Dia Memang (Jual) Tahu


Dalam seminggu 2x dia datang, tiap hari selasa pagi dan sabtu pagi. Dan seperti biasanya, hari ini pun dia datang. Baru saja saya bangun dan menemani Abby nonton tiba-tiba terdengar teriakannya yang khas, “tahuuuuu Banduuuung…!”

Segera saya buka pintu dan saya jawab, “iya Mang…tunggu sebentar ya?” Kemudian saya ambil wadah dan Oma keluar dari kamar, saya tanya, “mau beli berapa Ma? Oma menjawab, “dua puluh aja!” Dan saya berjalan cepat kedepan dan berkata, ” dua puluh aja Mang!” Lalu dengan cekatan si Mang mulai menata tahu diwadah yang saya bawa, setelah selesai kemudian dia berkata, “ini sudah saya tambahin 5 buat ngeganti kemaren yang asem ya?” Waaah, saya terkejut dan berkata iya, “terimakasih mang” saya sodorkan uang 50ribu untuk membayarnya, kemudian dia mulai mengeluarkan kembalian, setelah dihitung dia mengembalikan 34ribu, padahal saya beli 20ribu. Jadi saya kembalikan padanya 4ribu, tapi dia memaksa katanya nggak papa buat gantiin yang kemarin. Saya pikir sudah diganti tahu baru saja sesuatu banget apalagi masih ditambahin uang meskipun cuma 4ribu.

“Orang jujur selamat karena ketulusan hatinya; orang yang tak dapat dipercaya, terperosok oleh keserakahannya.” (Amsal 11:6 BIS). Membaca ayat diatas sungguh luar biasa, padahal kalau menurut saya bukan salah si Mang penjual tahu sehingga tahu yang terakhir dibeli Oma asem, sudah pasti itu salah si tukang bikin tahu dipabriknya. Namun kejujuran Mang Tahu dan ketulusan hatinya menggantikan asemnya tahu yang kemarin dengan kegirangan saya, lumayan bukan 5 tahu gratis?

Saya belajar tentang kejujuran, ketulusan dan kebaikan hati dari seorang tukang tahu pagi ini. Seperti petuah bijak mengatakan, “Lebih baik berpenghasilan sedikit dengan kejujuran, daripada berpenghasilan banyak dengan ketidakadilan.” (Amsal 16:8 BIS). Saya percaya pasti penghasilannya akan lebih, jika dia bisa jujur dan dengan saya, pasti dia jujur juga dengan pelanggan-pelanggan lainnya. Karena saya percaya dia masih mempercayai Tuhannya untuk berlaku jujur.
“TUHAN menghendaki orang berlaku jujur dalam perdagangan, juga dalam memakai ukuran dan timbangan.” (Amsal 16:11 BIS).

Ya memang tidak semua orang melakukan kejujuran dalam usahanya, tapi jika melihat ayat ini orang tentunya akan berpikir kembali seharusnya. “Kekayaan yang diperoleh dengan tidak jujur cepat hilang dan membawa orang ke liang kubur.” (Amsal 21:6 BIS).

Semoga makin banyak orang yang bisa sejujur Mang Tahu pagi ini…ya semoga!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: