K; Kindergarten


Hari ini adalah hari terakhir anak-anak di kelas saya mengajar masuk. Setahun sudah mereka bersama dengan saya dan dua partners saya mengajar dan mendidik mereka, membagikan waktu, tenaga, usaha, kerja keras, belajar, tertawa, menangis, terkagum dan beberapa kesedihan juga kadang kebingungan yang mengiringi.

Aftah yang nggak bisa diam, suka ngambil sesuatu dari lantai kemudian masukin ke mulutnya lalu mengantuk dan tertidur padahal posisinya masih duduk menjelang pulang. Fellysha, pendiam suka bawa nugget goreng dan suka buka-buka pintu sambil ngintip padahal sudah pulang. Harry yang (maaf) saya harus benar-benar mendengarkan dengan kuping terbuka lebar karena cara mengucapkan semua kata masih seperti “baby talk” belum jelas, tapi dia anaknya smart dan enerjik plus jahil. Madina, kalau makan sama ngerjain worksheet bisa laamaaaaa…perfect kalau coloring sesuatu tapi berhasil lebih baik dan dewasa, plus bebas diapers. Nadif, kalau main dan diluar kelas suaranya kenceng, tapi kalau didalam kelas bisa volumenya minim, semoga kamu semakin pede ya nak. Rayla, awalnya malu-malu, susah ngomongnya tapi akhirnya bisa banyak cerita, sayang kamu harus pindah sekolah ya nak, padahal kamu udah pinter sekarang…hiks! Rifa, hhhmmmm…piye ya? bingung aku, awalnya datang sekolah selalu terlambat, sekitaran jam 10 baru datang, ngejar banyak ketertinggalan sampai susah, makannya yang dibawa palin sering roti isi coklat, bisa makan nasi hanya lauknya tiap hari menunya nasi dan telor rebus setengah, plus bisa makan paai wafer…ooooh! semoga kamu bisa cepat hafal angka dan huruf-huruf seperti temanmu ya nak, biar saya nggak merasa gagal…hhuhuhuhuhu! Salih, anak setengah Jerman ini sebenarnya memang pintar, tapi maaf…luaaama juga kalau nyelesain sesuatu, nggak mau ngomong, kalau ngambek lirikan matanya setajam silet. dan Sekar, mama papanya selalu bikin kue-kue yang enak mantap dan lezaaat bener, eh…karena dia anak tunggal jadi agak keras, manja dan suka ngatur, sampai hari ini masih ngatur teman-temannya untuk mengikuti cara dia main, semoga kamu semakin berambah hebat semua ya anak-anak muridku.

Terimakasih Kindergarten 1 B, kalian semua telah meninggalkan pembelajaran dan sukacita yang dalam bagi saya sebagai seorang guru. Bahwa berbagi kehidupan dengan kalian semua adalah anugerah dan kesempatan yang Tuhan berikan untuk menanamkan benih-benih kebaikan dalam kehidupan kalian semua yang saya harap itu akan berbuah menjadi kebesaran hidup kalian nanti.

Terimakasih untuk kedua partners saya, rekan kerja selama setahun ini dengan luar biasa, Ms.Desi dan Ms.Yuli yang mengerti keadaan saya kalau lagi ngomong sendiri, ngegosip dan ngerjain semuanya dengan serius tapi santai dan menjadikan kelas kita selalu penuh warna dan canda, oh iya…senang di kelas kita ada bantal kecil yangkalau kita lagi nggak on kerja bisa geletakan dulu ngecharge energi bahkan tertidur. saya mengasihi kalian semua.

Dan inilah kenangan saya hari ini…

Advertisements

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: