Ngopi Adalah Sebagian Dari Iman


​Sekejap membuka mata pagi ini dan rasa kantuk masih menyergap di antara bantal dan selimut yang masih setia menemani. Sayup dari kamar sebelah terdengar anakku sudah mendengarkan suara lagu dari radio kesayangannya. Ah, puji Tuhan aku masih hidup. Kuturunkan kaki dan melangkah menuju dapur hendak mengisi perut dengan air putih, disambut dengan suara Mami mertuaku, “Moos, air galon habis diganti!” , ah…masih ada orang tua yang menyayangi, Puji Tuha kembali. Istriku bangun dan menyusulku, mendaratkan pelukan dan ciuman kecil dipipi, ah…betapa aku beruntung di kelilingi orang-orang yang mencintai. Selesai kuganti air galon, ku seduh kopi sachet sisa terakhir minggu ini, Puji Tuhan masih begitu banyak nikmat yang kumiliki.

Sembari menunggu mereka mandi, kunikmati pelan kopiku dan menengok social media yang terpasang di telepon genggam dan kucek ada notifikasi yang menyukai postinganku semalam. “Good things are coming, keep growing” ya benar, semua hal yang baik akan tetap datang, tetaplah bertumbuh. Bertumbuh, tetap hidup dan terus berubah dalam kebaikan, tetap berharap meskipun keadaan tidak seindah bayangan, terus berusaha dan mencari karena pasti akan menemukan. Tetap menjalani kehidupan karena ada kuasa besar yang sudah men-setting sedemikian rupa kisah dan perjalanan yang harus saya lalui.

Apalah saya dibandingkan kebaikan-Nya yang senantiasa ada? Ucapan syukur saya mestinya mengalir bukan karena keadaan, keberuntungan dan kenikmatan saja. Setiap hal yang baik sudah di siapkan untuk saya nikmati, setiap hal yang buruk di ijinkan untuk saya lewati yang berguna mendewasakan dan menguji, memposisikan untuk menggantungkan kelemahan dan kekurangan saya. Pemazmur menuliskan, “Semoga kebaikan dan kejujuran mengawal aku, sebab aku berharap kepada-Mu.” (Mazmur 25:21 BIS). Jujur saya tidak mampu, saya bukanlah sekuat yang terlihat, jika tanpa kebaikan-Nya yang mengawal saya setiap hari saya tidak akan mampu untuk terus berharap. Berharap bahwa dengan saya percaya, saya tetap terus dan selalu mendapatkan bagian saya. 
Kebaikan-kebaikan kecil pagi ini adalah kebaikan-kebaikan besar yang tersembunyi untuk dibukakan dan di nyatakan menjadi bukti. Bukti bahwa Dia memang tidak pernah menegakan dan meninggalkan saya.

Ah, maturnuwun Gusti kopi saya habis di seruputan terakhir menyisakan ampas hitam yang akan terbuang. Tapi kebaikan-Nya tak pernah menjadi sisa dan terbuang. 

Selamat akhir pekan, jangan lupa ngopi. Karena ngopi adalah sebagian dari iman, hehehehehe!

Advertisements

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: