PROfesi


RT @infobandung: Profesi Pekerjaan Yang Selalu Dibanggakan Orang Tua http://t.co/Tue87t76o6, coba anda cek link diatas. Saya sih nggak ngiri, suer…nggak. Beneran, cuma bertanya aja sih? Kok profesi guru tidak masuk dalam daftar yang membanggakan ya? Padahal, semua profesi diatas tuh nggak bakalan membanggakan kalo nggak sekolah, nah sementara disekolahannya mau jadi tukang dokter sampe tukang insinyur juga pasti ada gurunya, ya kan?

Ah, itu pertanyaan saya saja. Mungkin pekerjaan alias profesi guru memang tidak se-PRO yang lain-lainnya. Tidak masuk dalam kategori membanggakan memang, apalagi kalo seperti saya jadi guru TK Hahaahahahah…(Nada tulisannya sok curhat bergaya sedih gitu). Tapi memang kenyataannya demikian bukan? Dengan digaji lebih kecil, tanggung jawab besar, masih dianggap remeh dan kurang (kadang) diperhatikan. Mau apa coba?

Lepas dari itu semua, saya tetap bangga jadi guru. Bapak saya guru, mbah kakung saya juga guru, pakde, om dan bulik saya juga banyak yang guru. Mereka tetap bangga dan menikmati PROfesi mereka. Saya juga! Dulu waktu SD inget lagu hymne guru yang sering dinyanyikan, entah anak sekarang ngerti apa enggak. Seingat saya, masa-masa itu guru begitu dihargai nggak cuma di masyarakat tapi juga oleh anak didiknya. Sekarang? Yaaah…cobalah anda sendiri bandingkan biar obyektif yaa.

Kalo difilm-film klasik silat dan kungfu, semua jagoan pun pasti punya guru. Mereka bisa menjadi hebat karena ada orang yang berdedikasi, berbagi kemampuan dan kepandaiannya hingga seseorang bisa berhasil dan hebat. Dan saya percaya kok kalo mereka yang memilih jadi guru adalah orang-orang yang punya hidup, hati dan kelebihan untuk dibagikan pada kehidupan orang lain, murid-muridnya.

Mungkin orang tua yang anaknya guru nggak bangga, tapi kalau murid-muridnya (yang inget sih) pasti bangga pernah diajar oleh gurunya. Mau killer, lucu atau letoy sekalipun…guru pasti ada dalam kenangan setiap orang (yang bersekolah) dan menjadi bagian yang menurut saya besar dalam hidupnya.

Masih ragu jadi guru? Semoga tidak ya, apapun bentuknya yang namanya ngajarin orang (trainer, motivator, instruktur, pelatih, dll) tetaplah mereka guru. Guru itu penting dan mereka PRO!

Ayo jadi guru…

image

Advertisements

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: