(Masih Terus Belajar) Menolong


Saya sedang melakukan penghematan beberapa waktu terakhir ini. Dengan berbagai cara dilakukan untuk memperlambat pengeluaran hal-hal yang tidak diperlukan. Dan tiba-tiba siang ini bbm datang dari seorang teman lama, berniat meminjam uang. Tidak terlalu besar, hanya seratus ribu. Ya besar juga sih kalau saat seperti ini. Hehehehehe! Teman lama dulu di Solo, partner MC dan menggila bersama. Ceritanya dia sedang tidak ada uang sama sekali dan tiba- tiba motor rusak harus ditinggal di bengkel. Saya tahu rasanya bila alat bantu utama kita ngadat dan berjuang untuk memperbaikinya.

Rasanya memang campur aduk, antara kesusahan saya dan niat untuk memolongnya. Disatu sisi saya sedang berhemat, disisi lain saya juga ingin menolongnya. Saya teringat perkataan dikotbah semalam yang saya dengarkan, dengan mengucap syukur kita membebaskan diri kita dari setiap tekanan dan keraguan bahkan masalah yang sedang kita hadapi. Jadi saya memutuskan untuk melakukan transfer seratus ribu padanya. Saya pikir saya bisa menjadi bagian dari penyelesaian masalah yang dia hadapi. Mungkin tidak seberapa, tapi bisa jadi itu adalah hal besar untuknya sekarang. Paling tidak menjadi jawaban dari apa yang sedang dia hadapi.

1 Tesalonika 5:14 (BIMK)  dibagian akhir ayat ini mengatakan, “… tolonglah orang yang perlu ditolong dan sabarlah terhadap semua orang.” Tidak ada keraguan pada akhirnya bahwa saya mengambil bagian penting untuk seseorang yang sedang dalam kebutuhan untuk ditolong. Dan lebih lagi kitab kebijaksaan berkata di Amsal 11:25 (BIMK) “Orang yang banyak memberi akan berkelimpahan, orang yang suka menolong akan ditolong juga.” Saya percaya kalau saya banyak ditolong orang lain maka sudah selayaknyalah saya juga melakukan bagian saya menolong orang lain. Jiak saatnya saya membutuhkan pertolongan maka saya pun pasti akan mendapatkan pertolongan dari orang lain.

Hidup adalah perjalanan yang saling membutuhkan antara orang lain. Kita tidak berdiri dan berjalan sendiri, kita juga butuh orang lain menopang kita. Tuhan tidak begitu saja menurunkan tanganNya, karena Dia memakai tangan-tangan yang kita kenal ataupun tidak untuk berbagi dan menjadi penolong dalam kesulitan yang kita hadapi.

image

Advertisements

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: