Archive for January, 2016

Antara Gojek & OCin

January 29, 2016

Duduk disamping saya driver gojek yang sedari jam setengah empat menunggu order dan nggak muncul-muncul. Sudah tujuh order dia pick up hari ini, dan dari percakapan kami harusnya sebelum maghrib dia bisa mendapatkan sepuluh order untuk closing bonusnya.

Keluh kesahnya meluncur dari ceritanya yang akhir-akhir ini sering kena hacker jaringan gojeknya sehingga sering hang aplikasinya. Juga ada beberapa driver yang nakal memanfaatkan order fiktif. Meski demikian dia masih bersyukur dengan apa yang dia kerjakan sekarang. Terbukti masih bisa mendapatkan order lumayan dari hari kehari. Selang beberapa waktu dua orang driver lain datang dan ikut nongkron bersama, salah satu dengan cepat ternyata sudah pick up order, sementara yang satu lagi nimbrung dengan obrolan kita.

“Hapalin tuh nama-nama gedung sekitaran sini biar nggak salah ambil order” kata driver di samping kiri saya, “biar nggak kejauhan dan susah juga kita buat muter balik kalau posisinya disini” lanjutnya menerangkan. Jawab driver yang disamping saya, “iya pak, soalnya saya jarang ambil yang disekitaran sini….” Ngobrol dengan saya hampir setengah jam driver disamping kiri saya dapat order ke daerah kota kasablanka, 14 kilometer…lumayan dapat 40ribu. Selang beberapa waktu kemudian yang disamping saya dapat juga order ke daerah sekitaran blok M, lumayanlah 25 ribu. Berpamitanlah mereka menjemput order dan salaman mengakhiri pertemuan saya sore itu.

Sementara saya? Ah…saya nggak perlu nunggu order, penumpangnya sudah pasti. Sebagai ojek Cinta, penumpang saya selalu setia, nggak perlu nunggu aplikasinya diterima apa dicancel. Cukup kasih tahu saja, “hon…aku sudah sampai, tunggu di depan ya?” Dan bayarannya adalah kasih sayang, hahahahahhaa….anda tertarik?

image

Advertisements

Nasi…hat!

January 25, 2016

Masih rintik hujan membasahi pagi dan ada tanda matahari akan berbagi sinarnya. Pada sebuah pertigaan sepi di antara rumah-rumah besar yang aku lewati sebuah gerobak berhenti. Seorang lelaki tua setengah baya sedang menata tumpukan kertas dan kardus yang dia kumpulkan. Terdengar teriakan seorang boxah lelaki bertopi lusuh katanya, “pak…ayo makan!” Didepannya seorang wanita duduk bersama mereka beralas plastik bekas menggelar sebungkus nasi. Ah, entah nasi apa….begitu nikmat berdua mereka menyuapkan dengan tangan ke dalam mulut mereka. Dan bagi saya seperti menyuapkan kedalam hati…sesuap nasi, nasi…hat! Nasihat untuk terus melihat kebawah, ke depan dan ke dalam kehidupan…sudahkah saya bersyukur hari ini? Sudahkah saya menikmati makanan yang saya dapatkan hari ini? Apakah saya menyuapnya dengan syukur atau hanya sekedar mengisi perut?

Nasi…hat pagi ini dibelakang gerobak para pencari barang bekas. Sebungkus penuh untuk hati saya hari ini.

“Pastikan anda menikmati saat ini, hari ini, jam ini, menit ini, detik ini. Sebab esok akan berubah menjadi kenangan” – Frank Sirait

image

Menggambar

January 23, 2016

Dari hari senin masuk untuk melakukan persiapan kelas yang baru, yang paling banyak saya lakukan adalah menggambar. Mulai dari kelas saya, menggambar di kaca depan kelas, menggambar untuk dekorasi kelas teman sekerja sampai hari ini menggambar untuk persiapan dekorasi acara tahun baruan minggu depan. Saya bukanlah ahli menggambar, gambarannya pun tidaklah sebagus mereka yang benar-benar bertalenta dan ahli. Bahkan sebagiam besar hampir semuanya adalah gambar hasil meniru dari berbagai sumber. Namun kemampuan untuk mencetak ulang diberbagai media ini yang mungkin sedikit saya miliki.

Terlihat mudah dan sederhana memang, padahal menggambar tidaklah demikian. Tidak hanya butuh konsentrasi tapi juga ketrampilan lain dalam menempatkam posisi sampai pewarnaan yang pas hingga gambar menjadi sebuah bentuk lukisan. Entah besar ataupun kecil, gambar bisa membahasakan dan mengartikan sebuah hal. Seperti gambar di kaca kelas saya, karena ada tema yang diajarkan tentang farm and the animals yang ada disana maka kami mencari gambar tentang tema peternakan yang akhirnya jadi sebuah gambar yang lumayan bagus. Selain sebagai penutup ruangan juga dekorasi yang cantik.

Menurut banyak tulisan dan penelitian menggambar atau melukis itu tidak hanya sebuah seni tapi juga terapi. Menggambar atau melukis itu menyehatkan dan menyembukan. Jeanina Blanco di blognya yang telah melewati perenungan dan juga riset penelitian dari berbagai sumber psikologi dan lain sebagainya merangkum beberapa hal tentang manfaat dari mengambar atau melukis. Di antaranya yang saya ambil untuk saya tulis ulang sesuai dengan gaya dan pengartian saya sendiri. Menggambar itu adalah sebuah terapi, menggambar itu adalah aktivitas pribadi yang memacu pikiran kreatif dalam kondisi yang tidak dikekang oleh kenyataan, bahkan bisa dalam dunia imajinasi. Keadaan inilah yang dialami seseorang sedang menggambar untuk mengistirahatkan mentalnya sehingga mendapatkan kondisi yang jauh dari tekanan atau stress dan menghasilkan relaksasi dan perasaan yang menyenangkan.
Kondisi seperti ini bagus untuk mereka yang sering mengalami kegugupan atau emosi.

Menggambar atau melukis itu menyembuhkan juga katanya, karena kita bisa melakukan kegiatan ini tidak seperti kegiatan yang lain. Kita bisa melukis berlama-lama tanpa merasakan lelah dan letih seperti aktivitas fisik yang lain. Keadaan itu seperti yang kita rasakan saat kita berdoa, bermeditasi, mendengarkan musik atau mereka yang sedang jatih cinta.

Halaah…Malahan saya mbahasnya sok ala-ala ahli saja. Yang jelas ini sudah lama ditulisnya nggak selesai-selesai sampai acara nggambar juga ngelukisnya si sekolah sudah selesai. Eniwei…mari melukiskan kehidupan dengan dengan gambar dan warna yang jadi berkat, berkah…buat kita sendiri dan juga orang lain yaaa…yuuk!

#sudahditulisminggupertamajanuaribaruselesai

image

KEKUATAN

January 18, 2016

“Jika engkau putus asa dalam keadaan gawat, maka engkau orang yang lemah.” Amsal 24:10 (BIMK)

“Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.” Amsal 24:10 (TB)

“If you faint in the day of trouble, your strength is small!” Proverbs 24:10 (NET)

Ternyata besar dan kecilnya kekuatan tidak ditentukan oleh olah otot, ngegym dan angkat beban. Kekuatan di uji dengan keadaan, kesesakan, keadaan gawat dan kekuatan ternyata lebih mencengangkan lagi, ia terletak di dalam hati. Kalau saya bilang kuat, wah…bisa-bisa saya menyombongkan diri. Kalau saya bilang lemah, putus asa dan tawar hati itu artinya saya melemahkan kuasaNya dan tidak memberikan pengakuan bahwa Tuhan saya mampu, kuat dan bisa melemahkan masalah. Jadi?  Secara manusia saya akan mengakui kelemahan saya dan meminta pertolongan dan campur tanganNya memberikan kekuatan untuk menghadapi masa kesesakan dan tawar hati.

Bagaimana membuktikannya?

Seperti ini, Abby sering meminta saya menggendongnya. Namanya juga anak-anak, meskipun sudah 6 tahun dan memilik berat badan 27 kilogram….whhhuuuuuhhh, tetap saja dia dengan sengaja meminta untuk digendong. Tidak setiap waktu sih, namun tetap saja menggendong seberat itu sementara saya juga berpostur pendek aduhai begini, terlihat sangatlah lucu. Eniwei, gambaran sederhana ini saya pakai untuk menunjukkan bahwa seberat apapun berat badan, eh…beratnya keadaan yang saya hadapi saya masih tetap bisa meminta Bapa di Surga menggendong saya dan meringankan keadaan saya.

Abby percaya bahwa saya papinya mampu, kuat dan bisa menggendongnya dengan aman, nyaman dan nikmat. Begitupun kehidupan yang saya jalan, saya percaya penuh bahwa kekuatan saya tidaklah sekuat tantangan, tapi bersama Bapa saya, kami menanggungnya bersama-sama.

Tulislah Terus Nak…

January 12, 2016

Saya menyukai menulis. Entah dengan alasan apa sekarang, yang jelas membuat sebuha kepuasaan tersendiri saat bisa mencurahkan sebuah hal dalam bentik tulisan. Memang tidak saya buktikan dengan mendapatkan penghargaan dari lomba menulis dan sejenisnya atau mencari tambahan penghasilan dari menulis, yang jelas sudah menulis diblog Tiba tahun terakhir ini.

Saya hanya membuktikan pada diri  diri sendiri, dan tidak mencari penghargaan dari orang lain. Tapi setidaknya saya berhasil mengajak beberapa orang menulis di blog, dan senang bisa membuat seseorang puas dengan sesuatu yang orang lain belum tentu mau melakukannya, menulis. Meskipun sejak kita mulai mengenal alat dan cara menulis, belum tentu kita mau dan siap untuk membuat kumpulan tulisan-tulisan kita sendiri.

Hari ini saya mendapatkan kabar sukacita kalau tulisan karangan Abby menjadi contoh bagi teman-teman sekelasnya dalam membuat karangan yang menceritakan liburannya yang lalu. Senang sekali dengan kemampuannya yang dia tunjukkan dan juga rangkaian cerita sederhana ya g dia buat untuk memperlihatkan tentang apa saja yang dia alami selama liburan yang lalu. Meskipun tidak secara detail dan tersusun secara rapi, saya sangatlah bangga anak kelas satu seusianya mampu membuat sebuah karangan indah yang sangatlah bagus.

Saya juga masih belajar menulis dengan baik, namun saya juga sangatlah mendukung anak saya menjadi yang terbaik. Seandainya pun dia memilih menjadi seorang penulis saya akan dengan bangga mendukungnya. Mungkin bakatnya bisa menjadikan kehidupannya dan masa depannya bersinar terang nanti.

Sukses ya Mbi…papi mendukungmu selalu.

image

363

January 4, 2016

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
Pasal363
(1). Dengan hukuman penjara selama-lamanya tujuh tahun, dihukum …
3e. pencurian pada waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan yang tertutup yang ada rumahnya, dilakukan oleh orang yang ada disitu tiada dengan setahunya atau bertentangan dengan kemauannya orang yang berhak (yang punya).

Saya menuliskan pasal dan ayat KUHP diatas karena ternyata selama kami tinggal pulang kampung liburan natal kemarin rumah kami dimasuki maling alias pencuri. Dia membobol ram nyamuk diatas jendela dapur dan entah menyantap apa yang kami tinggalkan waktu itu.

Sejak sampai dirumah dan melihat kejadian itu mulailah saya berpikir dan mencari cara bagaimana bisa mengusir atau bahkana menghabisi maling ini…sadissss! Bisa bahaya kalau terus-terusan dia mengambil makanan, eh…iya maling makanan sih bukan maling barang berharga. Pelakunya hari itu segera ketahuan karena dia terlanjur masuk dan nggak bisa keluar lagi. Seekor tikus! Kurang ajar memang.

Saya dulu memang sekolah jurusan hukum pidana, tapi sayangnya saya tidak menekuni dunia hukum malah menjadi pengajar. Jauh sih…tapi prinsip ngeyel berdasar aturannya tetap jadi bawaan. Hehehehehe! Lagian saya malah nulis pasal pencurian ini supaya menguatkan dugaan, sangkaan dan dakwaan saya. Meskipun akhirnya saya sendiri yang akhirnya mengadili tersangka nya. Dan maap…keputusannya adalah hukuman mati.

Setelah menunggu dua hari tidak muncul akhirnya saya kejar-kejar dia dibelakang lemari. Agak susah awalnya, beberapa kali saya pancing malah nyungsep mepet tembok susah dijangkau dan dengan semangat 45 ala pejuang saya gunakan bambu runcing kecil untuk menyudutkannya. Berhasil dia terpojok dengan dua kali hantaman disertai tusukan akhirnya matilah si pencuri ini. Saya terlanjur kejam memang, kalau tidak akan ada lagi nanti teman-temannya masuk dan menyikat makanan kami. Si pencuri ini saja sudah menghaniskan ayam goreng kampung 3 potong yang saya bawa dari desa.

Maaf kalau saya terlalu vulgar dan kejam, tapi demi keamanan dan ketentraman rumah. Terpaksa saya melakukannya. Saya tidak mau dihukum karena membunuh tikus yang mencuri makanan dirumah saya tapi saya juga tidak mau rumah saya dimasuki pencuri seperti mereka. Ingat, kejahatan terjadi bukan karena terpaksa tapi karena ada kesempatan. Waspadalah…waspadalah!

image

Cobanen Wis…

January 3, 2016

Seorang teman memasang sebuah foto profile yang sekilas dengan kata-katanya terlihat sederhana dan lucu. Pernyataannya seperti ini :
Hidup BAHAGIA
itu gampang
Luwe-Mangan (Lapar-Makan)
Kesel-Leren (Capek-Istirahat)
Ngantuk-Turu (Ngantuk-Tidur)
Kangen-Parani (Kangen-Samperin)
Ruwet-Jotosi (Ruwet-Hajar)
Jajalen lak bahagia tenan…
(Cobain nanti kamu pasti bahagia beneran…)

Lucu sih, tapi bagian terakhir yang ruwet-jotosi itu saya yang nggak setuju. Lha kalau semua hal yang ruwet selalu diselesaikan dengan adu jotos bisa repot segalanya. Tapi saya suka statement hidup bahagia itu gampang, bukan berarti menggampangkan dan membuat semuanya serba gampang namun lebih sederhana dalam konsep dan pengartiannya. Yang mudah dan sederhana ya nggak usah dibikin repot. Kalau memang beneran susah dan repot ya baru diselesaikan dengan cara yang sederhana mungkin selama bisa, kalau nggak bisa barulah dengan cara repot.

Seorang bijaksana mengatakan seperti ini, “Perhatikanlah apa yang diajarkan kepadamu, maka kau akan mendapat apa yang baik. Percayalah kepada TUHAN, maka kau akan bahagia.” Nah, apa sih yang di ajarkan pada kita oleh orang tua, guru, orang lain dan pengalaman? Ya memang kalau lapar itu makan, haus minum, ngantuk tidur, sudah sewajarnya dan demikian jalannya. Nah apakah semuanya menjamin kebahagiaan? Ah…lagi-lagi kebahagiaan. Ya urusan sendiri mau gimana cara bentuk dan model kebahagiaannya karena kebahagiaan adalah pilihan. Pilihan pribadi untuk memilih mau bahagia atau tidak.

Hidup bahagia itu gampang, pilih aja sendiri ya? Kalau mau nambah tinggal dihitung nanti.

image

Teh Tubruk Tahun Baru

January 1, 2016

Hari ini hari pertama di tahun baru 2016. Ajibgile puanasnya asli bikin ketek saya basah tiada henti sedari pagi. Walhasil karena efek kekenyangan dan melek semalam menikmati malam tahun baru jadi muales banget mau ngapa-ngapain. Ya sudah nggak papa, nggak tahu kenapa memang mungkin dari nikmatnya hari ini bisa melakukan kemalas-malasan yang sungguh di dukung dengan sangat oleh seluruh keluarga. Hahahahaha…karena semua keluarga bangun siang semuanya, jadilah kita bersama menikmati hari pertama bulan pertama tahun baru ini.

Saking panasnya, sedari pagi minum air dingin terus dan ngisi botol dalam kulkas biar aman dan nyaman tenggorokan. Dan…sudah selesai dua kali nyuci sore ini akhirnya ditengah tetesan keringat yang membahana saya memutuskan membuat teh panas.

Teh tubruk panas tepatnya, teh yang kami beli di tengah kebun teh Kemuning Gunung Lawu. Sedep sepet dan bau khas teh yang di goreng dengan periuk tanah liat. Sementara nikmat teh panas mulai menambah deras keringat, langit diatas Cinere menghitam pekat, sebentar kemudian deras hujan menyirami dan menyegarkan senja. Uindah…seger dan bikin adem, tapi saya habis mandi malah tetep gembrobyos alias buasah keringatan. Nggak tahu juga kenapa badan saya, apa lagi proses pengurusan dan pembersihan setelah gila-gilaan makan sewaktu liburan kemarin. Ya puji Tuhan kalau memang bisa gitu. Hahahahahaha…!!

Eniwei, teh tubruk sore menjelang malam ini mendapatkan nominasi terbaik karena selain nikmat, khas, sehat, juga memberikan semangat tersendiri diawal tahun ini. Seperti teh yang tercampur menyatu dengan air panas hingga mengeluarkan sari teh dan aroma khasnya keluar. Demikian juga hidup. Tahun ini akan ada air panas tekanan dan hambatan, namun kekuatan iman teh yang khas akan meleburkan diri menjadikan sajian yang nikmat…sebuah nikmat berkat yang pasti disajikan dalam kehidupan saya.

Doa Tahun Baru

January 1, 2016

“Semoga Ia memberi segala yang kauinginkan, dan membuat segala rencanamu berhasil.”
Mazmur 20:4 (BIMK)

image