Archive for October, 2015

Dibawah Pohon Cerita Mengalir

October 21, 2015

Tahun 74 dia sudah keluar rumah dan ke Jakarta kerja serabutan, tahun 76 pertama kali dia buat sim A dengan biaya 7 ribu rupiah untuk jadi supir bemo. Hingga sekarang sudah berkeluarga, memiliki 4 orang anak dan 4 cucu masih menjadi seorang pengemudi alias supir.
Sesaat menceritakan pengalamannya semasa anak-anak, suatu hari pernah di ikat oleh bapaknya, alasannya? karena dia mengambil rokok dan makanan dagangan bapaknya dan diberikan pada anak-anak muda preman kampungnya.

Cerita-cerita pengalaman masing-masing tentang mengurus anak, sekarang masih saja kebagian mengurus cucu dari anaknya yang nomer 2 yang sering sakit-sakitan, sama seperti Abby semasa umur 2 sampai 3 tahunan. Dari ngobrol soal anak sampai ngobrol tentang hidup nyaman. Yaaah…bukannya membandingkan, hanya sedikit membicarakan saat kami berdua bisa mgobrol bebas meski gaji terbatas dibawah pohon menunggu yang dijemput turun dari lantai atas dengan mereka yang beruang banyak belum tentu tidur nyenyak mikirin mau diapaain hartanya yang banyak. Hahahahahaha…hidup memang tidak selalu seperti yang kami bicarakan di nawah pohon sore ini. Paling tidak sopir dan guru tk ini bisa menyatukan senja dan penantian dalam rangkaian cerita.

Seperti biasanya…saya pulang duluan, sementara mereka yang dilantai 19 belum turun untuk dia bawa kembali pulang. Sampe besok pak…

Datang Saja Pada-Nya !

October 20, 2015

“Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.”
1 Korintus 2:3 (TB)

Saya menikmati bacaan saya yang memang cuma sepenggal satu ayat saja namun penuh dengan makna yang besar. Bagaimana seorang rasul besar memberikan pengakuan dan kejujuran kepada jemaat yang dilayaninya bahwa dia masihlah manusia biasa dengan kelemahan, mengalami ketakutan dan kegentaran.
Demikian juga yang kadang saya rasakan dalam menghadapi apa yang didepan saya. Saya harus jujur dan mengatakan dengan hati yang tulus pada Tuhan bahwa saya lemah, saya takut dan saya gentar. Saya tidak perlu malu untuk mengungkapkan perasaan saya kepada-Nya. Meskipun Dia tahu, Maha Tahu…selalu mengatahui bahkan sebelum saya mengatakannya sekalipun.

Mengungkapkan perasaan seperti pemazmur katakan, “Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku.” Mazmur 142:3a (TB), sungguh melegakan dan menguatkan jiwa dan roh saya. Selalu ada kekuatan dan ketenangan saat datang kepada-Nya.

image

Syukur Hari Ini

October 19, 2015

Melewatkan beberapa hari tanpa menulis ini seperti ada yang hilang. Kadang memang rasanya seperti kehilangan ide dan semangat menulis saat sumber ide dan inspirasi sepertinya mulai mengering…kaya sumur bor dirumah kalau ngisi air butuh waktu lama karena memang tampaknya mulai surut, musim kering yang lama dan belum ditambah kedalamannya juga menjadi salah satu penyebabnya. Jadi ini ngomongin soal ide dan menuli apa sumur sih jadinya….hahahahaha!

Melanjutkan semangat menulis ucapan syukur seharusnya memang tidak menghalangi untuk setiap hari menghitung dan menikmati berkat apa saja yang sudah Tuhan sediakan untuk saya. Seperti kata pemazmur, “Setiap hari aku mau bersyukur kepada-Mu, …” Mazmur 145:2 (BIMK), pengakuan yang  memberikan pengakuan bahwa setiap hari adalah hari yang baik yang harus kita syukuri.

“Engkau memenuhi segala keperluan mereka, sehingga mereka tidak berkekurangan.” Mazmur 145:16 (BIMK)  ayat ini dahsyat banget berbicara dan terbukti dalam kehidupan kami. Akhir-akhir ini cukup terasa saat kami harus bergumul dengan masalah keuangan. Hingga sampai hari kemarin malam, hanya tertinggal sisa 100 ribu dikantong, sisa di ATM sudah pasti nggak bisa ditarik lagi. Hanya tersisa senyum perih dan menaikkan kapasitas harapan seperti yang pastor Jose katakan. Puji Tuhan, paginya ada kabar sudah gajian. Seminggu dipercepat jadi hari ini bisa belanja lagi. Hahahahahaha…maaf ya, jadi tulisannya curcol. Eniwei…biar nanti si Abby tahu bahwa kebaikan Tuhan itu ada dan selalu mengikuti kita. Dia tidak pernah meninggalkan. Dia tidak pernah menegakan. Dia selalu mencukupkan.

Syukur pada-Mu Tuhan…

image

Belajar Bersyukur

October 16, 2015

Applied Psycholigy menuliskan “Dengan menuliskan apa yg Anda syukuri hari ini 15 menit saja sebelum tidur, bisa membantu mendapatkan tidur yang lebih baik.”

Setelah bergulat seharian dengan aneka rupa dan warna kehidupan. Bersyukur menjadi hal yang terlalu biasa atau bahkan kadang lupa untuk kita lakukan. Menuliskan kembali hal-hal yang sederhana sekalipun sebagai bagian dari kehidupan kita mungkin tidak bisa tersampaikan bila memanh tidak biasa untuk kita lakukan, apalagi sebelum tidur dan mengingat selama seharian ini kita melakukan berbagai aktivitas yang tidak hanya menguras tenaga, pikiran…bahkan isi dompet, halah…hahahaha!

Pemazmur menulis, “Setiap hari aku mau bersyukur kepada-Mu, dan memuliakan Engkau selama-lamanya.” Mazmur 145:2 (BIMK)  jadi saya pun ingin menuliskan ungkapan syukur yang bisa saya nikmati hari ini:
1. Mengantar Abby dan Mamie kesekolah dan kantornya
2. Menikmati teh panas 3 ribu rupiah dibawah pohon belakang kantor si Mamie
3. Mengambil hasil raport Abby disekolah dengan hasil nilai yang memuaskan.
4. Makan kwetiau dipinggir jalan, suer…enak bingits, panas n puedes…
5. Sampe disekolah eh malah dapat nasi padang, makanlah lagi dengan nasi dan ayam pop
6. Berhasil menyelesaikan editing report sekelas plus budi pekerti plus ngeprintnya
7. Pulang dapat uang 50 ribu, katanya uang lembur, hahahahahaha…berkat emang ya
8. Menikmati obrolan sore dengan driver gojek, eh dikiranya saya juga narik. Padahal mau jemput istri, seneng dengan obrolan seputar kerja keras dan usaha mereka yang sungguh-sungguh.
9. Sampe rumah ngejar-ngejar tikus dibelakang, nggak dapet sih…pasang jebaan lagi semoga jebakannya kali ini berhasil.
10. Puji Tuhan, ngecek saldo sudah habis, hahahahaha!

Sekian dulu sih malam ini, besok dilanjutkan lagi.

Dilembah Landai dan Terdalam

October 16, 2015

Maka tampillah abdi Allah dan berkata kepada raja Israel: “Beginilah firman TUHAN: Oleh karena orang Aram itu telah berkata: TUHAN ialah allah gunung dan bukan allah dataran, maka Aku akan menyerahkan seluruh tentara yang besar itu ke dalam tanganmu, supaya kamu tahu, bahwa Akulah TUHAN.” 1 Raja-raja 20:28 (TB)

Ada saat dan kesempatan dimana saya berada dilantai 10 sebuah gedung bertingkat. Pemandangan dibawah terlihat semua dengan jelas dan kita bisa melihat dari kejauhan berbagai tempat. Apa yang terjadi dari kejauhan semisal kemacetan dan tempat lain begitu mudah dilihat. Namun berbeda dengan saat kami bersama berjalan-jalan kepersawahan disekitar perumahan, tanah yang landai justru menghasilkan. Meskipun harus melewati perjuangan lebih dulu, diolah, dipupuk, ditanami dan ditunggu hingga panen. Tanah yang landai dan datar memang berbeda dengan tanah yang tinggi diatas gunung atau pemandangan diatas gedung.

Ada saat dimana kita semua harus berada di tempat yang datar dan landai, kadang kita merasa terpaksa karena sebenarnya disitulah kita bisa merasakan pengalaman bersama Tuhan. Menikmati dan mengetahui Tuhan yang setiap saat selalu dan berada bersama ditempat yang terendah yang kita rasakan.

Jika kita setia didalam pengalaman dilembah datar dan landai bersama Tuhan kita akan mengalami dimensi baru yang kadang tidak terpikirkan. Ada panenan hikmat dan kebijaksanaan yang bernilai saat kita tertanam dan bertumbuh dilembah landai.

Saya sedang menikmati perjalanan kehidupan menyusuri lembah landai, mengetahui ini adalah sebuah tempat pengujian hingga mengasilkan sebuah panenan. Ini adalah nilai dari sebuah pengetahuan dan pengalaman bersamaNya dan saat melihat pengalaman itu ada dalam hati dan hari-hari kita, maka kita mengerti benar bahwa penyertaan Tuhan itu tidak pernah berhenti.

Tuhan ada dilembah landai saya bahkan yang terdalam sekalipun.

image

BOCOR

October 14, 2015

Bangun pagi hari ini pengennya menikmati bangun siang dan males-malesan gitu. Secara tanggal merah nggak masuk kerja, anak dan istri juga libur. Padahal tadi malam saya ngerjain report sampai jam setengah tiga pagi tapi jam 6 tetep aja sudah bangun. Seperti biasa kalau bangun pagi. Setelah mengecek air, kasih makan kelinci teua bikin kopi saatnya ngecek motor. Eh…ternyata bocor lagi!     Hadeeuuuuhhh…padahal semalem sudah saya tambahin angin dan cek juga. Baru beberapa minggu ban dalamnya diganti dan ini yang kedua kalinya mengalami kebocoran.

Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut.
Amstel 20:19 (TB) 

Orang yang senang membicarakan orang lain, tidak dapat menyimpan rahasia; janganlah bergaul dengan orang yang terlalu banyak bicara.
Amsal 20:19 (BIMK) 

Kata bocor (mulut) dalam Terjemahan Baru diartikan ulang dalam Bahasa Indonesia Masa Kini menjadi terlalu banyak (bicara). Nah, urusannya nggak mau bawa-bawa sok rohani tapi memang ini buat saya bisa jadi bahan renungan sekaligus tulisan. Terlalu banyak di paksa dengan merk yang biasa saja jadi malah berkali-kali  nambal karena bocor. Terlalu banyak ya…segala sesuatu yang terlalu banyak memang tidak baik. Termasuk urusan ban. Apalagi seperti Amsal katakan terlalu banyak bicara itu sama dengan bocor mulut.

Pantesan …. Ada istilah yang gaul kalau orang Jakarta bilang, “ah … payah loe, bocor sih mulut!” Mungkin yang dimaksud adalah asal bicara, sembarangan dan tidak bisa dipercaya perkataannya. Semoga setelah saya tambal dan ganti bannya nggak bocor-bocor lagi yaa. Dan semoga saya bisa belajar untuk tidak bocor mulut saya.

image

Kebaikan Hari Ini

October 13, 2015

Uaaaaahhh…panas amat pagi ini, sudah berhari-hari nggak hujan-hujan mana debu dan gerahnya amapun deh ah. Semoga secepatnya Tuhan kirin hujan. Selasa seperti biasanya, tapi ada yang tidak biasa karena nggak harus kerja. Hahahaha…lumayan dapat term break seminggu. Sebenarnya pengen bisa bangun siang tapi memang belum waktunya. Besok ah…biar bisa direncanakan dulu.

Hari ini harus bikin daftar ucapan syukur juga seperti kemarin donk, secara ucapan syukur itu sepenting doa dan nafas…biar tahu dan nyadar terus bahwa hidup itu banyak hal yang pantas disyukuri daripada diomeli.

1. Nganterin anak pergi sekolah seperti biasa, yang nggak biasa tuh habis itu pulang lagi kerumah.
2. Berbagi listrik dengan tetangga sampon rumah. Sudah 2 hari listrik tetangga nggak nyala karena masih nyantol kaya kita dulu. Kasihan, sudah pasa sepuh nggak ada air karena tampungannya sudah habis sampe beli air isi ulang untuk buang air.
3. Bawa Oma jemput Abby pulang sekolah, sekalian nungguin hari ini ada ekskul nari. Bisa lihat si Pumpkin berlenggak lenggok.
4. Mendapatkan kekuatan iman dan pencerahan saat membaca renungan dari Max Lucado ; Glory Days berjudul God Has A Place For You! Kisah tentang Rahab yang memberikan kesempatan pada saat terjadi ketidakmungkinan.
“Seluruh kota dengan segala isinya harus dimusnahkan sama sekali sebagai persembahan untuk TUHAN. Hanya Rahab, wanita pelacur itu dengan kaum keluarganya saja boleh dibiarkan hidup, karena ia sudah menolong mata-mata kita.” Yosua 6:17 (BIMK) 
5. Beras dirumah habis. Puji Tuhanlah ya soalnya uang juga menipis…hahahahaha. Ingat kisah janda Sarfat, pasti Tuhan akan mengalirkan berkatnya. Jangan kuatir!

Terimakasih Tuhan untuk hari ini. Engkau baik…selalu baik. Baik adanya!

image

Update Berkat Hari Ini

October 12, 2015

Apa yang membuat hidup anda indah hari ini? Banyak hal yang bisa kita nikmati dan syukuri dan nikmati. Berikut adalah Versi ter-update hari ini yang saya dapatkan, daftarnya adalah :
1. Bangun pagi masih hidup. Ya iyalah   buktinya masih bernafas, menulis dan menggeliat di tempat tidur disamping orang yang saya cintai.
2. Menikmati pertemuan saya dengan Tuhan.
 God promised Joshua, “You will make your way prosperous, and then you will have good success.” (Joshua 1:8). Amen bingits for that!
3. Ngopi pagi sambil nulis ini? Nothings better than this one…! What would life be without coffee.
4. Mendapatkan bantuan air buat mandi dari tetangga sebelah rumah. Si mbakyu asisten rumah tangga itu baik dan mau menolong.
5. Keringatan kaya olahraga aka, efek ngangkutin air pakai ember bolak-balik menuhin bak. Sehat….
6. Abby nggak ikut remedial test. Artinya nilai dia semua bagus. Thanks God she’s smart!
7. Segigit roti pisang coklat sarapan Abby yang boleh saya gangguin dan nikmati.

Kata apalagi yang bisa dituangkan selain mengucapkan Haleluya!

image

Pohon Pepaya, Tanki Air dan Tuhan

October 10, 2015

“Engkaulah tempat persembunyianku, Kaubebaskan aku dari kesukaran. Maka aku bersorak gembira, sebab Engkau telah menyelamatkan aku.”
Mazmur 32:7 (BIMK) 

Menemukan Tuhan dibawah pohon pepaya, saat menunggu tanki air terisi. Ah…mungkin hanya khayalan saya saja kalau anda membacanya. Tapi tidak menurut saya, pada saat kondisi kami sedang sulit-sulitnya dan memang tidak pernah sebelumnya kami mengalami kekurangan. Namun benerapa bulan ini rasanya hampir mepet dan memang sudah habis persediaan didompet dan rekening namun lagi-lagi Tuhan membuktikan bahwa Dia memang Allah yang tidak pernah meninggalkan dan menegakan anak-anaknya.

Saya percaya bahwa Dia memang tempat persembunyian yang tepat dan memberikan janji untuk memberikan pembebasan dari kesukaran. Bagian yang sangat menguatkan lagi bagi saya adalah apa yang Yesus sendiri katakan mengenai apa yang saya rasakan tentang kekuatiran. “Janganlah khawatir dan berkata, ‘Apa yang akan kita makan’, atau ‘apa yang akan kita minum’, atau ‘apa yang akan kita pakai’? Hal-hal itu dikejar oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah. Padahal Bapamu yang di surga tahu bahwa kalian memerlukan semuanya itu.
Jadi, usahakanlah dahulu supaya Allah memerintah atas hidupmu dan lakukanlah kehendak-Nya. Maka semua yang lain akan diberikan Allah juga kepadamu.
Oleh sebab itu, janganlah khawatir tentang hari besok. Sebab besok ada lagi khawatirnya sendiri. Hari ini sudah cukup kesusahannya, tidak usah ditambah lagi.” Matius 6:31-34 (BIMK) 

Jadi lebih baik saya bersorak gembira, mengapa? Karena jiwa dan roh saya lebih berharga, Di sudah memberikan jaminan pasti keselamatan sudah pasti Dia akan juga memberikan bagian yang sudah semestinya saya dapatkan. Terimakasih untuk pohon pepaya dan tanki air sore ini….

Teh Tawar Gratisan

October 10, 2015

Mungkin karena penampilan istri saya yang agak kebule-bulean dengan rambutnya yang dilights pirang dia mendapatkan gratis minum teh tawar dua gelas. Hahahahaha….sudah gitu dilihatin terus sama si ibu  penjual nasi itu. Bisa jadi dia berpikir, ada bule diboncengin pria tampan (nggak mau kalah…) naik motor, makan diwarung pinggir jalan bukan pemandangan yang biasa dia lihat.

Perjalanan dari sekitaran Pondok Indah sampai daerah Cideng hari itu memang luar biasa. Dari pagi belum sarapan dan bergelut dengan jalanan Jakarta yang kadang ramah aduhay macetnya itu cukup menguras tenaga. Jadi kami sempatkan dulu mengisi amunisi. Biarpun dipinggir jalan yang penting nikmat dan mantap. Berdua saya hanya membayar 21ribu rupiah saja. Padahal saya makannya nasi, sayur, telor pedes, bakwan dam rempeyek plus minum es nutrisari. Sementara si mami makan nasi, sayur , tempe orek dan teh panas yang digratiskan.

Aaah, hidup memang nikmat untuk di nikmati. Terimakasih buat Mbak penjual nasi, kami berdua berpikir, mesksipun teh panas tawarnya digratiskan kan mereka harus beli tehnya, air dan juga gas buat masaknya. Mestinya dengan 2 ribu rupiah segelas bisa mengembalikan modalnya tapi malah diberikan gratis. Sederhana sih hanya berbagi teh tawar gratis, tapi saya pikir tindakannya bukanlahbhal remeh. Dalam keadaannya dia masih mampu berbagi dengan kerelaan. Saya percaya rejekinya juga bakal dilancarkan.

image