Archive for August, 2015

Tertembus Paku

August 31, 2015

Seperti biasa pagi-pagi sebelum berangkat saya panasin motor dan cek ban, oke dan aman saja. Belum sampai masuk dijalan raya tiba- tiba rasanya ban kok oleng. Kemudian saya minta Mami dan Abby turun dari motor. Setelah saya lihat ternyata ban sudah kempes. Waduuh…kenapa ini tanya saya dalam hati. Untunglah bengkel diseberang jalan sudah buka. Jadi segera saya bawa dan setelah sampai saya cek lagi ban belakang ternyata sebuah paku panjang menusuk hingga tembus dua arah.

Hari senin yang indah. Hahahhaha…Baru mau berangkat cepat supaya tidak terkena macet malah diberhentikan dengan ban tertembus paku. Setelah ban dibongkar dan di cek lagi tampaknya memang tidak bisa ditambal. Tertembus dua arah, menyobek dua sisi sehingga tidak memungkinkan untuk di tambal. Ya sutralah bok…mau bilang apa. Ganti baru ajalah biar aman. Dan lima menit kemudian selesai proses menganti bannya, Puji Tuhan cuma ganti ban dalamnya saja nggak ganti ban luar.

Setelah melewati perjuangan kemacetan hari senin akhirnya sampai di sekolah Abby dengan aman. Untunglah kelas belum dimulai. Pas banget waktunya.

Percaya bahwa hidup ini indah, iyaaah pas lagi mau ngirit selalu ada saja hal yang “memaksa” keluar lebih. Belajar tentang kebergantungan Allah sebagai sumber dan penyedia membutuhkan tingkat percaya dan hati yang penuh kepasrahan akan kehendakNya. Dan saya mengamininya. Belajar untuk mengerti dan menikmati proses pembelajaran dan keindahan yang Tuhan sertakan dalam setiap kejadian atau peristiwa. Tuhan tidak tinggal diam, Dia membahasakan kasih sayangnya dengan cara-cara yang kadang kita tidak mengerti.

Ban bocor tertusuk paku mungkin hanya sebuah kejadian biasa sehari-hari namun bisa jadi sebuah bahan pelajaran berharga yang bisa kita dapatkan untuk mengerti bahwa Tuhan punya rencana yang baik didalamnya. Siapa tahu saya mema g ditahan supaya saya terhindar dari bahaya dan kecelakaan. Atau di ajar untuk memberi dan berbagi dengan acara ban bocor tertusuk paku.

Hanya ucapan terimakasih Tuhan yang menenangkan dan memenangkan hidup. Bahwa Dia berencana yang baik, damai sejahtera bukan rancangan dan tujuan kecelakaan apalagi memboroskan. Ban boleh bocor, dompet juga mungkin ikut ngocor tapi berkat bakalan terus cooorrrr….

image

Hewan Peliharaan

August 30, 2015

“Memiliki hewan peliharaan dapat meningkatkan kebahagiaan dan kualitas hidup kita.” Itu kata sebuah penelitian, ya namanya katanya ya, berdasarkan survey atau apapun mereka punya hak untuk membuat sebuah konklusi tentang suatu hal.

Sebagai hadiah ulang tahun Abby yang ke-5 tahun lalu kami membelikannya sepasang kelinci, sudah beranak dan sudah diberikan ke beberapa orang, sekarang tinggal 5 ekor sisanya. Rencananya sih mau kita bagikan juga ke orang lain supaya (sejujurnya) mengurangi biaya pembelian sayuran untuk pakannya tiap hari. Mau nggak mau sejak sayuran harganya naik, bayangkan saja sawi hijau alias cai sim dari yang biasanya sekitar 6 ribuan sekarang sampai 10 ribuan sekilonya. Wortel juga mengalami hal yang sama. Tanpa bermaksud menyiksa mereka dengan mengurangi jatah sayurannya, untunglah sejak beberapa waktu lalu si oma mencoba memberi makan sisa nasi merah yang sudah di dinginkan dari magic jar, dan ternyata mereka suka. Hahahahaha, ya benar kelinci kami suka makan nasi merah, kerupuk, tempe, dan biasanya tiap sore nagih sambil garuk-garuk pintu belakang minta crackers semacam biskuit-biskuit gitu. Untung nggak sekalian kopi panasnya…buat nongrong sore-sore, heheehehehe!

Memang benar sih dengan punya hewan peliharaan kita tuh lebih punya perhatian, mau nggak mau harus setiap hari menengok mereka dan melihat apa yang terjadi dengan mereka. Masalah bahagia dan kualitas hidup yaaah…saya pikir itu rasa yang harus dipilih untuk dinikmati. Bukan sekedar punya atau nggak punya hewan peliharaan.

“Orang benar memperhatikan hidup hewannya, …”
Amsal 12:10 (TB)

Empati si Abby

August 29, 2015

Wikipedia Bahasa Indonesia mendefinisikan Empati sebagai berikut Empati adalah kemampuan dengan berbagai definisi yang berbeda yang mencakup spektrum yang luas, berkisar pada orang lain yang menciptakan keinginan untuk menolong sesama, mengalami emosi yang serupa dengan emosi orang lain, mengetahui apa yang orang lain rasakan dan pikirkan, mengaburkan garis antara diri dan orang lain.

Jumat yang lalu Maminya Abby mengikuti pertemuan orang tua murid dan guru di sekolahnya Abby. Setelah pertemuan selesai kemudian dilanjutkan dengan pertemuan guru kelas masing-masing. Dalam pertemuan itulah guru kelas Abby bercerita kalau Abby anaknya penuh semangat dan selalu rajin di dalam kelas. Satu lagi dia senang sekali memberi dorongan semangat teman-temannya, kebetulan di samping kanan dan kiri tempat duduknya setiap kali melakukan tugas dari bu guru mereka sering terlambat selesai dan menangis, nah…si Abby kemudian senang memberi semangat supaya teman-temannya bisa selesai. Bagian yang lucu adalah kalau dia beberapa waktu yang lalu malah sering yang telat selesai kerjaannya karena terlalu peduli dengan teman-temannya yang menangis sampe lupa kalau kerjaannya sendiri belum selesai.
Terlalu ber-empati kali ya? Hahahahaha, tapi nggak apa-apalah, untungnya masih bisa kita ingatkan, supaya besok-besok lagi jangan sampai lupa menyelesaikan tugasnya sendiri.

Intisari-online.com memberikan beberapa cara menumbuhkan sikap empati pada anak seperti ditulis di dalam buku All About Kesehatan Anak.

1. Membiasakan anak untuk mengucap kata-kata ajaib seperti terima kasih saat dibantu, maaf saat merasa bersalah, dan tolong saat minta bantuan.

2. Membiasakan anak untuk berkata baik, sopan, dan optimis.

3. Memberikan contoh kepada anak untuk selalu menghormati orang lain tanpa memandang derajat, harta, dan pangkat.

4. Mengajak anak ke panti asuhan, panti jompo, dan rumah singgah anak terlantar untuk menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.

5. Mengajak anak ke kebun binatang, kebun raya, dan berkemah ke tempat kita bisa lebih dekat dengan alam sehingga menumbuhkan peribadi peduli.

Jika anak diajarkan untuk memiliki empati yang lebih baik maka mereka akan memiliki sifat peduli dan kepekaan terhadap orang lain. Dengan empati nantinya anak-anak akan belajar komunikasi, juga sosialiasasi dan menjadi mudah beradaptasi dengan sekitarnya.

Semoga kamu nanti lebih berbahagia, bijaksana dan peduli ya Mbi. Papie tahu kamu punya bekal empati yang baik dalam hidupmu.

Tidak Bisa Berkata-Kata Lagi!

August 28, 2015

Saya teriak memanggil Abby dari dalam kamar tidur, “abbbbbyyyy…” Kemudian dia menjawab dari depan tivi, “iyaaa, apa sih papi…”

Kemudian dia masuk kamar, berdiri didekat saya rebahan lalu meletakkan tangan dan kepalanya di badan saya. Kemudian saya tanya, “besok kan libur nih, kamu mau nggak main dulu sama aku trus bobok sama mami papi malam ini?” Jawabnya, “ah..aku tidak dapat berkata-kata lagi!”

Dan….dia lari kedepan tivi, sementara saya…tidak bisa berkata apa-apa lagi beneran, hahahahahaha!

Ngopi Sore Bareng Driver GoJek

August 28, 2015

Baru saja ngopi dengan seorang driver GoJek, sambil istirahat saya ngobrol-ngobrol dia lihat aplikasinya kali-kali kalau-kalau ada customer yang butuh. Dan ndilalah kok dapetnya mantep…tertulis di aplikasinya dapat 97ribu, padahal ini masih promo 15ribu lho jarak jauh maupun dekat. Wah, lumayan juga menurut saya. Ternyata sisa kelebihan yang seharusnya dibayar oleh customer dibayari oleh pihak gojek.

Jadi kalau dia bisa mendapat customer yang lumayan jaraknya, hitunglah 4 kali sehari, uang 300ribu memanglah nggak susah. Ngomong-ngomong tadi dia dapat customer dari lebak bulus sampai parung, jauh juga sih. Pas jumat sore, jam macet…tapi demi penghasilan yang lumayan kenapa enggak?

Saya sih nggak nolak juga kalau bisa ngelamar jadi tukang GoJek, masalahnya keterikatan waktu kerja sekarang memang tidak bisa ditawar. Ya sudahlah, nggak papa, pasti keadilan Tuhan juga berpihak pada saya untuk mendapatkan jatah saya.

Eh, kalau 300ribu kali 20hari kerja aja udah 6juta, lebih banyak banget dari gaji saya sekarang. Hahahahahaha, pikir-pikir….

Ah, sudahlah…

Shower Dan Gayung

August 26, 2015

“Para psikolog meyakini air yang mengenai tubuh kita saat mandi di bawah shower/ berendam di bathtub memiliki kekuatan untuk membersihkan secara kejiwaan.” Ini saya kutip dari sebuah status di twitter. Nah, masalah benar atau tidaknya saya juga tdak terlalu meyakini tulisan itu. Yang menjadi masalah bagi saya adalah saya itu mandinya pake gayung. Apakah guyuran air dari gayung juga memliki kekuatan untuk membersihkan secara kejiwaan? Embuhlah..hahahahaha! Kalo membersihkan debu dan kotoran di badan saya sih pastinya, apalagi di gosok dengan sabun wangi, bener bukan?

Rasul Paulus memberikan wejangannya kepada jemaat Korintus katanya, “… Oleh sebab itu hendaklah kita membersihkan diri dari segala yang mengotori jiwa raga kita. Hendaklah kita takut kepada Allah, supaya kita dapat hidup khusus untuk Dia dengan sempurna.” (II Korintus 7:1 BIS). Dan memang jiwa dan rag kita semestinya harus bersih, pertanyaannya apakah cukup dengan guyuran air dari shower dan berendam di baathtub? Tentu saja tidak. Hanya Yesus yang mampu melakukannya, “Yesus membersihkan manusia dari dosa-dosa mereka; dan Dia yang membersihkan, serta mereka yang dibersihkan itu, sama-sama mempunyai satu Bapa. Itulah sebabnya Yesus tidak malu mengaku mereka itu sebagai saudara-saudara-Nya.” (Ibrani 2:11 BIS). Dan jika kita sudah bersih, lalu untuk apa hidup kita? Ayat ini bisa menjadikan referensi yang baik menurut saya, “Orang yang membersihkan dirinya dari semua yang jahat, orang itu akan dipakai untuk keperluan yang istimewa. Ia menjadi milik yang khusus dan berguna bagi tuannya. Ia disediakan untuk dipakai bagi setiap pekerjaan yang baik.” (II Timotius 2:21 BIS).

Jadi mau mandi pake aliran shower, berendam di bathtub atau ala saya bergayung ria itu hanya untuk ragawi kita, untuk jiwa dan roh kita pastikan kita sudah dibersihkan dengan darah yang mahal di kayu Salib itu.

Meditasi Cuci Motor

August 25, 2015

Sudah beberapa minggu motor tidak pernah dicuci dan dikilapkan lagi. Entah karena memang tidak menyempatkan atau mungkin juga karena saya tidak terlalu merasa terganggu dengan tebalnya debu yang menempel di bodi motor.

Sore ini akhirnya saya mencuci dengan riang setelah saya membeli shampo motor, busa pembersih, juga saya siapkan cairan pengkilap dan semir ban. Dan setelah 20menit berlalu, saya sangat puas…motor kembali kinclong dan mengkilap.

Membaca perkataan kebijaksanaan ini, “Ada kalanya pengalaman pahit menghapuskan kejahatan, dan membersihkan hati manusia. ” (Amsal 20:30 BIS) membuat saya merasakan sebuah insight…cieeeh…wawasan gitu ya, mencuci motor ini sebuah bentuk meditasi yang sangat menarik buat saya. Membersihkan debu, noda dan kotoran-kotoran yang menempel dimotor, membilasnya, kemudian mengeringkan dan memolesnya hingga mengkilap itu seperti perjalanan hidup kita. Banyak kotoran yang menempel di hati, pikiran dan perbuatan kita, mesti dicuci dan kemudian dipoles supaya mengkilap, berkilaulah hidup ini dilihat orang.

Jadi selain motor bersih, enak dipandang, tentunya juga semakin nyaman plus pede kalau bersih mengkilap. Saya pikir demikian pula hidup ini, betapa indah dan enak dipandang plus jadi keindahan bila hidup bisa mengkilap.

Waktu Tempuh

August 22, 2015

Yang terjadi hari ini nih:
Cinere Residence
05.00 bangun,
06.30 berangkat,
07.45 studio 1 CBN Cikarang
08.00 ruang ganti/rias–script reading, touch up, wardrobe
10.00 taping modul 1
13.00 makan siang
14.00 taping modul 1 lanjutan
15.30 break kopi n pisang goreng
16.00 taping modul 2
19.30 bungkus! receipt signing, contract, bawa pulang makan malamnyaaah
21.45 nyampe lagi Cinere Residence
22.30 main dikamar sama Abby
23.00 mandi

Thanks God, mau bilang apa lagi…itu yang terbaik!

MENOLONG

August 21, 2015

“Orang yang mempunyai karunia untuk menolong orang lain, harus sungguh-sungguh menolong orang lain…” (Roma 12:7a BIS). Makjlebbb banget dah ah baca ayat ini, beneran…

Ceritanya sore ini saya menjemput istri seperti biasanya, sambil nunggu di belakang kantornya neduh dibawah pohon rindang saya baca-baca berita di twitter. Eh…ada seorang ibu turun dari ojek, kemudian nyamperin saya trus bilang, “pak, bisa tolong saya pinjam hapenya buat telpon anak saya. Nanti saya bayar deh, pulsa saya tinggal 100rupiah” saya tidak langsung menjawab, sedikit agak curiga sih sebenarnya, maklum…di Jakarta, aksi tipu-tipu bisa pake cara apa saja. Dalam hati sih berpikir sebenarnya ya, bisa naik ojek trus bayar pake uang 50ribuan…saya tau karena tukang ojeknya kasih kembalian nyamperin deket saya. Nah, mestinya bisa dong tadi beli pulsa dulu. Yaaah, namanya pikiran saya sih. Habis itu saya kemudian mengiyakan dan saya kasih telepon saya. Kemudian dia mengingat-ingat nomer hape anaknya tapi lupa terus, dia ambil hapenya, sudah layar geser lho bukan tombol tekan kaya yang sering saya pake. Beberapa kali mencoba nomernya salah, nomer kantornya pun tidak diangkat, alhasil…akhirnya saya cek hapenya dan ketemu nomer hape anaknya. Saya tanya yang mana nomernya kemudian dia tunjukkan, saya telpon…dan berhasil. Dia berbicara 3menitan kasih tau anaknya dia dibawah, laper, dan menunggu anaknya turun dari gedung.

Sesudah selesai dia bilang terimakasih dan menyodorkan uang. Saya jawab enggak, nggak usah…saya ikhlas kok. Dan ditutup percakapan kami dengan doanya, “semoga dilancarkan rejekinya ya pak…” Saya jawab, “amin”.

Saya membayangkan kalau itu ibu saya, kemudian diperjalanan kehabisan uang dan pulsa nggak bisa telpon, minta tolong orang yang nggak dikenal dihari-hari sekarang ini? Aahh…nggak cuma bingung, susah tapi juga sedih. Untung hape saya masih ada sisa pulsanya, nggak banyak sih tapi paling tidak buat telpon keluarga dengan sistem paketan murah itu masih lumayan.

Eh, baidewai ngomong-ngomong kan tadi bicara soal nolong ya diawalnya. Nah, urusan tolong menolong ini kan urusan kehidupan yang sebenarnya. Siapa yang nggak pernah ditolong dan memberikan pertolongan, sebagian besar orang pasti pernah mengalaminya. Jadi kebenarannya adalah jika kita diberikan karunia untuk menolong orang lain, (jangan cari-cari alasan dulu seperti saya) untuk menolong orang lain dengan sungguh-sungguh. Itu sudah, jangan dibantah. Mungkin nggak harus uang, tenaga, barang…bisa jadi pulsa anda juga, hehehehe…sama yang seperti saya alami sore ini.

Selamat menolong…(dengan sungguh-sungguh ya)

image

SEMPURNA

August 21, 2015

Setelah murid-murid ada perintah, “bubar jalan” kemudian mulai aktivitas olahraga pagi itu disebuah sekolah lanjutan pertama kemudian terdengar lagu pengiringnya. Eh…ternyata lagunya Andra dan Tulang belakang, Andra and the Backbone maksudnya, “sempurna”.

Ahaaa, mengingatkan saya hari ini betapa Tuhan menjadikan sempurna segala sesuatu dimata-Nya. Seperti pemazmur manuliskan, “(Perbuatan Allah sempurna janji TUHAN dapat dipercaya. Ia seperti perisai bagi semua yang berlindung pada-Nya.” (Mazmur 18:30 BIS).

Pagi yang cerah, hari yang indah, anak senang berangkat sekolah, saya dan istri kerja dengan berkah. Urusan hutang, duit yang kurang dan masalah-masalah yang datang…biarkan mereka menyerang, saya punya Tuhan yang jelas dan selalu menggenapi janji-Nya yang membuat tenang.

Ya…selalu sempurna, lihat saja :
1.Kesempurnaan hukum Tuhan itu menyegarkan jiwa dan memberi hikmat.
“Hukum TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa. Perintah TUHAN dapat dipercaya, memberi hikmat kepada orang sederhana.” (Mazmur 19:7 BIS).
2.Jika masih ragu, ingat bahwa Dia tidak pernah lupa, lalai dan meninggalkan kita.
“Nanti akan tiba waktunya Allah membuat semuanya sempurna, dan yang tidak sempurna itu akan hilang.” (I Korintus 13:10).
3.Kegembiraan menyempurnakan hidup kata Paulus.
“Akhirnya, Saudara-saudara, hendaklah kalian bergembira, dan berusahalah menjadi sempurna. Terimalah segala nasihat saya. Hendaklah kalian sehati dan hidup rukun. Allah Yang Mahakasih dan pendamai itu akan menyertai kalian.” (II Korintus 13:11 BIS).

Selamat menikmati … Saatnya katakan, “sempurna!”