano doain papi lagi lho, biar cepat sembuh!”. Iya, sebelum pulang, biasa dikelasnya ada yang memimpin doa seperti doa syafaat mendoakan beberapa hal dan doa akan pulang sekolah. Bersyukur bahwa saya jadi bagian dari doa anak-anak murid di kelas Abby.

Mazmur 65:2 (TB) mengatakan bahwa, “Engkau yang mendengarkan doa. Kepada-Mulah datang semua yang hidup.” Bagaimana saya tidak terberkati dengan anak-anak ini, meskipun mungkin mereka tidak mengenal saya sepenuhnya, mengerti keadaan yang terjadi sebenarnya tapi mereka menempatkan iman percaya dalam doa mereka pada Allah yang pasti mendengarkan doa dan saya yakin tidak hanya sekedar mendengarkan doa juga akan menjawab doa.

Terimakasih Kano sudah mendoakan papi Abby.

 

Cepat Sembuh Pak Guru

November 25, 2016

Hari ini adalah hari dimana bangsa Indonesia memperingati Hari Guru Nasional. Saya bangga karena menjadi bagian dari dunia pendidikan di negara ini. Saya senang bisa menjadi bagian yang paling tidak sedikit mewarnai dunia pendidikan. 

Seharusnya hari ini saya ada di sekolah bersama teman-teman guru yang lain dan murid-murid karena di sekolah sedang merayakan International Children Day dengan mengundang beberapa anak panti asuhan untuk bergabung di sekolahan dan mendapatkan keceriaan sekaligus bingkisan sederhana. Sayang saya masih di rumah dengan badan dibebat menunggu tulang selangka tersambung sempurna dan kuat kembali. Sedih!

Sejak tahun 2007 saya menapaki dunia pendidikan, menjadi guru playgroup dan guru taman kanak-kanak. Aneh? Iya…hahahaha, bagaimana seorang laki-laki memilih menjadi guru bukan pekerjaan yang lain. Saya percaya bahwa mengubah kehidupan di mulai dari menjadi bagian kehidupan itu sendiri. Mengubah bangsa ini? Terlalu muluk, makanya saya menjadi guru TK, mengubah – paling tidak “mempengaruhi” anak-anak kecil dimasa emas hidupnya dengan nilai dan kebaikan yang saya percaya saya miliki.

Jadi, kenapa tidak menjadi guru? Tidak ada jabatan setinggi dan sepenting apapun tanpa ada yang mengajari, tidak ada pengetahuan dan arahan kehidupan tanpa ada yang menyampaikannya. Jadilah guru dan kau akan tahu kepuasan yang tidak terbayarkan saat kau melihat mereka yang kau ajar berhasil. Berhasil memenangkan kehidupan yang dijalaninya!

Cepat sembuh pak guru, rindu muridmu dan canda tawa menunggu disana!

“Perhatikanlah ajaran gurumu dan belajarlah sebanyak mungkin.” Amsal 23:12 (BIMK)  

Nantikan Jawabannya!

November 25, 2016

Sudah sedari kemarin saya mencoba untuk menelpon toko yang menjual air gallon, dua toko tidak bisa atau entah kenapa tidak ada jawaban. Satu lagi toko saya coba telpon jawabannya karena sudah makan dan tidak yang mengantar. Ya sudah, akhirnya tidak memakai air galon tapi yang dikemas dalam gelas plastik saja sementara sampai besok bisa ditelpon dan di antar kerumah galonnya.

Paginya saya mencoba kembali menelpon semua toko rapi tetap tidak ada jawaban. Ya sudah, semoga seperti beberapa waktu sebelumnya karena tiap beberapa hari pekerja dari toko galon air berkeliling kompleks dengan motor roda tiganya menjajakan air gallon dan air isi ulang. Namun sampai jam sembilan lebih ternyata tidak ada yang lewat. Eh…tiba-tiba ada mobil pikap warna merah yang tidak biasa lewat di depan rumah kok lewat bawa galon air, segera saya teriak dan mobilpun berhenti mendadak. Saya tanya ada air galon yang di jual? Sopirnya menjawan iya, dan kemudian mengambilkan satu galon air sekaligus minta tolong untuk diangkat dan di pasang di dispenser, sambil masang saya tanya ternyata mereka lumayan jauh dari tempat yang tidak biasa sampai di kompleks rumah kita kirimnya. 

Haaah….Tuhan memang senang memberi pelajaran dengan cara yang luar biasa, selain bersabar danenahan emosi, saya diajar untuk menunggu dan melihat bagaimana caranya Tuhan menyelsaikan masalah. Mazmur 37:7 (BIMK)mengatakan seperti ini, “Nantikanlah TUHAN dengan hati yang tenang, tunggulah dengan sabar sampai Ia bertindak. Jangan gelisah karena orang yang berhasil hidupnya, atau yang melakukan tipu muslihat.” Dan saya masih belum lolos dengan baik untuk menantikan pertolongan dan jawaban Tuhan, bagaimana caraNya Dia bertindak, menggerakkan hati penjual air galon bermobil yang tidak biasa lewat didepan rumah kemudian tiba-tiba lewat dan menjawab kebutuhan air minum kami. Dan selalu, Tuhan itu baik…jawabanNya tepat waktu. 

Tuliskan

November 24, 2016

Sejak Abby mulai belajar menulis dan menyukai Tulis menulis dia menemukan keasyikan sendiri dalam menulis sekaligus mengungkapkan perasaannya. Beberapa waktu lalu kami juga belajar mengungkapkan syukur ku dalam sebuah tulisan sederhana semacam diary yang menceritakan apa saja yang kami syukuri setiap harinya. Dan Abby pun dengan sangat semangat menuliskan apa saja yang membuatnya bersyukur setiap harinya.

Hari Selasa yang lalu setelah tulang Sekolah Abby menyerahkan selembar kertas yang bertuliskan perasaannya, bagaimana dia berdoa untuk kesembuhan saya dan juga kerinduannya diboncengkan lagi setiap hari untuk berangkat sekolah, karena sejak saya sakit dia selalu berangkat ke sekolah lebih pagi dengan naik ojek online. Saya sangat senang bagaimana caranya mengungkapkan perasaannya lewat tulisan yang dia buat.

Hari ini saya membaca tulisan pemazmur yang berkat seperti ini, “Tulislah semua perbuatan TUHAN untuk angkatan yang akan datang, supaya bangsa yang belum dilahirkan dapat memuji Dia.” ​Mazmur 102:18 (BIMK). Dengan jelas saya di ingatkan bagaimana Tuhan begitu baik setiap waktu pada saya, hanya kadang mengungkapkan dengan cara menulis dirasa agak susah dan memakan waktu. Pada hal dengan berdoa dan berkata-kata secara langsung padaNya memang lebih mudah. Namun kata pemazmur, tulisan akan perbuatan Tuhan dapat menjadi pelajaran dan pengingat yang baik bagaimana Tuhan bekerja dan menolong kita untuk menunjukkan pujian juga penyembahan padaNya.

Kalau saya senang dan terharu dengan apa yang Abby lakukan, saya percaya Tuhan pun akan senang dan terharu dengan apa yang anak-anakNya tuliskan tentang perbuatan-Nya yang hebat dan ajaib itu. Terimakasih untuk inspirasinya ya Bby, terimakasih Tuhan saya berkesempatan menuliskan kebaikanMu dalam hidup yang saya jalani.

“Saudara sendirilah surat pujian kami, yang tertulis di dalam hati kami dan yang dapat diketahui dan dibaca oleh setiap orang.” 2 Korintus 3:2 (BIMK)