Tragedi Tomat Cherry


Menjelang malam sampai dirumah saya menemukan empat butir tomat cherry yang ditanam di depan rumah. Saya bilang kok udah dipanen padahal masih hijau? Aah, Oma langsung menyahut, “itu teh si budak bangor di ambilin semua tomatnya, pulang dari sekolah lihat tomatnya udah berceceran di tanah nangis sesenggukan si Abby…”

Oalah, ternyata ya…saya kira sudah dipanen. Ternyata itu di cabutin sama anak tetangga yang memang sudah beberapa kali suka cabutin bunga yang saya tanam di depan rumah, dan setelah mengecek ternyata daun pepaya yang masih muda juga ikutan di cabutin sama dia.

Tomat cherry itu satu-satunya yang bisa bertahan hidup dan membesar sampai berbunga dan kemarin sudah hampir dua minggu buahnya membesar. Itu adalah hasil Abby dan maminya belajar menanam bibit waktu liburan yang lalu. Setelah melewati musim kering dan nggak setiap hari disiram, bertahan juga si tomat ini. Niatnya sih bisa melihat buah-buahnya yang lumayan banyak dibeberapa tangkai matang sempurna dipohonnya, tapi ternyata ada kejadian lain yang terjadi. Sampai saya tanya si Abby, dia masih manyun dan memonyongkan mulutnya tanda kesel banget kayaknya.

Sebenarnya sih antara kesel dan kasihan saya sama anak ini, dia suka main sendiri, perangainya kasar dan susah untuk diberitahu. Untuk anak perempuan usia 4 tahunan seharusnya bisa diajari untuk lebih teratur dan bersikap lebih baik. Saya tidak menyalahkan konsep parenting orang tuanya, karena saya juga tidak tahu masalah apa yang mereka hadapi dengan anaknya. Yang jelas menurut sepenglihatan saya anak ini memang butuh bimbingan, kasih sayang sekaligus disiplin untuk mengerti hal-hal yang seharusnya sudah bisa dimengerti oleh anak seusianya.

Ah…ya sudahlah! Saya lebih memikirkan untuk mengajak Abby belajar bercocok tanam lagi nanti setelah ulangan minggu depan, mengisi akhir pekan dengan kegiatan yang bermanfaat dan mengajarinya mencintai alam sekitar. Masih ada beberapa bibit tomat cherry, paprika, lobak, bayam merah, sawi hijau dan kangkung yang bisa saya tanam lagi. Tapi tampaknya harus disiapkan tempat yang aman, bukan didepan rumah lagi. Maklumlah…belum dipagar soalnya rumah kita. I love you tomaaaaat!

image

Advertisements

Tags: , ,

2 Responses to “Tragedi Tomat Cherry”

  1. susyhessa Says:

    Mati muda.,.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: