Berkah Sopir Yang Setia


Senja sudah menggulung dalam mendung. Ah…sebentar lagi akan hujan menurut saya. Sejenak saya mengalihkan perhatian dari langit ke layar telepon genggam saya dan sembari menulis kemudian seorang yang saya kenal namun tak mengenal nama, hahahaha…memang sejak awal pertemuan kami tidak menyebut nama masing-masing. Bapak sopir dari Bogor ini juga menunggu para karyawan penumpangnya pulang.

“Weeeiii…Mas gimana kabar? Sudah lama nunggunya?” Pertanyannya membuka obrolan kami. “Baru saja pak, biasa lagi banyak kerjaan kali istri saya jam segini belum turun juga” jawab saya padanya. “Sama saya juga ini, nggak tahu kok beberapa hari ini jadi lama pulangnya. Apa mungkin karena adanya pengurangan karyawan kemarin kali jadi mereka pada lama keluarnya” sahutnya lagi. “Wah, ada apa pak kok malah terjadi pengurangan? Padahal kan baru setahun pindah ke gedung ini?” Tanya saya selanjutnya. “Nah…itu dia Mas, saya juga nggak ngerti. Tapi jelas kena dampaknya sama kami para sopir. Biasanya kita bertiga sekarang tinggal dua. Teman saya yang kurus tinggi kemarin itu sudah nggak narik lagi.” Kembali dia menjelaskan.

Kisahnya berlanjut saat menceritakan tentang kesetiaannya menjadi sopir seorang ekspat asal Jerman. Hingga sepuluh tahun lamanya dia bertahan sampai akhirnya si Bos pindah ke Bali karena membuka usaha baru disana. Meakipun demikian dia mendapatkan bagian kebaikan dari hasil kesetiaannya. Anaknya dibiayai kuliahnya dan kemudian diajak bekerja bersama bosnya dulu. Sungguh merupakan berkah yang kadang tidak terpikirkan.

Merangkak menuju malam, dingin angin sudah mulai menusuk kulit. Sementara perbincangan kami masih hangat lalu terputus karena para penumpangnya sudah pada datang dan bersiap pulang. Yup…saya kembali lagi menikmati pelajaran dari mereka yang sederhana namun selalu menunjukkan kebesaran hati dan kebaikan budi. Selalu ada upah, ada berkah dibalik setiap kesetiaan yang ditebarkan.

“Sifat yang diharapkan dari seseorang ialah kesetiaannya. Lebih baik miskin daripada menjadi pendusta.”

Advertisements

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: