Nikmat Yang Menyiksa


Makan enak itu menyiksa. Iya, nggak semua makanan yang enak itu benar-benar nikmat, lha buktinya hari ini saya dapat makan siang gratis dari pak bos. Daging bakar pakai kentang gitu plus ada jagung manisnya. Katanya sih namanya steak. Bukannya nggak suka ya, saya jelas senang sekali. Nah yang membuat saya justru tersiksa adalah karena makan daging ini membutuhkan usaha yang nggak mudah buay saya nikmati. Kenapa? Efek gigi geraham saya yang pecah kemudian menjadi berlubang adalah sebuah “kenikmatan” tersendiri saat merasakan “seliliten (jawa)” yang artinya ada sesuatu yang nyangkut di gigi. Dan efek lainnya adalah gigi mulai terasa nyut-nyut karena kerja ekstra untuk melumat daging panggang itu.

Jadi begitulah, eh…beginilah sebenarnya. Disatu sisi menikmati makan siang gratis itu adalah sebuah berkat yang indah sementara mendapatkan sisa “siksaan” dalam kenikmatan itu juga sebuah semi tersendiri. Yang jelas semua karena ada kebaikan. Kebaikan Tuhan yang menggerakkan hati pak bos membagikan sebagian kebaikannya dalam bentuk makan siang itu adalah sedikit dari kebaikan-kebaikan yang Tuhan sudah sediakan bagi saya, eh…kita semua.

image

Advertisements

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: