Archive for February, 2016

“Beli Buku Baru Ya Nak :) “

February 26, 2016

Malam itu secara tidak sengaja kami menemukan buku pkerjaan sekolah Abby setelah dia selesai persiapan ulangan dan hendak mempersiapkan buku-buku yang akan dibawanya besok. Buku pekerjaan matematikanya ternyata sudah habis, dan dia melakukan sebuah tindakan ekstra yaitu menuliskan sisa pekerjaannya di sampul buku tepatnya kulit bukunya. Semua pekerjaannya benar dan rapi, tetapi ada bagian dibawah yang tertulis catatan dari bu gurunya, “beli buku baru ya nak 🙂 ”

Sejenak kami semua tertawa dengan apa yang dilakukannya, namun kemudian saya berpikir bahwa ada sebuah pelajaran yang saya petik dari tindakan Abby yang cukup sedih-sedih lucu juga hebat menurut saya.
Pertama, dia mengerjakan tugasnya sampai tuntas dengan hasil yang baik dan tidak membuat kesalahan.
Kedua, kreativitas yang saya pikir mendorongnya untuk menuliskan sisa pekerjaannya di sampul bukunya supaya tidak tercecer meskipun dengan beberapa tulisan yang tidak terlalu jelas karena tertulis di sampul warna coklat.
Ketiga, kepolosannya mengajarkan bahwa tidak masalah untuk menuliskan itu disampul, memang itu kurang pas…tapi anak seusianya bolehlah menggunkaan cara yang kadang kita orang dewasa tidak mau melakukannya.
Keempat, menyadarkan kami penting untuk mengecek dan mempersiapkan kebutuhan sekolahnya seperti buku untuk menulis pekerjaan sekolahnya supaya tidak terlalu “kreatif” yang salah terus menerus.
Kelima, bersyukur untuk caranya menyelesaikan masalahnya sendiri, entah benar atau salah karena mungkin terpepet situasi kehabisan lembaran kertas dibukunya, semangatnya patut saya apresiasi.

Mas George Bernard Shaw mengatakan seperti ini, “Orang yang masuk akal menyesuaikan diri dengan dunia. Orang yang tidak masuk akal terus berusaha membuat dunia menyesuaikan diri dengannya. Itu sebabnya, semua kemajuan tergantung pada orang yang tidak masuk akal.” Nah, saya pikir kadang memang si Abby caranya beda dan nggak masuk akal dengan cara yang biasa anak seusianya lakukan, jadi saya terlalu percaya bahwa dia bisa memaksa dunia menyesuaikan diri dengannya dan membuat kemajuan, kemajuan yang positif ya Mbi….

image

Advertisements

Kisah ATM Pagi Ini

February 24, 2016

“Terkadang, hidup tak seperti apa yang kamu inginkan. Kamu harus siap dengan kemungkinan apapun, meski kemungkinan terburuk sekalipun.”

Niat baiknya pagi ini mau transfer bayar orderan barang jualan kemarin di atm sebuah minimarket. Setelah mencoba yang pertama aman. Yang kedua setelah kartu masuk malah tidak ada tampilan yang keluar, saya buru-buru tekan tombol cancel berkali-kali tetap saja nggak bisa keluar, dan terakhir di layar monitor tertulis error. Baiklah….puji Tuhan, atm nya nggak bisa keluar sekarang, posisi sudah disekitaran Fatmawati dan mau tidak mau harus balik lagi ke rumah ambil buku tabungan untuk mengurusnya. Singkat kata langasung tancap gas menuju kembali kerumah. Sampai rumah disempatkan mengeluarkan sampah di perut yang sudah menonjok terus sejak dijalan. Lega…!

Kembali ke jalan lagi, dan menuju bank terdekat. Saya parkir motor dan kemudian bertanya pada petugas sekuriti ternyata bisa diproses di tempat itu. Ambil nomr antrian dan sebentar menunggu kemudian tiba-tiba sekuriti bertanya lagi keperluannya apa. Saya jawab ngurus atm yang tertelan mesinnya. Eh…tak tahunya malahan dipersingkat bisa langsung ke customer servicenya. Hanya buruh waktu kira-kira limabelas menitan prosesnya selesai. Kartu atm saya baru lagi dan langsung bisa digunakan.

Memang, selalu saja ada hal-hal tak terduga bisa terjadi kapan saja. Entah itu hal yang menyenangkan ataupun sebaliknya. Begitu juga yang saya alami pagi ini. Jika saja saya menjadi emosi dan males mungkin nggak akan selesai dan semuanya bisa kacau seharian ini. Kerjaan, kirim barang, transfer dan lain-lain bakalan nggak beres. Penting untuk tetap tenang dan mengambil keputusan yang benar supaya semuanya berjalan dengan baik. Meskipun saya harus kembali kerumah, telat sampai di tempat kerja, itu adalah bagian sari resikonya.

Apa yang saya alami tidaklah seburuk-buruknya kejadian namun sikap dan tindakan selanjutnya yang saya ambillah yang akan menunjukkan apakah saya belajar dan medapatkan sesuatu yang baik atau tidak dari kejadian tersebut. Sikap, emosi dan keputusan penting untuk membawa saya menuju perbaikan dalam hidup.

Ah…sudah jangan terlalu serius, toh seserius seriusnya serius band akhirnya mereka bubar juga. Hahahahaha…intinya saya kurang ngopi pagi ini. Jadi….tetap semangat jualan, rekrut…dan ngopi. Hehehehe….yuuk cuuuzz!

image

Kopi, Gojek dan Whatsapp

February 24, 2016

Mendung sudah memenuhi langit ujung Selatan, dan saya baru saja bergerak menuju arah penjemputan. Selagi menunggu saya menyempatkan diri menyeruput kopi di sore ini. Sudah ada seorang driver gojek yang tampak sedang sibuk mengutak atik telepon pintarnya dan kemudian bertanya pada saya.

“Pak, bisa tolong bantu saya kirim whatsapp ya?” Tanyanya dengan sopan. Kemudian saya jawab, “bisa pak…mau kirim kemana ini?” Saya menolongnya mencari kontak yang dimaksud, ternyata di kontak whatsapp tidak ditemukan, padahal sudah tersimpan nomor teleponnya di kontak. Ternyata setting di kontak whatsaapnay belum diperbaharui. Setelah sudah saya perbaharui dan muncul kontaknya saya lalu berkata, “sudah pak silahkan ditulis pesannya nanti tinggal klik yang ada tulisannya kirim.” Lalu jawabnya, “bukan pak, saya mau kirim ini (sambil menunjuk kertas yang dipegang tangan satunya)  maksudnya foto kertas ini.”

Oalaah….ternyata mau kirim bukti dari   pengiriman barang ke pemakai jasanya nggak bisa si bapak driver ini.  Setelah selesai saya bantu kirim fotonya barulah tahu kalau saya di masih baru jadi driver dan tidak terbiasa menggunakan telepon pintarnya. Kopi saya nggak kerasa tinggal setengah ketika teleponnya berbunyi tanda pengguna jasa menunggunya.
Dengan bergegas dia bersiap dan menyalami saya berterimakasih kemudian menjemput rejekinya yang sudah siap ditangkap.

Selalu saja ada pengalaman yang baru dan baik untuk menambah kebajikan dan kebijakan jiwa saya. Tidak cuma secangkir kopi yang setiap tegukannya memberi rasa nikmat tersendiri, begitupun dengan setiap kejadian yang saya alami ini. Kopi, Gojek dan Whatsapp bisa menjadi pelajaran yang membuat kita semakin pandai menata hati dan hidup.

“Apabila tidak dapat memberikan kebaikan kepada orang lain dengan kekayaanmu, berikanlah kebaikan kepada mereka dengan wajahmu yang berseri-seri disertai akhlak dan budi pekerti yang baik.” – Nyoto Wibowo

KisBaBe (Kisah Barang Bekas)

February 20, 2016

Puji Tuhan sudah ditemani dengan setiap oleh kipas angin murah itu sejak sebelum pindah ke rumah baru. Juga salah satu kipas kecil yang kita pakai untuk mendapatkan angin di kamar kecil kami. Satu lahi sebuah dvd player yang juga hampir dua tahun membantu memberikan hiburan untuk Abby dan kami semua yang beberapa bulan ini sudah bisa on tapi no disc setiap kali tombol play dipencet. Ya nggak papa…segala sesuatu kan ada batasnya, manusia saja yang ciptaan Tuhan ada batas umurnya, apalagi ini cuma barang buatan manusia.

Dan seorang yamg mengendarai sepeda modifikasi dengan semacam gerobak ada didepannya tiba-tiba melewati depan rumah. Dengan segera saya panggil untuk berhenti, yaa…pucuk dicinta ulam tiba kata pepatahnya. Saya berharap bisa sedikit nego untuk dapat harga barang  bekas yang layak. Setelah si abang babe (barang bekas) ini berhenti, saya mulai bawa barang-barangnya ke depan. Mulailah transaksi…tapi si abang ini malah nanyain kompor bekas, hape jadul, hape bekas dan yang lain…kecuali istri bekas, eeettt…dah! Eh satu lagi mesin air bekas, langsung saya teringat dengan mesin air kecil mungil dari developer yang asoy jeritannya tiap kali naruk air itu saya ambil dan bawa juga ke depan. “Oke, jadi berapa nih bang?” Tanumya saya, “yah….duapuluh pak ini mah!” “Eh … Nggak nambah nih, cuman segitu doang? Tambahin lima ribu deh” rayu saya. “Wah, ini mah barangnya murah pak, nggak berani saya nambahin.” “Ya sudahlah, jadi deh…semoga rejeki ya buat bapak” kata saya sambil menerima dua lembar yang sepuluhribuan.

Sebekas-bekasnya barang saja masih laku lho. Apalagi manusia. Iya kan? Nggak ada yang namanya “bekas” manusia. Jadi saya bersyukur hari ini bisa sedikit berbagi dan mendapatkan bagian saya meskipun dari barang bekas yang kami punya. Saya belajar seperti pakdhe Winston Churchill berkata, “kita menyambung hidup dengan apa yang kita peroleh, tapi kita menghadirkan kehidupan dengan apa yang kita berikan”.

image

Pengantar Kain

February 19, 2016

Hari itu bawaannya cukup banyak yang mesti ditaruh di sadel motornya dibelakang, entah sudah berapa kali sebenarnya saya bertemu dengannya di depan gedung tempat istri saya bekerja. Seseorang sedang memperhatikan ketika dia menata dan menaruh barangnya dan saya pikir akan membantunya membereskan. Ternyata hanya sebentar menemaninya ngobrol kemudian di tinggal.

Agak terlihat kesulitan dia menempatkan barang bawaannya yang awalnya saya pikir adalah laundryan dari salah satu perusahaan yang ada di gedung itu. Ternyata memang itu adalah tugasnya setiap hari. Membawa dan mengantarkan kain-kain dari perusahaan dari Bogor ke Jakarta. Iya….setiap hari. Saya pikir hebat juga si abang ini. Selain itu pasti  capek bangetlah yaa. Hahahahaha…secara saya cuma membayangkan saja. Akhirnya saya menolongnya membantu merapikan dan mengikat bareng bawaannya supaya aman dan tidak terjatuh nantinya.

Mendung sudah sangat tebal di ujung langit sebelah selatan. Dan hujan pasti tanpa ragu mengiringnya sepanjang jalan, dia keluarkan tas hitam merahnya kemudian dia ambil sepasang sepatu boot juga jas hujan, dikenakannya dengan rapi dan berpamitan, berterimakasih pada saya  untuk bantuannya mengikat tadi. Semoga selamat bang sampai ditujuannya….

Selalu ada kesempatan untuk belajat dari orang-orang yang saya temui. Memberikan tidak hanya sebuah pengalaman tapi juga kekuatan, ya bahwa hidup adalah bentuk pengabdian dan sekaligus sebuah jalan perenungan tentang perjuangan, kerja, komitmen juga sikap pantang menyerah.

Martin Luther King Jr mengatakan, “jika seseorang belum menemukan sesuatu untuk diperjuangkan hingga akhir hayatnya, maka kehidupannya tidak berharga.” Dan saya baru saja belajar tentang seseorang yang berjuang untuk hidupnya, anak dan istrinya dan membuat hidupnya “berharga”.

image

LGBT Itu Dosa!

February 18, 2016

Terimakasih Mas Ernest. Membenci perbuatan dosa dan tetap megasihi para pendosa. Karena kita juga masih berbuat dosa. Salute…

@ernestprakasa

Ketika SD, saya punya seorang teman. Namanya Daniel.

Daniel adalah seorang anak laki-laki yang berbeda. Saat kita terkena demam Street Fighter dan bermain berantem-beranteman di jam istirahat, saat saya dan teman-teman sibuk menjadi Ken, Ryu atau Blanka, Daniel lebih senang memutarkan badannya lalu berpura-pura berubah menjadi Wonder Woman. Gerak-gerik Daniel begitu gemulai, persis perempuan pada umumnya.

Ketika SMP, saya punya seorang kawan lain. Namanya Richard.

Richard tidak pernah mau bermain basket atau sepakbola bersama kami. Ia lebih gembira ketawa-ketiwi genit bersama anak-anak perempuan. Disaat anak-anak laki-laki lain ingin disebut “ganteng” atau “keren”, Richard lebih bahagia dilabeli “cantik”.

Saya adalah seorang Kristen sejak lahir. Menurut ajaran agama saya, homoseksualitas adalah sesuatu yang mutlak salah. Malah dahulu, saya cenderung antipati terhadap teman-teman gay / lesbian.

Hingga pada suatu hari, saya datang ke sebuah acara gereja. Di gereja itu, ada sesuatu yang bagi saya janggal. Tidak seperti gereja pada umumnya dimana gay /…

View original post 263 more words

Selamet Dunia Akhirat

February 14, 2016

Apalah arti sebuah nama begitulah kata pujangga. Ada pula yang mengatakan sebuah nama juga sebuah doa. Sebuah nama adalah cerminan pemberi namanya untuk menujukkan sebuah pengharapan dan permohonan nantinya yang empunya nama akan memiliki kehidupan yang baik seperti yang ada pada namanya.

Selamet Dunia Akhirat. Ya pasti orang menginginkan itu terjadi, di dunia selamat dari berbagai marabahaya dan cobaan, hingga di akhirat … Akhir dunia terjamin masuk surga. Eh, ngomong-ngomong Selamet Dunia Akhirat itu ternyata adalah sebuah nama. Beneran serius ada pemiliknya. Saya tidak sengaja mendapatkannya dari postingan di sebuah berita online. Sebenarnya ada banyak memang nama-nama yang terdengar aneh, lucu sekaligus membingungkan seperti yang heboh beberapa waktu lalu semacam Saiton, Tuhan dan Nabi. Pun ada yang bernama Royal Jelly, Satria Baja Hitam bahkan nama anak seorang selebritis Anakku Lelaki Hoed.

Tidak ada maksud untuk mencela dan mengomentari lebih lagi. Karena justru sebenarnya saya terinspirasi dengan nama mereka. Salah satunya ya Mas Selamet Dunia Akhirat ini. Bahwa doa orangtuanya begitu besar untuk membawa kebaikan dan keselamatan dalam kehidupan anak-anaknya.

Orang Jawa bilang “asma kinantra japa” nama itu dibuat dengan doa. Saya yakin dengan nama saya diberikan dengan doa demi kebaikan saya, apakah demikian juga dengan anda?  Saya harap demikian juga.

“Nama baik lebih berharga daripada harta yang banyak; dikasihi orang lebih baik daripada diberi perak dan emas.” Amsal 22:1 (BIMK) 

image

Pada Kemacetan Pagi Ini

February 2, 2016

Dengan tangkas tangannya memasukkan beberapa tempe goreng dan tahu ke dalam plastik, lalu sedikit berlari dan menyeberang jalan, berhenti disamping pintu sopir dan menyerahkan ke sopirnya. Seorang sopir metro mini yang sedang terjebak macet pagi ini, si bapak penjual tempe sediki berteriak dengan bahasa jawa yang kental kental, “wis digawa wae…” (Sudah bawa saja artinya) padahal si sopir sudah mengambil uang limaribuan untuk diserahkan ke penjual tempe itu. Bisa jadi mereka adalah teman lama, atau tetangga desa, atau dulu teman sekerja atau entah apa saja bagaimana mereka dulu tidaklah sepenting apa yang sedang saya saksikan.

Jarang-jarang melihat pemandangan seperti ini ditengah kepadatan dan kemacetan Jakarta pagi hari sehabis hujan mengguyur. Tidak sekedar rentetan mobil dan motor yang berjejeran menghabiskan ruang dan jalanan, kali ini melihat sebuah kebaikan kecil dan sederhana yang memberikan pelajaran bijak, masih ada pertemanan dan kebaikan disela beringas dan kejamnya kota.

Seorang bijak mengatakan demikian, “… orang yang mengusahakan kebaikan akan bahagia.” Ahaa, mengusahakan! Mengusakan adalah sebuah kata kerja yang berarti mencarikan daya upaya; mengikhtiarkan! Sebuah tindakan dari seseorang yang dibarengi dengan dengan wujud nyata yang baik. Mengusahakan kebaikan akan bahagia? Demikian memang senyatanya. Dan saya pun ikut merasakan kebahagian itu. Betapa berharganya persahabatan, kebersamaan, dan macet di Jakarta.