Archive for May, 2016

Sayur Bunga Pepaya

May 28, 2016

Bunga pepaya di depan rumah sudah kesekian kalinya dipanen. Meskipun sudah saya potong dan kemudia tumbuh empat cabang baru Dan pagi ini Oma minta untuk dipanen lagi karena selain sudah mulai banyak bunganya juga ada rencana mau berbagi ke tetangga samping rumah yang mantunya selalu ngiler lihat bunga pepaya kita. Dengan semangat sabtu pagi yang membara setelah olahraga dan sarapan saya niatkan mulai mengambil bunga pepaya itu, sayangnya…saya terlalu pendek. Hahahahaha…memang kenyataannya demikian, saya harus pakai alat bantu, kursi didalam rumah saya buka dan naikin di bawah pohon pepaya, ternyata hanya memabantu sementara. Kemudian saya ambil tongkat bambu kecil yang saya kasih pengait kawat bekas jemuran untuk membantu saya menarik bunga-bunganya. Singkat cerita bereslah sudah saya memanen, giliran istri saya yang memilih dan memotong bagian yang dimasak, saya tinggal geletakan lagi dan Oma sudah bersiap-siap dengan bumbu-bumbu untuk memasaknya.

Nggak terasa, sudah jam 1 siang, habis selesai nyuci motor rasa lapar sudah mengejar-ngejar. Jadi waktu yang pas buat saya untuk menikmati makan siang. Dan tumis bunga pepaya dengan kangkung juga teri didalamnya sudah sangat menggugah selera plus ikan kembung goreng jadilah makan siang sabtu ini sesuatu yang sangat nikmat luar biasa. Ya sederhana saja, tapi penuh dengan kenikmatan dan keindahan, dari kecil saya tanam dan pisahkan pohon pepaya ini, melewati masa-masa kekurangan air, hingga harus dipotong dan kembali memunculkan bunganya menjadi sebuah perjalanan yang luar biasa. Saya menanam, menyiram dan memanennya, tapi untuk sampai dimeja makan ada tangan istri saya yang memilih dan oma yang memasak. Semua ada bagian-bagiannya yang menjadikan sayur bunga pepaya ini menjadi sebuah cerita.

Kenikmatan sederhana hari ini adalah sebuah pelajaran. Iya pelajaran bahwa, meskipun saya yang menanam, menyiram dan memelihara pohon pepaya hingga berbunga dan siap di masak pun semuanya tidak akan terjadi tanpa Tuhan yang memberi pertumbuhan pada pohon pepaya. Seperti kata Paulus pada jemaat Korintus, “Saya menanam dan Apolos menyiram, tetapi Allah sendirilah yang membuat tanamannya tumbuh.”
“Jadi yang penting adalah Allah, sebab Dialah yang menumbuhkan. Yang menanam dan yang menyiram tidak penting;””keduanya adalah sederajat. Masing-masing akan menerima upah menurut jerih payahnya.” (I Korintus 3:6-8 BIS). Terimakasih Tuhan untuk memberi pertumbuhan dan kehidupan pada pohon pepaya saya, dan tetap memelihara kehidupan saya dan keluarga.

Kerendahan Hati

May 25, 2016

“Kerendahan hati menuntun pada kekuatan, bukan kelemahan. Mengakui kesalahan dan melakukan perubahan atas kesalahan adalah bentuk tertinggi dari penghormatan pada diri sendiri” (John McCloy)

“Berbahagialah orang yang rendah hati; Allah akan memenuhi janji-Nya kepada mereka!” (Matius 5:5 BIS).

“Hendaklah kalian selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dengan membantu satu sama lain.” (Efesus 4:2 BIS).

Teh Sehabis Hujan

May 24, 2016

Secangkir teh dari lereng gunung Lawu menemani leyeh-leyeh saya setelah kehujanan malam ini. Padahal biasanya kan ngopi? Bukannya nggak mau ngopi, tapi ngirit kopinya aja, hehehehe…! Soalnya kopi Bali nya tinggal sedikit. Teh yang saya nikmati ini saya beli akhir tahun lalu saat pulang kampung, mampir dikebun teh lereng gunung Lawu yang diproduksi, diolah dan dipasarkan oleh mereka yang jualan disekitar kebun teh. Rasa, aroma dan bentuknya juga beda dengan twh tubruk dan teh-teh kemasan yang dijual di toko-toko pada umumnya.

Saya selalu mengingat momen minum terbaik itu saat masa kecil, saya adik nunggu bapak minum teh yang dibikin oleh ibu. Nggak tahu kenapa kok rebutan juga, terus kenapa juga mesti nunggu diminum bapak dulu. Tapi memang rasanya jadi berubah sih menurut kita, ginastel kalau orang Jawa bilang alias legi panas kenthel (manis, panas dan kental) tehnya bisa terasa nikmat sekali.

Mengenang memori yang mungkin jarang terulang. Sejak saya jarang pulang kampung jadi jarang ketemu bapak, yaa…jadi nggak bisa nyeruput tehnya.

Rahasia

May 13, 2016

Malam waktunya belajar seperti biasa, kali ini bagian saya menemani Abby persiapan ulangan. Sebelum mulai membaca  buku-bukunya dia membisikkan sesuatu pada saya, “pap…ini rahasia ya? Jangan bilang siapa-siapa, tadi di sekolah aku nggak bisa jawab pertanyaan bahasa Inggris.” “Terus gimana?” Tanya saya selanjutnya. ” Jadi aku dihukum didepan kelas lho, disuruh nyanyi sama temanku empat orang karena nggak bisa jawab apa bahasa Inggrisnya boneka…soalnya aku lupa pap.” “Its OK kak…namanya juga lupa kok, nggak papa…jadi sekarang harus belajar dan dihapalkan lagi ya?” Jawab saya.

Pengakuan dan ke terus terangannya membanggakan saya. Tidak malu mengakui kalau dia tidak bisa dan mendapatkan sanksi dari gurunya. Paling nggak itu jadi rahasia kecil diantara kita.

Kelimpahan

May 2, 2016

“Bukan apa yg kita miliki, tetapi yg kita nikmati, itulah yg namanya kelimpahan.” – John Petit Senn

Kelimpahan? Nampaknya selalu berhubungan dengan banyaknya harta benda material yang tidak ternilai bahkan tanpa batas. Ternyata tidak demikian. Saya sedang membuktikannya, di depan saya seseorang begitu nikmatnya melahap mie ayam seporsi dengan sangat mak nyusss sekali. Terlihat dari setiap suapan yang dia masukkan dalam mulutnya dan suara seruput mie-nya begitu mantap di makan. Ah…ini dia yang namanya nikmat yang sebenarnya.

Memang segala sesuatu itu bila di nikmati dengan ucapan syukur akan terasa lebih sungguh dan sangat nikmat. Nikmatnya makan ya pas lapar, nikmatnya ngantuk ya pas tidur mangap ngorok plus ngiler…nggak peduli dimana tempatnya dan masih berapa banyak cicilan hutangnya. Inilah nikmat senikmat-nikmatnya.

“Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.” Mazmur 16:11 (TB) 

image

Surat Cinta Anakku Hari Ini

May 1, 2016

Sebelum istirahat siang ini Abby menuliskan sesuatu dan menempatkan secarik kertas di kamar. Tapi kemudian dia ambil lagi dan menyerahkan ke maminya lebih dulu lalu ke papi, dan ternyata…

Itu adalah surat cinta, sebuah permintaan…

Iya, karena sudah beberapa waktu,  beberapa bulan memang kami nggak punya DVD player lagi dan sudah jarang  membeli dvd film-film baru dan film kesukaan Abby. Ternyata dia mungkin sudah kangen, lama nggak nonton film di rumah jadi dia teringat dan menuliskan permintaannya.

Tulisannya terakhir sih yang bikin sedih, terharu dan bangga juga…”kalau punya uang”. Jadi dia memnag mengerti sementara ini kami lagi mengirits dan tidak banyak ber-uang.

Makasih Mbi…papi nanti beliin ya dvd playernya dan film-filmnya.

image