Selamat Jalan Yu…


Apalah arti seorang pembantu, maaf…asisten rumah tangga untuk anda? Hanyalah seorang pekerja yang sederhana dengan gaji dibawah rata-rata dan tanpa banyak tanya? Mungkin. Atau seseorang yang anda butuhkan setiap hari karena begitu banyak pekerjaan rumah tangga yang tak mungkin terselesaikan dengan dua tangan anda? Bisa jadi. Seseorang yang ada didekat anda dan menjadi penolong bahkan dengan keadaan yang justru kadang lebih lemah dari kita sendiri, sebagian besar iya.

Panggilannya “Ayuuk…” Mungkin panggilan gampang dari kata mbakyu dalam bahasa Jawa yang berarti kakak perempuan yang lebih tua. Seseorang yang mengaku nggak bisa baca tulis, sendirian hidupnya, di tinggal mati oleh suami dan anaknya, tak ada lagi orang dekat di sekitarnya hanya saudara tiri yang sering pinjam uang yang kadang nggak dikembalikan padanya. Tiga belas tahun dia mengabdi dan tidak mau pergi meninggalkan majikannya yang kadang dia rasa tidak terlalu sayang padanya.

Kemarin si Ayuuk pagi-pagi sekitar jam tujuh pulang pulang ke Sang Pencipta setelah beberapa hari dia menikmati sakit terakhir di jasmaninya. Kemarin dia meninggalkan kata, “maapin ayuuk ya bu…ayuuk pengen mati disini sama ibu” begitu yang dia katakan pada majikannya. Kemarin dia meninggalkan pekerjaannya yang tiap hari saya saksikan. Kemarin dia dengan tenang pulang…

Meninggalkan banyak cerita bagaimana dia setiap hari menyapa dan bercerita ketika sore saya menyapu halaman, ketika kami waktu itu butuh air, ketika dia pengen makan sesuatu dan mendapatkan sebungkus makanan pemberian istri saya, dan sering bilang, “bojomu kuwi putih ayu men…anakmu nurun mama’e ya ora kaya kowe”. Ketika dia menceritakan uangnya yang di pinjam si tukang sampah dan nggak di kembalikan, perhiasaannya yang dijual oleh saudara tirinya dan mengatakan, “piye olehku mbales kowe…mosok aku diwenehi panganan terus?” Kemudian sebungkus gorengan dan seplastik oleh-oleh dia sisihkan diberikan pada kita.

Terimakasih sudah mengajarkan kesederhanaan, keluguan, ketulusan dan juga kerja keras. Kebaikan-kebaikan kecil yang kamu sisihkan. Keindahan hidup yang kamu tunjukkan dengan caramu membawaku pada sebuah kesadaran bahwa hidup adalah sebuah pemberian yang dibaktikan dalam pengabdian, ketulusan dan kesederhanaan. Selamat jalan Ayuk…tenang dan sejahteralah di keabadian.

Advertisements

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: