Seperti Tuyul?


Saya sangat terusik dengan postingan sebuah akun instagram yang menuliskan seperti ini, “bekerjalah layaknya tuyul, tak harus kelihatan, tak harus gila pujian, tapi hasilnya kelihatan”. Mungkin memang ada benarnya sih, karena sekarang kan lebih banyak yang justru melakukan sedikit kerja banyak bicara gede nuntutnya hasilnya nggak ada (sambil ngaca…jangan-jangan saya juga seperti yang saya tulis).

Bukan berarti membenarkan postingan itu ya, tapi lagi-lagi kalau saya pikir berapa banyak sih jaman sekarang ini orang nggak memperlihatkan kemampuannya dalam artian menyombongkan diri, kemudian mencari pujian atau nilai dari apa yang sudah dikerjakan sambil tepuk dada dan menyunggingkan senyum sedikit sinus. Ah, ya sudahlah…saya tidak bermaksud menghakimi dan menilai tindakan dan perilaku orang lain. Sejujurnya justru inilah yang mencambuk saya untuk melakukan pekerjaan lebih baik dan menghasilkan lagi.

Semuanya kembali kedalam diri masing-masing, motivasi, hati dan waktu yang menguji apakah seseorang melakukan pekerjaannya dengan baik atau tidak. Saya tidak sempurna tapi paling tidak saya berusaha dan mencoba, yaaa…jadi guru TK yang kayanya mesti bersikap ala filosofi “tuyul’.

Bagaimanapun kebenaran adalah dasar dari segala sesuatu yang harus menjadi landasan kita bertindak. Dan saya percaya seperti kata bijaksana ini, “Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.” Amsal 13:4 (TB). Dari hati dan harus rajin…itu kuncinya!

image

Advertisements

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: