Teh Tubruk Kenangan


Seperti mengulang masa-masa didesa saat bersama dengan orang tua saya. Kebiasaan dulu semasa kecil adalah minum teh sedikit dari gelas bapak. Cuma mesti nunggu harus diminum dulu oleh bapak baru saya dan adik saya berebut untuk minum dari gelas yang sama. Entah kenapa rasanya beda. Apa karena sudah kesenggol brengos alias kumisnya bapak…atau hanya sebuah rasa yang tersugesti, ah…entahlah. Yang jelas memori minum teh itu adalah bagian terbaik juga dimasa kanak-kanak saya.

Malam ini saya menikmati segelas teh tubruk dengan merek yang biasa ibu beli untuk membuat teh dirumah, mereknya tjap kepala djenggot. Saya mendapatkannya sehari yang lalu setelah teman kerja saya pulang dari daerah sekitaran Solo. Memang merek ini tidak terkenal di area Jakarta dan sekitarnya, tapi disekitaran Solo tampaknya banyak masyarakat menikmati rasanya yang berbeda sepetnya dan juga harum baunya yang khas, karena buktinya masih eksis bisa dibeli disana kecuali kalau sudah nggak laku.

Segelas teh tubruk kenangan dan kacang telur menemani saya sambil berharap semoga malam ini hujan turun kembali dan semoga air disumur lebih banyak….

image

Advertisements

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: