Inspirasi Lalat


Saya terkesan dengan postingan ini RT @infoLengkap: Lalat dapat menyalurkan sekitar 300 bakteri setiap kali hinggap di benda.

Binatang kecil yang terbang dan selalu hinggap dimana saja ini memang sangat menjengkelkan. Selain menyebarkan penyakit, juga mengganggu setiap aktivitas, dari memasak sampai tidur pasti sangat tidak nyaman bila mereka terbang berseliweran disekitar kita.

Mencermati kehidupannya memanglah tidak mengasyikkan, namun banyak tulisan yang mengulik tentang mereka. Saya sih tidak tertarik, cuma sedikit berpikir saja, ya…seandainya saja, kita bisa meniru dengan apa yang lalat lakukan. Maksudnya?

Nah, dengan umurnya yang paling lama katanya setahun untuk jenis tertentu, tentu saja mereka sudah melakukan banyak perkara. Perkara sepele tapi membuat mikir. Bayangkan jika sekali nempel dimana saja dia bisa menyalurkan 300 bakteri, dalam sehari berapa ribu bakteri yang dia sebarkan.

Kalau saja kehidupan kita manusia seperti mereka dalam arti yang baik, pasti dunia ini akan jelas lebih indah. Bayangkan: setiap kali manusia hinggap alias berada disatu tempat tertentu bisa menularkan atau melakukan 300 kebaikan, betapa itu akan menjadi suatu tindakan yang luar biasa?

Ah, tidak usah susah-susah sampai 300 kebaikanlah ya, cukup 1 kebaikan saja setiap hari, pasti akan terjadi perubahan, tidak saja bagi orang lain. Bagi dirinya sendiri pun juga akan mengalami perubahan.

Saya membaca sebuah buku yang sangat menginspirasi berjudul “29 Gifts – Keajaiban Memberi” dari Cami Walker, dimana pengarangnya menderita penyakit yang melumpuhkan sebagian besar aktivitasnya, dia mendapatkan saran dari mentornya, daripada mengeluh dan menyesali keadaannya disarankan untuk mengubah cara, pola pikir dan tindakannya dalam bentuk kebaikan setiap hari, kebaikan kecil, apa saja bentuknya. Akhirnya kisahnya dibukukan dan menjadi sebuah gerakan yang sangat menginspirasi diseluruh dunia.

Kebaikan-kebaikan kecil yang dilakukan untuk orang lain, yang mungkin tampaknya sederhana justru kadang dibutuhkan. Seperti mengirim pesan singkat, mengirim ucapan atau bunga, memberikan sedikit waktu untuk mendengarkan cerita, berbagi makanan atau apa saja bisa membuat kehidupan orang lain tertolong dan disemangati. Saya dan istri sempat membuat jurnal 29 hari kebaikan, meskipun tidak sampai selesai, tapi hal itu sangat menantang kita untuk bertindak diluar rencana dan melakukan kebaikan bagi siapa saja sangatlah berkesan.

Rasul Paulus menulis kepada Yakobus tentang kebijaksanaan yang bisa dilakukan dalam tindakan kebaikan seperti berikut, “Tetapi orang yang mempunyai kebijaksanaan yang berasal dari atas, ia pertama-tama sekali murni, kemudian suka berdamai, peramah, dan penurut. Ia penuh dengan belas kasihan dan menghasilkan perbuatan-perbuatan yang baik. Ia tidak memihak dan tidak berpura-pura.”
“Memang kebaikan adalah hasil dari benih damai yang ditabur oleh orang yang cinta damai! ” (Yakobus 3:17-18 BIS).

Jika saya tuliskan dengan sederhana, kebaikan itu bisa dilakukan dengan:
1.Murni
2.Suka damai
3.Peramah
4.Penurut
5.Belas kasihan
6.Tidak memihak
7.Tidak berpura-pura
Dengan 7 hal itu saja kita bisa melakukan kebaikan sederhana selama 1 minggu, jika kita bisa menggali lebih dalam lagi, saya yakin 300 kebaikan akan bisa kita lakukan.

Jadi, mari kita hinggap dan menyebarkan bakteri kebaikan…dimana saja, kapan saja, pada siapa saja, untuk kemulianNya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: