Memori Yang Rusak


“…Dan terjadi lagi, kisah lama yang terulang kembali…” Hadeeeuuuuh, seperti lagunya mas Ariel saja kejadian hari ini. Pernah saya tulis sebelumnya sih diblog tentang hilangnya seribuan foto saya di kartu memori henpon blekberi saya. Eh iya, jadi judulnya itu bukan memori atau kenangan tentang suatu hal, tapi memory card, kartu buat nyimpen foto dan data-data di henpon.

Nah, dari pagi sudah ada tanda-tanda beberapa kali kok ada tulisannya memory card tidak terkoneksi dan di aplikasi Whatsapp juga tiba-tiba muncul memory card full and disabled, nah…saya cek beberapa kali masih bisa buka foto-fotonya. Sayangnya saya tidak cepat tanggap untuk segera menyalinnya di laptop padahal pagi tadi lagi update antivirus sekalian mestinya bisa. Yaaah, namanya juga saya pikir aman jadi ya nggak terlalu mengganggu. Tapi ternyata setelah mulai kerja muncul lagi tulisan-tulisan itu. Saya masih diamkan. Pas istirahat makan siang baru saya bisa buka lagi, saya coba untuk dicabut dan dibuka manual pake laptop, ternyata tetap tidak mau, tidak bisa dan ….yaaah sudahlah. Saya menganggapnya mungkin sudah saatnya dia meninggalkan saya, meninggalkan kenangan dan sisa-sisa foto yang terambil diberbagai momen disana.
Sebelum pulang saya sempat cerita dengan teman, dan ternyata henpon asus 5nya pun mengalami masalah yang sama dengan saya beberapa hari yang lalu. Dia masih bisa diformat ulang dan dipakai lagi memorinya, tapi tetap kehilangan foto-foto memorinya. Sementara saya ya…bablaaas, ilang kabeh isinya.

Tulisan pak David J.Schwartz seperti ini bunyinya, “Ujian bagi seseorang yang sukses bukanlah pada kemampuannya untuk mencegah munculnya masalah, tetapi pada waktu menghadapi dan menyelesaikan setiap kesulitan saat masalah itu terjadi.” Lhaah…saya memang bukan orang yang bisa dibilang sukses ya, tapi sueeerrr…saya sedang mencoba berjuang untuk sukses. Ngomongin tentang ujian orang sukses seperti diatas memang nggak gampang. Namun menyelesaikan masalah memori yang hilang isinya itu perlu dihadapi dengan perut yang terisi, kepala yang sedikit pusing tapi mesti mikir dengan bener sekaligus menata hati biar nggak esmosi. Untunglah saya punya solusinya, saya ganti dengan memori yang di henpon nokia sejuta umat saya, ada memori 2GB yang lumayan meskipun kalah kecil dibandingkan dengan memori 4GB yang rusak. Paling tidak saya nggak harus keluar uang dulu untuk sementara waktu buat beli kartu memori yang baru.

Oke sip, jadi sembari saya menulis ini, saya masih bisa kembali memotret dengan kamera yang cuma 3,15mpixel dan menyimpannya kembali. Sekalian juga nanti bisa memindahkan beberapa foto-foto yang masih tersimpan di laptop saya.

Mungkin memori yang rusak tidak bisa diperbaiki, tapi kita bisa membuat memori yang baru, yang bisa menceritakan kisah yang baru juga. Oalah memori…memori…!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: