Meditasi Bersama Si Kepik


Sembari menunggu kepulangan istri, saya duduk dibelakang gedung kantornya. Dipinggir jalan beraspal tetapi bagian yang dekat dengan tembok kantornya berumput segar dengan tanaman besar yang teduh. Rumputnya menghijau pertanda mereka begitu subur pertumbuhannya. Saya duduk dengan begitu saja tanpa alas, dan sembari memperhatikan rerumputan, ternyata disamping saya duduk ada seekor kepik alias ladybug atau ladybird bergerak naik turun dari rumput kerumput yang lainnya.

Memang tidak semua orang menyukai serangga, namun siapa yang tidak menyukai ladybird, sikepik mungil yang hanya hampir setengah sentimeter ini terlihat menarik dengan warna merah cerah bertotol hitam dibagian atas badannya. Dan terlebih lagi, setelah saya membaca beberapa catatan, kepik sangat menguntungkan jika ia berkembang biak di kebun kita. Dia adalah insektisida alami, dia memakan kutu daun yang merusak tanaman, juga memakan kumbang-kumbang perusak tanaman. Bentuknya mungkin kecil, namun ternyata dia punya kemampuan yang luar biasa dan berguna.

Jika kepik kecil saja begitu berguna, bagaimana dengan kehidupan kita? Paulus menuliskan pesannya kepada Timotius seperti ini, “Orang yang membersihkan dirinya dari semua yang jahat, orang itu akan dipakai untuk keperluan yang istimewa. Ia menjadi milik yang khusus dan berguna bagi tuannya. Ia disediakan untuk dipakai bagi setiap pekerjaan yang baik.” (II Timotius 2:21 BIS).

Saya percaya bahwa setiap kita berguna, diperlengkapi dengan kemampuan untuk dipakai Tuan kita, ya Tuhan kita. Dan dipakai untuk pekerjaan yang baik. Mungkin tidak akan seperti kepik pemakan serangga dan kutu daun, tapi contoh kecil seperti berbagi akan menyenangkan hati Allah. Seperti ayat ini berkata, “Orang yang membersihkan dirinya dari semua yang jahat, orang itu akan dipakai untuk keperluan yang istimewa. Ia menjadi milik yang khusus dan berguna bagi tuannya. Ia disediakan untuk dipakai bagi setiap pekerjaan yang baik.” (II Timotius 2:21 BIS).

Sungguhlah benar bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu tanpa kesia-siaan, “Betapa banyak karya-Mu, TUHAN, semuanya Kaujadikan dengan bijaksana; bumi penuh dengan ciptaan-Mu.” (Mazmur 104:24 BIS). Dan tentunya terlebih kita.

Terimakasih kepik-ladybird untuk sore saya yang bermakna.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: