Archive for August, 2016

DITOLAK!

August 31, 2016

​Pernah merasakan di tolak cinta anda? Sudah siap-siap nembak, berbagai cara dan rayuan di siapkan, bunga dan cokelat bahkan kado mungkin jadi senjata, tempat romantis atau suasana khusus yang sengaja dipilih? Oh, yes…ternyata jawabannya adalah, “kita temenan aja yaah…” Hehehehe, tenang saja, saya nggak mau nulis soal cinta-cintaan gitu. Saya mau menceritakan pengalaman sederhana sore ini yang saya, istri dan anak saya alami bersama.

Ceritanya, karena stok telur juga susu Abby habis, jadilah kami pergi ke toko serba ada langganan. Seperti biasa, kalau sudah selesai menata belanjaan di motor, siap-siap pulang, si mami selalu nanya, “ada dua ribuannya?” “Nih…ada” sambil saya ulurkan selembar dua ribuan. Kemudian sambil membelokkan motor ke arah pulang, si mami panggil pak tukang parkir sambil mengulurkan lembaran dua ribuan. Ternyata, sambil mengatur jalan si bapak menjawab, “udah bawa aja…bawa aja”. Yaah, dua ribuan kami ditolak, hahahaha! Kami sempat bingung, padahal setahu saya memang nggak semua motor yang parkir disitu memberi uang parkir. Sehari di bagi dua shift kerja parkir, berapa rupiah yang bisa dia dapatkan seharinya?

Pengalaman di tolak tukang parkir itu jarang-jarang buat saya. Yang ada malah, kalau kita datang nggak nyamperin, giliran mau pulang eh…tiba-tiba muncul nagih. Operasi senyapnya hebat memang ya. Lau Tze menuliskan seperti ini, “Keramahtamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan, keramahtamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian, keramahtamahan dalam memberi menciptakan kasih”. Seni keramahtamahan yang saya pelajari kali ini sungguh membuat saya semakin mengerti, bahwa masih ada orang-orang yang menghargai orang lain bukan karena sekedar diberi, bukan karena mengharapkan diberi, bukan karena pekerjaannya lalu menunggu untuk diberi, tapi malahan berani untuk tidak mengambil haknya sendiri. 

Dua ribu mungkin tidak begitu berarti buat kita, saya pikir itu cukup berarti untuk si bapak malam ini menambah penghasilannya, tapi dia relakan untuk menjadi pelajaran buat saya. Terimakasih pak parkir karena uang saya di tolak jadi saya bisa belajar banyak!

“Jadi, selama ada kesempatan bagi kita, hendaklah kita berbuat baik kepada semua orang, terutama sekali kepada saudara-saudara kita yang seiman.” (Galatia 6:10 BIS).

LELE DARI TETANGGA

August 29, 2016

​”Satu-satunya hal yang dibagi tapi tidak berkurang malah bertambah yaitu kebahagiaan”

Malam sudah mulai bergulir menyebarkan gelapnya, setelah hampir setengah hari mati lampu akhirnya menyala kembali setelah satu tim pengendali datang membereskannya. Sedikit panas di dalam rumah membawa saya keluar dan sejenak menikmati udara luar yang lumayan cukup segar. Dan kemudian muncul tetangga dari ujung yang datang membawa bungkusan plastik kemudian menghampiri saya dan menyapa.
“Om, mau lele nggak? Ini saya panen terakhir nih” “wah, mau aja Om” jawab saya. “Kok masih sempat bikin kolam di rumah?” tanya saya melanjutkan percakapan, “iya, kolam kecil aja pakai terpal, lumayan sih ada 400an ekor, udah puas saya sering banget makan sendiri, jadi ini panenan saya terakhir saya bagi-bagi aja.” “Makasih ya Om sekali lagi, Alhamdulillah” jawab saya mengakhiri perbincangan kemudian dia berlalu dan berjalan ke rumah tetangga yang lain untuk membagikan lele yang lain.

Senangnya ada kebaikan dan kebahagiaan yang dibagikan malam ini, ada hal-hal sederhana yang mengajarkan kita bahwa dalam keadaan apapun selalu ada cara dan jawaban yang kadang tidak kita duga menjadi solusi atas apa yang kita alami. Dan besok lumayan ada lauk baru, 4 ekor lele goreng siap disantap. Nikmat kebaikan itu akan tetap menjadi kebahagiaan yang indah.

Naik Turun

August 16, 2016

​Saya menyalakan semangat pagi saya hari ini dengan secangkir kopi yang di mixed, dicampur gitu. Bukan kopi campur alias mixed yang sudah jadi sasetan dan dijual di dipasaran, tapi ini kopi bubuk dengan coklat dan sedikit gula yang saya ramu sendiri biar kayak barista gitu, hahahaha…! Hasilnya? Emm…rasanya yang jelas naik turun, naikin rasa nurunin kantuklah, lumayan kan?

Bicara tentang naik turun itu kayak tegangan listrik dirumah. Sejak pindah, dari dapat listrik gratisan sampai pasang sendiri dan developer nggak mau ganti-ganti uang pemasangannya, eh…malah curhat. Yang penting kalau ada listrik itu adalah stabilnya tegangan listrik yang mengalir ke rumah. Tahu kan kalau tegangan listrik naik turun perangkat elektronik kita bisa rusak, buktinya mesin pompa air saya mati, mesin ac juga mati, mesin pompa air tetangga saya bahkan sudah dua kali ganti gara-gara tegangan naik turun. Tapi puji Tuhan, seminggu yang lalu akhirnya tukang listrik developer datang memperbaiki jaringan listrik dikompleks kami. Yaah meskipun seharusnya jaringannya dibawah tanah sekarang malah jadi diatas, nggak papalah yang penting listriknya stabil seperti yang dia bilang karena sudah dipastikan trafo listrik khusus untuk kompleks rumah kita saja dan perbaikan jaringannya memang terbukti. Kipas angin nyalanya stabil sekarang tiba-tiba kenceng trus pelan, mesin air kapanpun nyala udah nggak bersuara seperti orang nangis dan ac dikamar Abby jadi dingin lagi. 

Tapi efek kopi campur-campur saya bikin perut rasanya naik turun minta dikuras. Kayak kehidupan yang kadang naik dan turun juga ya. Kadang naik di atas dengan senyum bahagia, kadang di bawah dengan ratapan dan tangisan. Semuanya berlaku dan berjalan saya percaya sesuai dengan kehendak-Nya, karena suatu saat akan stabil pada waktunya. Akan tetap pada tegangan yang diharapkan bahkan bisa nambah daya untuk penambahan kekuatan pemasangan elektronik yang lainnya. 

Sama seperti kehidupan Yusuf yang luar biasa naik turunnya menurut saya. Disebut tukang mimpi, membuat iri saudara-saudaranya, dimasukkan dalam sumur, dijual saudaranya, menjadi budak, di fitnah istri majikannya, dimasukkan dalam penjara, tapi ujung dari semuanya dia mendapatkan bagian terbaik dalam kehidupannya. Menjadi pemimpin besar yang sangt berpengaruh, membuat sejarah besar dalam kehidupan yang tercatat sangatlah hebat.  
Dan, selalu saja ada musim dimana kehidupan yang saya jalani ada masa naik dan turunnya. Ada momen di mana rasanya seperti sakit perut melilit, rasanya seperti naik turunya tegangan listrik, tapi saya percaya ujungnya akan ada kebaikan dan berkat yang menyertai. Sebuah pepatah cina mengatakan seperti ini, “Dibandingkan mengutuk kegelapan, jauh lebih berguna langsung menyalakan lilin.” Yups, daripada saya menggerutu dan menyesali sekaligus marah dengan hal-hal buruk yang terjadi, lebih baik saya mulai menuliskan kebaikan, kemurahan, berkat dan juga ucapan syukur yang kadang itu semua dilupakan karena tertutup hal-hal yang kurang baik yang kita alami. 

Mau naik atau turun musim hidupnya, janganlah lupa untuk ngopi, dengan segelas tiga ribu kopi hitam bisa tersaji dan mengepul siap diseruput. Cusss…

Sapi, Ayam atau Udang?

August 15, 2016

​Sapi, Ayam atau Udang? Ketiganya sama-sama enak dan mengundang selera. Maksudnya ini kalau kita bicara soal memilih makanan di restoran atau warung makan dengan makanan atau menu yang tersaji biasanya akan ada pilihan dengan olahan daging di dalamnya. Ketiganya sama-sama bisa jadi pilihan yang enak menurut saya sih, ya jelas misalnya dengan olahan daging sapi tentu akan lebih mahal dibanding dengan daging ayam, tapi nikmatnya olahan seafood apalagi udang jelas sangatlah nikmat dalam olahan nasi goreng misalnya.
Jangankan memilih untuk ketiga menu diatas, memilih mau makan dimana saja bisa jadi sebuah pengambilan keputusan yang kadang nggak gampang. Mau makan di di warung seafood tenda pinggir jalan, pecel ayam atau memilih di foodcourt atau resto di tempat yang nyaman juga sebuah pilihan awal. Mau duduknya di mana itu juga pilihan, apalagi akhirnya harus milih apa saja menu yang akan di santap.

Betul hidup adalah pilihan, bukan hasil melempar dadu yang menentukan berapa titik angka yang akan keluar. Betul saya memilih menjadi guru taman kanak-kanak bukan pengacara atau pendeta. Saya memilih jualan produk herbal bukan jualan sepatu dan baju atau perhiasan. Saya memilih menulis di blog, web dan aplikasi lain daripada saya menulis ditembok tetangga karena anjingnya tiap malam menggonggong kencang menganggangu tidur saya, hahahaha! Jelas itu semua pilihan, termasuk saya menyukai sapi lada hitam, ayam goreng bagian paha dan tentu saja nasi goreng udang. Semuanya pilihan di suatu waktu, dan tidak dalam satu kesempatan untuk dinikmati.

Tuhan tidak melemparkan sekeping uang logam dan memilih salah satu sisi untuk berdiri disudut mana atau memulai permainan sebagai keputusan dari pilihannya, Paulus katakan seperti ini, “Sebab kalau Allah memilih orang dan memberkati orang itu, Allah tidak pernah menarik kembali apa yang telah dibuat-Nya.” (Roma 11:29 BIS). Belas kasihan-Nya kepada seluruh umat manusia adalah pilihan yang tidak dapat ditarik kembali. Tapi keputusan kita dan pilihan kita untuk mengikutinya juga menentukan apakah kita akan menjadi bagian dari orang yang diberkati-Nya. Monggo, pilihan ada ditangan anda kok. 

Kalau saya lebih dulu milih nyeruput kopi…biar otaknya sama hati nyambung dan katanya lebih bijaksana dengan pilihan saya hari ini.

Mi Amot

August 11, 2016

​Hari kamis dan sebungkus nasi padang. 

Mi Amot….
Sebenarnya sih Mr.Amos
Salah nulisnya? Nggak papa, selalu ada salah yang terjadi tapi selalu ada kebaikan yang di dalamnya tersaji.
Amot itu artinya dalam bahasa Jawa adalah muat, khusus dari hari ini kayaknya Tuhan tuh bilang, “mos…isih amot kok!” (Mos, …masih muat kok), iya muat banyak untuk rasa syukur, kebaikan, berkah dan juga rencana-Nya yang kadang dadakan n ngagetin. Tapi ujungnya adalah ketika nama yang salah itu dibuka, haaaah…kenyang akhirnya! 
Ada hal yang baik di setiap kisah yang kadang terasa nggak baik. Selalu…
#nyeruputkopidibelakangrumah #sambilcurhatsamaistri #hidupituindah #bersyukursaja — With My Wife at Depan Pintu Belakang Rumah

Hujan itu Baik

August 7, 2016

​Tuhan itu baik, selalu baik dan memang baik adanya. Buktinya malam ini akhirnya kebagian hujan juga, Haleluya! Karena beberapa hari lamanya nggak bisa nyiram tanaman, mesti irit-irit air. Bukannya nggak ada air disumur, masih ada tapi nggak banyak seperti biasanya udah gitu habis dibenerin dan dibersihin pipanya malah airnya ngucur kecil sekali. 
Bersyukur, malam minggu kemarin akhirnya diperbaiki ulang dan bisa menarik air dari dalam sumur dengan baik kembali. Dan malam ini, meskipin sebentar paling tidak hujannya lumayan menyiram tanaman di depan dan belakang rumah, syukur-syukur bisa nambah isi cadangan air sumur.
“Tanah itu Kaupelihara dan Kauberi hujan, Kaujadikan subur sehingga hasilnya berlimpah. Sungai-sungai Kauisi penuh dengan air, Kausediakan gandum bagi mereka, ya, begitulah Engkau menyediakannya.”

Mazmur 65:9 (BIMK). Saya percaya jika Tuhan mampu melakukan kebaikan dan juga mengabulkan doa sekaligus menunjukkan kebaikan-Nya yang telah teruji waktu hingga saat ini. Kalau Daud mengalami kebaikan dan kemurahanNya saya yakin bahwa dengan melihat hal-hal sederhana bahkan hujan sebentar malam ini bisa membawa kebaikan dan juga kekuatan dan ucapan syukur saya atas setiap berkat dan nikmat yang saya rasakan dalam hidup.

Melepaskan Jebakan

August 5, 2016

​”Kita menyambung hidup dengan apa yang kita peroleh, tapi kita menghadirkan kehidupan dengan apa yang kita berikan” (Winston Churcill)

Saya menemukan seekor tikus kecil yang biasa orang bilang tikus curut dikamar mandi kantor ketika pagi ini datang di tempat kerja dan hendak buang air kecil. Kepalanya masuk ke dalam lubang kecil pembuangan air, sepertinya dia hendak melarikan diri atau mencari jalan keluar karena terjebak dan tidak bisa menemukan jalan supaya bisa pergi dari kamar mandi. Tadinya saya pikir sudah mati tikusnya, namun selang beberapa detik ekornya mulai bergerak dan kepalanya juga bergerak namun tampak lemas, mungkin sudah sedemikian rupa dia berusaha dan tidak bisa, akhirnya kehabisan tenaga dan pasrah dengan keadaannya sekarang.

Mungkin secara tidak sadar saya bisa saja terjebak dalam situasi dan kondisi yang membuat saya tidak bisa melihat jalan keluar lagi. Tapi ternyata selalu ada jalan keluar. Ada cara dalam kebenaran seperti yang tertulis di Yesaya 61:3 (BIMK)  “untuk memberi kegembiraan dan sukacita kepada orang yang bersedih dan berkabung; untuk mengubah kesedihan mereka menjadi lagu pujian. Mereka akan seperti pohon yang ditanam TUHAN sendiri. Mereka akan melakukan yang baik dan benar, sehingga TUHAN diagungkan.” Jebakan situasi dan kondisi tanpa jalan keluar akan berubah menjadi sukacita dan “membuka” jalan yang tidak terlihat ketika Tuhan memberi kegembiraan dan sukacita.
Terimakasih untuk pelajarannya Tuhan.

Menikmati Angkot

August 4, 2016

​”Pastikan anda menikmati saat ini hari ini jam ini menit  ini detik ini. Sebab esok akan berubah menjadi kenangan” (Frank Sirait)

Menjelang tidur saya mendapatkan cerita saat pulang dari sekolah dan naik angkot Abby bersikeras membayar angkotnya sendiri. Dan tepatnya adalah membayar untuk dua orang, dia sendiri dan maminya. Sengaja di pagi harinya sebelum berangkat sekolah saya beri uang sepuluh ribu yang niat awalnya adalah untuk jaga-jaga di sekolah jika kehabisan air minum bisa beli di kantin. Ternyata dia berpikir dia bisa membayari maminya untuk perjalanan pulang dari sekolah. Ah, lucu juga sih mendengar cara dan kemauannya untuk menunjukkan kepedulian bahwa dia bisa gantian yang membayar angkot selain mami, papi dan oma-nya. Paling tidak ada kemauan dan keinginan untuk berbagi sekaligus membanggakan dirinya sendiri.

Semoga kelak kamu selalu dan terus setiap waktu menikmati yang kamu lakukan di masa kecilmu. 

Dapur-Sumur-Lembur

August 2, 2016

​”Satu – satunya sukses yang diraih sebelum bekerja hanya ada di kamus saja” (Donald Kendall, Mantan Presiden Komisaris Pepsi Co.)

Kopi jahe di seduhan yang saya seruput pagi ini membawa perbincangan tentang sebuah keberhasilan hidup. Sederhana namun penuh makna ketika saya mendapatkan sebuah kearifan dan kebijaksanaan seorang dari seorang penjual kopi di pinggir jalan.

Jika ingin berhasil, mulailah dari dapur artinya dari yang paling kecil yaitu keluarga. Keberhasilan memimpin, menyejahterakan dan menikmati kesuksesan adalah sejatinya dimulai dari keluarga. Lalu jika sudah berhasil di dapur kemudian menuju ke sumur, pada masa itu sumur menjadi tempat berkumpul tetangga sekitar untuk bertemu dan mendapatkan air, tidak seperti sekarang tiap keluarga bisa punya sumur. Sumur menandakan bahwa keberhasilan harusnya mulai bisa dirasakan oleh orang-orang sekitar keluarganya. Dan yang terakhir adalah lembur, lembur menurut penuturan Mang Kopi dalam bahasa sederhana adalah kampung. Jadi keberhasilan akan membawa kebaikan dari dapur alias keluarga, sumur atau orang sekitarnya dan kemudian menyeruak sampai lembur alias kampungnya. Dengan demikian efek keberhasilan seseorang yang sesungguhnya bukanlah untuk dirinya sendiri namun menjadi berkat dan kebaikan bagi banyak orang yang hidup disekitarnya.

Jadi apakah saya sudah sukses? Ah, tunggu sebelum kopi jahenya dingin seruput dululah ya. Hehehehehe…! Nah, jawabannya adalah saya mau kerja dulu yaa biar dapur ngebul, syukur-syukur bisa nabung lebih buat dalemin sumur, beneran…karena masih standar developer. Segitu dulu saja. Kata dosen bahasa Belanda dulu jaman kuliah kata sukses itu dari artinya lebih dari enam. Hmmm…lebih dari enam ya? Semoga saya lebih cepat dari enam. Amin.

Catatan Harian Abigail

August 1, 2016

​Secangkir kopi susu sore ini menemani di rintik hujan yang masih jatuh di awal Agustus, tidak ada gorenan atau cemilan yang jadi pendamping seruputannya, yaah…tidak masalah, yang penting kehangatannya menjadikan kenikmatan hidup ini tidak kalah dengan yang di warung dan cafe yang mahal disana.
“Bila kita selalu bersyukur dan tidak mengeluh, kita sudah punya nilai tambah di mata Tuhan” begitu kata Hendrik Ronald yang menggelitik saya dan memaksa saya untuk menggali, sudahkan saya bersyukur hari ini? Demikian juga dengan keluhan-keluhan yang sering saya dengungkan sudahkah saya membuatnya jadi berkurang? 
Dan saya menemukan salah satu yang harus saya ungkapkan jadi nilai tambah saya dalam bersyukur hari ini, yaitu tulisan Abby di sekolah yang menceritakan tentang apa yang dia alami. Seperti ini tulisannya, 


Catatan harian-ku.
Hari ini saya sangat senang
Karena ayahku membelikan
Gelang dan stiker warna.
Kemarin-kemarin aku
pergi ke Bandung aku
memakai baju nona Belanda.
Aku juga pergi ke Bogor.
Aku pertama kalinya aku
naik kuda, seru sekali
ini pengalaman saya.
Abigail


Sebuah tulisan sederhana dari seorang anak yang baru saja naik ke kelas dua sekolah dasar, tapi buat saya dia menggambarkan ungkapan perasaan yang sangat dalam tentang apa yang dia miliki dan rasakan. Terimakasih Abigail sudah mencatatkam rasa syukurmu dan mengajarkan papi lebih banyak lagi belajar bersyukur.