Archive for October, 2016

Telor & Tempe 

October 27, 2016

Sebenarnya saya sudah dibekali oleh Oma dari rumah lauk dan sayur untuk makan siang hari ini. Tapi nggak tahu kenapa kok pengen telor dadar dan tempe goreng, karena partner saya juga mau beli lauk sekalian saya juga pesan juga.
Setelah beberapa menit berlalu partner saya datang dan mengatakan pesanan saya yang biasanya seharga lima ribu rupiah ternyata jadi enam ribu rupiah, pada hal belum seminggu saya pesan yang sama masih harga yang lama. Eh, bukan curhat masalah kenaikan harga seribu rupiah, tapi menceritakan bahwa perubahan bisa terjadi kapan saja dan pada apa saja dalam kehidupan kita.

Seseorang mengatakan seperti ini, “Setiap perubahan, meskipun perubahan yang lebih baik, pasti ada ketidaknyamanan. Dan ketidaknyamanan itulah yang harus diubah menjadi kenyamanan.” Saya pikir benar seperti apa yang dikatakan orang ini, membuat hal yang tidak nyaman menjadi nyaman. Banyak hal ketidaknyamanan dalam hidup ini di ijinkan Tuhan terjadi bukan untuk menjatuhkan kita namun untuk kita belajar, belajar berubah menjadi lebih baik tentunya. 

Pertanyaannya adalah apakah kita siap? Apakah kita mau Berubah? Atau senang dengan status quo yang sedang kita jalani.  Paulus mengajarkan seperti ini, “Janganlah ikuti norma-norma dunia ini. Biarkan Allah membuat pribadimu menjadi baru, supaya kalian berubah. Dengan demikian kalian sanggup mengetahui kemauan Allah–yaitu apa yang baik dan yang menyenangkan hati-Nya dan yang sempurna.” (Roma 12:2 BIS). Perubahan ketidaknyamanan dimulai dari ketaatan dan penyerahan diri pada kehendak Allah dan menghasilkan kemampuan yang benar untuk menyenangkan hati-Nya bukan sekedar menyenangkan kita semata.

Perubahan yang baik adalah sebuah anugerah dari Allah sendiri dan karena Ia adalah Allah yang tidak berubah makan janji dan kebaikanNya pun demikian. Seperti firman ini berkat, “Setiap pemberian yang baik dan hadiah yang sempurna datangnya dari surga, diturunkan oleh Allah, Pencipta segala terang di langit. Ialah Allah yang tidak berubah, dan tidak pula menyebabkan kegelapan apa pun.” (Yakobus 1:17 BIS).

Selamat menikmati perubahan, jangan takut berubah, karena berubah itu indah.

Tempe Yang Menyembuhkan

October 26, 2016

Bangun dari tidur sore setelah seharian capek dari sekolah, wajahnya terlihat lesu dan murung. Dengan muka yang cemberut plus nggak mau diajak ngobrol, senderan saja si pumpkin dengan omanya sambil nonton acara kesukaannya.

Mulailah ditawarkan kue dongkal pesenan omanya, juga ubi goreng yang saya beli di rintik gerimis mengundang sore itu. Dan tetap keukeuh menolaknya. Sampai akhirnya dia baru mulai mgomong, “aku mau tempe goreng yang kriuk itu…”. Baiklah…masih sedikit gerimis dan hari sudah mulai maghrib, jadi saya katakan tunggu setelah maghrib, dan saya juga maminya langsung berangkat menuju tukang gorengan baru.
Sepuluh ribu gorengan terdiri dari tempe yang paling banyak, cireng dan bakwan akhirnya kami bawa pulang. Sesampai di rumah langsung dia serbu dengan lahap dan menikmatinya dengan penuh perasaan. Dan, setelah habis tiga potong tempe goreng kriuk pesenannya munculah keceriaan dan senyumnya yang lebar. 
Ternyata tempe itu menyembuhkan dari pusing, males dan cemberut yang dirasakan si pumpkin Abby. Ah…senangnya saya. Mudah dan murah ternyata obatnya.

Sepatu Baru Untuk Lomba

October 21, 2016

Karena sepatu hitam yang dimilikinya tinggal satu yang biasa buat sekolah dan kurang cocok untuk lomba dancing besok sabtu, akhirnya setelah papinya gajian langsung malam ini bersiap membeli yang baru.

Dengan badan kecapekan, sedikit demam dan meler hidungnya, tetap semangat si bulet pumpkin sambil bernyanyi sepanjang jalan di atas motor menyongsong sepatunya. Sesampai di toko, bukan mall atau toko sepatu mahal, ini toko sepatu pinggir jalan biasa mulailah dicari yang pas ukurannya dan cocok. Maminya suka salah satu model tapi anaknya nggak mau, walhasil ada salah satu sepatu warna hitam dengan merk plesetan merk asli mahal itu malah cocok dan pas di kakinya si pumpkin. Puji Tuhan masih bisa ditawar nggak sampai seratus ribu dapat sepatu baru. Dan hari sabtu bisa tampil maksimal, tentu saja berharap mendapatkan juara lagi. 

Terimakasih ya pumpkin mau beli dan pakai sepatu murah, ingat dulu jaman papimu SD juga nggak punya sepatu mewah. Hehehehe! 

KERAK

October 15, 2016

Kopi pagi saya sudah dingin, tinggal seperempat gelas saat saya tinggalkan pagi ini ke rumah teman mengantarkan pesanan barang dari jualan saya. Puji Tuhan semoga cocok dan bisa repeat order lagi. Amin! Dan hebatnya saya mendapatkan ganti secangkir kopi panas, roti selai dan irisan mangga untuk sarapan pagi ini, plus sharing dan obrolan yang mengesankan. 

Sesampai dirumah, setelah beli teh, gula dan kopi juga telor untuk stok dirumah yang sudah habis saya lanjutkan dengan kegiatan yang mengasyikkan yaitu cuci gelas, tepatnya sih mug/cangkir keramik. Kenapa saya nyuci cangkir disabtu pagi disaat seharusnya saya bisa santai dan leyeh-leyeh? Karena alasannya adalah sudah lama sekali cangkir-cangkir ini digunakan untuk minum teh dan kopi dan hasilnya sekarang banyak sekali keraknya menempel dari bekas teh dan kopi yang sudah berwarna coklat. Berkali-kali  pakai berbagai deterjen nggak mempan, akhirnya saya mencoba memakai pembersih khusus untuk peralatan dapur, dan yaaaaa…berhasil! Semua kerak-keraknya bersih total tentu dengan usaha menggosoknya satu demi satu cangkir lumayan pegal. Tapi hasilnya adalah semua cangkir keramik yang ada sekarang jadi putih bersih dan mengkilap kembali. 

Saya mengingat pembicaraan tadi pagi, kata teman saya, “kalau sudah seusia saya sekarang, kita itu sangat menyadari bahwa tanpa kekuatan dan campur tangan Tuhan, kita nggak bisa ngapa-ngapain”. Saya menyetujuinya, betapa kerak dosa yang saya miliki semakin lama semakin tebal dan menghalangi Roh Allah bekerja dalam diri saya, betapa banyak pelanggaran, kesombongan, iri hati dan teman-temannya banyak menempel di kehidupan saya yang membentengi kasih karunia Allah melimpahi hidup saya seharusnya. 

Ketika saya membersihkan kerak di cangkir itu Tuhan mengingatkan kembali pada saya betapa besar kasih dan karuniaNya pada saya seperti firman in berkata, 
“Meskipun kamu merah lembayung karena dosa-dosamu, kamu akan Kubasuh menjadi putih bersih seperti kapas. Meskipun dosa-dosamu banyak dan berat, kamu akan Kuampuni sepenuhnya.” (Yesaya 1:18 BIS). 
“Saudara-saudara yang tercinta! Semua janji itu ditujukan kepada kita. Oleh sebab itu hendaklah kita membersihkan diri dari segala yang mengotori jiwa raga kita. Hendaklah kita takut kepada Allah, supaya kita dapat hidup khusus untuk Dia dengan sempurna.” (II Korintus 7:1 BIS).
“Orang yang membersihkan dirinya dari semua yang jahat, orang itu akan dipakai untuk keperluan yang istimewa. Ia menjadi milik yang khusus dan berguna bagi tuannya. Ia disediakan untuk dipakai bagi setiap pekerjaan yang baik.” (II Timotius 2:21 BIS).
“Yesus Kristus sudah melakukan apa yang dikehendaki Allah dan mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban. Dengan persembahan itu, yang dilakukan-Nya hanya sekali saja untuk selama-lamanya, kita semua dibersihkan dari dosa.” (Ibrani 10:10 BIS).

Terimakasih untuk pembelajarannya hari ini Gusti, saya bersyukur dengan caraMu yang selalu luar biasa.

Sabtu Pagi Dan Kopi Saya Yang Hampir Dingin

October 8, 2016

Terbangun karena suara gonggongn anjing tetangga belakang rumah mulai subuh tadi membuat saya nggak bisa menikmati bangun siang, eh…bukannya suara ayam jago ini malah suara anjing melengking pagi-pagi. Segera saya turun dari kasur dan mengambil tissue…melee hidung ini mungkin efek kurang istirahat beberapa hari belakangan.
Saya mulai siapakan kopi pagi ini untuk menemani, sementara yang lain masih pada tidur. Dua tiga seruput saya nikmati dan kemudian perut mulai bergejolak. Wah…harus pelepasan dulu kayaknya, ya sudah akhirnya di tinggal saja si kopi. Setelah selesai berhajat…eh ternyata kopi sudah mulai dingin, nggak papalah…tetap enak buat saya. Sambil menyeruput kembali pelan-pelan saya menemukan kisah ini.

“Seorang suami makan malam bersama sang istri di sebuah restoran ternama.Sang istri memesan ikan bakar yang sangat lezat.Setelah dihidangkan, sang suami mengeluh terus dan mengatakan, “Saya tidak bisa makan, terlalu banyak tulangnya.”
Dan sang istri tersenyum sambil berkata, “Sayang, kenapa tidak FOKUS pada DAGING ikannya saja, bukan pada tulangnya, …Toh yang kamu makan DAGINGnya bukan ?”
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menghabiskan banyak energi untuk FOKUS pada hal-hal yang negatif, pada kelemahan-kelemahan kita, pada masalah kita. Kita selalu fokus pada sesuatu yang tidak kita miliki bukan fokus pada apa yang kita miliki. Kita fokus pada sesuatu yang tidak bisa kita lakukan, bukan fokus pada apa yang bisa kita lakukan. Kita tak pernah puas diri karena selalu membandingkan kita dengan orang lain.
Hidup tak selalu tentang tujuan akhir (mempunyai materi yang berlimpah, karir yang baik dll) Tetapi juga tentang proses menjalaninya …. 

Hidup harus memberi RASA….. ketika kita sudah menambahkan 5 sendok gula ke dalam secangkir kopi, tetap saja tak akan ada rasa manis ….Selama kita tidak pernah mengaduknya.”
Ah…kopi pagi saya yang hampir dingin ini menceritakan kebaikan dan proses yang indah. Terimakasih Tuhan. 

Jarik Batik di Kamarku

October 2, 2016

Hari ini di peringati sebagai hari batik nasional, selain pengakuan dunia international dengan keberadaan budaya asli yang kita miliki ini, batik adalah sumber kasih sayang yang berbagi dengan tulus dan memghangatkan.

Saya menyimpan batik yang sengaja saya bawa dari rumah semenjak pergi ke Jakarta dan mulai mencoba mandiri. Salah satunya sudah robek, yang lain sisa semasa Abby masih kecil sudah jadi alas buat setrika baju. Namun masih ada dua batik yang setiap malam selalu menemani kami berdua tidur, seingat saya itu adalah batik ya g ki bawa setelah kami menikah, maksudnya setelah acara adat ala-ala di kampung, saya meminta batik itu untuk dibawa ke Jakarta. 

Saya mengingat kain jarik kalau orang Jawa bilang karena kain ini digunakan sebagai bagian pakaian yang menutup bagian bawah para wanita. Dulu masih sering melihat Mbah saya dan mbah-mbah yang jualan di pasar desa mereka pakai kain jarik alias kain batik ini jadi baju dan juga bagian budaya yang masih hidup. Sekarang kayaknya sudah susah nyarinya. 

Saya menyimpan kain batik ini dan sering di jadikan selimut kalau malam. Selain adem dan nyaman juga selalu menjadi penhingat kasih sayang ibu saya. Kengatan pelukannya nggak bisa saya rasakan tiap hari tapi paling tidak kain jarik batik ini selalu menemani.

Selamat hari batik, maturnuwun Bu jariknya! 

Selamat Pagi Oktober

October 1, 2016

Selamat pagi Oktober, menikmati pagi ini dengan bangun pagi kemudian bersiap-siap untuk olahraga pagi. Lumayan bisa jalan kaki alias jogging bareng istri Keliling kompleks perumahan juga sekalian belanja di budhe sayur untuk masak hari ini. Perfect bukan? Nggak juga sih…hahahahaha! Tapi indah dan menyenangkan. 
Pulang dari belanja dan jogging kemudian melanjutkan menikmati berkat selanjutnya yaitu nambal ban motor? Yaah…dari semalam ketahuan kalau ban belakang bocor lagi. Tapi…ternyata sampai di bengkel motor dan dicek kondisi bannya ternyata sudah tidak bisa diselamatkan, dua buah lubang dan gesekan dengan bannya membuat beberapa bagian ban dalamnya tipis dan membahayakan. Jadilah akhirnya di ganti, hanya dengan 40ribu saja sudah diganti dengan ban dalam baru. Yang bikin agak  nggak enak adalah si abang tukang tambalnya bilang, “lumayan ini bisa tahan 2 bulanan lah kira-kira”, yaelah…hahahahaha! Hanya 2 bulan aja ya. Berarti kode untuk ganti ban lunar depan dan belakang harus di siapkan. Semoga gajian bulan depan bisa di bagi buat beli ban baru.
Yang penting adalah kebaikan Tuhan dan berkatNya selalu menyertai, dalam keadaan bocor ataupun tidak Tuhan itu tetap baik adanya!