MENOLONG


“Orang yang mempunyai karunia untuk menolong orang lain, harus sungguh-sungguh menolong orang lain…” (Roma 12:7a BIS). Makjlebbb banget dah ah baca ayat ini, beneran…

Ceritanya sore ini saya menjemput istri seperti biasanya, sambil nunggu di belakang kantornya neduh dibawah pohon rindang saya baca-baca berita di twitter. Eh…ada seorang ibu turun dari ojek, kemudian nyamperin saya trus bilang, “pak, bisa tolong saya pinjam hapenya buat telpon anak saya. Nanti saya bayar deh, pulsa saya tinggal 100rupiah” saya tidak langsung menjawab, sedikit agak curiga sih sebenarnya, maklum…di Jakarta, aksi tipu-tipu bisa pake cara apa saja. Dalam hati sih berpikir sebenarnya ya, bisa naik ojek trus bayar pake uang 50ribuan…saya tau karena tukang ojeknya kasih kembalian nyamperin deket saya. Nah, mestinya bisa dong tadi beli pulsa dulu. Yaaah, namanya pikiran saya sih. Habis itu saya kemudian mengiyakan dan saya kasih telepon saya. Kemudian dia mengingat-ingat nomer hape anaknya tapi lupa terus, dia ambil hapenya, sudah layar geser lho bukan tombol tekan kaya yang sering saya pake. Beberapa kali mencoba nomernya salah, nomer kantornya pun tidak diangkat, alhasil…akhirnya saya cek hapenya dan ketemu nomer hape anaknya. Saya tanya yang mana nomernya kemudian dia tunjukkan, saya telpon…dan berhasil. Dia berbicara 3menitan kasih tau anaknya dia dibawah, laper, dan menunggu anaknya turun dari gedung.

Sesudah selesai dia bilang terimakasih dan menyodorkan uang. Saya jawab enggak, nggak usah…saya ikhlas kok. Dan ditutup percakapan kami dengan doanya, “semoga dilancarkan rejekinya ya pak…” Saya jawab, “amin”.

Saya membayangkan kalau itu ibu saya, kemudian diperjalanan kehabisan uang dan pulsa nggak bisa telpon, minta tolong orang yang nggak dikenal dihari-hari sekarang ini? Aahh…nggak cuma bingung, susah tapi juga sedih. Untung hape saya masih ada sisa pulsanya, nggak banyak sih tapi paling tidak buat telpon keluarga dengan sistem paketan murah itu masih lumayan.

Eh, baidewai ngomong-ngomong kan tadi bicara soal nolong ya diawalnya. Nah, urusan tolong menolong ini kan urusan kehidupan yang sebenarnya. Siapa yang nggak pernah ditolong dan memberikan pertolongan, sebagian besar orang pasti pernah mengalaminya. Jadi kebenarannya adalah jika kita diberikan karunia untuk menolong orang lain, (jangan cari-cari alasan dulu seperti saya) untuk menolong orang lain dengan sungguh-sungguh. Itu sudah, jangan dibantah. Mungkin nggak harus uang, tenaga, barang…bisa jadi pulsa anda juga, hehehehe…sama yang seperti saya alami sore ini.

Selamat menolong…(dengan sungguh-sungguh ya)

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: