Archive for June, 2016

Kado

June 27, 2016

Ternyata sejak sabtu siang ketika dipaksa untuk mengantar istri potong rambut, Abby dan Oma sibuk mencari kado untuk saya.

Sampai kemarin malam rencananya mau kasih kejutan tengah malam. Si mami Lia sakit gigi parah jadi setelah minum obat saya dia tidur pulas. Abby yang tadinya nunggu akhirnya tepar juga sebelum jam 12 malam. Tinggal saya sendiri sampai jam 2 pagi….menikmati awal ulang tahun dengan secangkir teh jahe dan brownies kukus dari Bandung.
Jadi, tadi pagi setelah mereka bangun masih cuek saja. Sesudah pada mandi si Abby sibuk menyembunyikan sesuatu di belakang badannya. Dan sambil menyanyi happy birthday…dia memeluk dan mencium saya sambil menyerahkan kado sederhana yang dibungkus dengan kertas dari toko kosmetik. Lucu juga sih…hahahahaha. Saya dipaksa untuk buka kadonya, dan ternyata isinya adalah 3 pasang celana dalam spesial Abby yang pilih sendiri. Dan 2 kaos dalam dari Oma untuk saya.

Hidup ini indah. Kadonya pun demikian juga…terimakasih Abby dan Oma.

image

Ceplok Telor

June 27, 2016

Pagi ini saya mendapatkan servis spesial karena hari ulang tahun saya. Sebelum mengantar istri ke dokter gigi saya yang nggak biasanya sarapan malah jadi makan karena harus minum obat antibiotik.

Servis spesial dengan di buatkan telor mata sapi untuk lauk sarapan. Sederhana sih, tapi dimasak dengan ketulusan dan cinta. Rasa apalagi yang akan mengalahkannya? Jelas tidak ada. Hahahahaha….

Terimakasih sayang…

image

Z; Zakheus

June 23, 2016

Saya menyukai kisah Zakheus, kenapa? Mungkin karena orangnya mirip dengan saya. Eh, mirip pendeknya ya bukan mirip kerjaannya sebagai pemungut cukai. Kisahnya tercatat di sini https://id.m.wikipedia.org/wiki/Zakheus, biar semuanya bisa baca dengan mudah saya kira.

Yang saya kagumi dari begitu banyak tokoh hebat dan tercatat di Alkitab salah satunya ya orang pendek ini, Zakheus. Saya menyukai bahwa begitu banyak keterbatasan di hidupnya berubah sejak bertemu dengan Yesus. Di gerakkan oleh keingin tahuannnya hingga harus memanjat pohon membawanya pada perubahan hidup yang sangat kontroversional di jamannya. Membagikan sebagian besar hartanya bukanlah perkara sepele, seperti yang tertulis, “Kemudian di rumahnya, Zakheus berdiri dan berkata kepada Yesus, “Tuhan, separuh dari harta saya akan saya sedekahkan kepada orang miskin; dan siapa saja yang pernah saya tipu, akan saya bayar kembali kepadanya empat kali lipat!” Lukas 19:8 (BIMK).

Bagaimana kisah selanjutnya? Banyak kisah dan berbagai catatan di Wikipedia menjelaskannya. Versi saya? Dia bahagia dengan pilihan hidupnya. Ya, dia bahagia. Dan saya juga akan tetap pendek sekaligus bahagia seperti Zakheus dan pilihannya. Bahagia di usia baru saya dan bahagia sepanjang umur saya ada.

Y; Yo wis benlah!

June 23, 2016

Yo wis benlah (Jawa: ya sudah biarkan saja). Ungkapan sederhana ini mungkin sekilas seperti sebuah ungkapan yang bernada menyerah, membiarkan saja sesuatu terjadi, atau bentuk sederhana dari sebuah kepasrahan.

Kenapa saya menulis “yo wis benlah” sebenarnya sederhana saja, selain enak di ucapkan juga membuat ayem alias tenang. Hidup itu nggak harus ngoyo…meski memang harus kerja keras dan penuh semangat. Hidup ini memang harus dinikmati dan disyukuri bukan dibikin susah, lha wong sudah banyak yang bikin susah…yo wis benlah!

Ya sudah biarakan sajalah, semua sudah ada yang mengatur, merencanakan bahkan menjadikan akhir dari segalanya dengan baik. Yo wis benlah…yang penting itu adalah ayem tentrem…alias damai sejahtera.
Iya to?

X; Xenia

June 23, 2016

Saya tidak menemukan kata yang pas untuk kata berawalan x di bahasa Indonesia. Bahkan kamus yang saya buka hanya menunjukkan beberapa kata saja, itupun dalam bahasa Inggris. Tapi paling tidak saya punya pengalaman dengan sesuatu yang berawalan huruf X.

Ya…saya membantu bapak saya untuk mencarikan mobil seken dengan budget terbatas dan waktu yang terbatas juga. Berkat pertolongan seorang saudara yang berpengalaman soal mobil bekas akhirnya berhasil memperoleh sebuah mobil yang sesuai dengan budget yang ada dan memuaskan. Maaf menyebut nama merk, tapi Xenia akhirnya menjadi pilihan yang terbaik yang disetujui dan dapat terbayar dengan pas hari itu.

Dan ternyata, Xenia ternyata mempunyai arti yang bagus sekali. Dari bahasa Yunani untuk gender perempuan yang berarti ramah dan murah hati. Yaa…dengan keramahan dan kemurah hatian akhirnya saya berhasil menyelesaikan misi hari itu. Lha terus kenapa harus ditulis? Karena sekarang setiap kali pulang kampung, dirumah ada mobil yang cukup nyaman untuk dikendarai. Cukup untuk buat jalan-jalan, tapi sayang nggak cukup buat tiga keluarga plus bapak dan ibu, hahahaha…!

Semoga keramahan dan murah hati mengikuti kehidupan saya dan keluarga, siapa tahu sebentar lagi saya bisa dapat Xenia beberan…ya nggak? Amin saja yaa!

W; Wasiat

June 23, 2016

Dan jika sampai di umurku ini aku masih diberikan hidup maka hanya syukur dan terimakasih yang bisa aku katakan dan tuliskan menjadi bukti pada Tuhan dan semua orang yang ada disekelilingku.

Inilah wasiatku padamu anakku perempuan satu-satunya yang menjadi bagian terbaik kehidupan papi:
1. Jangan pernah sekalipun menjual imanmu, tetaplah percaya pada Tuhan Yesus bahwa kau pasti selamat ke surga dan Dia akan menolongmu dalam setiap musim kehidupan.
2. Cintailah mami dengan sepenuh hati, jika papi sudah tiada dan mami masih menungguimu, berikan sepenuh hati untuk menolongnya melewati masa tuanya, semoga kau paham ketika kau nanti menjadi orang tua.
3. Jangan mencari harta untuk menjadi kaya, kamu boleh punya banyak materi dan harta tapi selalu miliki hati yang melimpah dengan ucapan syukur dan senang untuk berbagi.
4. Jangan sekedar mencari suami. Carilah dan dapatkan seorang lelaki yang mau hidup dan berbagi hidup denganmu, yang mau menolong dan mencintai bukan karena cantik parasmu, tapi mencintai hatimu, pribadimu, karaktermu.
5. Nikmatilah hidupmu, teruslah membaca, teruslah menulis. Kamu nggak harus pandai, tapi kamu harus terdidik, kamu nggak harus pintar dan bisa semua, tapi kamu harus memiliki keahlian yang benar-benar kamu miliki dan nikmati.
6. Papi menyayangimu sepenuh hati Abby. Papi nggak punya harta, uang dan benda berharga yang banyak. Tapi papi punya banyak buku, menulis dan membagikan cerita. Jadikan semuanya wasiat yang terbaik.

Semoga kamu mengerti nanti, yang terbaik bukan semua hal yang kita miliki, tapi semua hal yang kita nikmati meskipun kadang kita nggak harus memilik semuanya. Doakan papi punya waktu hidup yang cukup untuk menyaksikan kamu dan anak-anakmu nanti bertumbuh.

3 Gorengan

June 23, 2016

“Berilah kepada orang lain, supaya Allah juga memberikan kepadamu; kalian akan menerima pemberian berlimpah-limpah yang sudah ditakar padat-padat untukmu. Sebab takaran yang kalian pakai untuk orang lain akan dipakai Allah untukmu.” Lukas 6:38 (BIMK) 

Beberapa hari yang lalu, sepulang dari liburan singkat kami berbagi sekotak kecil kue mochi untuk asisten rumah tangga di samping rumah. Dengan ucapan terimakasih dia berkata lagi seperti ini, “aku kudu mbales piye, kowe karo bojomu senenge menehi aku roti wae…(aku harus membalas dengan  bagaimana, kamu dan istrimu senang sekali membagikan roti ke aku..”

Rintik hujan sore ini belum juga reda, tiba-tiba si asisten rumah tangga ini berpayung datang menghampiri kemudian mengambil seplastik berisi 3 gorengan. “Ini buat si adik kok…aku ambil satu saja”.

Sayup terdengar kemudian suara adzan maghrib tanda berbuka puasa, tapi senja sudah memberikan pelajaran bersahaja. Kebaikan akan terus menjadi kebaikan dan menuai kebaikan. Balaslah kebaikan…seperti 3 potong gorengan sore ini.

image

V; Vrij

June 20, 2016

Vrij; bahasa Belanda yang artinya bebas.

Kisah dari Viktor E.Frankl dalam Man’s Search for Meaning :

“Kita yang pernah hidup dalam kamp-kamp konsentrasi dapat mengingat para laki-laki yang berjalan mengelilingi pondok-pondok untuk menghibur orang-orang lain, membagi-bagikan potongan terakhir roti mereka. Barangkali mereka memang berjumlah sedikit, tetapi mereka mengajukan bukti kuat bahwa segalanya dapat dirampas dari seseorang kecuali satu hal: Kebebasannya yang terakhir—untuk memilih sikap dalam keadaan-keadaan tertentu, untuk memilih jalannya sendiri.”

Well, inilah bagian yang terbaik bahwa saya masih terus dan selalu punya Vrij…kebebasan!

U; Umur

June 18, 2016

Seberapa lama kita hidup tidak ada seorang pun yang tahu. Rahasia Illahi katanya. Yang jelas setiap orang yang lahir pasti akan mati…entah kapan waktunya, lagi-lagi itu rahasia yang memberi kehidupan.

Ada keindahan ketika pemazmur mengatakan seperti ini, “Dia yang memuaskan hidupmu dengan yang baik, sehingga engkau awet muda seperti burung rajawali.” Mazmur 103:5 (BIMK), ah siapa yang ingin selalu awet muda, bahkan puas dengan segala kenikmatan masa muda. Berapa banyak yang melakukan usaha dan berbagai macam cara untuk tetap muda, toh…ujungnya hanyalah sebuah pelampiasan dan pencarian kepuasan belaka, bukan sepenuhnya kepuasan yang mendalam dan dari jiwa yang sesungguhnya. Seperti kata pemazmur, hanya Dia yang mampu memberikan ketahanan usia dan teyao awet muda.

Saya tidak mau awet muda, beneran…jujur. Coba bayangkan kalau anda akan terus muda, nggak keriput-keriput, nggak tua-tua kemudian menyaksikan orang disekeliling anda menua dan mati satu persatu. Ah…enggaklah menurut saya. Saya ingin yang sewajarnya saja. Kalau oun sampai besok saya mati dan tulisan saya ini tidak selesai, saya tahu rencana-Nya tetaplah yang terbaik dalam hidup saya.

Ayub mengatakan seperti ini, “Jumlah umur manusia sudah Kautentukan; jumlah bulannya sudah Kaupastikan. Kautetapkan pula batas-batas hidupnya; tidak mungkin ia melangkahinya.” Ayub 14:5 (BIMK). Tambahan dari pemazmur, “Betapa singkat Kautentukan umurku! Bagi-Mu jangka hidupku tidak berarti. Sungguh, manusia seperti hembusan napas saja,” Mazmur 39:5 (BIMK). Kitab kebijaksanaan menuliskan, “Hikmat akan memberikan kepadamu umur panjang.” Amsal 9:11 (BIMK) .

Dan diatas semuanya yang saya tahu, tahun ini seiring bertambahnya umur saya #menuju38 saya tahu semuanya hanya karena kebaikan-Nya saja. Iya, Tuhan itu baik, selalu dan selamanya.

T; Tulis Saja

June 18, 2016

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.” – Pramoedya Ananta Toer,House of Glass.

Tulis saja itu menurut saya. Apa saja yang ada di hati dan kepala, apa saja yang di rasa dan di pikir tuangkan saja dalam rangkaian huruf menuju kata lalu kalimat dan kemudian cerita.
Tulis saja semua untuk menumpahkan keluh kesah, untuk merekam jejak kehidupan dan pengalaman, untuk menceritakan keajaiban kehidupan pada anak dan mungkin cucu saya nanti.

Tulis saja menurut saya karena dengan menulis tidak hanya merangkai kata tapi menuangkan waktu dalam sebuah episode yang terbaca. Dan jika akhirnya saya harus kembali pulang ke surga, paling tidak saya sudah berbagi kisah dalam sisa kehidupan saya.

Tulis saja…
Itu saja!