O; Obat


Saya bergaul akrab dengannya sejak saya masih kecil. Bahkan mulai diperparah ketika bapak ibu saya bercerita kalau saya mulai sakit-sakitan semakin berat. Obat selalu menjadi teman baik yang mengiringi kehidupan saya. Obat asalah bagian yang mungkin tak terpisahkan dengan tarikan nafas yang saya hirup.

Obat aneh-aneh, dari makan paru ular sampai minum ramuan dari paranormal terkenal di keraton Solo pernah saya cicipi, di pijat,  dibalur di apainlah…buanyak cara nggak mempan juga. Obat dari medis, kedokteran kayaknya nggak kurang-kurang deh. Sampai jaman dulu kalau parah dibawa kerumah mantri kesehatan dekat rumah, kemudian di suntik andrenalin, dengan jarum yang terus menancap dimasukkan obat satu strip demi satu strip sampai bisa bernafas dengan normal lagi. Bahkan mungkin satu-satunya tenaga medis mungkin yang berani melakukan pada pasien asma seperti saya. Almarhum pak Nariyana, sudah hapal kalau saya kambuh bengeknya, segera melakukan tindakan seperti diatas tadi. Obat pil, kapsul, sirup atau bahkan yang terakhir yang disemprotkan alias inhaler juga jadi bagian yang indah dalam kehidupan saya.

Obat ini menjadi bagian cerita yang tidak terpisahkan dalam kehidupan saya. Tapi obat asma terbaik yang Tuhan ijinkan saya dapatkan adalah asmara, cieeee…..hahahahaha! Asma saya bersatu dengan asmara istri saya, dan….ternyata setelah diatas 30tahun dan menikah dengan saya, ketahuan juga dia punya asma. Hahahahaha! Jadilah kita bersatu dengan asma, asmara dan tentu saja obatnya!

Advertisements

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: